
3 Bulan kemudian
Bulan ini adalah bulan kelahiran cucu pertama keluarga aditama, dimana kandungan Nataza berusia 9 bulan,hanya mengitung hari saja anak kembar mereka lahir kedunia. Menurut perhitungan dokter Kiana anak mereka akan lahir 1 minggu lagi,tapi entahlah,jika Allah berkendak untuk mereka lahir sekarang maka Nataza harus selalu siap itu.
Hari ini Nataza duduk di bangku taman belakang berkumpul bersama keluarga besar, ada sahabat Azam juga dan kedua istri mereka yang ikut berkumpul bersama karna undangan dari Bunda Ayu, Azam memilih di taman belakang untuk tempat Refresing karna tempatnya dekat dengan perkebunan milik Ayah Tama dan juga kandungan Nataza yang sudah besar membuat Azam khawatir jika harus membawanya jauh dari rumah
"Mas.."panggil Nataza kepada Azam yang sedang mengobrol dengan para laki-laki diujung meja
"Kenapa sayang?,perutnya sakit?"tanya Azam panik melihat Nataza mengelus perutnya yang besar
"Enggak mas,Boleh minta tolong gak?"tanya Nataza menahan tawanya melihat Azam dengan wajah yang begitu panik,padahal mengalami kontraksi saja belum
"Boleh,mau apa?"tanya Azam berbalik dengan duduk didepan perut besar Nataza dan mengelusnya pelan
"Anterin ke kamar mandi ya,tadi Bunda sama Alika udah masuk ambil buah,aku pengin pipis"jawab Nataza dengan pelan dan di angguki oleh Azam
setelah menginjak usia 8 bulan,Nataza sering bolak-balik kamar mandi dan saat tidur pun selalu begitu,membuat Azam khawatir takut istrinya kenapa-kenapa saat di kamar mandi,Maka dari itu dia memasang CCTV di kamar mereka untuk memastikan istrinya dalam keadaan aman saat dia di kantor atau pergi keluar kota
"Ayok,pelan-pelan aja"ucap Azam menuntun Nataza ke kamar mandi
Azam mengendong Nataza masuk kedalam kamar mandi dan mendudukannya di kloset dan melepaskan ****** ***** milik Nataza dan membuat Nataza blussing karnanya,Azam keluar dari kamar mandi dan menunggu Nataza memanggilnya untuk membantunya kembali keluar dari kamar mandi.
"Ssshhtt.."desis Nataza merasakan nyeri disekitar perutnya
"Kamu kenapa sayang?"tanya Azam khawatir
"Aduh mas,,perut aku sakit!!"jawab Nataza mencengkeram lengan Azam yang hanya mengenakan kemeja dengan lengan di gulung hingga siku
"Kita kerumah sakit sekarang"ucap Azam menggendong Nataza keluar kamar
"Gak usah mas,kata dokter Kiana ini cuma kontraksi palsu kok,nanti kalo sakitnya udah sering kita baru kerumah sakit. Ini udah gak sakit"jawab Nataza dengan menenangkan suaminya yang sudah khawatir padanya membuat hati Nataza menghangat merasakan kasih sayang dan cinta suaminya yang begitu tulus untuknya
__ADS_1
"Beneran gak sakit?"tanya Azam dengan mata berkaca-kaca lalu menghapusnya kembali
"Gak papa kok, udah ah masa nangis sih. Gak ganteng banget suami aku ini"jawab Nataza dengan meledek Azam
"Ya udah yuk kumpul sama yang lain,gak enak disini terus"ajak Nataza kepada suaminya yang mulai mendekatkan wajahnya dan tinggal beberapa cm lagi bibir mereka menyatu, tapi suara ketukan pintu kamar membuat mereka terkejut dan memundurkan wajah mereka menjauh satu sama lain
"Maaf apa Bunda mengganggu?"tanya Bunda Ayu yang meliwat wajah mereka merah dan seperti menahan sesuatu
"Ah tidak kok Bunda. Ada apa?,kita baru saja akan ke taman belakang"jawab Azam dengan menuntun Nataza disebelahnya
"Tidak,tadi Bunda cuma mau minta bantuanmu Zam,untuk angkat barang yang ada di dapur ke gudang,karna para pengawal dan juga penjaga sedang bersama Ayah dan Opa di halaman depan"ucap Bunda Ayu
"Ouh, ya sudah mari Bunda, Ayok sayang"ajak Azam pergi ke taman belakang
Saat mereka pergi ke halaman belakang,mereka melihat Ayah Tama ribut dengan seseorang di depan pintu Rumah mereka,dan yang membuat mereka heran adalah Ayah Tama ribut dengan seorang perempuan, Siapa perempuan itu?,kenapa sampe membuat Ayah marah seperti itu?,batin Bunda Ayu dan Azam
"Kita liat Zam?"ajak Bunda Ayu kepada putranya dan di angguki oleh Azam
"Kamu sini aja ya,aku takut kamu kenapa-kenapa karna perempuan liar itu"jawab Azam dengan mengelus kepala Nataza
"Aku mau ikut boleh ya,aku yang takut kalo Bunda kenapa-kenapa"kekeh Nataza membuat Azam akhirnya mengangguk
Mereka melangkah keluar dan hingga dapat melihat dengan jelas siapa perempuan itu, Ternyata benar dugaan Bunda Ayu dan juga Azam jika dia Debora yang 2 bulan lalu datang ke kantor Azam meminta untuk dinikahi karna hamil di luar nikah dengan pacarnya
"Mau apa kau kemari?"tanya Bunda Ayu dengan tak suka
"Aku ingin Azam,aku ingin dia menikahi aku, dia harus menjadi Ayah dari anak aku"jawab Debora dengan lantang dalam cengkraman para pengawal
"Apa maumu sebenarnya Nona,aku bahkan tak mengenal dirimu dan kau tiba-tiba datang ke kantorku memintaku menikahimu hanya karna kau hamil dengan pacarmu,harusnya kau meminta pacarmu yang menikahimu bukan aku. Memangnya apa urusannya denganku,aku hanya tau kau anak Tuan Albert tapi aku tak mengenal dirimu yang ternyata memiliki watak seperti ini"ucap Azam seakan menusuk hati Debora,dia berharap Azam mau menikah dengannya dengan dia hamil tapi Azam menolaknya,lalu pandangan Debora beralih kepada Nataza yang dipeluk mesra oleh Azam dengan perut yang sudah besar,pasti itu istrinya,batin Debora dengan memandang tak suka Nataza
"Tolong bantu aku Zam,nikahi aku,Aku hamil anak kamu, dia pasti anak lelaki hidung belang kan iya kan,dasar pembawa sial tak pantas kau hidup dan menjadi istri Azam"ucap Debora dengan berteriak dan menghina Nataza dihadapan Azam secara langsung membuat Azam mengepalkan tangannya seketika
__ADS_1
"TUTUP MULUTMU YANG TAK PERNAH TAU DIRI ITU"teriak Azam dengan marah,emosi Azam kembali naik sekarang setelah mendengar orang yang dia cinta dihina dengan rendahnya
Azam maju menghampiri Debora membuat senyum Debora mengembang di wajahnya,dia berpikir Azam akan membebaskannya dan menikahinya dan dia percaya Azam akan menceraikan Nataza dan memelihnya untuk menjadi istri satu-satunya Azam. Tapi sayang sekali,dia salah setelah Azam mencengkeram kuat rahang bawahnya hingga membuat Debora meringis sakit
"Apa katamu tadi?,ah ya kau bilang jika istriku hamil anak dari pria hidung belang dan pembawa sial hmm?"tanya Azam dengan semakin mencengkeram rahang bawah Debora
"Dia memang hamil dari pria hidung belang,dia wanita tak benar dia hamil anak orang lain. Bayi itu bukan anakmu Zam, aku yang hamil anakmu"jawab Debora dengan menahan sakit akibat cengkraman kuat Azam di rahangnya
"Tutup mulut busukmu itu,kau menghina istriku hamil dengan pria hidung belang. Kau yang hamil pria hidung belang. Mau bukti hmm?,aku akan tunjukkan padamu"ucap Azam melepaskan cengkraman di rahang Debora lalu menunjukkan hp miliknya yang menunjukkan Video dimana Debora mendesah bersama pria hidung belang di kamar bar milik Brian
"Siapa yang disini wanita pembawa sial dan murahan hmm?,kau atau istriku?,kau mau bilang lagi jika istriku tak benar, Mereka adalah anakku dan anak yang kau kandung bukan anakku, jadi jangan pernah kau mengakui dan memintaku untuk menikahi dirimu. Aku tak akan sudi ku tau itu!!"ucap Azam dengan meninggikan suaranya menyebut Debora ****** dengan menjambak rambut Debora,jangan heran jika Azam akan berubah kejam jika marah,dia tak membedakan mau itu perempuan atau laki-laki
"Hentikan semua ini Bebora, kau wanita tak tau diri ternyata, akan aku ungkap semua yang kau miliki, harta yang kau punya bukanlah hakmu, itu hak Menantuku, karna Ayahmu sudah mengambil semua harta keluarga menantuku. Jadi jangan pernah menghina menantuku jika kau tak ingin menjadi gelandangan di luar sana. Maxim usir perempuan itu dari sini, Aku muak melihat dia mengemis untuk cinta dan kasihan. Ingat!!jangan pernah sakiti kandungannya, anak itu tak berdosa"ucap Ayah Tama membuat Debora jatuh ke tanah karna syok
"Kau bohong Tuan, kau pasti menipuku kan?"tanya Debora dengan berteriak
"Untuk apa aku berbohong padamu, aku yang menemukan berkas milik Ayahmu dan disana tertulis pemilik sah hartamu, dan itu milik menantuku bukan untukmu"jelas Ayah Tama
"Akhh...pasti karna wanita sialan ini bukan. Kau memang pantas mati Aza"ucap Debora dengan mencob mencekik Nataza
Plak..
sebuah tamparan melayang di pipi mulusnya dari Bunda Ayu yang sudah tak tahan dengan sikap Debora dan setelah tau jika Ayah Debora mengambil hak Nataza membuat dia marah tak terima sekarang
"Cukup!!...Cukup!!!. Pergi kau dari rumahku atau aku yang akan menyeretmu dari sini"ucap Bunda Ayu menekan ucapanya karna marah
"Aku akan tetap disini untuk menghabisi perempuan itu"ucap Debora dengan berlari ke arah Nataza tapi langsung di hadang oleh kedua sahabat Azam dan juga Galih disana
"Mau kemana kau?,tak semudah itu kau menyentuh kakak Ipar kami"ucap Galih dan disusul oleh sahabat dan adik Azam di sebelahnya
"Minggir.."ucap Debora mencoba masuk
__ADS_1
"Tak akan pernah kami biarkan kamu masuk sialan"ucap Galih lalu menyerrt Debora ke mobilnya dan membawanya pergi dari rumah Aditama