
3 hari sudah Nataza berada di rumah sakit,dan kini saatnya dia untuk pulang, namun ada sekelebat bayangan dan perasaan yang mengganjal di hati Aza, dia tak ingin pulang ke rumahnya sendiri, kerumah orang tua yang sudah membesarkannya dengan kekerasan, namun dia juga tak ingin merepotkan keluarga besar Azam, dia ingin mengontrak rumah saja, tapi dia tak da uang, dalam dilema saat ini harus kemana dia kembali.
Setelah bersiap,Ayah dan Bunda Azam masuk ke ruang rawat Nataza, mereka menghampiri Aza yang tengah melamun sekarang, dengan memgang bahu kanannya Aza di buat terkejut
"Astagfirullah!!"ucap Nataza karna terkejut
"Kok ngelamun sih, ayo!,pulang ke rumah bunda? "ucap bunda Ayu memegang tangan Nataza
"Tapi bu, maaf saya sudah ngerepotin kalian dengan dibayarkan rumah sakit, sekarang saya harus tinggal dengan kalian? "ucap Nataza merasa sungkan karna tawaran Binda Ayu dan Ayah Tama.
"Hai nak, kamu tidak merepotkan kami kok, kami senang jika ikut dengan kami, jadi kami bisa memiliki anak perempuan lagi.Kami ingin memiliki anak perempuan lagi setelah Alika, namun sayang, tuhan berkehendak lain karna istri saya ke guguran dan tidak dapat hamil kembali,kamu mau yah menjadi anak kami, jika kamu mau kamu bisa bekerja di kantor anak saya, dan untuk sementara kamu menginap setelah menemukan tempat tinggal baru"jelas Ayah Tama yang mengharapkan Nataza untuk ikut dengan mereka
__ADS_1
"emm.... baiklah pak,bu. Saya akan ikut kalian"ucap Nataza meski masih ada sedikit keraguan
"Mari... "ucap Bunda Ayu membukakan pintu mobilnya
Sepanjang perjalanan, Nataza hanya diam dan menjawab pertanyaan dari orang tua Azam hanya dengan senyum dan seperlunya saja, dia merasa kaku untuk saat ini berhadapan dengan keluarga yang memiliki segalanya dan dia hanya anak buangan, pikir Aza yang merasa lain di hatinya
sampainya di Rumah keliarga besar Aditama, Nataza melihat sebuah rumah bak istana yang terlihat sangat megah dan mewah, namun jika di lihat desain rumah tersebut tergolong campuran Arab dan spanyol tapi terkesan elegan dan menakjubkan, Nataza tersadar dari lamunnanya karna Bunda Ayu memerintahkan para bibi untuk menyiapkan kamar tamu dan juga semua kebutuhan Nataza.Nataza masuk kekamarnya yang ternyata bersebelahan dengan kamar Azam di lantai 2,setelah masuk ke kamar dia melihat isi kamar tersebut yang ternyata sangat megah, dan mewah dan elegan meskipun hanya kamar tamu tapi cukup bagus
lalu dia pergi kekamar mandi membersihkan diri, selama 10 menit, dia keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono.Dia berjalan ke arah ranjang mencari tas nya yang berisi pakaiannya, tapi tidak ada,dia mencari kepenjuru kamar tak ada, lalu dia pergi keluar kamar hanya dengan kimono mandinya dan melihat bibi sedang membersihkan kamar di sebelah kamarnya
"Iya non..,ada apa?,apa non perlu sesuatu, biar bibi siapkan? "tanya bibi Ani yang baru keluar kamar di sebelahnya
__ADS_1
"Bibi tau tas bajuku di atas ranjang tadi,kan bibi yang bawa tak itu masuk? "ucap Nataza dengan memicingkan matanya
"Benar non, tapi saya hanya di perintahkan oleh nyonya besar untuk membawa tas non ke kamar dapur, dan pakaian non ada di lemari"jelas bibi Ani sejujurnya
"Di lemari, tapi di lemari itu bukan bajuku bi, itu semuanya barang mahal, mana mungkin aku mampu membeli baju sebagus itu"ucap Nataza
"Itu semua baju untukmu"Suara bariton seseorang yang baru keluar dari life rumahnya dan berjalan kearah Nataza dan Bibi Ani
awalnya Azam baru pulang dari kantor pergi kekamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap makan malam, tapi baru saja keluar sari life di rumahnya, dia di suguhi pemandangan yang kurang mengenakan, bagaimana tidak seorang Azam yang sangat anti dengan tubuh seorang wanita yang di biarkan terbuka, sekarang dia melihatnya sendiri, bahkan di rumahnya sendiri, di depan matanya langsung, dan berbicara sendiri pula, dasarn aneh.pikir Azam
"Tu... tuan anda di.. disini? "Tanya Nataza gugup lalu merapatkan kimononya, dan dia melirik kearah bibi Ani yang ternyata sudah pergi
__ADS_1
"Kenapa kau disini?,hanya dengan menggunakan kimono seperri ini?, bukannya berpakaian di dalam tapi kau di sini, mau membuat semua orang melihat tubuhmu begitu?"
"Bukan begitu tuan, saya tadi hanya mencari tas saya yang berisikan baju saya,karna tas saya tak ada di dalam, maka dari itu saya keluar menanyakan pada Bibi Ani di mana tas saya karna dia yang membawa dan meletakkan tas saya.Permisi" jelas Nataza lalu masuk ke kamarnya baru beberapa langkah dia terpeleset dan...