
Setelah makan malam selesai, Nataza yang membawa piring dan gelas kotor di meja makan dan mempercepat membersihkan gelas dan piring kotor sebentar lagi selesai karna sudah saatnya jam tidur.Tanpa dia sadari ada seseorang yang turun dari lantai atas membawa teko air.
Azam yang awalnya ingin ke dapur mengambil air karna sudah kebiasaan Azam di kamarnya harus ada air jika tengah malam pasti akan kehausan,maka dari itu persediaan air harus selalu ada di kamarnya, baru saja turun dari lantai atas, dia melihat Nataza tengah mengambil piring dan gelas kotor di meja makan, dan bibi Ani dia membersihkan meja dan menyimpan makanan sisa di kulkas
"Aza"panggil Azam membuat Nataza terkejut dan menjatuhkan gelas yang dia pegang
Prang.....
"Awas di bawah kakimu"ucap Azam melihat pecahan gelas di bawah kaki Nataza
"Auws"desis Nataza yang merasa perih di kakinya karna menginjak pecahan gelas
"Ayok aku bantu"Azam menggendong Nataza ala bridal style dan mendudukannya di sofa ruang keluarga
"Maaf membuatmu terkejut tadi"ucap Azam merasa bersalah,dengan membersihkan luka di kaki Nataza dan memberinya obat merah dan melakukannya dengan begitu lembut
"Auw..., tak apa tuan,saya juga tadi memang sudah mengantuk, saya juga salah"ucap Nataza yang mengerti Azam merasa bersalah dengan muka meringis perih
Jawaban Nataza membuat Azam mendongakkan kepalanya menatap Nataza yang tengah menahan perih di kakinya, malah membuat Azam takut kehilangan Nataza, entahlah perasaannya saat ini membuatnya resah dan bingung dengan perasaannya, bagaimana tidak.Setiap malam Azam saat tidur dia memimpikan Nataza pergi darinya,pergi yang bahkan Azam sulit menemukannya,baru pertama kali dia memimpikan wanita yang bahkan dia belum lama kenal.
dulu saat bersama mendiang tunangannya saja dia tak pernah memimpikannya, ketika dekat dengannya tak pernah berdetak cepat jantungnya dan tak pernah merasa nyaman, tapi ketika dengan Nataza jantungnya selalu berdetak dengan cepat, selalu merasa nyaman dan selalu mencoba untuk melindunginya sesuai dengan kata hatinya
__ADS_1
"Tuan"panggil Nataza yang melihat Azam melamun dari tadi
"Tuann.. "panggil Nataza lagi dengan melambaikan tangannya didepan wajah Azam
"Ahh iya ada apa? "balas Azam yang baru sadar dari lamunannya
"Tidak ada, hanya ini sudah hampir larut, tuan tidak ingin beristirahat bukannya tuan besok ada miting?"ucap Nataza yang menyadarkan Azam dari bingungnya
"Astaga, aku lupa besok miting"ucap Azam sambil menepuk jidatnya bagaimana bisa dia lupa akan ada miting pagi
"Baiklah kalau begitu sekarang kau juga istirahat, sini ku bantu sampai ke kamar"tawar Azam
"Emm tidak perlu tuan, saya bisa sendiri"tolak Nataza, baru beberapa langkah dia sudah hampir jatuh untung saja di tangkap oleh Azam
"Terimakasih tuan" ucap Nataza dan di jawab anggukan oleh Azam, Astaga jantung mereka mulai tak normal saat ini
"Aku bantu kau ke kamar.Bi,tolong bawa air ke kamarku yah"ucap Azam sambil memapah Nataza
"Baik Den"ucap bibi Ani
sampainya di kamar dan meminta Nataza untuk tidur dan Azam keluar menuju kamarnya sendiri di sebelahnya
__ADS_1
pagi harinya Azam sudah berangkat duluan ke kantor sementara Nataza bersama dengan Brian yang diminta bunda Ayu untuk berangkat bersama, di perjalanan mereka di selingi dengan cerita tentang kehidupan mereka berdua
baru setengah perjalanan, mobil Brian di hadang oleh mobil seseorang sehingga Brian melawan mereka yang berjumlah 4 orang, dan Nataza yang berada di mobil menghubungi Azam yang pas sekali baru selesai meeting,baru saja Azam berkata
"Hallo Za, ada apa? " tanya Azam di seberang sana dan mendengar Nataza berteriak memanggil nama Brian dan minta tolong membuatnya berdiri dari kursinya dan berlari meminta bantuan Bayu
sementara Brian yang sidah kewalahan dia tak sadar dengan curangnya salah satu orang yang mengeroyoknya memukul kepala bagian belakang Brian hingga pingsan dan orang-orang tersebut membawa Nataza yang sudah di bius ke dalam mobil dan pergi kesuatu tempat
Azam yang sudah menemukan tempat dimana Nataza menelfonnya dan mengeroyok Brian akhirnya dia mempercepat mobilnya 5 menit di perjalanan dengan kecepatan tinggi dia sampai di sana menemukan Brian yang pingsan di pinggir jalan
"Brian"panggil Azam dengan menepuk pipi Brian yang mulai membuka matanya
"Dimana Nataza? "pertanyaan pertama Azam yang dari tadi mengganjal di hatinya
"Dia... di bawa sama 4 orang,mereka menghadang kita saat mau pergi ke kantor,mereka ngroyok gue sampe gue pingsan karna pukulan di kepala gue"jelas Brian
"Arrggghh bodoh lo zam, bodoh!! "ucap Azam mulai menaikkan suaranya sambil memukuli kepalanya pelan
"Tenang zam, kita bakal bantu cari"ucap Bayu menenangkan Azam yang tau mengkhawatirkan Nataza
"Arrggghh"teriak Azam memukul aspal di bawahnya membuat tanganya berdarah
__ADS_1
"Tenangkan diri lo zam, kita akan temuin Aza hari ini juga, karna gue udah kasih gelang tapi udah gue kasih Gps dan guetau dimana Aza saat ini"jelas Brian yang memegang Ipad nya menunjukan google maps dimana tempat Nataza sekarang