Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Traumanya Aza


__ADS_3

"Kami orang tua Azam,Azam yang telah menyelamatkanmu ketika kau di jurang dalam keadaan tak sadarkan diri dengan luka yang lumayan parah hingga kau koma selama 1 minggu di sini"jelas Bunda Ayu pada Aza


"Aku..koma?"tanya Aza tak percaya jika dia koma, dan di jawab anggukan oleh Bunda Ayu. "Pantas saja aku datang ke sebuah tempat yang aku tak tau itu di man"batin Aza


"Kau tak perlu khawatir sekarang kau sudah sadar dan kau mulai menjalani tahap pemulihan selama nanti sudah sembuh total dan kau bisa pulang ke rumah hmm!! "ucap Bunda Ayu memancing Aza untuk menolak pulang kerumahnya sendiri, karna Bunda Ayu ingin Aza tinggal bersamanya dan menjadi menantu pun tak apa, asal Aza tak pergi ke rumah bagai neraka itu untuknya.


"Pulang kerumah ku? "tanya Aza dan di jawab anggukan oleh Bunda Ayu


"A... aku gak mau pulang kerumah, aku gak mau, aku pasti di bunuh oleh ibu angkatku, aku...aku.. aku gak mau"teriak Aza histeris mengingat perlakuan sang ibu,kakak bahkan ayahnya yang menyiksanya

__ADS_1


"Ssssuuuttt...!!!!,sudah sayang ada bunda, kita akan ada buat kamu, kita akan menjaga kamu dari mereka, kita akan melindungi kamu dari mereka hmm? "ucap bunda Ayu menenangkan Aza yang di saksikan oleh Azam dan Alika yang baru saja dari kantin


"Aku gak mau pulang....,aku gak mau...."lirih Aza ketika suster menyuntikkan obat penenang pada infus Aza


"Iya sayang...,tidak akan pulang kok. Kamu gak akan pulang bersama mereka"ucap bunda Ayu dengan mengelus kepala Aza dan berbisik menenangkan di dekat telinga Aza


"Bund!,apa segitu traumanya dia sampai menolak pulang ke rumahnya dengan teriak histeris seperti itu? "tanya Alika yang kasihan melihat Aza sampai teriak histeris dan harus di beri obat penenang oleh suster ketika bilang pulang ke rumahnya sendiri.


"Bund!, kak Aza jadikan ikut kita pulang, aku ingin punya kakak perempuan yang bisa mengerti kondisi hatiku seperti Bunda, tapi yang selalu ada untuk aku bercerita bund, bawa pulang yah bund,nanti aku akan bawa kak Aza ke kamarku dan aku tidur bersama dia, boleh yah?"pinta Alika pada Bundanya

__ADS_1


"Heh, kau pikir Aza itu boneka hah, sampai meminta bunda membawa dia pulang untuk di jadikan teman curhatmu saja,dia kan harus hidup bebas,bekerja sesuai kemauannya, dan menata masa depannya, bukannya di kurung bersamamu!!"ucap Azam yang sudah sebal dengan celotehan adiknya itu yang aneh saja


"Tapi abang, kalo kak Aza tinggal di kamarku dia tak akan ketakutan lagi, dia akan seterusnya bersamaku,pasti kak Aza akan sembuh"ucap Alika antusias yang membuat Azam menepuk jidatnya sendiri karna jawaban adiknya yang terlampau konyol


Azam lalu menangkup kedua pipi Alika, dan menatap mata bulat itu dengan serius, hingga membuat Alika yang tadinya menolak akhirnya pasrah"Alika sayang, dengarkan Abang yh? "pinta Azam dan di jawab anggukan oleh Alika, dan sang Bunda hanya menahan senyum dan geleng-geleng kepala karna tingkah konyol anaknya


"Alika kasihan pada kak Aza? "tanya Azam, Alika hanya mengangguk sebagai jawaban


"Kalau Alika mengurung kak Aza di kamar, nanti kak Aza akan bosan, kak Aza akan teringat perlakuan orag tuanya yang menyiksanya, orang tuanya yang mengurungnya di gudang, nanti trauma kak Aza bukannya sembuh, tapi semakin parah kalau Alika tetap akan mengurung kak Aza di kamar Alika kalau sudah pulang.Itu tidak akan baik untuk kesehatan Kak Aza sayang, nanti kak Aza akan semakin sakit,Kau mengerti?!! "jelas Azam pada Alika memberikan pengertiannya untuk Aza

__ADS_1


"Iya bang, Alika ngerti sekarang, makasih bang"jawab Alika lalu memeluk Azam dan di balas pelukan oleh Azam lalu sebuah kecupan dan usapan di kepala Alika oleh Azam


"Ya sudah sekarang kita sholat Magrib dulu yuk? "ajak Azam pada Alika dan bunda Ayu


__ADS_2