Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Penyelamatan


__ADS_3

"Gue dapet tempatnya"ucap brian pada Azam dan Bayu yang tengah menatapnya


"Dimana yan?,buruan sebelum iblisnya Azam keluar woy lah"tanya Bayu yang sudah tau akan tak sabaranya Azam menunggu info dimana Natza


"Di rumah deket sini, Rumah Sakit P***a M****a"balas Brian dengan lirih setelah melihat muka Azam yang merah padam


Azam lamgsung saja lari ke rumah sakit tersebut,dengan kecepatan di atas rata-rata Azam mengendarai mobilnya di susul mobil Brian dan di kemudi oleh Bayu.Mereka sampai di rumah sakit tersebut dan mereka menanyakan ruang oprasi pada suster resepsionis


"Pesrmisi sus, ruang oprasi sebelah mana yah?"


tanya Bayu


"Atas nama siapa ya pa? "balas suster tersebut


"Ahh ya Namanya Danur...Anta.. Prayoga, iya danur anta prayoga"jawab Brian


"Lama sus, cepet calon istri saya dalam bahaya sekarang"ucap Azam dengan nada tinggi


"Tenang dlu bro, kita bakal minta beberapa anak buah buat bantu dan sus tolong panggilkan polisi, karna disini ada percobaan oprasi ilegal dan penculikan terhadap calon istri sahabat saya"ucap Bayu


"Baik pak akan kami lakukan, untuk pasien atas nama Danur dia berada di ruang oprasi lantai dua pojok sebelah kanan pak"ucap suster

__ADS_1


Mereka langsung lari menaiki anak tangga dari pada naik life tarlalu lama banyak yang mengantri, setelah sampai mereka pergi ke ruang oprasi tersebut, mereka sampai di depan ruangan namun hanya ada 1 pasien saja yaitu Danur.


"Kemana kamu za"keluh Azam frustasi dengan meremas rambutnya


di tempat lain Nataza yang telah sadar dia terkejut karna dia berada di sebiah ruangan yang isinya hanya alat bedah, apakah ini di ruang oprasi, tapi kenapa aku di sini. Batin Nataza


"Aku harus bisa pergi dari sini, mumpung gak da orang"ucap nataza sambil melihat seisi ruangan,


setelah berusaha melepaskan tali uang mengikat kaki dan tangannya akhirnya tali itu lepas juga, dan dia pergi mengendap endap, baru saja menutup pintu ruangan dia mendengar suara seseorang sedang mengobrol, dengan cepat nataza bersembunyi ke lantai bawah dan masuk ke di dalam ruang jenazah, ya hanya itu tempat aman dan dia perpura-pura jadi jenazah jika orang yang menculiknya mencarinya nanti


Azam mencari Nataza di dalam ruang rawat siapapun dia menanyakan adakah pasien yang akan di oprasi atau tidak.Dengan rasa khawatirnya Azam sampai tidak menyadarinya jika hanya satu ruangan yang belum dia cek hanya kamar jenazah.Datanglah Bayu dan Brian dengan lari kecil ke arah Azam


"Gimana zam, udah ketemu atau dapat titik Aza berada? "tanya Brian


"Ini bukan salah lo, maaf juga karna gue udah marah sama lo tadi"ucap Azam lalu memeluk sahabatnya


"Zam ruangan yang belum lo cek di lantai bawah ada? tanya Bayu


"Hanya kamar jenazah yang belum gue cek, tapi mana mungkin Aza di sana? "tanya Azam merasa jika Aza tak ada di sana


"Kenapa kita gk cek aja, siapa tau dia udah lepas dari jeratan penjahat itu trus lari ke kamar jenazah, kan bisa aja"ucap Brian

__ADS_1


"Bener kata Brian zam, coba kita cek, semoga aja Aza hanya sembunyi disana bukan..."ucapan Bayu terpotong saat tatapan tajam milik Azam kepadanya,dan Bayu hanya menangkup tangannya sebagai permintaan maaf


"Ayo kita cek"ajak Azam


Mereka menuju kelantai bawah, tapi cekalan tangan Brian mengehentikan mereka, karna Brian melihat dua orang pria yang dia kenal sebelumnya, yaitu orang yang menghadang dan menghajarnya, mereka mengawasi orang itu dan orang itu pergi ketempat lain baru mereka masuk


"Lo yakin Aza disini yan? "ucap Bayu yang meremas kencang lengan Brian karna takut


"Auww, sakit dodol.Lepasin tangan lo, jijik gue di pegang kaya suami lo gini, ihh"ucap Brian dan melepas paksa tangan Bayu


"Iya siapa tau Aza di sini"lanjutnya


"Aza, ini aku Azam. Kamu di mana?.Kamu di sini kan? "panggil Azam lirih agar aman


Nataza yang mendengar suara Azam pun membuka matanya, dan dia duduk di atas bankar membuat Brian dan Bayu berteriak Hantu,sementara Azam hanya terkejut


"Aaaaaaa, Hantuuuuu"ucap Brian dan Bayu bersamaan bahkan saling berpelukan satu sama lain


"Azam"


"Aza"panggil mereka bersamaan, lalu Nataza turun dari atas bankar menghampiri Azam dan langsung memeluknya erat dan di balas pelukan dan ciuman di kening Nataza oleh Azam.lalu Azam mengurai pelukannya dan melihat Nataza dari atas sampai bawah

__ADS_1


"Kamu gak papa? "ucap Azam memastikan dan di jawab gelengan oleh Nataza dan Azam lagi dan lagi membawa Nataza ke dalam pelukannya


"Ayok kita keluar sekarang"ajak Brian yang telah mendorong Bayu hingga terduduk di lantai setelah mereka sadar dari keterkejutan mereka,di jawab anggukan oleh Azam dan Nataza setelah membantu Bayu bangun tentunya dengan memegang pantatnya yang ngilu


__ADS_2