
3 hari berlalu, Alhamdulillah Nataza saat ini sudah sembuh dari sakitnya. Saat ini Nataza duduk di taman belakang bersama dengan kedua anak kembarnya berceloteh dan tertawa bersama, pemandangan itu tak luput dari pandangan Azam yang hendak mengajak Istrinya sarapan, tapi dia berhenti diambang pintu taman saat melihat istrinya tertawa dan ceria kembali
"Hai sayang"sapa Azam dengan mengecup pucuk kepala Nataza
"Hai mas, kamu gak kerja?"tanya Nataza saat melihat Azam hanya memakai kaos lengan panjang dan celana jens di bawah lutut
"Enggak, kan sekarang hari minggu jadi aku di rumah dong main sama anak-anak aku"jawab Azam dengan menghampiri Al dan El yang berada di dalam stroller
"Astaghfirullah aku lupa mas kalo sekarang hari minggu ternyata, pantes aja aku lihat Irfan gendong Ikbal keluar rumah"keluh Nataza dengan menepuk dahinya dan mengerucutkan bibinya lucu membuat Azam terkekeh
" Kamu ini kenapa?, padahal masih muda tapi udah pikun sama hari"goda Azam
"Aku gak pikun ya mas, aku cuma lupa"jawab Nataza mengelak dari tuduhan Azam
"Apa bedanya pikun sama lupa?"tanya Azam dengan mendorong stroller anaknya masuk kedalam namun masih tertawa kecil melihat Nataza mengikutinya dengan berusaha menjawab lertanyaan Azam
"Ya-ya pikun kan terlalu banyak lupanya, selalu lupa dalam kedaan apapun, kalo lupa lupa ya lupa"jawab Nataza tak jelas membuat Azam geleng-geleng kepala dengan tersenyum lebar
"Anak Papi sini aja ya, kalian mainan ini dulu"ucap Azam kepada kedua anaknya dengan memberikan teether khusus bayi berbentuk buah anggur dan jeruk yang tentu saja khusus untuk anaknya
"Makan dulu sayang, baru aja sembuh dari sakit. Mau kemana?"tanya Azam melihat Nataza pergi ke tempat lain
"Mau ke kamar mandi mas, mau ikut?"goda Nataza lalu masuk ke kamarnya, dia tak tau jika Azam tersenyum smirk mendengar itu
"Bund, titip anak-anak sebentar ya"pinta Azam lalu pergi begitu saja tanpan mendengar pertanyaan Bundanya
Azam masuk ke kamarnya, dia tak melihat Nataza di kamarnya lalu langkahnya pergi ke arah kamar mandi saat mendengar suara gemericik air dari sana. Azam berdiri di depan pintu kamar mandi berniat mengejutkan Nataza,mendengar pintu terbuka Azam yang bersembunyi di belakang pintu tak sengaja terhantuk pintu tepat di hidungnya
"Akh.."pekik Azam merasa ngilu di hidungnya yang terhantuk pintu, Nataza yang melihat itu terkejut karna Azam ada di balik pintu
"Kamu kenapa mas?, kok kamu disini?"tanya Nataza kepada Azam yang masih menggosok hidungnya
"Sakit sayang...hidung aku.."jawab Azam menunjukkan hidungnya yang sedikit berdarah
"Ya Allah mas, kok bisa berdarah gini sih?,kamu ngapain?"tanya Nataza khawatir
__ADS_1
"Ya awalnya aku mau jahilin kamu, tapi malah kehantuk pintu saat kamu puntu. Kenapa sih pintunya pake bukanya keluar, kenapa gak kedalem aja"kesal Azam dan sekarang yang disalahkan adalah pintunya
"Hahaha....kamu ada-ada aja sih mas, ngapain sembunyi di belakang pintu dan sekarang pake nyalahin pintunya karna udah bikin kamu kaya gini?, Yang salah itu kamu bukan pintunya, kan kamu yang sembunyi di balik pintu udah tau pintinya bukanya ke depan bukan kedalem pake acara sembunyi segala"ucap Nataza lalu tertawa kembali melihat Azam yang cemberut
"Jangan ketawa ihh!!.gak lucu sayang!!!"rengek Azam karna salahnya yang lupa jika pintunya belum dibalik
"Kamu yang lucu mas..lagian udah tau pintu kebalik kaya gitu pake acara sembunyi di belakang pintu, makanya jangan nakal"ucap Nataza lalu tertawa kembali melihat Azam yang sudah cemberut
"Udah aku obatin, sekarang ke bawah yuk, sarapan nanti kamu sakit. Ouh ya jangan lupa pintu kamar mandinya di benerin jangan salah pasang lagi"ucap Nataza lalu pergi dari kamar dengan tawanya
"Sayang...!!!"panggil Azam karna ditinggal begitu saja oleh Nataza
"Siapa sih yang pasang pintunya, pake kebalik lagi. Gak bener banget mau bunuh orang ini pintu, kamu udah bikin aku kaya gini, kamu harus tanggung jawab besok kamu aku bongkar dan aku balik"ucap Azam mengajak pintu kamar mandi tersebut berbicara , dasar aneh. Batinnya
"Ehh iya, yang pasang kan gue. Aissshhh....kenapa gue bisa bodoh dan pelupa gini sih, dasar...dasar..."ucap Azam merutuki dirinya sendiri dengan memukuli kepalanya pelan
"Mass...sarapan ihh, kamu ngapain duduk didepan kamar mandi?"tanya Nataza heran melihat Azam yang duduk didepan kamar mandi dengan menundukkan kepalanya
"Gak papa, ayok sarapan"jawab Azam lalu menggandeng Nataza
"Ihh gak lucu ya sayang...awas kamu ya"kesal Azam lalu mengejar Nataza yang sudah berlari duluan
mereka mengitari meja makan, ruang tamu,ruang keluarga bahkan bantal sofa mereke lempari. Bunda Ayu dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat Azam dan menantunya kejar-kejaran seperti anak kecil
Azam dengan lari cepatnya akhirnya dapat menangkap Nataza dan menariknya kepelukkannya hingga keduanya terjatuh di sofa ruang keluarga dengan nafas terengah-engah lalu tertawa bersama, Entah ingat umur atau tidak yang jelas ini begitu menyenangkan dan juga melelahkan pastinya
Azam mendudukan Nataza di pangkuannya dan memeluk pinggangnya dengan erat. lalu mencium bibir tipis Nataza dengan lembut dan dengan cepat dia melepaskannya takut ada yang melihatnya. Azam tersenyum tanpan kepada Nataza yang sedang menatapnya lalu dia memeluk erat Istrinya itu dengan mencari kehangaatan di dada Istrinya dan memejamkan matanya untuk menetralkan kembali nafasnya
"Love you sayang"ucap Azam lirih di dada Nataza sebagai bantal
"Love you too mas"jawab Nataza menciup kepala Azam lalu menyugarkan rambut Azam kebelakang
"Sarapan yuk?"ajak Nataza dengan mengangkat dagu Azam pelan
"Hmm"jawab Azam menganggukan kepalanya sambil berdehem didepan wajah Nataza lalu mengecup bibir Nataza singkat
__ADS_1
Tanpa keduanya sadari Bunda Ayu meneteskan air matanya melihat kebahagiaan putranya bersama menantunya, putranya sudah bahagia karna menemukan kebahagiannya sekarang,Bunda Ayu berdo'a dan berharap semoga tak ada lagi kekacaun yang datang ditengah keluarga putranya, semoga putranya selalu bahagia dan tak akan ada lagi orang yang mau merusak atau berniat mengusik rumah tangga anaknya,Melihat tawa Azam dan Nataza bersama kedua anaknya membuat siapa yang melihat pasti hatinya menghangat dan ikut bahagia atas kebahagiaan mereka seperti Bunda Ayu dan Ayah Tama saling berpelukkan karna bahagia atas kebahagiaan putra dan menantunya
"Anak Mami haus ya, sebentar ya sayang"ucap Nataza seyelah sarapan melihat Elvina mengemut jarinya
"Kita ke kamarnya, Bunda,Ayah yang lainnya, aku kemar sama anak-anak dulu ya?"pamit Nataza
"Iya nak, jangan lupa istirahat sayang"jawab Bunda Ayu dengan senyum cantiknya meski umurnya tak tua lagi
"Siap Bunda"jawab Nataza lalu mendorong stroller anaknya di ikuti Azam dibelakangnya
"Kamu mau kemana?"tanya Ayah Tama melihat Azam mengikuti Nataza di belakangnya
"Mau kekamar Ayah, Nataza susah kalo susuin anak aku langsung dua, kasihan dia aku mau gendong Al dulu"jawab Azam memang benar apa yang dia ucapkan
"Hmm, baiklah"jawab Ayah Tama
Azam masuk kekamarnya melihat Nataza tengah menyusui Elvina dan bayi itu sudah tertidur ternyata, dan sekarang giliran putranya
"Anak Papi terakhir dapet jatah susu dari Mami hmm?"tanya Azam kepasa putranya yang hanya berceloteh sambil mengucek matanya dan menguap
"Udah sayang, kasihan Al udah nguap dari tadi?"tanya Azam kepada Nataza yang memutarkan tubuhnya
"Udah sini"jawab Nataza dan meminta Al dari suaminya
"Mas, nanti temenin ke supermarket ya, aku mau beli keperluan dapur"ucap Nataza
"Kan ada bibi Ani"jawab Azam dengan mengelus tangan kecil Al
"Bibi Ani kan sakit mas ,masa iya kamu tega suruh dia beli keperluan dapur yang banyak banget"jawab Nataza
"Astaghfirullah, aku lupa soal itu, ya udah nanti kita yang pergi"jawab Azam lalu merebahkan diri dibelakang Nataza dan memeluknya erat
"Kalo ngantuk tidur aja mas, aku tau kamu capek karna tidur jam 3 pagi"ucap Nataza dan Azam tak menjawab ucapan Istrinya, ternyata sudah tidur suaminya.
"Mimpi indah mas"ucap Nataza lalu menggendong Al dan meletakkannya di box karna sudah tertidur
__ADS_1
"Mimpi indah anak-anak Mami"ucapnya lalu mencium pipi gembul putra dan putrinya