
Jeff yang sudah mabuk ditambah mabuk berat ditambah dengan nafsunya ysyng sudah menguasai setelah melihat wanita manapun yang menurutnya wow, dia langsung saja menyerangnya, Seperti saat ini Jeff seperti singa yang kelaparan menyerang wanina sewaan yang Azam minta pasa Alex
para penjaga yang mendengar teriakan serta kenikmatan Jeff dan wanita tersebut, mereka langsung saja menyumpal kuping mereka masing-masing, dari pada mereka tersiksa mendengar teriakan yang menguji iman mereka
'Ohh...sayang..aku ingin pulang rasanya'
'Jangan kau bangun dulu dragon, kau akan membuat aku malu jika kau bangun hanya mendengar suara mereka. Ouh ya Allah..., aku ingin pulang dan bersemayam disarangku saat ini juga'
'Ya tuhann...Tuan Muda benar-benar sedang menyiksa sandranya atau kami semua sebenarnya?, kenapa kami dibiarkan mendengar bahkan sedikit melihat kenikmatan surga dunia itu'
'Tuan dan Nona benar-banar menguji kesehatan keimanan dan ketahanan piton kami, dan sekarang, suara mereka membuat pitonku sekarang berontak ingin dimanja. Ouh...istriku bagaimana ini,, aku butuh dirimu sayang'
Kira-kira seperti itu, apa yang saat ini dirasakan oleh bodyguard penjaga pintu ruang penyiksaan dan penjaga sel penyiksaan. Mereka menahan hasrat dan nafsu mereka agar tak melakukan hal yang membuat Tuan Mudanya kecewa apalagi marah
Tak lama Azam dan Nataza keluar dari dalam ruangan pribadinya, dengan baju yang berbeda. Mereka semuanya tau jika Tuan dan Nona Mudanya baru saja melakukan pembuatan adik untuk Tuan Muda kecil mereka
"Selamat datang Tuan dan Nona Muda"sapa Alex yang baru keluar dari ruang senjata
"Terimakasih Alex, apa kau sudah melaksanakan perintahku tadi?"tanya Azam dengan menaikkan sebelah alisnya, dan Alex terlihat gugup saat ini
"Ah..itu..emm...Tuan Muda.."ucapnya gugup
"Ah, itu apa?, kau tak jelas sekali Alex"balas Azam dengan tatapan tajamnya
"Emm...maafkan saya Tuan Muda. Saya tadi memang mau melakukan perintah anda, tapi sepertinya Jeff seorang maniak *** Tuan Muda. Wanita yang anda minta tadi, dia sudah kewalahan melayani Jeff Tuan Muda, tapi Jeff sama sekali tak bisa berhenti. Kami sudah mencoba menghentikannya tadi, tapi dia tetap seperti itu setelah lepas dari sang wanita"jelas Alex, membuat Azam dan Nataza melongo mendengarnya, dan para bodyguard hanya menahan tawa melihat wajah Tuan dan Nona Mudanya heran
"Lalu wanita sewaan tadi bagaimana?, apa dia pingsan Alex?"tanya Nataza dengan raut jawah khawatir
"Wanita sewaan tadi tak apa-apa Nona, hanya saja bagian sensitifnya terlalu bengkak dan lecet karna perbuatan Jeff yang terlalu brutal seperti setan Nona, hingga 1 minggu kedepan, wanita itu dirawat dirumah sakit,untuk menghilangkan sakit dan bengkaknya"balas Alex, membuat Nataza merinding, membangkan saja sakit. Apalagi merasakannya langsung
"Kau kenapa Honey?, kau sakit?, kenapa kau pucat seperti itu?"tanya Azam polos, dan yang lain hanya menahan tawanya
"Tidak...tidak ada, aku baik-baik saja"jawab Nataza dengan tawa terpaksa
'Astaga, kenapa aku jadi membayangkan mas Azam melakukan itu padaku. Tidak...tidak...Mas Azam tak akan pernah melakukan itu padaku' batin Nataza dengan menggelengkan kepalanya, membuat Azam bingung
"Sayang, hai??"panggil Azam dengan menepuk pelan pipi Nataza
"Kenapa?, ada apa?. Apa kau membayangkan jika aku melakukan hal sama dengan Jeff padamu?"tanya Azam dengan mengedipkan sebelah matanya dan Nataza terkejut,'bagaimana mas Azam tau?'batin Nataza
"Tidak kok, aku hanya membayangkan tersiksanya wanita sewaan tadi, bahkan dia harus dirawat dirumah sakit"balas Nataza
__ADS_1
"Kau benar sayang. Tapi kau tak perlu khawatir, wanita itu baik-baik saja, Sekarang kita masuk untuk melanjutkan penyiksaan selanjutnya. Mari!!"ajak Azam menggandeng tangan Nataza
baru saja masuk, mereka dikejutkan dengan jeff yang sedang berteriak bahkan mendesah sendiri. Ouh Astaga, apa orang itu sedang bermain dengan setan?, apa dia setannya?, batin Azam
Azam.langsung membalik tubuh Nataza menghadapnya dan memeluknya, dengan tangan menutupi kuping Nataza, agar tidak mendenger apalagi melihat itu
"Alex?, ambil air"perintah Azam
"Baik Tuan Muda"balas Alex, dan tak lama dia kembali dengan seember air dingin
"Siramkan pada pria gila ini"pinta Azam kembali dan diangguki oleh Alex
Alex langsung menyiramkan air tersebut kepada Jeff, sehingga jeff langsung saja berhenti dan terkejut seketika. Jeff menatap Alex dengan tatapan tajam, sementara menatap Azam semakin tajam, apalagi Azam memeluk Nataza membuat hatinya terbakar amarah
"Lepaskan wanitaku pengecut"teriak Jeff menatap Azam marah dan menatap Nataza tak suka
"Hohoho...siapa yang kau sebut wanitamu barusan?, istriku?. Ouh kau berani sekali menyebut istriku sebagai wanitamu hmm?, kau behkan tak punya ikatan dengan istriku, berani sekali kau menyebut dia wanitamu"ucap Azam dengan senyum smriknya lalu mencium pipi Nataza, dan itu semakin membuat Jeff marah
"Dia milikku, dia wanitaku, kau merebutnya dariku, dia hanya milikku"ucap Jeff membuat Azam marah sekarang, berani sekali pria ini mengklaim istrinya menjadi miliknya
"Alex, ambilkan cambuk untukku"pinta Azam dan langsung mendapatkannya
"Sayang, kau cambuk dia sebanyak 10 kali saja, biar Maxim yang melanjutkan nanti"bisik Azam kepada Nataza
"Lalu?"tanya Azam
"Pake bekati boleh?"tanya Nataza membuat senyum Azam mengembang
"Tentu Honey"balas Azam, lalu tangannya terulur memberikan cambuk pada Maxim dan mengambil belati ditangan Alex
"Silahkan bermain Nonaku"ucap Azam dengan mencium bibi Nataza sekilas
"Baiklah Tuanku"balas Natasa mencium pipi Azam, dan tanpa Azam sadari pipinya memerah karna mendapat ciuman didepan anak buahnya bahkan sandranya
"Apa yang mau kau lakukan sayang?"tanya Jeff dengan memanggil Nataza sayang
"Jangan sebut aku sayang dengan mulut baj*ngan sepertimu, tadi kau memanggilku jal*ng bukan?, lalu kenapa kau memanggilku sayang dan mengakui aku sebagai milikmu hmm?"tanya Nataza dengan menatap belati ditangannya
"Aku cinta padamu sayang, kau juga cinta padaku bukan. Lepaskan aku honey, aku mohon, kita akan memulai semua dari awal dan kita akan memiliki banyak anak honey. Lepaskan aku ya"ucap Jeff membuat Azam marah sekarang
"Jangan pernah kau sebut istriku dengan sebutan sayang Jeff, atau lidahmu aku bakar sekarang juga"pekik Azam membuat yang lain takut
__ADS_1
"Lakukan Za"pinta Azam, tanpa menyebut kata sayang saat memanggil istrinya
Nataza menggoreskan belati dengan kasar diwajah Jeff, membuat Jeff menjerit keras, turun ke leher hingga mengenai jakun Jeff, turun sampai perut, lengan, paha dan kakinya. Semua tubuh Jeff penuh dengan sayatan belati Nataza, jangan ditanya kemampuannya dalam bermain belati.
Sejak bertemu dengan Adam, dia dilatih bermain sentaja hingga ahli, kecuali cambuk. Nataza paling anti dengan cambuk, ingatan terhadap cambuk begitu membekas, apalagi Ayah Yoga yang menyiksanya dengan cambuk, membuat trauma
"Sudah puas?"tanya Azam datar, ya bisa Nataza tebak. Azam cemburu saat ini
"Sungguh puas sayang, apa kau mau mencobanya?"tanya Nataza dengan bergelayut dilengan Azam
"Tidak untuk sekarang, biar Maxim yang melanjutkan. Lakukan!!"jawab Azam dengan memerintah Maxim
"50 kali cambukan Maxim"perintah Azam
"Baik Tuan Muda"balas Maxim, lalu langsung mencambuk tubuh Jeff sebanyak 50 kali, teriakan Jeff menggema diseluruh ruangan dan membuat Nataza meremas erat lengan Azam dengan memejamkan matanya kuat menahan traumanya terhadap cambuk
Azam yang merasakan lengannya diremas oleh Nataza, dia langsung menarik Nataza kepelukkannya dan bersandar didada bidangnya. Azam merasakan jika Nataza sedang menangis saat ini, lalu bergumam sendiri
"Jangan...jangan sakitin aku...tolong lepaskan aku...aku mohon ayah...sakitt!!"gumam Azam dalam pelukkan Azam, yang semakin kuat remasannya
"Semua aman sayang, tak ada yang akan mengakiti dirimu selama ada aku. Tenangkan dirimu sayang, semua baik-baik saja, ada aku disini untuk menjaga dan melindungimu. Ayahmu sudah tenang disana.Tenanglah..."bisik Azam ditelinga Nataza dan seketika gumamman Nataza berhenti hanya isakan yang tertinggal
"Arrgghh...lepaskan aku...Honey tolong aku... Hentikan mereka menyiksa aku"teriak Jeff kepada Nataza yang ada dalam pelukkan Azam yang saat ini masih terisak
"Alex, bakar lidahnya dan congkel matanya. Beraninya dia menyebut istriku sayang dan menatapnya mendamba. Lakukan Alex"perintah Azam dengan tegas dan langsung di lakukan oleh Alex
"Ini belum seberapa atas apa yang telah kau lakukan kepada anakku. Bersiaplah untuk hukuman selanjutnya"ucap Azam lalu membawa Nataza bergi dari sana untuk menenangkannya
didalam ruangan, teriakan Jeff semakin menggema saat kedua bola matanya di ambil dan lidahnya ditarik paksa lalu di bakar. Jeff hanya menangis menahan sakit yang dia rasakan dan perihnya luka disekujur tubuhnya, darah mengucur diseluruh tubuhnya
'Bunuh aku saja Zam, bunuh aku. Sakit sekali yang kau berikan padaku. Aku lebih baik mati dari pada harus menerima siksa ini'batin Jeff marasa tak kuat sekarang dengan siksa yang Azam berikan
Diruang pribadi, Azam sedang menenangkan Nataza yang kembali teringat akan kenangan buruk bersama keluarga angkatnya. Trauma yang sudah hilang selama 7 tahun kini kembali lagi, karna melihat cambuk. Saat ini Azam sedang berusaha menidurkan Nataza karna sedari tadi menangis memikirkan traumanya dalam ketakutan
"Sudahlah sayang, semua akan aman, tak akan ada yang menyakiti dirimu lagi, ada aku disini, ada kedua anak kita, ada orang-orang yang sayang padamu yang akan melindungimu dan menjagamu. Jangan takut lagi sayang...tenangkanlah dirimu..tidurlah, aku disini"pinta Azam dengan mengelus kepala Nataza dan kecupan sayang didahinya
"Aku takut, jangan tinggalin aku mas"ucap Nataza dan memeluk Azam disampingnya
"Aku gak akan ninggalin kamu, tenanglah, ada aku disini. Tidurlah, aku bersamamu, menemanimu disini. I Love You"bisik Azam dengan memeluk Nataza erat dan mencium pucuk kepalanya
"Tidurlah, semua baik-baik saja"ucap Azam
__ADS_1
setelah mendengar dengkuran halus dari Nataza. Azam langsung melepas pelukannya dan melangkah keluar kamar dan menuju ruang penyiksaan. Jeff yang sudah tak berdaya dan denyut nadinya melemah karna kehilangan banyak darah. Azam memutuskan untuk membawa Jeff keruang pengobatan untuk diobati