
Setelah perjalanan 10 menit ke rumah sakit, akhirnya mereka sampai di rumah sakit dengan aman, Azam masih setia menggenggam tangan Nataza dengan erat dan air mata yang sedari tadi menetes membasahi tangannya. Mereka membawa Nataza ke ruang UGD untuk di tangani oleh dokter.
"Mohon maaf pak, sebaiknya bapak tunggu luar saja"ucap suster yang melepas genggaman tangan Azam dan menyeruhnya tatap di luar.
Bersamaan dengan itu Keluarga besar Azam bersama dengan Opa Azam datang ke rumah sakit tersebut melihat Azam yang menolak keluar
"Mohon kerjasamanya ya pak, tolong bapak tetap di luar demi kenyamanan pasien di dalam"ucap suster lain
"Tapi sus..? "ucapan Azam terpotomg saat ayah Tama datang menepuk pundak Azam dengan gelengan kepalanya
"Kita di luar saja ya boy, turuti kata suster, demi kebaikan Aza, hmm? "ucap Ayah Tama. Lalu Azam memeluk sang Ayah dengan erat menyembuyikan tangisnya
"Lakukan yang terbaik sus, saya mohon"pinta Azam setelah melepas pelukannya
"Pasti pak, permisi"balas suster lalu masuk ke ruang UGD
__ADS_1
"Bagaimana ceritanya nak, kenapa Nataza harus tertembak seperti ini? "tanya Opa Aditya
Lalu Azam dengan sekuat tenaga meneceritakan kepada semua yang di sana dan kembali membuat Azam sakit, marah, dan dendam akan perbuatan ayah Yoga yang sudah membuat Nataza sekarang harus kembali lagi ke rumah sakit, penjelasan Azam membuat Bunda Ayu, Alika menangis, lain hal nya dengan Ayah Tama dan Opa Aditnya.Mereka mengeraskan rahangnya menahan marah, dengan membuat semua terkejut, Ayah Tama dan Opa Aditya pergi ke suatu tempat dengan langkah lebarnya memasang wajah yang marah lalu meninggalkan mereka di sana
Sudah 1 jam lamanya,akhirnya dokter keluar dan menjelaskan kondisi Nataza yang harus melaksanakan operasi untuk mengambil peluru di punggungnya, jika operasi berjalan lancar dengan kondisi yang membaik, maka Nataza akan cepat sadar ,namun jika sebaliknya dokter tidak dapat memprediksi kapan Nataza akan sadar karna peluru tersebut cukup dalam dan kehilangan banyak darah membuat Nataza Kritis bahkan koma, dan membutuhkan tranfusi darah
Hancur hati Azam mendengar penjelasan dokter yang harus mengoperasi Nataza, dan hanya dua kemungkinan di hasilkan antara selamat atau tidak
"Saya mohon dok, selamatkan Aza.Say...saya akan membayar berapapun asal dia selamat, Sa... saya akan melakukan apapun jika dokter membutuhkan bantuan saya, saya mohon dok"pinta Azam dengan memegang dan mencium tangan dokter
"Pak jangan seperti ini, baik lah kami pasti akan melakukan semaksimal mungkin untuk pasien"ucapan dokter mendapat pelukan dari Azam,yang membuat yang lain hanya geleng kepala
"Kamu harus bertahan Za, kamu gak bisa tinggalin aku kaya gini, aku gak mau kehilangan kamu.Aku mohon kamu bertahan demi aku Za, demi Bunda Ayu, aku mohon"ucap Azam seperti bisikan oleh Nataza tepat di tepi telinganya,lalu mengecup dahinya dengan sayang. Azam sadar jika Nataza pasti mendengarnya dengan bukti air mata Nataza menetes setelah Azam menciumnya
"Zam sekarang kamu ganti baju dulu ya nak, baju kamu penuh dengan darah Aza saat ini, jangan biarkan Aza tau kalo baju kamu penuh dengan darahnya, dia pikir kamu terluka nanti dan membuat dia sedih jika kamu seperti ini. Alika belikan Abangmu makan siang di kantin ya nak? "ucap bunda Ayu memberikan tas pakaian Azam dan meminta Alika membeli makanan di luar
__ADS_1
"Baik Bunda"balas Alika
"Aku gak mau makan Bund.Aku gak laper"ucap Azam
"Bunda tau kondisi kamu kaya gini mana mungkin kamu nafsu makan, kamu lapar.Tapi apa kamu mau kamu sakit,siapa yang akan menjaga Aza nak?,siapa yang akan merawat dia kalo kamu sakit?,makan yah, sebentar lagi Alika kembali"ucapan sang Bunda di benarkan oleh Azam lalu dia pergi ke kamar mandi meninggalkan Bunda Ayu sendiri di depan ruang Operasi
sudah 2 jam dokter melakukan operasi,tapi belum juga selesai membuat Azam mondar mandir seperti setrikaan di depan ruang oprasi, hal itu membuat Alika sebal melihat Abangnya yang tak jelas, dan disana sudah lengkap keluarga Azam dan kedua sahabatnya.di saat mereka sibuk memperhatikan ataa debatnya kakak adik itu, ruang oprasi terbuka menampilkan dokter yang membuat mereka berdiri dan Azam mendekat ke dokter
"Bagaimana dok kondisi Anak saya? "bukan Bunda Ayu melainkan Ayah Tama
"Untuk saat ini kondisi pasien sangat lemah pak, pasien kehilangan banyak darah dan lukanya terlalu dalam, dugaan saya benar,jika tembakan tersebut pas di sebelah jantung Nataza."ucapan dokter membuat Bunda Ayu hampir jatuh dan Azam merosotkan tubuhnya kelantai jika tidak di tahan oleh Brian dan Bayu.
Namun ucapam dokter lagi membuat Azam semakin menjadi dengan meninju tembok rumah sakit hingga berdarah. "Saya minta maaf,saat ini kondisi Nataza koma Pak, Bu"ucap dokter dan membuat Bunda Ayu pingsan dan di bawa ke ruang rawat oleh Ayah,Opa dan Alika
"Ini salah gue, ini karna gue gak bisa jaga Aza, ini karna gue,gue gagal jaga dia, gue gak bisa lindungi dia. Arrrrggghh"teriak Azam dengan memukul dinding di belakangnya,dan langsung mendapat pelukan dari kedua sahabatnya
__ADS_1
Hai gaes, aku kasih panjang yah episod ini.Makasih buat kalian yang udah mau baca cerita aku. Maaf banyak kesalahan kata. Kita lanjut nanti untuk episod selanjutnya. Bye
Jangan lupa Like dan Komen yah