Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Kejujuran


__ADS_3

Hari ini Nataza telah pulang kerumah utama, hanya untuk sementara saja sampai kondisinya pulih total dan masalah telah selesai, ya meski ibu mertuanya begitu protektif kepadanya setelah kejadian ini membuat Nataza harus terkurung dikamar setengah hari ini dan menunggu Azam pulang,untung saja anak-anaknya selalu membuat dia ceria dan bisa menghilangkan rasa suntuknya dalam kebosanan yang hakiki ini


Saat akan tidur, Nataza mendenger suara anak-anaknya yang berteriak kencang dan tawa mereka membuat Nataza penasaran, 'apa yang terjadi dibawah?', batinnya. Lalu kakinya menuntunnya untuk pergi kelantai bawah dan melihat suasana yang begitu indah membuat senyumnya mengembang


Azam telah kembali dengan selamat dan sekarang tengah melukis bersama kedua anaknya diruang keluarga dan ada juga wajah seseorang yang tak asing baginya, tapi siapa?. Setelah beberapa menit diam dengan menatap wajah itu, tiba-tiba bayangan seseorang muncul diotaknya,seketika Nataza membulatkan matanya terkejut setelah mengingat siapa orang itu


perlahan langkahnya mundur kebelakang dan tanpa Nataza tau. Azam berdiri tepat dibelakangnya dengan senyumnya berniat mengejutkan istri tercintanya


"Jangan mundur sayang, kau pantatmu akan menabrak adikku nanti"bisik Azam ditelinga Nataza membuat Nataza semakin membulatkan matanya lalu berbalik dan melihat Azam yang tengah tersenyum padanya


"Apa sih mas?...kau itu sungguh mesum sekarang"balas Nataza dengan melangkah ke kamarnya


"Hei, mau kemana hmm?"tanya Azam dengan menarik Nataza kepelukkan dan melingkarkan tangan kecil Nataza di lehernya,


"Mau ke kamar, kenapa?, mau ikut?"goda Nataza dengan mengedipkan sebelah matanya


"Kau menggodaku honey?, baiklah kalau begitu. Aku akan ikut denganmu ke kamar honey, dan kita akan membuat adik untuk sikembar"ucap Azam lalu berbisik ditelinga Nataza dengan diakhiri gigitan kecil didaun telinga Nataza membuat Nataza memjamkan matanya erat


"Gak ada, aku lagi males"balas Nataza dengan melepaa tangan Azam yang melingkar dipinggangnya


"Kau malas dengan suamimu sendiri honey?, ouh ayolah honey...kau marah denganku kah?"tanya Azam dengan mengeratkan pelukannya dipinggang Nataza


"Lepas Mas...aku belum mandi"ucap Nataza membuat senyum Azam semakin mengembang


"Tidak akan aku lepaskan honey. Kita mandi bersama ok"bisik Azam lalu menggendong Nataza dibahunya seperti karung beras menuju kamar mandi di kamarnya dan mengunci kamarnya agar tak diganggu


2 jam lebih Azam dan Nataza tak turun kelantai bawah, yang lain sudah menunggu mereka untuk makan siang tapi kedua manusia itu belum juga turun, tanpa menunggu lama. Bunda Ayu meminta Alika untuk memanggil Azam dan Nataza supaya segera turun


"Abang?....Kak Aza?..., kalian tidur kah?"tanya Alika didepan kamar Azam yang masih terkunci


"Kak Aza..."panggil Alika kembali dengan mengetuk pintu kamar


"Ya sebentar...kakak ganti baju dulu"balas Nataza dari dalam kamar dengan sedikit berteriak


tak lama, pintu kamar terbuka dan muncullah Nataza dengan dress lengan pendek serta bandana dikepalanya,tak lupa perban dilengan kirinya. Nataza tersenyum melihat Alika berdiri didepan pintu kamarnya dengan senyum manisnya


"Ada apa Ka?"tanya Nataza dengan merapikan rambutnya yang sedikit basah


"Ah..itu..Alika diminta sama Bunda untuk manggil kak Aza sama Bang Azam makan siang, yang lain udah nunggu soalnya"balas Alika dengan sedikit mengintip kedalam, dan matanya tak sengaja melihat celana boxer milik Azam tergeletak dilantai, membuat Alika menahan tawa, dia tau sekarang kenapa Abang dan kakak iparnya lama didalam kamar


"Ouh, iya ini juga mau turun, mas Azam baru aja selesai mandi tuh"ucap Nataza dengan menunjuk Azam yang baru keluar dari kamar mandi dengan setelan santainya

__ADS_1


"Oke kita tunggu dimeja makan ya kak?. Ouh iya jangan lupa kasih aku ponakan cewek ya yang bisa nyanyi"balas Alika dengan menggoda Nataza lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah Nataza yang blussing dengan memegang perut ratanya


"Ayo honey, kita makan siang dulu setelah berolahraga. Kita akan lanjut nanti setelah makan hmm"goda Azam dan mendapat cubitan diperutnya oleh Nataza lalu menggandeng tangan istrinya ke lantai bawah untuk makan bersama


"Hai semua, maaf kami terlambat dan maaf membuat kalian menunggu"ucap Azam dan disebelah Elvano


"Papi habis bikin dedek ya?"tanya Alvina membuat Azam tersedak minumannya, dan yang lain hanya terkekeh mendengar pertanyaan Alvina


"Kenapa tanyannya gitu?"tanya Azam dengan menaikkan sebelah alisnya


"Gak papa kok, tapi Ounty Alika bilang Papi sama Mami habis bikin dedek buat kami, ya kan kak?"balas Alvina dan menatap kakaknya yang menganggukan kepalanya. Nataza hanya diam dengan wajahnya mulai memerah


"Alikaaa!!!"geram Azam dengan mata melotot kearah Alika, dan Alika hanya terkekeh dengan tangan menunjukkan huruf v kepada Azam


"Sudah-sudah makan aja sekarang, kasihan Mami kamu udah panas itu mukanya"ucap Bunda Ayu dengan terkekeh


selesai makan bersama, mereka berkumpul dan duduk di ruang keluarga dengan menatap anak-anak yang tengah bermain dikarpet berbulu menemani Devina yang sedikit rewel. Para orang tua bercengkrama terutama Fredi dan Ayah Tama sebagai sahabat terbaiknya dulu


Fredi mengucapkan permintaan maaf atas kesalahannya karna fitnah dari Baron dan Victor membuat dia membenci dan memenjarakan Ayah Tama yang tak tau menahu soal pembunuhan Lila. Fredi juga meminta maaf kepada semua keluarga Aditama karna pernah meneror mereka dan mencelakai cucu pertama keluarga Aditama


tatapan Fredi beralih kepada Azam dan Nataza, saat Fredi menatap Nataza. Fredi merasa pernah mengenalnya dan pernah bertemu, tapi dimana. Lalu tatapan Fredi beralih kepada bekas luka dipergelangan tangan Nataza,meski tak terlihat jelas dari kejauhan tapi akan terlihat jika jeli melihatnya


"Kau Aza kan?"tanya Fredi menatap Nataza yang sedikit ketakutan saat dia menyebut nama Aza, terbukti dengan genggaman erat tangan Nataza di tangan Azam semakin kencang


"I-iya"balas Nataza dengan menunduk


"Sayang ada apa?"tanya Azam menatap Nataza yang menunduk saat Fredi menatapnya. Azam mulai merasa ada yang tidak beres dengan istrinya dan Fredi


"G-gak papa kok"balas Nataza menatap Azam dengan senyum terpaksanya


"Jujur sama aku, aku tau kamu merasa takut saat ini, Ada apa?"bisik Azam dengan melirik Fredi dan menatap wajah Nataza bergantian


"Sekarang kita sholat dhuhur dulu yuk, udah waktunya sholat"ajak Ayah Tama, dia tau Nataza sedang melawan ketakutannya saat melihat Fredi


"Ah iya..ayok sholat dulu. Ayo kak Aza"ajak Alika menarik tangan Nataza pergi dari sana


Azam mengikuti istrinya dibelakangnya setelah sholat. Azam langsung mencekal tangan Nataza dan membawanya duduk di bangku taman belakang untuk menanyakan tentang ketakutannya bersama Fredi


"Sayang,lihat aku dan sama aku. Kamu kenapa?, ada apa?, kamu kenal sama Om Fredi?"tanya Azam dengan menangkup pipi cubby Nataza yang mulai menangis


"Hai!, ada apa sayang?, kamu kenapa nangis gini?, bicara sayang sama aku, ada apa?"tanya Azam dengan menghapus air mata Nataza

__ADS_1


"Aza, katakan padaku. Ada apa?, kau kenal dengan Om Fredi?"tanya Azam dengan manatap dalam mata Azam


"Aku.."ucapan Nataza terpotong saat Alika datang menghampiri mereka


"Bang?, Ayah manggil kalian untuk keruang kerjanya"ucap Alika dengan menatap Nataza yang menangis


"Kakak kenapa?, kok nangis?"lanjutnya dengan memegang tangan Nataza sambil menghapus air mata Nataza


"Kakak gak papa kok, ya udah yuk mas, kita kesana sekarang. Takut Ayah nunggu kelamaan"balas Nataza dan diangguki oleh Azam dan Alika


Nataza tak pernah melepas genggaman tangan Azam setelah masuk keruang kerja Ayah Tama, apalagi tatapan Fredi membuat dia takut sekarang.'Jangan takut Za, jangan takut. Kamu harus lawan rasa takut kamu saat ini, kamu gak boleh histeris, gak boleh. Kamu pasti bisa, kamu bisa Za' ucap Nataza dalam hati dengan memejamkan matanya


"Aza. Ayah disini mau langsung saja. Ayah kesini memanggil kamu, karna Ayah ingin bertanya padamu. Tolong jawab jujur ya sama Ayah dan suamimu sekarang?"ucap Ayah Tama dengan menatap Nataza lembut dan Nataza hanya mengganggukan kepalanya


"Apa kamu kenal dengan Fredi sahabat Ayah?"tanya Ayah Tama dan Nataza hanya menganggukan kepalanya


"Bagaimana? dan kapan kalian bertemu?"tanya Ayah Tama kembali


"Jawab jujur oke, jangan sembunyikan apapun, jangan takut, disini ada aku ada Ayah dan yang lainnya"ucap Azam meyakinkan Nataza


"K-kami bertemu dulu saat aku masih tinggal dengan Ayah Yoga. D-dia adalah teman Ayah Yoga"jawab Nataza dengan memejamkan matanya dan tangan menggenggam erat tangan Azam


"Lalu kenapa kamu begitu takut dengannya?, apa karna dia teman Ayah angkatmu lalu kau takut dengannya?"tanya Ayah Tama dengan menaikkan sebelah alisnya


"Hai, jangan takut sayang, katakan sejujurnya. Jangan menangis honey, tenanglah, ada aku disini"ucap Azam dengan memeluk Nataza yang kembali menangis, dan Fredi dia menatap Nataza dengan mata coklat gelapnya yang tajam dan menggelengkan kepalanya


"D-dia...jahat...dia jahat...jangan sentuh aku...gak...jangan...sentuh aku...aku mohon..."teriak Nataza dalam pelukkan Azam membuat Azam menatap tajam Fredi sekarang


"Urusan kita belum selesai Om"ucap Azam dengan menggendong Nataza kembali ke kamar mereka


didalam kamar, Azam menenangkan Nataza dengan berbicara dengan pelan tanpa perlawanan, meski dia ingin sekali membentaknya saat anak-anak tiba-tiba datang dan Nataza melemparinya dengan vas bunga, untung saja tidak mengenai anak-anak


"Tenangkan dirimu sayang!!, ada apa?, kenapa kamu tiba-tiba begini lagi setelah 7 tahun kau sembuh"ucap Azam memeluk Nataza erat, tapi ucapan Nataza berikutnya membuat Azam melepas pelukannya dengan wajah terkejut menatap Nataza


"Dia mau memperkosa diriku, dia mau mengambil mahkotaku, dia memaksaku dengan menghajarku, dia memukuli hingga aku hilang ingatan 2 bulan. Dia menjualku keseorang wanita malam lalu Ayah Yoga membeliku kembali dan dia. Dia yang berniat mengambil mahkotaku,dia mau menghambil hakmu mas. tapi itu gagal, aku berhasil lepas dari dia,tapi dia membawaku kembali pada Ayah Yoga dan mereka memukuliku karna tak mau melayani nafsu pria bejat itu. Kamu lihat ini,tanganku diijat menggunakan kawat dan mengikatku dikursi lalu memukulku hingga aku pingsan dan ini, ini adalah luka dimana dia mencambukku, dia juga menamparku.Ini adalah bekas tamparannya, dia juga menghasut Ayah Yoga agar tak memberiku makan dan minum setelah penyiksaan itu, dia jahat mas, dia jahat. Aku takut,"tangis Nataza dengan memeluk lututnya sendiri, lalu menyenderkan kepalanya didada bidang Azam saat Azam memeluknya


sementara diluar kamar, Al dan El menangis dalam pelukam Bunda Ayu karna kejadian Maminya melempari mereka dengan vas bunga, dan melihat kondisi Maminya yang sakit kembali membuat mereka sedih dan takut akan sesuatu pada Maminya


"Oma..Opa...Mami kenapa?, Mami sakit lagi?"tanya Alvano khawatir


" Iya sayang, Mami kalian sakit saat ini. Jadi biarkan Mami istirahat ya sayang, jangan diganggu dulu"balas Bunda Ayu dengan memeluk Al dan El yang menangis

__ADS_1


__ADS_2