Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Kesedihan Ayah Tama


__ADS_3

Hari ini Nataza dan Azam akan pergi ke dokter kandungan bersama dengan Opa dan Ayah Tama, mereka pergi menggunakan 1 mobil, mereka pergi ke rumah sakit keluarga milik Opa Aditya yang di wariskan kepada Azam 2 minggu lalu karna Opa tak sanggup lagi mengusur rumah sakit dan perusahaan yang dimilikinya


Mereka berempat masuk ke ruangan Dokter Kinanti, mereka di sambut dengan ramah oleh dokter Kinanti dokter kandungan yang terkenal baik dan juga bijaksana, pemeriksaannya tidak pernah salah selama beliau bekerja di rumah sakit Citra Medika selama 30 tahun milik keluarga Aditama, meski usianya sudah terlihat hampir setengah abad, tapi beliau tetap cantik dan terlihat masih muda


"Selamat datang Tuan besar Aditya, Tuan besar Tama,Tuan muda Azam, dan Nona muda Nataza. Apakah ingin memeriksa cucu pertama kalian?"tebak dokter Kinanti setelah bersalaman dengan pemilik rumah sakit dia berkerja


"Ouh Kinanti, kau tak pernah berubah rupanya, tetap saja membicarakan hal yang sudah kau tau pastinya alasan kami ke kemari. Memangnya untuk apa lagi kami datang ke ruangan dokter kandungan kalo bukan memeriksa kandungan cucuku, mana mungkin kami ke kamari untuk operasi ginjal"ucap Opa Aditya membuat dokter Kinanti sedikit kikuk


"Sudah, sekarang periksa cucuku, kemarin dia periksa pada dokter Tita yang bekerja sebagai dokter kandungan baru disini benar?"tanya Opa Aditya,dan Nataza melai meremas tangan suaminya, dia merasa terganggu dengan nama itu


"Ouh Tita Aprilia, yang katanya di sewa oleh Tuan Muda Azam menjadi dokter spesialis kandungan hingga Nona Muda Nataza melahirkan?"tanya Dokter Kinanti yang di angguki oleh mereka sebagai jawaban


"Iya dia karyawan baru disini, dia baru bekerja selama 2 minggu sejak rumah sakit ini di pindah tangan kepada Tuan Muda Azam,maaf sebelumnya Tuan Muda, saya ingin menyampaikan sesuatu kepada anda dan Juga Tuan Besar tentang Tita"ucap dokter Kinanti terpotong lalu menatap Azam

__ADS_1


"saya dengar dari karyawan dan dokter lainnya, dia mengincar Tuan Muda Azam dan ingin membuat Nona Muda Nataza depresi dan di tinggal oleh Tuan Muda Azam, begitu yang saya dengar dari pasa karyawan dan dokter yang lain Tuan Besar dan Tuan Muda. Maaf jika saya lancang mengatakan ini didepan istri anda Tuan Muda, tapi saya hanya menyampaikan apa informasi yang saya dapat dan saya dengar" jelas dokter Kinanti membuat Azam mengepalkan tangannya dan Opa Aditya dan Ayah Tama dia pergi begitu saja dari ruangan dokter Kinanti


"Dok, lakukan pemeriksaan pada istri dan anakku. Apakah mereka baik-baik saja sampai melahirkan nanti?"tanya Azam di jawab anggukan oleh dokter Kinanti


Dokter Kinanti melakukan pemeriksaan dengan teliti dan seksama, dia melakukan tugasnya dengan baik, hingga pemeriksaan selesai dokter Kinanti tetap tersenyum dengan cantik di wajah keriputnya yang begitu putih bersih tanpa sedikit noda pun di wajahnya


"Bagaimana dok anak aku?"tanya Nataza yang sedari tadi diam


"Anak-anak Nona baik-baik saja, mereka sehat dan sangat aktif, dan sepertinya dia suka sekali menendang dengan kuat nona?"tanya dokter Kinanti di angguki Nataza


"Iya dok, saya kadang gak sengaja ngisap karna para penjaga di rumah ada yang merokok, dan kadang kalo keluar sama keluar banyak yang merokok dan saya hanya menahan nafas, meski harus saya hirup itu pun hanya untuk mengambil oksigen saja. Tapi saya gak pernah merokok dok, saya sumpah gak pernah memakai itu. Hanya menghirup saja saya sesak nafas bahkan sulit untuk bernafas, mana berani saja memakainya saya alergi dengan asap rokok dok"jelas Nataza dengan meneteskan air matanya, dia takut dokter Kinanti sama dengan dokter Tita yang mengatainya penyakitan


"Baiklah Nona, anda sehat kok, anda tidak sakit apapun sama sekali, kondisi paru-paru anda juga sehat dan aman dan anda tidak mengidap penyakit apapun yang membuat anda harus takut untuk melahirkan normal anak anda nanti. Berdoa saja ya, Allah akan selalu melindungi anda dan menjaga anak anda"ucap dokter Kinanti lalu. memeluk Nataza dengan sayang seperti anaknya sendiri

__ADS_1


"Alhamdulillah kalo anak kami baik-baik saja dok,Dok tapi bener kan kondisi paru-paru istri saya baik-baik aja, gak ada masalahkan?, karna kemarin dokter Tita bilang kalo paru-paru nya bermasalah"ucap Azam membuat dokter Kinanti menggeleng


"Tidak Tuan muda, kondisi paru-paru istri anda baik-baik saja, tenang lah Tuan. Mungkin jika anda tidak percaya pada ucapan saya, anda bisa periksakan ke lab"jawab Dokter Kinanti lalu di angguki Azam sebelum mereka pamit pergi


Disisi lain, disini di mana dokter Tita yang sedang di sidang oleh pemilik rumah sakit tempat dia bekerja tengah ketakutan, bagaimana tidak?,dia di biarkan nekad tanpa busana di depan banyak pengawal milik Opa Aditya dengan muka yang sudah lebam dan memar di mana-mana,pipi bekas tamparan terlihat jelas warna merah kebiruan di pipi putihnya, bibir yang sudah berdarah, dahi yang benjol, dan mata yang sembab dan sayu karna menangis sejak tadi minta di lepaskan


"Apa maksudmu mengincar cucuku, dan mengatakan jika istrinya penyakitan dan kau hampir membuat dia depresi karna mulut sialanmu?"tanya Opa Aditya dengan marah hingga membuat siapa saja akan bergidik ngeri melihat kemarahan pria lanjut itu


"Aku tidak ada niatan apapun tuan, aku hanya mengatakan jika Nataza memang gila, dia memang penyakitan"jawab Tita, ouh tuhan dia mencari kematian dengan mengatakan hal itu tentang menantu kesayangan keluarga Aditama.Batin semua yang ada disana termasuk Alex ketua Bodyguard keluaega Aditama


"Berani sekali kau mengatakan menantuku gila hah!!, kurang ajar memang mulutmu itu!!, apa kau tak pernah di ajarkan bagimana cara menghormati orang lain apa lagi mengatai menantuku dengan mulut kotormu itu"teriak Ayah Tama dengan marah membuar Tita ketakutan dan menangis


"Heh. Kau menangis sekarang hah?, apa kau pikirkan bagaimana menantuku kau hina dia penyakitan dan juga beban untuk putraku hah?, apa kau pikirkan bagimana kondisi mentalnya saat orang lain mengatakan dan menghina dia gila dan penyakitan. Bagaimana jika kau berada di posisi menjadi menantuku yang kau hina gila, yang kau bilang hanya beban hidup untuk putraku,yang kau bilang penyakitan, dan yang kau bilang tak pantas menjadi istri putraku. Apa kau pernah berpikir bagaimana cara dia melewati Hari-hari dimana dia harus berusaha kembali normal, menghilangkan kenangan buruk yang dia alami, berubah menjadi perempuan pada umumnya, hidup dengan kesendirian dengan kondisi fisik dan mental yang rusak.

__ADS_1


Apa kau berpikir semudah itu orang bisa bertahan dan kembali normal hah?,apa kau berpikir jika orang yang depresi bisa hidup bahagia dengan mudah. TIDAKKK!!! ,tidak semudah itu. Bahkan menantuku dia hampir kehilangan nyawanya karna keluarganya, dia depresi karna perilaku keluarganya, banyak yang dia lalui sebelum dia menjadi menantuku dan berubah menjadi perempuan yang baik dan seperti sekarang sifat asli menantuku" jelas Ayah Tama dengan marah dan di akhiri dengan tangis mengingat Nataza dahulu seperti apa sebelum menikah dengan Azam


__ADS_2