Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Alika Kecelakaan


__ADS_3

Setalah selesai sarapan, Azam mendapatkan telfon dari Ayahnya dan mendapat kabar tentang adiknya di rumah sakit karna kecelakaan, membuat Azam bangkit dari duduknya dan menjatuhkan gelas yang di pegangnya


Prang....


suara nyaring pecahan gelas yang jatuh ke lantai,membuat Nataza tersedak karna terkejut oleh suara pecahan gelas dan beberapa serpihan mengenai kaki mulusnya membuat dia meringis pelan.Melihat wajah panik dan terkejut suaminya membuat Nataza tau pasti ada sesuatu yanga membuat suaminya seperti itu


"M... mas kenapa?"tanya Nataza gugup


"Alika. D.. dia kecelakaan!"jawab Azam membuat Nataza membulatkan matanya ikut terkejut


"Ki... kita kesana sekarang!!"ucap Nataza lalu pergi namun di cegah oleh Azam dengan mencekal tangannya


"Sayang tunggu dulu"cegah Azam


"Kaki kamu?"tanyanya lagi


"Kaki aku gak papa mas, tapi Alika dia..."ucapan Nataza terpotong saat Azam menggendongnya menuju sofa di depan TV


"Kamu diam duku disini ok, aku mau ambil kotak obat sekalian ambil switer kamu. sekalian kita betangkat ke rumah sakit liat keadaan Alika ok"ucap Azam lalu pergi ke kamarnya mengambil kotak P3K


Azam mengangkat kaki istrinya ke atas pahanya, dia mengelap darah yang mengalir di kaki istrinya dengan perlahan, Azam yang sedikit kurang fokus, dia meninggalkan 1 serpihan kaca kecil di kaki istrinya, dengan tak fokus Azam tak menyadari serpihan kaca itu yang begitu kecil di luka istrinya. Di hati Azam dia merasa bersalah sekarang karna tanpa sengaja dia melukai istrinya hingga berdarah seperti ini sekarang


"Maaf.."satu kata yang keluar dari mulut Azam ketika melihat istrinya menggigit bibir bawahnya merasa perih


"Untuk apa?"tanya Nataza


"Maaf udah buat kamu terluka seperti ini"jawab Azam dengan memasang perban di kaki isrinya dengan meneteskan air matanya, Azam lemah ketika melihat istrinya terluka bahkan kesakitan seperti ini

__ADS_1


"Aku gak papa kok mas, ini juga besok udah sembuh kok. Jangan nangis ahh, gantengnya ilang nanti"ucap Nataza dengan menggoda suaminya


"Suaminya gak boleh nangis nanti gantengnya pindah lagi ke orang lain"ucapnya lagi


"Enggak kok,aku senyum kok"jawab Azam


"Ok sekarang kaki kamu udah selesai di perban, dan sekarang kita ke rumah sakit ya. Kaki kamu masih sakit?,mau aku gendong?"tanya Azam


"Gak papa mas, aku bisa sendiri kok. Kaki aku udah mendingan,makasih yah?"jawab Nataza dan di balas senyuman oleh senyuman dan anggukan oleh Azam


dengan jalan tertatih Nataza berjalan ke arah mobil yang terparkir dan di papah oleh Azam menuju ke mobil,setelah naik ke mobil mereka pergi ke rumah sakit dengan Azam mengendarai mobil kecepatan rata-rata membuat.Nataza yang sedari tadi menahan perih di kakinya dia menggigit bibir bawahnya, entah mengapa kakinya masih sakit setelah di obati oleh suamianya


"Kamu kenapa?"tanya Azam pada istrinya


"Gak papa mas, kaki aku hanya kram biasa kok"jawab Nataza


"Gak papa mas"jawab Nataza


"Ya udah kalo gitu, nanti kalo luka kamu sakit lagi kita cek ya sekalian di rumah sakit"ucap Azam dengan mengacak pelan rambut istrinya dan di balas anggukan Nataza


setelah sampai di rumah sakit, Azam memapah Nataza ke ruangan Alika, dengan langkah pelan mereka masuk ke ruangan Alika di sana Alika yang sudah membuka matanya dan sudah ada Irfan dan Ayah,Bundanya yang menjaganya


Melihat Azam datang dengan memapah Nataza membuat yang di ruangan mengkerutkan dahinya dan melihat kaki Natazaa yang di perban membuat Bunda Ayu bangun dari duduknya menghampiri menantunya


"Kami kamu kenapa sayang?"tanya Bunda Ayu


"Ahh ini Bund, tadi gak sengaja kena pecahan kaca tapi udah di obatin tadi kok sama mas Azam"jawab Nataza jujur

__ADS_1


"Tapi kok bengkak nak?"tanya Ayah Tama dan di angguki yang lain


"Nanti di periksa kok sama dokter Bund, kita habis dari sini langsung ke sana"jawab Azam


Azam dan Nataza mendekati ranjang Alika yang tersenyum ke arah mereka dengan muka pucatnya bersam perban yang menempel indah di dahinya


"Kamu gak papa sayang?"tanya Azam pada sang adik


"Aku gak papa bang, cuma masih pusing aja"jawab Alika meyakinkan Abangnya


"Kok bisa gini sih Ka?"tanya Nataza


"Aku cuma inget waktu pulang ngampus, trus di tengah jalan mobil aku di pepet sama mobil gak di kenal di sebelah kiri dan belakang, terpaksa aku banting setir ke kanan, dan aku kena pembatas dan untungnya gak terlalu parah"jelas Alika


"Kamu punya musuh?"tanya Azam di jawab gelengan oleh Alika


"Aku tebak ini ulah Kiara bang"ucap Irfan membuat yang lain menatapnya


"Tau dari mana kalo Kiara yang lakukan ini?"tanya Ayah Tama


"Om,apa om ingat dulu saat om mengusirnya. Alika mengirimkan pesan singkat kepada Alika dia akan membalas perbuatan Alika dan juga Kak Aza yang udah bikin dia di usir dari keluarganya dan dari keluarga ini. Dia mengancam akan menyakiti dan menghabisi Kak Aza dan Alika sebagai balas dendam perbuatan Om dan Bang Azam yang menolak dia disana dan cinta butanya itu"jelas Irfan


"Kau benar, tapi benarkah jika Kiara yang melakukan ini, sementara dia menghilang hampir 2 bulan ini"jawab Bunda Ayu


"Tante, waktu 2 bulan itu gak cukup untuk membuktikan dia hilang, dia hanya sembunyi merencanakan sesuatu untuk mencelakai Kak Aza dan Alika entah dengan tangannya sendiri atau bantuan orang lain.Karna seorang Kiara aku kenal dia sejak SMA dia menginginkan sesuatu dan harus mendapatkannya sesuai keinginannya"jawab Irfan yang notabenya teman SMA Kiara dalam 1 kelas bersama Kiara


"Irfan benar, tapi kita tak ada bukti apapun untuk menangkap dan menghukumnya"jawab Ayah Tama

__ADS_1


"Kita akan bantu mencari buktinya Yah"ucap dua orang yang baru datang memasuki ruangan Alika bersama kekasihnya


__ADS_2