Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Dinner Romantis


__ADS_3

Hari ini Nataza dan Azam pergi berdua untuk berjalan-jalan, ya lebih tepatnya kencan romantis yang sudah di siapkan oleh Azam. Azam membawa Nataza kesuatu tempat yang memang sudah dipesan saat kejadian penculikan oleh Danur kala itu,sehingga Azam memundurkan acara tersebut, untung saja semua persiapan belum di lakukan sehingga tidak merugikan keduanya


sampainya di tempat yang Azam siapkan untuk kencan romantisnya,dia membukakan pintu untuk Nataza dan menuntun Nataza keluar dari mobil dengan senyum tampannya, dan tentu di sambut dengan bahagia oleh Nataza


"Tutup mata dulu ok, biar kejutan"pinta Azam dengan mengeluarkan selembar kain untuk menutup mata Nataza


"Kok di tutup matanya?"tanya Nataza dengan jiwa penasarannya mulai meronta


"Namanya juga kejutan, jadi harus ditutup dulu biar lebih Wow"jawab Azam dengan tersenyum manis


"Ya baiklah paduka raja, laksanakanlah, hamba bersedia menutup mata hamba"jawab Nataza membuat Azam tertawa


"Dasar, tutup dulu matanya"pinta Azam lalu mengikatkan kain di mata Nataza


"Terlalu kencang gak?"tanya Azam takut terlalu kencang dia mengikatnya


"Longgarin sedikit mas, mata aku nyeri"jawab Nataza dengan menarik sedikit kain di depan matanya


"Maaf ya, ya udah, Yuk jalan!"ucap Azam dengan menuntun Nataza di sampingnya


Mereka menaiki lift ke lantai teratas yaitu lantai 15, ya meski harus menunggu 5 menit lamanya untuk sampai di lantai teratas,tapi tak akan sia-sia jika Azam membawa Istri tercintanya kesana. Sampainya di lantai 15, Azam dengan perlahan menuntun Nataza ke arah ruangan yang sudah di hias dengan indahnya, semjanya penuh dengan warna merah mawar




"Siap sayang?"bisik Azam tepat ditelinga Nataza membuat Nataza merinding sekarang


"Siap mas"jawab Nataza lalu dengan perlahan kain yang menutupi matanya terbuka


"Buka mata kamu sekarang"pinta Azam, Nataza langsung membuka matanya dan dia membulatkan matanya sempurna


"Oh good... Ini?"Nataza tak bisa berucap apa-apa lagi sekarang, dia menangis melihat kejutan seindah ini diberikan oleh suami tercintanya,dia langsung memeluk Azam karna terharu


"Happy Anniversary My Wife"bisik Azam dengan memeluk Nataza erat


"Happy Anniversary My Husband"jawab Nataza lalu melepas pelukkannya dan menatap Azam

__ADS_1


Azam yang melihat Istrinya menangis,dengan pelan dan lembut dia menghapus air mata yang jatuh di pipi Nataza dan mencium kedua mata Nataza dengan lembut lalu turun ke hidung,pipi, dagu, dan terakhir bibir dengan cukup lama Azam mencium Nataza di bibirnya lalu melepasnya


"Kamu ingat mas?"tanya Nataza kepada Azam yang dia pikir suaminya lupa tentang ulang tahun pernikahannya yang ke 1 tahun ini


"Aku akan selalu ingat hari spesial kita sayang, dan aku tak akan pernah melupakan hari spesial kita. Aku tau kamu sebenarnya pengin ngomong kalo hari ini adalah hari pernikahan kita, tapi kamu gak mau ganggu aku kerja kan?"tebak Azam dan di angguki oleh Nataza


"Kamu gak perlu pendam apapun sama aku sayang, ucapkan semuanya yang mau kamu ucapkan. Jangan pernah senyikan apapun dari aku atau tak berani ungkapkan isi hati kamu. Aku suami kamu, aku pendamping hidup kamu, aku imam kamu, aku pengganti Ayah kamu, aku panutan kamu sekarang, aku laki-laki pertama yang harus tau semua isi hati kamu. Sampaikan semuanya, apapun itu mulai dari hal terkecil apapun hingga hal terbesar sekalipun, kita akan cari jalan keluarnya atau perlu aku yang akan cari sendiri, sekarang paham hmm?"jelas Azam dan di angguki oleh Nataza lalu memeluk Azam kembali karna terharu atas semua yang Azam ucapkan barusan


"Makasih mas, kamu sudah mau menjadi imam aku, kamu mau menjadi pengganti Ayah dalam mendidik dan membimbing aku, kamu mau menjadi laki-laki pertama yang mendengarkan keluh kesahku, kamu mau menjadikan aku sebagi ratu di hidup kamu, kamu mau meninggikan namaku dan memanggil namaku dalam setiap do'amu. Makasih untuk semuanya mas"ucap Nataza mendapatkan ciuman di bibirnya oleh Azam lama,lalu melepasnya dengan menatap mata abu-abu milik Istrinya


"Sudah menjadi tugas dan kewajiban aku sayang"jawab Azam dan menuntun Nataza ke kursi yang sudah disiapkan


Azam memanggil seorang pramusaji untuk menyiapkan makanan kesukaan Nataza dan dirinya di meja, Azam juga meminta kepada anak-anak jalanan yang dia didik dibidang seni musik di panti asuhan yang dia dirikan bersama Nataza untuk datang dan memainkannya dan beberapa dari mereka bernyanyi. Hingga datang salah satu dari mereka ditengah nyanyiannya memberikan rangkaian bunga berbentuk lingkaran yang sangat cantik untuk Nataza dan Azam



(Bayangin aja kaya gini ya gaes)


"Aaahh...makasih sayangnya Mama"ucap Nataza dengan senang menyambut hadiah dari anak tersebut yang terlihat begitu bahagia



"Terimakasih cantiknya Papa"ucap Azam lalu memeluk gadis kecil itu


"Sama-sama Ma, Pa"jawab gadis itu lalu kembali bersama dengan yang lain bernyanyi kembali


"Mama, Papa berdansalah. Biarkan kami yang mengiringi dansa kalian berdua"ucap salah satu dari mereka yang lebih tua dari yang lainnya


"Ahh tidak, Mama tidak bisa berdansa nak"jawab Nataza membuat wajah mereka cemberut membuat Azam tersenyum


"Biar aku ajari sayang"ucap Azam lalu menuntun Nataza


"Tapi mas?"


"Gak papa ayok, kasihan anak-anak mereka akan sedih kalo gak kita turuti"ucap Azam dan Natazapun menurutinya


keduanya berjalan bersama kearah altar yang disiapkan untuk berdansa. Nataza memegang dada bidang Azam dan tanga satunya bersatu dengan Azam,sementara tangan Azam memegang pinggang ramping Nataza. Mereka berdansa memutar dan ke kanan, kiri, depan, belakang terus berulang hingga Azam memutuskan untuk kembali duduk di tempatnya

__ADS_1


"Anak-anak, Papa mau mengucapkan makasih buat kalian. Karna kalian udah bantu Papa kasih kejutan untuk Mama malam ini, makasih juga buat kalian karna udah kasih hadiah spesial untuk kita dengan membawakan lagu yang kalian biat sendiri. Sebagai hadiah dari Papa dan Mama untuk kalian yaitu akan datang besok pagi ke panti ok"ucap Azam dan mendapat pelukkan oleh semuanya


"Makasih Papa Azam, Makasih Mama Aza"balas semuanya bersamaan


"Sama-sama sayang. Sini peluk dulu"ucap Nataza lalu memeluk anak-anak panti tersebut yang berjumlah 30 anak


"Sekarang kalian ikut makan yah sama kita"ajak Nataza membuat Azam menatapnya


"Kok sama kita sih yang, kan di lantai 14 aja yang"ucap Azam kesal,niatnya ingin berduaan dengan Istrinya,tapi Istrinya malah mengajak anak-anak makan dengan mereka


"Mas, meja di samping sana juga ada kali mas, kenapa harus dilantai 14, kasihan mereka"jawab Nataza


"Mereka banyak sayangku, disini mana muat meja sama kursinya. Masa kita suruh mereka duduk di lantai ,lesehan gitu?"ucap Azam


"Ouh ya juga ya. Ya udah deh kalian di lantai 14 ya, nanti di antar sama kakak itu"ucap Nataza menunjuk salah satu pramusaji di sana


"Siap Mama, kita ngerti kok kalo Mama mau berduaan sama Papa"jawab Fikri salah satu dari mereka yang memang paling tengil dan lucu


"Kamu ini, udah sana"usir Azam pada Fikri ,dia kesal sendiri dengan anak itu yang begitu tengil tapi lucu


Kini hanya tinggal mereka berdua saja di taman tersebut. Azam memanggil seorang pramusaji untuk membawakan pesanannya, yaitu sebuah kue ulang tahun bertingkat tak terlalu besar tapi terkesan mewah dan elegan


"Selamat menikmati Tuan dan Nona Muda"ucap pramusaji tersebut lalu pergi


"Tiup lilin, potong, setelah itu berdo'a istirahat, karna ini udah mau malam, kita sholat magribnya disini aja nanti malam baru pulang"jelas Azam dan di angguki oleh Nataza


Setelah tiup lilin bersama, potong kue bersama, lalu mereka berdo'a kepada Allah untuk kebahagiaan,ketenangan,ketentraman dan kebersamaan keluarga mereka. Azam mengambil tangan Nataza untuk dia genggam lalu dia mencium punggung tangan Nataza dan menatapnya dengan lembut



"Makasih banyak untuk hari ini dan hari-hari sebelum hingga selanjutnya sayang, kamu udah buat hari-hari aku bahagia dengan kehadiran kamu dihidup aku. Aku bahagia bisa bersama kamu hidup hingga mati, membangun keluarga bahagia bersama dengan kamu. Makasih banyak karna kamu sudah memberikan aku dua malaikat kecil di hidup kita Al dan El adalah anugerah yang Allah titipkan pada kita untuk memperkuat cinta kita sekarang dan selamanya. Love You"ucap Azam


"Love You Too More mas, Makasih untuk semuanya, makasiha atas semua cinta dan kasih sayang kamu untuk aku selama ini hingga nanti. Kamu laki-laki terbaik yang aku kenal mas"jawab Nataza lalu memeluk Azam dengan erat


"Yuk sholat maghrib dulu, nanti di lanjut lagi pelukkannya"bisik Azam dan mendapatkan cubitan di pinggangnya oleh Nataza


"Itu mau kamu mas"jawab Nataza lalu melenggang pergi ke arah hotel yang sudah di siapkan

__ADS_1


"Emang kamu candu untuk aku Babe, jangan menghindar dari aku kalo gak mau aku makan malam ini"pekik Azam lalu ikut berlari, Ahh sudah lama dia tidak merasa kehangatan, dia akan meminta itu nanti,pikir Azam


__ADS_2