
Benar semua pikiran Azam jika istrinya tengah hamil,dia awalnya aneh dengan permintaan istrinya saat Nataza meminta buah pepaya dan juga jus melon, Azam tau jika istrinya tak pernah suka buah dan minuman itu.Tapi kenapa tiba-tiba dia ingin memakannya dan meninumnya
dan hari selanjutnya Azam sering di kejutkan dengan permintaan Nataza yang aneh-aneh dan itu harus tengah malam, Nataza sangat menghindari makan makanan jika sudah lewat jam 10 malam, Azam di buat terkejut lagi dengan permintaan istrinya yang meminta Azam untuk menggunakan daster rumahan ke kantor, permintaan itu tak di turuti oleh Azam hingga membuat istrinya menangis dan pingsan saat itu
Perubahan dalam segi fisik maupun mental istrinya membuat Azam tau jika istrinya tengah hamil anaknya, dan permintaan. aneh istrinya terkadang membuat Azam takut sendiri saat mengingat saat istrinya pingsan lebih tepatnya pura-pura pingsan karna tak di turuti permintaannya oleh Azam
"Mas kita pulang ke rumah kamu, atau ke rumah kita?"tanya Nataza pada Suaminya yang sibuk mengemudi
"Kerumah aku dulu ya,kita ngasih kabar bahagia ini ke mereka,pasti mereka seneng banget saat tahu ada dedek bayi di sini"ucap Azam dengan senyum tampannya tak pernah pudar saat menyentuh perut istrinya
"Ya udah deh gak papa, aku juga mau minta Bunda bikinin roti bakar keju buat aku. Boleh ya?"pinta Nataza pada Azam dan di angguki oleh Azam dengan menampilkan senyum tampanya
"Makasih mas"ucap Nataza lalu bergelayut manja di lengan suaminya
5 menit kemudian mereka sampai di rumah besar Aditama,disana sudah ada Om Ramos dan juga Galih yang akan berangan ke America untuk tinggal selamanya di sana karna Kiara sudah tidak ada tertabrak truk saat kabur dari markas Papanya saat itu
"Assalamualaikum"salam Azam membuat mereka yang tangah mengobrol beralih menatap mereka dengan senyum mengembang
"Om kapan kesini?, maaf kita gak tau kalo om mau kesini"ucap Azam setelah menyalami Omnya di susul Nataza
"Om udah lama kok disini, om kesini cuma mau pamitan kalian,Om mau pindah ke America,Om mau melanjutkan hidup disana bersama Galih hingga Galih menikah nanti.Tapi kami akan kembali selama beberapa minggu atau bahkan bulan jika kami libur atau tak ada tugas lain"jelas Om Ramos
"Kok pindah sih Om, kan aku belum lama kenal sama Om"ucap Nataza dengan mengerucutkan bibirnya membuat yang terkekeh dan geleng kepala
"Hei ponakan Om yang cantik, Om akan janji akan kembali nanti mungkin akan menjadi kejutan entah itu kapan. Jadi kamu gak boleh sedih ya. Ponakan Om gak boleh sedih karna Om"jawab Om Ramos dengen membelai pipi serta mengusap rambut Nataza
"Ouh iya,Abang sama Kak Aza dari mana?, tumben gak kerja bang?"tanya Galih pada Azam
__ADS_1
"Kita habis dari rumah sakit,buat cek up kok. Dan hasilnya beneran positif"ucapan Azam membuat yang lain bingung
"Positif, maksudnya Bang?"tanya Alika yang baru datang dari dapur
"Nataza hamil bayi kembar"jawab Azam dengan gembira sambil memeluk istrinya
mendengar jawaban Azam seketika ruang keluarga hening tak ada yang berbicara para bibi yang sedang memasakpun mematikan kompor dan yang sedang mencuci,setrika,dll menghentikan aktivitasnya termasuk Ayah Tama yang sedang membaca koran langsung melipatnya dan semuanya menatap Nataza seakan meminta penjelasan, Nataza menganggukan kepalanya melihat itu semua bersorak gembira akhirnya penerus keluarga besar Aditama sudah hadir dan akan lahir kedunia ini
"Ahhh yeeessss..... akhirnya aku punya ponakan.. Aaaa kak Aza selamatnya, akhirnya aku punya ponakan kembar lagi.Huhu..."sorak Alika dengan gembira dan langsung memeluk Irfan yang baru pulang dari kantor
"Kamu kenapa sih yang?"tanya Irfan pada istrinya
"Kak Aza hamil, aku mau punya ponakan kembar lagi"jawab Kiara dengan gembira
"Serius yang?"tanya Irfan lagi dan di jawab anggukan oleh Alika
"Iya Ilpannya kakak, ponakan kamu kembar"jawab Nataza dengan gemas pada adik iparnya ini
"Aaaa... yesss.. akhirnya"sorak gembira tergambar di wajah semua keluarga besar Aditama tapi Nataza tiba-tiba meneteskan air matanya membuat yang lain bingung
"Kamu kenapa nak?"tanya Bunda Ayu
"Kita disini bahagia karna kehamilan aku, Andai aja orang tuaku masih hidup mereka pasti akan sangat bahagia seperti kalian"jawab Nataza dalam pelukan Bunda Ayu, beliau mengerti kesedihan menantunya ini
"Sayang kau tak boleh berpikir seperti itu, Orang tuamu pasti bahagia di atas sana, karna mereka akan memiliki cucu kembar lagi. Mereka pasti akan sedang bergembira di atas sana dengan kehamilanmu, kau taka boleh sedih ya, kan ada kita disini. Bunda yakin sekali orang tuamu sedang tersenyum bahagia bahkan mungkin tangis bahagia mengetahui kau hamil sekarang"jelas Bunda Ayu dengan memeluk erat menantunya
"Bunda bole gak buatkan aku roti bakar keju, kejunya di banyakin, trus atasnya di kaih keju lagi, sama minumnya es teh manis.Bunda mau?"tanya Nataza dengan wajah polosnya kepada Bunda Ayu yang tengah menatapnya sambil mendengarkan menantunya sedang meminta sesuatu darinya
__ADS_1
"Ummm boleh gak ya?"ucap Bunda Ayu seakan berfikir,dan Nataza dia sudah siap menangis takut permintaannya di tolak
Semua yang ada di sana menatap dengan senyum dan kekehan bagaimana Nataza seperti anak kecil yang sedang menunggu jawaban penolakan atau penerimaan dari Bunda Ayu
"Ayu sudah lah, kau ini mengerjai cucu mantuku saja"ucap Opa Aditya membuat yang lain tertawa geli tapi tidak dengan Nataza yang masih menatap Bunda Ayu lalu menundukan wajahnya
"Gak boleh ya?,ya sudah deh. Mas pulang yuk"ajak Nataza pada suaminya yang tengah memperhatikannya sambil tersenyum geli
"Bund, kasihan istri aku ihh,dia nangis ini"ucap Azam yang tak tega pada istrinya yang mulai menangis dalam pelukan Azam yang sedang tertawa melihat istrinya
"Iya boleh dong sayang, masa menantu Bunda ngidam gak di kasih sih. Nanti cucu Bunda ileran Lagi"jawab Bunda Ayu membuat Nataza melepaskan pelukannya,mengampus air matanya dan menampilkan wajah yang berbinar bahagia.Seperti anak kecil di kasih es krim saat ngambek. Batin semuanya
"Seriously?"tanya Nataza
"Iy sayang"jawab Bunda Ayu
"Aaa makasih Bundaa.. yeesss"sorak Nataza dengan melompat-lompat
"Sayang... anak akuuu!!!!"
"Azaaa!!!,Cucu kita!!!"
"Kak Azaaaaa... ponakan aku!!!!"
"Nona Muda calon tuan kami!!!!"
pekik semuanya bersamaan berteriak kencang, khawatir pada kandungan Nataza yang masih rentan keguguran, membuat yang lain panik secara bersamaan melihat tinggah Nataza yang melompat-lompat.Yang di teriaki hanya menampilkan senyum dan mengangjat tangan berbentuk V sebagai permintaan maaf
__ADS_1