Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Ketahuan


__ADS_3

"Bisa jadi apa yang kamu bilang benar,tapi apa mungkin jika itu Danur, karna waktu penculikan itu Danur masih dalam kondisi kritis, mana bisa orang yang melakukan oprasi mendapatkan ginjal yang cocok lalu melakukan aksinya, jika orang telah melakukan oprasi itu bisa sembuh total lebih lama, dan itu bisa lebih ketat lagi mendapat pengawasan dokter,dan Ayah juga memindahkan rumah sakitnya yang jauh dari kota dan itu sulit untuk di temukan siapapun,mana mungkin itu Danur!"jelas Ayah Tama


"Tapi yah, jika itu bukan Danur lalu siapa yang di takuti Nataza hingga buat dia histeris seperti itu, hingga teriak 'Jangan sakiti aku',lalu siapa lagi yang sering menyakiti Nataza selain keluarganya sendiri?.Alika juga bilangkan Nataza cerita soal kakak lelakinya yang jarinya hilang satu, itu memiliki Ciri-ciri seperti CCTV di ruangan ini"jelas Bayu membuat yang lain berfikir lagi


"Jika memang dan...."ucapan Azam terpotong saat dia mendengar Nataza berteriak histeris kembali,lalu dia berlari ke ruangan Nataza di susul yang lain di belakangnya, Azam menerobos masuk ruangan itu tanpa permisi


Aaaaaa.... enggak... jangan.... sakit... ampun.. hikss.. sakit...


pemandangan yang mereka lihat adalah Bunda Ayu mencoba menenangkannya dengan bantuan suster, karna dokter ada jadwal pemeriksaan oprasi lain. Azam mendekat ke arah Nataza dan memegang tangannya, lalu menatap bunda Ayu untuk mencoba menenangkan Nataza. Lalu bunda Ayu pergi ke arah ayah Tama dan yang lain di sofa, mereka melihat Azam dengan sabar menenangkan Nataza yang masih menangis takut


Enggak... pergi.... jangan sakiti aku... kakak jahat... hikss... teriak Nataza tangisnya


Azam melepaskan jas kerjanya, lalu membawa Natazq ke pelukannya untuk menangkannya sambil memberi usapan di kepala Nataza dan kecupan lembut di pucuk kapala Nataza,membuat Nataza merasa lebih tenang dan tidak berteriak seperti tadi

__ADS_1


"ssstt..udah yah tenang. Ada aku disini aku akan jaga kamu dan gak akan sakitin kamu hmm!"ucap Azam dengan meletakkan kepala Nataza ke dada bidangnya memberi kenyamanan, perlahan nataza mulai tenang dan hanya isakan kecil saja,membuat yang lain dan suster lega Nataza bisa tenang tanpa di beri obat penenang


"Tenang yah, ada aku disini,jangan takut lagi hmm,gak ada yang akan sakiti kamu, ada aku, ada Bunda, ada Ayah, ada Alika, ada Bayu, dan Brian juga yang bakal jagain kamu sekarang. Kamu aman sekarang, mau bobo sekarang yah?,atau mau makan hmm? "tanya Azam sambil melihat mata itu yang terlihat jelas ada rasa takut,dan tangan yang di tautkan dengan gemetar. Azam tau dia pasti tak akan pernah mau makan jika sudah begini


terbukti dengan gelengan kepala Nataza yang cepat dengan air matanya jatuh lagi, Kenapa orang dia cinta harus mengalami seperti ini, kenapa juga harus di sakiti fisik dan mentalnya seperti ini. Ouh ya Allah sakit hatiku melihatnya seperti ini, jikalau bisa lebih baik aku yang begini dari pada orang yang aku cintai ya Allah. batin Azam


"Makan ya Za, aku suapin hmm?"tanya Azam dan di balas anggukan oleh Nataza


"Jangan pergi hikss.. "ucap Nataza dengan memeluk Azam erat dalam sisa tangisnya


"Baiklah aku gak akan pergi tinggalin kamu"ucap Azam lalu meminta Alika mengambilkan makanannya yang sudah ada di piring


"Makan yah?..Aaaa... "ucap Azam sambil menyodorkan sendoknya dan Nataza menerimanya dengan memakan perlahan hingga membuat yang lain tersenyum melihat itu

__ADS_1


Pandangan Nataza beralih ke arah pintu ruanganya yang terdapat kaca panjang namun sedikit blur, Nataza yang melihat seseorang di sana air matanya kembali menetes dan menggeleng cepat, Azam yang melihat itu mengikuti arah pandang Nataza saat dia melihat ke arah pintu benar ada orang di sana yang membuat Nataza menangis kembali


"Bay,yan,dan yang lain kejar orang itu cepaat"perintah Azam dengan nada suaranya meninggi


"Baik tuan"balas Bayu dan Brian


sementara orang tadi yang mengintip di jendela pintu ruangan Nataza dia mencari taksi dengan memegang perut pinggangnya karna luka operasinya belum kering dan itu membuat dia berlari dengan pelan karna merasakan sakit.


salah satu orang suruhan Azam berhasil mencekal tanganya dan di hampiri oleh Bayu dan Brian membuatnya meneguk salivanya, saat mereka akan membuka maskernya ada seorang wanita berteriak memanggil orang itu. Dugaan mereka benar itu adalah Danur dan Ibunya, Ibu Murni dia yang memaksa Danur untuk meneror Nataza karna sudah menjebloskan suaminya ke kantor polisi dan meninggal di sana karna meminum racun yang dia ambil di mobil sebelum tertangkap.


"Danur nak, saya mohon tuan jangan sakiti anak saya, dia masih sakit, dia masih perlu istirahat karna operasinya tuan"pinta ibu Murni


"Kau. Jika mementingkan kesehatan anakmu, kenapa kau memerintahkan dia meneror Nona kami, kau membuat dia menjadi peneror dalam kondisi sakit dan meminta kami mengampuninya,tapi kau meminta dia memenuhi hasratmu karna dendam tanpa memikirkan dia sakit atau tidak hah!!"ucap Bayu dengan nada tinggi

__ADS_1


"Kau ini seorang ibu atau bukan, saat anaknya sakit di manfaatkan, saat sehat kau peralat untuk memenuhi dendam dan hasratmu akan harta"ucap Brian membuat ibu Murni menangis di samping anaknya yang menahan sakit


__ADS_2