Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Kembali Lagi


__ADS_3

Mereka bersiap pergi ke supermarket hanya berdua saja, karna pasti akan sulit jika membawa anak kembarnya tentunya akan rewel jika sudah lelah berjalan keliling supermarket


sampainya di supermarket, Azam ikut masuk ke dalam untuk membantu Nataza mendorong troli dan beberapa barang yang mungkin tak sanggup Nataza bawa atau angkat,sampainya di depan rak yang rata-rata berisi makanan ringan, lalu beralih ke rak berisi sabun dan sampo,dan seterusnya


Azam merasa jika dia ingin ke kamar mandi,tapi dia takut jika meninggalkan Istrinya sendirian,ingatannya kembali berputar saat dulu bersama Talita mantan tunangannya yang dulu pernah hampir di tusuk oleh orang yang tak dikenal, mereka berpikir mungkin itu fans fansticnya, tapi setelah di telusuri itu suruhan Tantri yang ingin menghabisi Talita demi Azam


"Mas.."panggil Nataza yang menenteng 1 kantong minyak goreng dan melihat Azam yang melamun


"Mas..hey..."panggil Azam lalu melambaikan tangannya didepan wajah Azam


"Mas!!"pekik Nataza didepan wajah Azam membuatnya terkejut


"Astaghfirullah...kenapa sih sayang?, kenapa harus teriak?,aku gak budek kali yang"tanya Azak kesal


"Dih kok situ yang marah sih, kan aku manggil kamu karna kamu ngelamun gak jelas dari tadi, aku panggil-panggil gak nyahut, aku tanya gak jawab, ya udah aku kerasin dikit suaraku biar kamu denger. Kok kamu kesel sih"jawab Nataza lalu melangkah meninggalkan Azam


"Sayang, tungguin..."panggil Azam melihat Nataza meninggalkannya, enak saja


"Maaf ya, tadi aku cuma kepikiran sama Al dan El di rumah, dia nangis atau enggak. Hpku mati yang makanya aku bingung"jelas Azam dengan memegang pipi Nataza dan mengelusnya


"Ya udah aku maafin, boleh minta tolong angkatin 2 karung beras gak mas. Aku mau cari pempers buat anak-anak"pinta Nataza


"ok sebentar"jawab Azam


Nataza melangkah kearah rak dimana disana berjejer banyak merek pempers untuk anak dan dewasa, dia mencari untuk ukuran anaknya dan akhirnya Nataza memukan juga ukuran pempers yang dia cari. Nataza kembali ke troli yang ada di belakangnya sambil menunggu Azam, Nataza mencari sabun dan sampo untuk mereka, saat akan mengambil sampo untuk Azam tak sengaja tangannya bersentuhan dengan seseorang membuat Nataza terkejut hingga membelalakan matanya


dia menengok ke samping dan melihat siapa yang memegang tangnnya,saat melihat siapa yang memegang tangannya tiba-tiba tubuhnya bergetar takut,keringat dingin mulai membasahi dahinya, wajahnya berubah pucat pasi. Nataza menarik kembali tangannya lalu berniat untuk pergi


"Maaf, permisi"ucap Nataza lirih dengan menundukkan kepalanya, jujur dia ingin sekali berteriak takut sekarang. Tapi dia sadar ini ditempat umum,tak mungkin dia melakukan itu

__ADS_1


"Tunggu!"ucap orang itu dengan mencekal tangan Nataza dengan menatapnya sendu


"Lepas tangan saya!"pinta Nataza dengan berusaha menarik tangannya,tapi sayang cekalan pria itu lebih kencang dan usahanya hanya sia-sia saja


"Aku mau ngomong sebentar sama kamu"ucap pria itu dengan menarik tangan Nataza lalu membawanya pergi


"Lepasinn!!!.Tolong lepasinn!!!"pekik Nataza ketika melihat Azam ada di seberang 4 rak darinya, pasti suaminya sedang mencarinya saat ini


"Tolong!!!!, mas Azam!!!"teriak Nataza saat sudah di parkiran supermarkter itu


"Dengerin aku, aku mau ngomong sebentar sama kamu"ucap pria itu dengan mengguncang pundak Nataza hingga membuat Nataza menangis


"T-tolong lepasin aku kak, a-aku mohon"ucap Nataza tanpan menatap pria yang dia panggil kak, kalian tau kan siapa pria yang di panggil kak oleh Nataza itu. Yap Danur,kakak tiri Nataza


"Stop Za, dengerin aku"ucap Danur mulai emosi


"Gak, tolong lepasin aku kak, plis lepasin aku"ucap Nataza memohon bahkan sudah menangis sekarang


"Pak Imron, kok disini?"tanya Azam yang menyadari pak Imron gugup


"T-tuan Muda. M-maaf Tuan Muda, saya kesini sebenarnya ingin membeli bahan dapur yang habis dan saya sudah meminta anak buah saya untuk mengawasi Danur siapa tau dia akan pergi keluar kamar, ternyata anak buah saya kecolongan Tuan Muda ,Danur hilang"jawab Pak Imron


"Danur hilang!!!. Kok bisa?"tanya Azam mengusap wajahnya kasar, jangan sampai Danur bertemu dengan Nataza dan membuatnya kembali tertekan karna takut


"M-maaf Tuan Muda. Saya sedang mencarinya sedari tadi"jawab Pak Imron dengan takut-takut


"Cari sekarang"perintah Azam dengan wajah datarnya


"Maxim, kau bayar ini semua. Ini"perintah Azam memberikan black cardnya kepada Maxim

__ADS_1


"Baik Tuan Muda"


"Kalian cari istriku sekarang juga, jangan sampai ada yang terlewat disupermarket ini"perintah Azam lalu berlari keluar dari sana


Azam berkeliling mencari Nataza dan saat dia bertanya dia terkejut jika istrinya di bawa oleh seorang laki-laki dengan paksa. Astaga...apa jangan-jangan itu Danur yang nekat menculik Nataza, Azam menelfon Brian dan Bayu untuk mengerahkan anak buah mereka untuk mencari Nataza dimanapun itu yang pasti istrinya ditemukan dengan selamat


"Dimana kamu sayang??"ucap Azam yang saat ini ada didalam mobil dengan wajah frustasinya


Ting...


sebuah pesan masuk dari Alex yang sudah melacak dimana Nataza dan dia menemukan jika Nataza saat ini ada digudang bekas yang dulu sempat akan dibuat hotel olehnya. Azam segera menancap gas kearah gudang tersebut dengan kecepatan tinggi,sampainya disana dia tak mendengar suara apapun


tak berapa lama datang anak buahnya yang sudah siap untuk menyerang. Azam masuk kedalam dengan di kerumuni pengawalnya untuk melindungi Azam dari musuh, Azam menggerakkan tangannya untuk memberi isyarat untuk anak buahnya mundur


"Aza....??, kamu dimana?"teriak Azam memanggil Nataza


Nataza yang masih pingsan dalam keadaan duduk dia mulai mendengar suara Azam samar-samar, dia mulai mengerjapkan matanya,kepalanya terasa pusing dan tangan yang di ikat hingga kaki serta bibir yang di lakban. Nataza mencoba melepaskan diri dari ikatan tersebut dengan sekuat tenaga


"Aza..?"panggil Azam melihat Nataza yang diikat


"Hemm...emmmhh.."ucapnya tak jelas berusaha untuk berbicara


"Sebentar aku lepas dulu ikatannya, maaf kalo sakit"ucap Azam dengan melepas lakban di bibir Nataza lalu beralih ke tali yang mengit tangan dan kakinya


"Mas.. aku takut..hiks.."tangis Nataza langsung masuk kepelukan Azam setelah terlepas semua ikatannya


"Sssttt...udah sayang. Kamu udah aman sekarang, udah ada aku"jawab Azam menenangkan Nataza,lalu menggendongnya keluar dari gudang tersebut


"Kalian. Bawa pria itu ke markas ,jangan biarkan dia kabur apalagi menemui istriku kembali"perintah Azam

__ADS_1


"Siap laksanakan Tuan Muda"jawab anak buah Azam lalu membawa Danur yang sudah babak belur karna di hajar habis-habisan oleh anak buah Azam yang berniat kabur


__ADS_2