Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Pembalasan


__ADS_3

setalh menunggu 1 jam lebih, akhirnya dokter yang memeriksa Alvano keluar dari ruang UGD dengan suster dibelakangnya dan tersenyum kearah mereka


"Bagaimana keadaan putra saya dok?"tanya Nataza kepada dokter tersebut


"Alhamdulillah Nona, kondisi Tuan Muda kecil baik-baik saja, luka didahinya tidak terlalu parah dan tidak perlu melakukan operasi seperti perkiraan saya tadi. Tapi perlu diingat kembali Nona, jangan sampai kepalanya kembali terbentur dengan keras, Karna itu akan mengakibatkan penggumpalan darah diotaknya dan mengharuskan Tuan Muda kecil dioperasi saat itu juga"jelas dokter tersebut membuat Nataza tegang


"Tapi anak saya gak papa kan dok saat ini?"tanyanya kembali untuk memastikan


"Kondisi Tuan Muda kecil baik-baik saja, hanya masih dalam pengaruh obat bius saat menjahit dahinya yang terluka. Kita tunggu saja 1 atau 2 jam lagi, Tuan Muda kecil akan sadar. Kami akan memindahkan Tuan Muda kecil ke ruang rawat anak, sehingga kalian bisa menengoknya bersama. Kalau saya permisi"ucap dokter tersebut lalu masuk kembali keruang UGD untuk memindahkan Alvano ke ruang rawat anak


"Sayang...bangun nak..Ini Mami sayang. Mami mohon buka mata kamu"gumam Nataza dengan air mata menetes tepat dipipi Alvano


"Jangan menangis sayang. Alvano tau kalo kamu menangis seperti, dia akan merasa bersalah dan sedih nanti"ucap Bunda Ayu kepada Nataza lalu memeluknya


"Hati Aza sakit Bund. Aza gagal jadi ibu untuk anak-anak Aza. Aza gak bisa jaga mereka,bahkan saat dirumah pun Aza gagal jaga mereka"ucap Nataza dengan menghapus air matanya yang terus mengalir


"Gak sayang, itu bukan salah kamu. Kamu sudah menjadi ibu yang terbaik untuk mereka, jangan buat mereka merasa sedih dengan melihat kamu menyalahkan diri kamu sendiri. Bunda mohon sayang, ini bukan kesalahan kamu. Azam sudah menemukan pelakunya dirumah dan dia juga sudah membawanya ke markas Azam, orang itu adalah mata-mata sahabat Baron yang baru pulang dari USA. Dia memang berniat membalas dendam atas kematian sahabatnya kepada Azam, terutama Adam"jelas Bunda Ayu membuat Nataza membulatkan matanya


Lalu Nataza berdiri dari tempatnya dan menatap Alvano yang masih memejamkan matanya, sementara Elvina yang tidur di sofa dirungan yang sama bersama Alika


"Bund, aku titip anak-anak ya?, aku ada urusan sebentar. Nanti kalo anak-anak udah bangun, bilang aja aku lagi pulang ambil baju"ucap Nataza membuat Bunda Ayu terkejut


'Gawat kalo sampai Nataza kesana, Aduh ini mulut kenapa pake keceplosan sih??. Kan Azam sudah bilang jangan beritahu Aza, kenapa pake ngomong segala coba. Zam maafkan Bunda nak, mulut Bunda blong, remnya sedang tidak berfungsi Zam"batin Bunda Ayu dengan menepuk mulutnya sendiri, tanpa dia sadari. Nataza sudah pergi dari hadapannya


"Astaga bodohnya aku, kenapa keceplosan coba"ucap Bunda Ayu merutuki dirinya sendiri lalu mengambil hpnya untuk menghubungi Azam dimarkasnya


"Ayo Zamm...angkat telfon Bunda....nah.."gumam Bunda Ayu


"Hallo Zam, Assalamulaikum?"


"...."


"Zam. Bunda keceplosan, aduuhhh...Nataza pergi kesana untuk menemui dirimu. Maafkan Bunda Zam, mulut Bunda gak bisa direm tadi, remnya blong Zam. Maafin Bunda Zam.."

__ADS_1


"....."


"Aza udah disana?, Astaga ya sudah. Jaga menantu Bunda dengan baik Zam, kalo sampe dia kenapa-kenapa. Bunda usir kamu untuk tidur di luar rumah. Bye"


****


Di markas


Seorang pria dengan tato ular dipunggungnya telah diikat tangan, kaki dan lehernya menggunakan rantai besar yang melilitnya dan mencekik lehernya sedikit, dengan terduduk dilantai yang dingin tanpa menggenakan kain yang menutupi tubuh atasnya. Luka lebam diwajahnya dan beberapa sayatan dilengan dan perutnya


suara langkah sepatu menggema diseluruh ruangan yang sunyi, membuat pria tersebut merinding takut. Tak lama Nataza masuk kedalam ruang penyiksaan dengan wajah smirknya melihat mangsanya sudah disiksa oleh Azam


"Hai cantik, kau mau membebaskan aku bukan?, kau pasti di perintahkan oleh bos kan untuk melepaskanku bukan dari tempat terkutuk ini?. Aku akan memberikan mu hadiah, jika kau mau membebaskanku dari sini cantik"ucap pria tersebut dengan percaya dirinya sambil menatap tubuh Nataza lapar akan sentuhan


"Bagus sekali tuan, tapi sayangnya itu tidak akan pernah terjadi dan aku tak ingin hadiah apapun darimu. Karna suamiku sanggup memberikan apapun yang aku mau, bahkan aku meminta yang sangat mahal sekalipun dia mampu membelikannya untukku"balas Nataza dengan duduk dibangku yang sudah disiapkan oleh Alex


"Cihh...wanita jal*ng sepertimu, memang seharusnya dituruti, jika tidak!, kau tak akan memberi kepuasan kepada pria diluar sana"ucap pria tersebut membuat Alex marah dan melangkah. Tapi baru saja akan melangkah, tangannya sudah dicekal oleh Nataza dengan menggelengkan kepalanya


"Kenapa?, kau marah disebut baj*ngan hmm?"lanjutnya kembali dengan memainkan belati ditangannya


"Kau ja*lang bayaran bos ku, tapi kau mengaku-ngaku sebagai istrinya. Cihh...tempatmu hanya diranjang boss bukan dihatinya, kau tau itu. Wanita sialan sepertimu lebih baik jangan banyak bermain benda tajam, sayang bukan tangan mulusmu itu. Lebih baik kau buang benda itu dan lepaskan aku, aku akan memberikan kepuasan dan kenikmatan untukmu"ucap pria tersebut dengan senyum diwajahnya membuat Alex semakin marah


"PRIA KURANG AJAR KAU, BERANINYA KAU MENGHINA NONA KAMI DENGAN SEBUTAN *******, DAN KAU MENGAJAKNYA UNTUK BERMAIN DENGANMU?. KAU PIKIR KAU SIAPA HAH?, TUAN MUDA KAMI LEBIH BAIK DAN LEBIH HEBAT DARI PADA KAU BAJ*NGAN"teriak Alex dengan wajahnya yang sudah memerah marah


"Hentikan amarahmu Alex, jangan buang tenagamu untuk baj*ngan ini"suara bariton seseorang dari luar ruang penyiksaan


siapa lagi jika bukan Azam, langkahnya semakin dekat dan menghampiri Nataza yang duduk dikursi sebelahnya dengan senyum tampannya lalu mengecup bibirnya dan Nataza membalasnya dengan mencium pipinya


"Cihh... sok romantis sekali, dia pikir dia siapa?, hanya seorang jal*ng sayang bangga"gumam pria tersebut, yang biasa di panggil Jeff


"Tutup mulutmu, dia adalah istri sahku dan kau berani menghinanya hmm?"ucap Azam membuat Jeff tersebut tertawa


"Hahaha....istri hah?, dia lebih pantas dipanggil wanita simpanan atau lebih tepatnya jal*ngmu"balas Jeff tersebut membuat Azam marah

__ADS_1


"Kau mau wanita murahan itu hmm?, baiklah aku kabulkan. Alex?"ucap Azam dengan memanggil Alex


"Saya Tuan Muda"balas Alex menundukkan kepalanya


"Panggil wanita murahan yang paling mahal dikota ini, bawa dia kemari dan lemparkan padanya sebagai pemuas nafsunya. Secepatnya Alex, jangan buat dia menunggu"perintah Azam


"Dan lagi, setelah dia selesai. Congkel matanya, karna dia berani menatap tubuh istriku lapar"perintah Azam dengan memberikan sebuah amplop berisi 4 gepok uang pecahan Rp 100.000,00


"Siap Tuan Muda, saya permisi Tuan, Nona"pamit Alex dan dijawab anggukan oleh keduanya


"Bersiaplah untuk bermain-main Jeff, karna kau sudah bermain-main dengan keluargaku hingga membuat anakku terluka. Kau sudah mencari dan membuat masalah denganku. Bersiaplah untuk Mati"ancam Azam dengan menekankan kata mati


"Silahkan saja kau membunuhku, karna bosku akan membebaskanku dan membunuhmu serta keluargamu itu. Untuk istrimu ini, dia akan menjadi milikku selamanya. Hahaha..."tawa Jeff membuat Azam marah lalu mencekiknya dengan keras


"Kau berani mengusik milikku, kau akan menjadi bulananku, aku akan menyiksamu sampai kau memohon untuk ku bunuh saat itu juga. Sampai kau membayangkan istriku dalam otakmu itu, aku tak akan segan-segan memecahkan kepalamu dan otakmu serang juga"ancam Azam dengan mendorong kepala Jeff pada tembok dibelakangnya


"Silahkan saja, aku yakin bosku akan mengambil istrimu dan menikmati tubuhnya itu untuk membalaskan dendam kematian Baron. Hahaha"tawa Jeff. Azam benar-benar marah sekarang


"Maxim?"panggil Azam


"Ini Tuan Muda, sesuai permintaan anda"balas Maxim memvawa segelas air ditangannya


"Bagus, berikan padanya. Pasti dia haus setelah tertawa sedari tadi"ucap Azam


"Minumlah, itu adalah win yang aku beli khusus untukmu. Jangan coba-coba kau memuntahkannya, atau lidahmu akan aku bakar sekarang juga"ancam Azam


Jeff langsung meminum win yang Maxim berikan, tanpa curiga apapun dia menenggaknya sampai habis. Tak lama wanita pesanan Azam datang bersama dengan Alex, pakaian yang begitu ketat, hanya sampai batas paha, payudara yang menyembul. Nataza langsung mencubit lengan Azam dan menatap tajam Azam saat Azam menatapnya dengan tawa cengirnya


"Masih mantep kamu sayang"ucap Azam


"Laksanakan sekarang"perintah Azam, dan wanita itu mengangguk, sementara Jeff dia sudah siap sedari tadi


Azam segera membawa Nataza kekamar pribadinya di markas, yang sudah dipasang alat kedap suara, apalagi yang dia lakukan selain bercinta sekarang

__ADS_1


__ADS_2