Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Rencana Jahat


__ADS_3

Sekarang waktu sudah menunjukan hampir petang, Nataza melirik ke arah arlojinya,dan benar sekarang pukul 16.50 WIB, Nataza yang saat ini sendiri di ruangannya, karena Brian yang pulang terlebih dahulu, jadi mau tidak mau Nataza menyelesaikan pekerjaan yang Brian tinggal,hanya ada Azam dan dirinya saja di ruangan yang berbeda namun tetap terlihat. Saat sedang sibuk-sibuknya teman beda ruangannya yang hendak pulang menghampirinya


"Za, gue pulang dulu yah,gak bisa lembur gue karna ninggalin anak sama neneknya doang"ucap rekan kantornya fitri


"Ouh, iya.Ini aku juga sebentar lagi selesai. Hati-hati yah di jalan, jangan ngebut bawa mobilnya"ucap Nataza


"Iya pasti kok"ucap Fitri dan mengangkat dua jempolnya membuat Nataza tersenyum dengan gelengan kepala,aneh saja menurut Nataza, sudah jadi seorang ibu sikap dan sifat masih sama saat gadis,mungkin karna janda. Pikir Nataza


"Akhirnya kelar juga ini berkas, akhirnya bisa pulang setrlah ngasih ini ke tuan Azam"langkah Nataza menuju ke ruangan Azam


"Tok.... Tok.....Tok..."


"Masuk"ucap Azam dari dalam ruangannya mempersilahkan masuk


"Permisi pak, saya mau memberikan berkas yang harus bapak tanda tangani"ucap Nataza yang tak berani menatap Azam karna kejadian pagi tadi membuatnya sedikit takut


"Hmm, letakan saja di situ"balas Azam tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas yang dia pegang


"Baik pak, permisi"pamit Nataza

__ADS_1


"Tunggu dlu"ucap Azam membuat Natza berhenti melangkah


"Iya pak?,ada yang bisa saya bantu? "tanya Nataza setelah berbalik badan


"Kita pulang bersama, kau datang denganku dan sekarang kau harus pulang denganku"ucap Azam lalu berdiri menarik tangan Nataza


"Hah... Tapi pak? "ucap Nataza dengan gugup


"Sudah ayok, jam segini tak ada taksi ataupun ojek, lagian perumahan ku tak bisa di masuki ojek atau taksi online, karna di larang oleh warga setempat. Sudah ayok"jelas Azam dengan tangan masih menggenggam tangan Nataza


"Emm, pak"ucap Nataza dengan ragu


"Bisa minta tolong lepaskan tangan saya"kata yang sebenarnya ingin di katakan dari tadi, tapi takut bosnya akan marah


"Ahh, maaf aku lupa"balas Azam lalu melepas tangan Nataza


sudah sekitar 25 menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di area perumahan, terlihat dengan jelas semuanya memiliki mobil sendiri-sendiri, semuanya orang kaya tapi kenapa tak ada yang punya rumah besar kecuali rumah tuan Azam, batin Nataza


Sementara di tempat lain, kini kedua orang tua Nataza sedang kebingungan bagaimana menyelamatkan anak mereka, mereka yang baru tau jika Danur memiliki penyakit parah,yaitu gagal ginjal karna terlalu banyak mengonsumsi Alkohol dan memperlukan donor yang cocok dengan ginjal anaknya itu. Akhirnya pemikiran mereka sama yaitu dengan mengambil ginjal Nataza karna hanya dia yang cocok ginjalnya dengan kakaknya itu

__ADS_1


Mereka menyusun sebuah rencana untuk menculik Nataza saat menemukannya nanti, lalu ayah angkat Nataza memerintahkan Beberapa orang untuk melacak dan membawanya ke rumah sakit untuk di lakukan operasi.


"Gimana dapet alamat rumahnya? "tanya Ayah Yoga pada anak buahnya yang mencari Nataza


"Tidak tuan, tapi saya menemukan kantor dia bekerja, dia sekertaris kedua di kantor tersebut, dan kadang pulang pukul 14.45 atau pukul 16.55,karna jam hanya setengah hari, jadi kita bisa culik dia saat pulang kerja tuan"jelas orang suruhan Ayah Yoga


"Kau benar, besok kau bawa anak itu kesini untuk di oprasi,dan jangan sampai ada yang tau kalo anak itu kita yang culik"ucap Ayah Yoga


"Baik tuan"balas orang suruhan ayah Yoga


kembali pada Nataza yang saat ini sedang memasak di dapur menyiapkan makan malam yang di bantu oleh bibi Ani dan juga bunda Ayu. Lalu datanglah Azam,AyahTama dan Alika yang baru bangun tidur belum mandi apa lagi menyentuh air sepertinya,dengan menggunakan baju tidur yang kusut, rambut yang berantakan, dengan bekas air liur di sudut bibirnya sampai pipi, mata masih sedikit terpejam,sudah seperti zombi


"Kau ini jorok sekali sebagai anak perempuan, ini sudah hampir makan malam, tapi kau belum mandi dan malah baru bangun tidur seperti itu seperti zombi saja. Ihhh"ucap Azam bergidik melihat adik perempuannya yang kumel sekali belum mandi padahal sudah jam 7 malam


"Benar kata abangmu Alika, kau ini pulang kuliah siang dan kau baru bangun tidur sekarang. Kau ini memang yah dasar tidak berubah dari kecil"ucap ayah Tama membenarkan ucapan Azam


"Ahh, sudah lah aku itu masih ngantuk, tapi kak Aza membangunkanku untuk makan malam maka dari itu aku bangun.Kalo tidak di bangunkan mungkin aku masih tidur sekarang"ucap Alika bersandar di sofa dengan mata terpejam untuk tidur lagi


"Ckk, anak itu"ucap Azam sebal dengan sikap adiknya membuat yang lain hanya tertawa kecil melihat perdebatan mereka

__ADS_1


__ADS_2