
Pagi hari yang cerah membuat orang-orang bersemangat untuk menjalankan aktivitasnya,Hari ini adalah Hari minggu jadi Azam tak ada niat untuk ke kantor, dia ingin bermanja dengan istrinya dan bermalasan di rumah saja dari pada harus ke kantor
Nataza yang hari ini ada jadwal cek up ke dokter kandungan sudah bersiap untuk berangkat, karna janji dengan dokter kandungan jam 8,sekarang masih pukul 7,tapi suaminya tak kunjung bangun. Ya seperti itulah kebiasaan Azam jika hari minggu bangun siang dan di bangunkan seperti kebo yang Astagfirullah
Nataza yang sudah siap berangkat dia mencoba membangunkan suaminya itu, setelah setengah jam akhirnya Azam mau bangun dengan langkah gontai ke arah kamar mandi,setalh 10 menit Azam keluar dengan pakaian casualnya yang sudah terpasang rapih dan gagah di tubuhnya
"Ayo sayang!"ucap Azam lalu menuntun istrinya dengan tangan melingkar di pinggang Nataza
"Ayok"jawab Nataza
Di perjalanan hanya ada suara musik dan sesekali Azam melirik Nataza yng sedang mengelus-elus perut buncitnya,dia mengikuti tingkah istrinya itu lalu tertawa merasakan tendangan kuat dari anaknya membuat Nataza sedikit meringis ngilu
"Anak-anak Papi aktif banget ya, sampe nendang-nendang terua dari tadi"ucap Azam kagum dengan pergerakan calon bayinya
"Mereka selalu aktif kalo ada mas di samping aku, dia selalu nendang kalo mas ajak bicara apa lagi pegang perut aku, pasti mereka akan respon dengan tendangan yang lumayan kuat"jawab Nataza membawa tangan Azam ke perutnya dan benar saja perutnya terus bergerak
"Ya udah nanti kita lihat perkembangan anak kita ya, sekarang kita turun karna udah sampe"ucap Azam membuat Nataza cengo,secepat itukah? perasaan baru saja pergi kenapa cepat sekali
__ADS_1
"Ayok sayang!!,kamu mau di mobil terus?"tanya Azam membuat Nataza turun dari mobilnya
Mereka masuk ke ruangan dokter Tita dokter khusus kandungan milik Nataza yang di sewa Azam sampai anaknya lahir nanti. Mereka masuk dan Nataza di perintahkan berbaring di atas bankar dengan Azam ada di sampingnya sambil menggenggam tangannya
Dokter Tita mengambil sebuah cup yang berisikan gel dan mengoleskannyake peruta Nataza, rasa dingin yang Nataza rasakan saat gel tersebut menyentuh perutnya. Doktee Tita mengarahkan alat USG keperut Nataza dan nampaklah anak mereka ada dua bayi yang masih belum terlalu lengkap anggota tubuhnya,tapi mereka terlihat sangat Aktif sekali
"Nah ini anak-anak kalian, mereka kembar berbeda gender, yang satu perempuan yang satu laki-laki itu menurut perkiraan saya,karna terlihat jenis kelaminya yang berbeda sudah jelas disini. Bisa Tuan muda dan Nona muda lihat sendiri ini jenis kelamin anak kalian. Yang ini laki-laki dan yang ini perempuan, semuanya sehat dan sangar aktif"jelas dokter Tita dengan senyum manisnya
"Disarankan untuk Nona Muda jangan sampe lupa ya minum vitamin, makan dan minum yang sehat dan bergizi, hindari asap rokok ya, sepertinya Nona muda terkadang menghirup asap roko"ucap dokter Tita membuat Nataza menunduk
"Iya dok, karna para penjaga rumah terkadang merokok dari luar, tapi asapnya terkadang masuk membuat saya terkadang sesak nafas dan juga batuk berlebihan dok"jawab Nataza membuat dokter Tita tersenyum
"Maksud dokter?"tanya Azam
"Begini Tuan Muda, kondisi paru-paru istri anda sedikit tidak baik, sepertinya dulu sering menghirup asap rokok atau bahkan mengkonsumsinya?"ucap Dokter Tita, dan Nataza yang mendengar itu duduk di atas bankar dan menatap dokter Tita tak suka
"Dokter jangan mengada-ngada ya, saya memang dulu sering tak sengaja menghirup asap rokok karna kakak saya perokok, setiap merokok kakak saya selalu di dalam rumah hingga asapnya selalu mengepul di rumah, Saya tak pernah mengkonsumsi rokok ,bahkan saya tak pernah menyentuh yang namanya rokok dok"jawab Nataza mulai terpancing emosi
__ADS_1
"Tapi kondisi paru-paru anda tidak baik Nona,meskipun anda cantik anda itu juga penyakitan,terbukti paru-paru anda tak baik. Itu juga tak baik untuk bayi kembar anda. Andaa itu harusnya sadar diri,jika anda penyakitan tapi menikah,anda hanya beban dan akar semua masalah bukan keberuntungan untuk Tuan Muda, juga anda tak seharusnya hamil anan Tuan Muda karna kondisi paru-paru anda tak baik untuk mengandung"ucap Dokter Tita dengan senyum smirknya
Azam yang mendengarkan perdebatan istrinya dan dokter Tita mengepalkan tangannya, dia sudah mulai emosi karna orang lain mulai menyakiti hati istrinya kembali,Azam tak akan biarkan ini terjadi lagi untuk kedepannya
"Stopp!!!,kau sudah cukup merendahkan istriku dan menghina istriku hingga kau mengatakan istriku beban untukku di depanku dan mengatakan dia penyakitan.Memang siapa kau yang berani mengatakan istriku penyakitan, kau hanya dokter kandungan yang seharusnya memberikan semangat untuk ibu hamil dan motivasi hingga melahirkan, dan kau tak sepantasnya membuat mental seseorang hancur karna ucapanmu yang pedas itu. Aku batalkan kontrak sewaku padamu, dan ini uang sewa selama 1 bulan. Terimakasih, ayo sayang"ucap Azam dengan marah meninggalkan ruangan dokter Tita,dokter Tita hanya diam membeku melihat Azam marah padanya
Di perjalanan hanya ada keheningan di antara kedua pasangan suami istri itu. Nataza yang masih syok karna yang di katakan dokter Tita membuatnya hampir depresi kembali dan Azam dia memikirkan kondisi mental dan hati istrinya yang terluka karna omongan dokter Tita tadi, semoga istrinya tak sampai depresi kembali seperti dahulu saat di rumah sakit
"Sayang, kita nginap di rumah Bunda ya?"tawar Azam hanya di angguki oleh Nataza yang masih menatap keluar mobil
saat sampai di rumah utama,Azam membawa istrinya masuk ke rumah, di sana mereka di sambut oleh Opa Aditya dan juga Bunda Ayu, sedangkan Ayah Tama sedang ada di kebun memanen semua buah dan sayuran yang sudah siap panen
"Bund, Opa.Kita ke kamar dulu ya, kayaknya Aza capek"ucap Azam di angguki oleh keduanya
"Kamar bawah saja ya Zam, biar lebih mudah bolak-baliknya, Selamat istirahat ya nak"ucap Bunda Ayu saat melihat keduanya berlalu masuk kamar
sampainya di kamar, Nataza langsung merebahkan diri di bawah selimut dan Azamd duduk di tepi ranjang dengan mengucap kepala dan beralih ke perut buncit istrinya, dia kembali merasakan tendangan anak-anaknya
__ADS_1
"Udah ya sayang, jangan di pikirin lagi ucapan Tita, kita akan cek kandungan ke dokter lain besok ya, kita tanya apakah benar yang di ucapkan Tita atau hanya mengarang saja. Besok kita ajak Bunda ,Opa sama Ayah juga,biar bisa lihat calon cucunya"ucap Azam mencoba menghibur istrinya