
Nataza yang duduk di ranjang rumah sakit dengan menyusui bayi kembarnya bergantian, dia tak menyangka akan menjadi seorang ibu dan sekaligus 2 bayi yang begitu lucu dan imut
Azam yang sedang melaksanakan sholat dhuhur dan tunggal berdo'a di ruangan Nataza,tapi dia terkejut saat anaknya menangis dengan kencangnya bahkan dalam gendongan Maminya, Alvano memang begitu manja sepertinya dengan Papinya,tak mendengar suara Azam saat bangun tidur saja dia sudah menangis dengan kencang padahal ada Maminya yang menggendongnya
"Kenapa sayang?"tanya Azam kepada Nataza yang menggendong kedua anaknya
"Gak tau mas,Alvano tiba-tiba nangis,padahal baru aja tidur habis minum susu,tapi sekarang dia nangis kenceng kaya gini"jawab Nataza bingung dengan anak laki-lakinya
"Hai sayangnya Papi, kenapa nak?, kok nangis hmm, ada apa sayang?, kan udah mimi susu sama Mami kenapa nangis nak?, Al ngantuk sayang?"tanya Azam dan mengajak anaknya berbicara panjang lebar dan anaknya baru bisa tenang saat mendengar suara Azam
"Anak Papi beneran kamu Al, dengar suara Papimu saja sudah langsung tenang, jika dengan Mami menangis begitu kencangnya"ucap Ayah Tama yang baru datang dan mendengar cucunya menangis, tapi melihat Azam bisa menenangkan bayi kecilnya membuat Ayah Tama gelang kepala dan kagum
" Kalo yang ini akan menjadi anak Mami yang cantik, benar sayang?"ucap Ayah Tama mengajak Elvina berbicara
"Sepertinya mereka terbalik"ucap Bunda Ayu yang heran dengan tingkah cucunya
"Terbalik bagaimana?"tanya Azam
"Ya seharusnya yang anak Mami itu Alvano dan Elvina anak Papi, tapi ini berbanding terbalik"jawab Bunda Ayu lalu geleng kepala
" Ya seperti Azam dulu,selalu Bundanya yang dicari, Bahkan saat ketahuan mencuri daster tetangga dan di marahi habis-habisan oleh ibu komplek, Bunda yang menjadi kambing hitamnya"ucap Bunda Ayu membuka aib Azam
"Bundaaaa..."rengek Azam malu saat aibnya dibuka oleh Bundanya
"Memang betul kan,kau suka sekali mencuri dater ibu- ibu tetangga dan kau memakainya, entah bagaimana.Tapi itu nyata dan Alika dia mencuri celana pendek Ayahnya dan juga tetangga, bagaimana ceritanya Bunda saja heran bagimana bisa kedua anak Bunda suka mencuri pakaian tetangga lalu memakainya, dan jika di rasa tak bagus dan tak nyaman di kembalikan dengan melemparnya lewat jendela"ucapan Bunda Ayu membuat Ayah Tama tertawa terbahak-bahak mengingat bagaimana masa kecil kedua anaknya
"Astagfirullah Bunda, kenapa Bunda menceritakannya kepada istriku?"tanya Azam kepada Bundanya dan pipinya sudah blussing karna malu
"Biarkan saja,biarkan istrimu tau bagaimana nakalnya dirimu dulu"jawab Ayah Tama dengan tertawa
__ADS_1
"Lalu apalagi Bunda?"tanya Nataza yang penasaran
"Kau tau, dulu Azam dan Alika begitu nakal, tak jauh beda bahkan umur mereka berbeda 2 tahun. Azam pernah memutuskan sound sistem saat hajatan tetangga saat salah satu tetangga menyanyi karna suaranya menurut Azam begitu merusak telinga, dia berlari tak bertanggung jawab bersama teman-temannya entah kemana.
Dan Alika, dia mencampur saus kedalam makanan pengantinnya dan kau tau sayang minuman mempelai perempuan bukan di beri gula tapi garap dan micin"jelas Bunda Ayu mengingat masa kecil anak-anaknya yang begitu nakal dan membuat sakit kepala tentunya
"Ayah, bisa kecilkan suaramu saat tertawa, cucumu akan bangun nanti jika mendengar suara Ayah tertawa keras seperti itu"ucap Azam kesal dengan Ayahnya yang tertawa dan Ayah Tama hanya mengangkat kedua jarinya meminta maaf
"Baiklah, kalian istirahat saja dulu, nanti kita kembali lagi kemari, Bunda mau ikut Ayah kekantor, Kami pergi dulu ya. Dadah cucu Oma"pamit keduanya lalu pergi dari rungan Nataza
"Mas gak makan malam dulu,ini udah jam makan siang, lewat malah"tawar Nataza membuat Azam yang menggendong Alvano menatapnya
"Sebentar sayang, tadi karna dengar suara Ayah Al bangun dan sekarang lagi mau tidur lagi"jawab Azam dengan menimang Alvano
10 menit lamanya, akhirnya Alvano dan Elvina tidur juga, sekarang mereka di dalam box dan giliran Azam yang minta di manja oleh istrinya dengan minta disuapi oleh Nataza dan duduk di ranjang Nataza
"Nanti aja mas, mas aja dulu yang makan, aku belum ingin makan"jawab Nataza membuat Azam menggeleng kuat menolak
"Kamu harus makan sayang, demi Al dan El,mereka kan butuh ASI kamu dan kamu harus banyak makan biar anak-anak kita gak kekuarangan ASI. Aaaa..."ucap Azam menyuapkan makanan untuk Nataza, dan akhirnya mereka suap-suappan
3 bulan kemudian
Hari ini adalah hari pernikahan Adam dan Kirana dan konsep yang digunakan cukup megah dengan view yang begitu menarik yaitu tepi danau dan dihiasi banyaknya angsa dan bunga yang di susun dengan indah didalam danau jika dari atas akan bertuliskan Adam and Kirana Wedding Day
Semua anggota keluarga hadir dalam acara pernikahan ini, Azam yang mengenakan tuxedo biru donker dengan dalaman warna putih sama dengan anggota laki-laki dari keluarga Aditama
dan Nataza serta para perempuan menggunakan dress dengan warna senada dengan hiasan kepala yang menambah kecantikan mereka
__ADS_1
Baju yang Nataza kenakan membuat Azam merasa kesal sekarang dan panas tentunya, bagaimana tidak, Punggung mulus Istrinya dipamerkan didepan banyak pria dan Azam tak rela jika miliknya menjadi tontonan dan menjadi objek fantasi laki-laki lain, Azam mendekati istrinya yang menggendong Elvina dan mengambil Elvina lalu memberikannya pada Ayah Tama
"Kenapa sih mas?"tanya Nataza yang tak tau maksud Azam yang membawanya menjauh dari yang lain
"Kenapa bajunya gini?, aku gak suka sayang punggung kamu kelihatan gitu"jawab Azam dengan mengelus punggung mulus Nataza
"Kan dari Wordropnya dikasih kaya gini, aku juga gak mau pake kaya gini,tapi kata Bunda juga warnanya serasi samaan dengan yang lain, ya jadi aku pake aja"ucap Nataza dengan menunjukkan senyum cantiknya
"Tapi aku gak rela punya aku jadi tontonan banyak orang, emangnya kamu gak liat gimana pandangan laki-laki yang kamu lewati tadi, pengin aku kirim ke kandang Kleo tau gak"jawab Azam mulai kesal
"Kamu cemburu sama mereka?"goda Nataza
"Ngapain juga aku cemburu sama mereka, lagian lebih gantengan aku dari mereka. Aku cuma gak suka punya aku dilihat apalagi di lirik laki-laki lain"jawab Azam kesal
"Ouh ya, yakin gak cemburu?. Ya udah kalo mas gak cemburu brati aku bebas mau sama siapa aja, aku mau cari cowok ganteng buat ajak ngobrol, dahh"ucap Nataza dengan melenggang pergi, tapi belum pergi jauh sudah dicekal terlebih dahulu oleh Azam dan masuk kedalam pelukkannya
"Jangan pernah coba-coba lakukan itu sayang, jika aku tau kamu ngobrol apalagi ketawa sama cowok lain didepan aku apa lagi di belakang aku, aku akan hukum kamu sampe pagi hingga aku pastikan kamu gak akan bisa jalan lagi setelah itu dan gak akan aku biarin kamu ketemu cowok itu lagi kalo sampe itu terjadi"bisik Azam ditelinga Nataza dan menunjukkan senyum smirknya setelah melihat istrinya ketakutan
"Awas ah. aku mau ke anak-anak"ucap Nataza berusaha lepas dari Azam yang masih memeluknya erat
"Cium aku dulu baru boleh pergi"jawab Azam dan mencuri ciuman bibir dari istrinya
"Ihh, gak nanti lipstik aku rusak karna kamu"ucap Nataza berontak dari pelukan Azam
"Satu kali aja sayang"jawab Azam lalu mencium bibir Nataza lama bahkan ******* dan Azam melepasnya setelah melihat istrinya kehabisan nafas
"Makasih sayangku"bisik Azam lalu mencium pipi Nataza dan menggandengnya ke arah Elvina yang menangis dan Alvano dia langsung tenang ketika melihat Papinya
__ADS_1