Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Firasat Buruk


__ADS_3

Sudah 2 hari Nataza sakit, demamnya memang perlahan turun tapi suhu tubuhnya mulai seperti es sangat dingin,dan selalu menggigil dingin.Membuat Azam cemas dan bingung, saat ini dia sedang ada di Luar Kota sedang menjalankan proyeknya,pikirannya tak bisa fokus karna selalu memikirkan Nataza, dia mengambil Hpnya untuk menelfon Alika.tanpa Azam sadari ada salah satu barang dari atas akan terjatuh


Bayu dan Brianyang melihat itu segera berlari ke arah Azam dan menarik Azam menjauh,untung saja benda tersebut tak menimpa Azam. tapi kepalanya terbentur besi saat di tarik hingga jatuh oleh kedua sahabatnya


"Zam lo gak papa kan?"tanya Bayu cemas dengan membangunkan Azam dari jatuhnya tadi


"Ya Allah Zam, kepala lo berdarah!! "teriak Brian karna terkejut


baru saja Brian berucap, pandangan Azam mulai kabur dan pingsan di pelukan sahabatnya,Azam langsung di bawa ke rumah sakit terdekat dengan proyek, dan Langsung di masukan ke ruang UGD. Bayu segera menghubungi Ayah Tama memberitahukan kondusi Azam sekarang


Disisi lain, Nataza yang turun ke lantai bawah yang akan mengambil air di dapur, mendadak perasaanya tak enak dan rasanya tak tenang. Entah kenapa bayangan dan suara Azam selalu terlintas di otaknya, saat akan mengambil air minum, dia tak sadar jika telah menuangkan air panas bukannya air dingin, dia langsung meminumnya tanpa sadar.Dia sadar setelah bibirnya terasa panas dan


"Azaammm.... "teriak Nataza dan menjatuhkan gelas yang dia pegang setelah meminum air panas tersebut, tenggorokannya rasanya sangat sakit dan perih


teriakan Nataza membuat yang lain terkejut, dan mendekat ke arah Nataza dan Bunda Ayu mendekat ke arah Nataza untuk mengecek apa yang terjadi


"Ya Allah Za, kamu minum air panas nak?,sakit tenggorokannya?"tanya Bunda Ayu melihat bibir dan leher Nataza yang memerah karna air panas lalu Nataza hanya mengangguk sebagai jawaban

__ADS_1


"Bunda, Azam baik-baik aja kan?, dia gak papa di Luar Kota kan?, perasaan aku gak enak Bund, banyangan Azam selalu melintas di mata aku,hati aku gak tenang. Ayah.Azam gak papa kan? "tanya Nataza pada bunda Ayu dan ayah Tama membuat mereka saling pandang


lalu sebuah telfon membuat Ayah Tama menjauh dan mengangkatnya, setelah mendengar apa yang di sampaikan, ayah Tama menatap Nataza, perasaan dan firasat Nataza benar, jika Azam sedang tak baik-baik saja


"Aza?"panggil Ayah Tama


"Ada apa yah? "jawab Nataza


"Azam... dia.. dia ada di rumah sakit nak, tapi kita belum tau gimana kondisinya sekarang"ucapan Ayah Tama membuat Nataza merosotkan badannya ke bawah menangis dalam pelukan Bunda Ayu,firasatnya benar, Azam sedang tak baik-baik saja


"Kita kesana sekarang Ayah!! "ucap Nataza


"Tapi sayang,kamu masih sakit Za, badan kamu juga panas lagi"ucap Bunda Ayu merasakan suhu tubuh Nataza naik lagi


"Aku gak papa bund, ayo kesana sekarang"ucap Nataza melepas jarum infus di tangannya dan berlari ke arah Ayah Tama


1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah sakit dimana Azam di rawat, dan mereka melihat Azam masih memejamkan matanya dengan kepala di perban,sepertinya akibat obat bius

__ADS_1


"Aza, muka lo pucat banget,lo masih sakit?"tanya Brian


"Gak aku gak papa kok. Azam gimana?"tanyanya balik dengan suara lirihnya, karna mulai merasakan pusing di kepalanya


"Azam gak papa, hanya luka gores aja di kepalanya,tapi gak parah kok dia cuma masih tidur aja karna obat bius.Kata dokter sebentar lagi sadar Azamnya"jelas Bayu dan di balas anggukan oleh Nataza


Benar kata Bayu, Azam mulai membuka matanya dan melihat sekeliling dan yang pertama dia lihat adalah Nataza dengan muka pucatnya,membuat Azam mencoba menyentuh pipinya, tapi Nataza menghindar, Nataza tak ingin azam tau jika dia masih sakit, dan tanpa menggunakan jaket dia datang ke rumah sakit


"Kamu masih sakit Za, kamu maksa ke sini?"tanya Azam membuat Nataza diam tak bersuara di tempatnya


"Dia memang masih sakit Zam, tadi bunda udah minta dia tetap di rumah tapi dia minta kesini buat lihat kondisi kamu. Kamu gak lihat bibir sama lehernya merah, dia minum air panas tadi.Dia gak sadar kalo air yang dia ambil itu air yang baru bi Ani rebus dan tak sadar juga dia langsung pegang gelasnya sampe pecah karna panasnya menjalar sampe bengkak tenggorokannya.Dan yah satu lagi waktu dia minum air panas itu dia teriak manggil nama kamu, karna terkejut juga fikiran dan perasaannya tak tenang karna kamu"jelas Ayah Tama membuat Azam menatap mata Nataza yang mulai tergenang air mata


"Wahh.. segitu kuatkan ikatan batin kalian berdua, sampe salah satu diantara kalian sakit aja satunya langsung merasakan perasaan tak enak dan cemas"goda Brian


"Makasih karna kamu udah dateng kesini untuk ketemu aku, tapi aku gak suka kamu masih sakit dan kamu tambah sakit kaya gitu karna perasaan cemas kamu ke aku, lain kali kalo mau lakuin apapun,jangan sambil ngelamun yah?"ucap Azam mendapat anggukan oleh Nataza dengan pelan


Hai gais like dan komen yah, maaf kalo ada salah kata,karna saya baru belajar.hehe

__ADS_1


Selamat membaca semua


__ADS_2