
Pagi hari ini, Elina sudah bersiap. untuk berangkat ke kantor dan Rania sudah siap berangkat ke kampus. Kini mereka sudah berada di meja makan untuk sarapan, pagi tadi tepat sebelum sholat subuh Elina mendapat kabar dari Alvano jika dikantor akan mengadakan acara peresmian dan peluncuran produk mereka dengan membuat acara kecil-kecillan sebagai tanda syukur atas keberhasillan mereka saat ini, dan semua pegawai harus berangkat ke kantor sebelum jam 07.00 karna acara akan dimulai jam 07.00
Dengan senang hati dan bersemangat, Elina melakukan semua tugas rumahnya dengan gesit dan cekatan. Sampai pukul 05.30 pagi dia segera mandi dan menyiapkan segala keperluan kantornya dan memanggil Rania untuk bangun dan mandi karna jam kuliahnya pagi
selesai mandi, Elina bersiap kekantor dan sarapan bersama Rania dan berangkat mengantar adiknya sampai kampus. Elina kembali menjalankan mobilnya menuju kantor dan disana ternyata sudah ramai, dengan segera Elina turun dan masuk ke kantor dan menemui kedua sahabatnya yang ternyata sedang mengobrol bersama Asisten Dion disana untuk menemui sang pujaan hati, siapa lagi jika bukan Yolanda
"Eh...ada yang lagi pacaran ditangan gue. Selamat pagi mas Dion"sapa Elina dengan senyum jahil kepada Yolanda
"Mas, mus, mas, mus. Dia ini pacar gue. Ko harusnya panggil mas itu ke pak bos bukan pacar gue"sengut Tikaman tak terima
"Dih, Mas Dion aja gak sewot kok, malah dia bahagia tuh disapa cewek cantik"balas Elina dengan jahil bahkan dia mengerlingkan matanya kearah Asisten Dion yang hanya terkekeh
"Ouh... kamu mau nikung bos kamu sendiri iya?, mau aku laporin sama pak bos hmm?"tantang Yolanda dengan berdiri dari duduknya, Elina dan sarah hanya menahan tawa melihat tingkah Yolanda yang cemburu
"Apa sih by, jangan mikir yang enggak-enggak dong. Kamu tau sendiri kalo nona Elina itu emang cantik dan dia cuma punya bos Al, ya kali saya nikung pak bos. Mau dipenggal kepala saya. Lagian kamu dikerjain sama Nona Elina percaya aja, saya itu hanya punya kamu by, saya cinta sama kamu selamanya. bulan depan saya akan datang ke rumah kamu untuk nikahin kamu tunggu aja"jelas Asisten Dion sambil mengecup pipi Yolanda sebelum pergi
"Hayo!!..Pak Dion ngambek...., kejar gih nanti diembat sama cewek lain lagi Pak Dionnya karna ngambek dan gak suka lagi sama kamu"ucap Sarah dengan memanas-manasi Yolanda, hingga Yolanda langsung berlari ke arah Asisten Dion yang sedang menunggu lift terbuka dan langsung memeluknya dari belakang membuat orang yang melihat terkejut termasuk asisten Dion
"Yol lepasin"ucap Asisten Dion dengan tangan berusaha melepas pelukan Yolanda
"Enggak, aku minta maaf sama kamu, aku salah udah musuh kamu. Aku salah maaf"balas Yolanda dan semakin mengencangkan pelukkannya
"Iya aku udah maafin kamu, tapi lepas pelukkannya"ucap Asisten Dion dengan wajah merah karna ada Alvano dan Azam disana tanpa Yolanda tau yang sedang menatap mereka berdua sambil menahan tawa dibalik wajah datar mereka
"Enggak mau, pokoknya kamu harus maafin aku dulu dengan tulus"kekeh Yolanda semakin mengencangkan pelukkannya
"Iya aku maafin kamu, tapi lepas ya ada pak Al sama tuan Azam disini"bisik Asisten Dion dengan menahan malu karna kepergok oleh kedua atasannya
"Serius!!.Kamu gak lagi bohongin aku kan?"tanya Yolanda sambiil melepas pelukkannya dan mengintip dibalik punggung Asisten Dion
Alvano dan Azam yang melihat Yolanda mengintip dibalik punggung Asisten Dion dengan sengaja mereka menaikkan sebelah alisnya dan menunjukkan senyum smirknya membuat Yolanda menelan ludahnya takut, lalu dengan segera dia berlari meninggalkam ketika pria tampan itu ke ruangannya
sementara Alvano, Azam dan Asisten Dion tertawa pelan melihat tingkah Yolanda yang ketakutan oleh atasan padatnya, tawa mereka sungguh tak pernah dilihat oleh karyawan mereka, baru kali ini mereka melihat tawa ketika pria tertampan dikantor itu, ada yang mengambil foto mereka secara diam-diam ada juga yang pingsan karna melihat ketampanan dan menawannya senyum mereka
'*Aaaa... gila...gila.... this is the real prince'
'Meleleh hati eneng bang'
'Ouh abang kenapa senyumnya manis banget sih, meskipun udah ada putih dirambutnya tapi gantengnya kebangetan tuhan....'
'Aaaaa... pengin gue bawa kawin lari mereka'
'Tuhan sisakan satu kaya mereka buat gue.... ganteng poll tuhan*.... '
ucap para karyawan wanita disana yang terpana akan senyum manis ketiga pria tersebut, tanpa peduli pada karyawannya yang masih histeris, Azam bersama Alvano dan Dion segera menaiki lift yang telah terbuka sebelum acara dimulai mereka harus sudah berada di aula
sampainya di aula, mereka disambut dengan beberapa staf khusus yang menyiapkan semuanya untuk pesta kali ini. Bahkan disana sudah ada pemilik perusahaan lainnya yang ikut diundang dalam peresmian kali ini
"Selamat datang Tuan Jordan"sapa Alvano dan Azam dengan menyalami Jordan pemilik perusahaan Joya Crop
"Ahh.. Tuan Alvano dan Tuan Azam. Bagaimana kabar kalian?"tanya Jordan
"Kabar kami baik Tuan Jordan. Anda dan istri anda sendiri bagaimana?"tanya Azam sambil menatap perut istri Jordan yang sedikit buncit
"Ah aku baik Tuan Azam, dan istri juga calon anak saya baik-baik saja"balas Jordan dengan tangan mengusap perut istrinya yang membuncit
"Wah... Alhamdulillah jika istri anda sudah hamil Tuan, kami turut bahagia dengan kabar ini"balas Alvano tersenyum bahagia
"Terimakasih Tuan Al dan Tuan Azam, ini juga berkat do'a kalian dan perjuangan kami selama 10 tahun membuahkan hasil langsung dua bayi"balas Jordan memeluk istrinya
"Kau benar Tuan Jordan, selama ini kau berusaha pasti sungguh melelahkan selama pagi, siang, sore dan malam. Sungguh aku sakit pada perjuanganmu yang sudah membuahkan hasil sekarang bahkan langsung dua"goda Azam membuat mereka tertawa hingga istri Jordan blussing mendengar ucapan Azam
__ADS_1
"Tuan, dari mana kau tau jika aku menggempur habis istriku ini setiap saat?, kau memata-matai kami saat berdua ya?"bisik Jordan membuat Azam tertawa lalu membalas bisikan Jordan
"Aku pernah mengalaminya Tuan. Bahkan aku bisa menggempur istriku sebanyak 3 ronde dalam sekali main itupun jika istriku kuat. jika tidak istriku pernah pingsan karna aku dan kini kau lihat bukan, aku memiliki 2 anak langsung dan yang 2 lagi itu bonus"bisik Azam dengan terkekeh dan Jordan yang mendengarnya tertawa geli
"Kau sungguh singa jantan yang menakutkan Tuan. tapi istrimu ketagihan aku yakin itu"bisik Jordan membuat keduanya tertawa bersama membuat Alvano dan istri Jordan bingung
saat mereka asik mengobrol seorang karyawati datang menghampiri mereka dan mengatakan jika mereka akan memulai acaranya, dan semua tamu diminta untuk duduk ditampatnya
sambutan demi sambutan mereka luncurkan dan tak lupa memanjatkan do'a puji syukur kepada Allah, tak lama panggilan untuk Alvano dan juga Azam untuk memotong pita dan produk siap diluncurkan
dengan menyebut nama Allah, mereka mulai memotong pita tersebut dan sorak gembira mulai terdengar menggema disalam aula kantor, mereka bahagia akhirnya produk yang telah lama mereka rintis kini sudah siap diluncurkan dan dipasarkan ditoko-toko diindonesia bahkan manca negara
Elina bersama kedua sahabatnya datang mengambil makanan dan memilih duduk dibangku pojok belakang agar tidak terlalu bising karna konser dari pegawai lainnya yang menyumbangkan keahlian mereka dalam seni
sambil menikmati makanan, mereka dikejutkan dengan kedatangan pria-pria tampan dimeja mereka, bahkan dengan santainya Alvano menggenggam tangan Elina lalu mencium punggung tangannya membuat karyawati yang lain mengangah terkejut
"Ihh... Ay malu!!. Banyak orang disini tau"bisik Elina dengan wajah blussingnya, semenatara Alvano hanya terkekeh mendengarnya
"Tidak masalah, anggap saja mereka manekin dan kita hanya berdua disini"balas Alvano dengan suara beratnya pelan
"Ck... ya.. ya.. ya. Anggap saja kami manekin jangan hiraukan kami. Lanjut saja mesra-mesraannya"celetuk Reza dengan menyenggol Riza saudaranya
"Dasar bucin"ucap Riza lalu mendapatkan pukulan ringan oleh Reza
"Sepertinya perlu ku belikan kaca untukmu"ucap Reza mendapat gelak tawa dari semuanya
"Ikut aku Ay!"ajak Alvano pada Elina dan membawanya pergi dari sana
"Kita mau kemana Ay?"tanya Elina bingung dan penasaran tentunya
"Kamu akan tau nanti Ay. Sekarang ikut aku masuk"balas Alvano dan menuntun Elina kemobilnya
Mobil Alvano meninggalkan kantornya hingga 15 menit dijalan, akhirnya mereka sampai disebuah butik yang terlihat cukup besar dan pastinya harganya mahal dengan produk berkualitas,tantunya itu butik milik kembaran Alvano, butik El'A Fashion
"Yuk masuk"ajak Alvano menarik pelan Elina dan membawanya masuk ke butik
mereka memasuki butik dan melihat Elvina sedang bersama seorang lelaki, bahkan dia tertawa bersama. Alvano langsung berdehem hingga mereka langsung menatap Alvano
"Kakak, ada apa?, tumben sekali. kakak ke butik El?"tanya Elvina sambil menyimpan jas ditangannya ke paket bag
"Dia siapa?"tanya Alvano sambil menyulitkan matanya
"Ahh dia.. dia anak. tante Jihan, teman Mami. Kenalan dulu dia Dimas, dan Dimas dia kak Alvano kembaranku"ucap Elvina mengenalkan mereka,setelah mereka berjabat tangan Elvina mengajak mereka untuk keruangannya
"El, aku balik ya. Makasih buat jas sama dressnya Mama"ucap Dimas dengan mengambil paperbag dimeja
"Sama-sama Dimas. Ouh iya tutup salam buat tante Jihan ya"balas Elvina memberi senyum menawannya kepada Dimas
"Pasti, kalo gitu aku permisi. Mari El, kan Al,mba. Assalamualaikum"pamit Dimas lalu pergi sana
"Waalaikumsalam"balas mereka
Setelah kepergian Dimas, Alvano membawa Elina menuju ruangan yang penuh dengan dress dan berbagai gaun pernikahan juga beberapa asesoris pelengkap gaun menjadi satu paket
"Kamu mau ngapain Ay bawa aku kesini?"tanya Elina
"Pilih dress yang kamu suka Ay"pinta Alvano membuat Elina membulatkan matanya
"Gak ah... aku gak mau, mahal Ay aku gak mau"balas Elina dan berniat untuk kembali sebelum Alvano menarik kemeja belakang Elina
"Ettsss... mau kemana hmm?,kamu belum pilih dress atau gaun, jadi kamu gak bisa pergi kemanapun"ucap Alvano dengan menarik Elina masuk keriang ganti
__ADS_1
"El, ambil yang warna putih. biru, ungu, silver juga merah"pinta Alvano pada kembarannya
"Siap kak, tunggu sebentar"balas Elvina mengambil dress warna yang diminta Alvano tak lama Elvina kembali dengan dressnya dan memberikan pada Elina
"Ini semua kamu pak dan pilih yang paling kamu suka. Gih masuk"ucap Alvano dengan mendorong pelan Elina kedalam ruang ganti
"Iya... iya.. "balas Elina kesal dengan masuk kedalam ruang ganti
Alvano duduk dibangku tunggu, dia menatap jam tangannya karna ini sudah lebih dari 5 menit, tapi Elina belum juga keluar, namun tak lama Elina keluar dari ruang ganti membuat Alvano diam terpaku melihat Elina yang begitu cantik menggunakan baju berwarna putih
"Bagaimana?"tanya Elvina dengan menatap Alvano yang diam saja
"Tidak, terlalu pendek bawahannya"balas Alvano membuat Elina mendengus
"Ganti lagi"pintanya dan Elina kembali lagi untuk berganti bajunya, tak lama Elina kembali keluar dengan dress berwarna biru
"Kalo ini bagaimana?"tanya Elina
"Bagus, tapi lututmu terlihat Ay. Aku gak suka punya aku dipamerin ke yang lain"balas Alvano dengan memulangkan kakinya diatas sofa
"Ganti Ay"pinta Alvano. Elina kembali masuk kedalam dan mengganti pakaiannya
"Kalo yang ini?"tanya Elina semoga saja bagus
"Tidak!, paha dan dadamu terlihat Ay. Aku gak suka"balas Alvano membuat Elina dan Elvina menghela nafas
"Ganti lagi"pinta Alvano lalu Elina masuk kembali untuk ganti lagi
"Ini bagaimana?, jangan lagi menolak Al"ucap Elvina ikut kesal. tingkah kembarannya
"Tidak!, dadamu dan punggungmu terlihat"balas Alvano membuat kedua gadis itu pusing
"Ganti Ay, tinggal warna biru bukan. Jika ini bagus maka kita ambil yang ini"ucap Alvano dengan senyum tanpa dosanya
"Yang ini bagaimana?. Jangan lagi Ay!"ucap Elina dengan wajah ditekuknya, sementara Alvano dia tak berkedip sama sekali menatap Elina yangg begitu cantik
"So beautiful Ay"ucap Alvano
"Yakin yang ini gak yang merah tadi?, kan yang merah lengannya ketutup semua"ujar Elvina sengaja memancing Alvano
"No!. Merah terlalu pendek bawahannya, aku gak suka ya lutut dan pahanya kelihatan"balas Alvano tegas
"Oke ini aja, makasih ya El. Maaf agak ribet emang kalo sama kembaran kamu"bisik Elina dengan keduanya terkekeh
"Emang ini baju mau dipake buat apa?, acaranya kan hari ini dikantor kakak. Tapi kok bajunya baru beli sekarang?"tanya Elvina dengan menyimpan dress Elina kedalam paperbag
"Nanti malam ada acara kok, tunggu aja oke"balas Alvano dengan mengedipkan sebelah matanya
"Ini El buat bajunya, tanpa ya. Ayo Ay"ajak Alvano dengan menarik Elina pergi dari butik
"Dasar bucin, nenek. terus kaya perangko"sindir Elvina melihat Alvano yang memeluk pinggang Elina dari samping dengan senyum bahagia
__ADS_1
"Tapi gue senang lihat kak Al bisa bahagia sekarang sama kak Elina. Makasih kakak udah kembaliin senyum kak Al lagi"gumam Elvina melihat Alvano masih tertawa hingga masuk ke mobilnya dan meninggalkan butiknya