
Seorang pria tampan dengan tubuh tegap, kulit putih, kumis tipis, alis tebal, bibir tipis dengan bola mata biru, wajah yang terlihat hampir sempurna dengan setelan jas formal bersiap ke kantor pagi ini. Pria tersebut menjabat sebagai Presdir di perusahaan sang Papi yang kini berpindah tangan padanya
pria tersebut mengendarai mobil mewahnya menuju kantor setelah keluar dari pekarangan rumah mewahnya. Pria tersebut ikut bernyanyi dan bersenandung saat lagu kesukaannya berputar diradio mobilnya. dia lebih menyukai lagu dalam radio dibanding flashdisk, alasannya yaitu bisa mendengarkan musik juga berita-berita terkini dan terbaru yang telah terjadi atau belum hingga beredar kepenjuru dunia
saat tengah asik menyanyikan lagu kesukaannya 'Ajarkan Aku'yang dinyanyikan oleh Arvian Dwi, dengan begitu menghayati dan wajah yang seakan benar-benar tersakiti. bahkan air matanya jatuh dari pelupuk matanya, mungkin saja terlalu menghayati lagu tersebut. Pria tersebut dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba melintas didepan mobilnya, sehingga dia mengerem secara mendadak, dengan tatapan kesal,takut dan penasaran, pria tersebut turun dari mobilnya
Pria tersebut melihat seorang gadis sedang berjongkok didepan mobilnya sambil menutup telinga dan memejamkan matanya, gadis tersebut tak sadar jika mobil yang hampir menabraknya sudah berhenti dan pria yang mengendarainya ada didepan matanya dengan kacamata bertengger dihidung mancungnya
"Aku pasti mati!, aku mati!, aku pasti sudah mati!, ya Allah tolong jaga adikku Rania, semoga ada yang mau merawatnya saat tau kakaknya ini mati"gumam gadis tersebut membuat pria didepannya terkekeh geli lalu berubah kembali menjadi datar
"Ekhem.."dehem pria tersebut dengan wajah masih menatap gadis didepannya ini
"Apa jangan-jangan aku udah diakhirat ya?, apa itu suara malaikat pencabut nyawa aku"gumam gadis tersebut membuat pria tadi membulatkan matanya
"Sembarangan kalo ngomong kamu, aku manusia bukan malaikat maut!"sengut pria tersebut membuat gadis itu membuka matanya dan melihat pria tampan berdiri dihadapannya dengan kacamata hitamnya bertengger indah dihidung mancungnya, tubuh yang tegap dan Sexy hingga gadis tersebut terpesona melihatnya
"Jaga matamu dariku"ucap pria tersebut tak suka lalu melangkah menuju mobilnya
"M-maaf"lirih gadis tersebut menundukkan kepalanya tanpa menatap pria tadi
"Hai Nona, jika ingin menyeberang, lihat kanan dan kiri dulu. Jangan asal menyeberang jalan seperti tadi, itu akan membahayakan dirimu jika kau tak hati-hati. Aku permisi, Assalamualaikum"ucap pria tersebut lalu melajukan mobilnya meninggalkan gadis tersebut yang masih menunduk
"Waalaikumsalam"balas gadis tersebut menatap mobil pria tersebut yang mulai menjauh
"Tampan dan juga baik. rupanya memenuhi kualitasnya"gumam gadis tersebut lalu melangkah menuju tukang ojek untuk pergi ke kantor
sampainya di kantor,hampir saja gadis tersebut terlambat karna ada kecelakaan dijalankan tadi, saat sampai didepan pintu kantor, gadis tersebut disapa oleh seorang security yang memang friendly kepada siapapun, termasuk dirinya.
"Selamat pagi non Elina!"sapa security kepada gadis tadi, ya gadis tersebut bernama Elina Pamela Jordan, seorang gadis yatim piatu dari keluarga sederhana
"Selamat pagi juga pak Bambang, saya permisi masuk dulu ya pak"pamit Elina
"Silahkan non, semangat dan selamat bekerja non"balas security dan Elina melangkah masuk kedalam kantor
sampainya diruang kerja miliknya, Elina langsung mendudukan bokongnya dikursi kebanggaannya dan melihat sahabatnya belum datang?, tumben sekali dibawel belum berangkat jam segini?, pikir Elina
"Lin!"panggil Yolanda, membuat Elina menoleh dan. melihat Yolanda menatapnya dengan memakan cemilannya, teman dekat Elina hanya beda meja saja
"Nyari Sarah yah?"tanya Yolanda dengan mata menyipit
__ADS_1
"Iya, tumben banget tuh cerewet blm berangkat jam segini, biasanya udah sampai duluan"balas Elina lalu tangannya terulur mengambil hpnya didalam tas
"Sarah udah ijin tadi sama pak Imam, katanya dia harus ke Bandung karna neneknya meninggal"balas Yolanda membuat Elina terkejut juga sedih
"Innalillahi wainalillahi rojiun. Kenapa Sarah gak ngabarin aku yah?, biasanya dia chat aku sebelum pergi ke Bandung"balas Elina dan mencoba menelfon Sarah
"Lin!, jangan ditelfon. Kasihan Sarah, dia kan yang bawa mobil ke Bandung, nanti kalo ada apa-apa dijalan karna lo telfon gimana?"ucap Yolandan dan diangguki oleh Elina
"Kamu bener, astaga kenapa aku gak kepikiran sih!. Hufh...semoga aja Sarah dan keluarganya diberi ketabahan dan kekuatan yah. Amin"ucap Elina
"Amin"balas Yolanda
"Ya udah yuk, sekarang kita kerja dan nanti kita ada meeting antar Divisi"ucap Yolanda dan diacungi jempol oleh Elina
Jam Istirahat
jam istirahat telah tiba, Elina bersama dengan Yolanda dan Tania pergi ke kantin kantor, disana sudah ramai dengan para karyawan yang beristirahat kerja untuk mengisi tenaga mereka
Elina dan Yolanda memilih duduk dibangku paling pojok yang menjual bakso dan mie ayam, lumayan lah untuk mengisi tenaganya yang sempat terkuras karna bekerja
"Lin!"panggil Yolanda dengan menatap kearah lain entah melihat apa
"Pak boss ganteng banget ya?, gila pasti nanti yang jadi bininya beruntung banget dapetin suami bak dewa yunani itu"ucap Yolanda menatap kearah pintu kantin dan melihat Bos mereka dan Asistennya berdiri memilih kursi untuk mereka makan
"Aku gak tau, aku gak pernah ketemu apalagi lihat pak bos, jadi jangan tanya aku soal pak bos. Kalo emang kau naksir sama pak bos ya tinggal gebet aja"balas Elina lalu melangkah ketempat cuci tangan
saat Elina pergi, bos mereka mendekati meja Elina dan menatap Asisten Dion untuk meminta izin duduk disana, karna tempat lainnnya penuh hanya tempat Elina dan temannya yang tersisa
"Permisi Nona!"ucap Asisten Dion
"Y-ya tuan"balas Yolanda gugup
"Emm.. apakah saya dan bos Al boleh duduk disini?, karna meja lain sudah penuh jadi apakah boleh?"tanya Asisten Dion
"Ekhem.. Emm.. boleh tuan, tapi maaf sebelumnya tuan, yang sebelah ini meja kursi teman saya, jadi tuan duduk disini saja ya"ucap Yolanda kepada Bos dan Asistennya dengan menunjuk tempat duduk disampinya
"Baiklah, tidak masalah. Terimakasih"balas Al, ya kalian pasti tau siapa Al yang dimaksud. Yap Alvano,putra sulung Azam dan Nataza
"Sama-sama bos"balas Yolanda membuat Alvano menatapnya
__ADS_1
"Jangan panggil aku bos jika sedang diluar jam kerja, panggil saja Al atau Vano"ucap Alvano dan dibalas garukan tengkuk oleh Yolanda
Sebagai seorang presdir tampan, Alvano menjadi pusat perhatian oleh semua pengunjung kantin atau karyawannya, mereka semua wanita dan mereka menatap tak suka kepada Yolanda
tak lama, Elina kembali dari wastafel dan terkejut melihat ada dua orang pria duduk dimejanya bersama dengan temannya. Elina segera menghampiri kedua temannya dan kedua pria itu. Elina kembali terkejut melihat siapa pria berjas biru laut pas dengan tubuh atletisnya dan duduk disebelah bangkunya, langkahnya menuntun Elina mendekati Alvano, Dion dan Yolanda
"Lin!"pekik Yolanda membuat atensi semua orang menatap kearahnya dan Yolanda hanya menangkupkan tangannya meminta maaf. Mendengar teriakan Yolanda membuat Alvano mengikuti arah pandang Yolanda dan menatap kearah seseorang yang tak asing baginya
"Dia... "gumam Alvano menatap Elina dengan mata menyipit lalu bayangan memori beberapa jam lalu terlintas diotaknya
Deg...
"Kenapa dia ada disini?, apa dia kerja disini?" batin Alvano menatap Elina dengan seksama, namun lamunannya dikejutkan oleh seorang perempuan yang mengantarkan makanan mereka
"Permisi Tuan Muda, ini makanan anda dan Asisten"ucap perempuan tersebut dan dibalas anggukan oleh Alvano perempuan itu pergi
Elina menghampiri Yolanda berniat ingin mengajaknya pergi kembali ke ruangannya, namun suara berat seseorang menghentikannya
"Anda mau kemana nona?, bukankah teman anda sedang makan bersama kami?, jadi lebih baik anda menunggunya hingga selesai makan baru kalian boleh pergi"ucap Alvano membuat Elina menatapnya lalu kembali menunduk saat lirikan mata Alvano menatapnya
"M-maaf tuan, tapi...emm.. itu... pekerjaan kami masih banyak, jadi kami harus segera menyelesaikannya agar tidak lembur nanti"balas Elina mencari alasan
"Kau bisa selesaikan itu besok nona. kenapa harus lembur, bahkan bosmu tidak meminta kalian lembur bukan?"tanya Alvano membuat Elina menghela nafas
"Iya tuan anda benar sekali, memang bos kami tidak meminta kami untuk lembur, tapi besok akan ada meeting antar semua divisi, jadi kami harus menyiapkan semuanya semaksimal mungkin agar kami tidak melakukan kesalahan dalam produk kali ini"jelas Elina dengan mata menatap bermusuhan dengan Alvano, dia tak tau saja jika orang didepannya adalah bosnya sendiri
"Baiklah, Silahkan anda kembali saja sendiri, biarkan teman anda tetap disini bersama kami. Benar nona Yola?"ucap Alvano dengan bertanya kepada Yolanda, sementara Yolanda hanya menganggukan kepalanya sambil menggaruk tengkuknya kepada Elina yang menatapnya kesal
"Terserah anda saja tuan"balas Elina lalu duduk tengah Alvano dan Yolanda, Dion yang melihat tingkah bosnya hanya tersenyum kecil, dia bahkan menyimpulkan jika bosnya ini berusaha untuk dekat dengan sehingga melarang Elina untuk pergi
'Semoga Nona bisa mengembalikan cinta sahabat saya Nona, hatinya sudah terlalu sakit hanya untuk berbicara dengan wanita lain, dan ternyata kini anda yang bisa membuat sahabat saya seperti dulu, seperti Al yang sedikit cerewet kepada wanitanya. Mungkin anda adalah wanita beruntung yang segera memiliki cinta sahabat saya'batin Dion menatap Alvano dan Elina bergantian
Hai gaes 🤗, Apa kabar kalian semua??, aku berdo'a semoga kalian baik-baik aja ya
kali ini aku kembali lagi dalam cerita lanjutan 'Suamiku adalah Presdirku' dengan cerita cinta dari anak kembar Azam dan Nataza
kemarin-kemarin tuh aku lagi mikir mau dilanjut atau enggak yah?, kalo aku mau lanjut aku harus mikir alur ceritanya dulu, dan sekarang aku akan lanjut dan alur cerita kali ini adalah menyangkut kisah cinta Twins anak dari Nataza dan Azam
ini baru part 1 untuk kisah Twins ya. akan ada lanjutan part lainnya lagi dari kisah mereka. tunggu cerita selanjutnya oke!
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yah, kalo bisa simpen aja sebagai cerita favorit kalian, karna kalian akan mendapat notif kalo aku udah up cerita ini lagi. Makasih 🙏💓