
Setelah acara tunangan kemarin, entah mengapa Azam selalu ingin dekat dengan Nataza, rasanya tak ingin jauh bahkan saat Azam akan ke Luar Negeri atau ke Luar Kota dia akan menyempatkan waktu hanya untuk berdua saja, hanya untuk menghabiskan waktu berdua sebelum dia berpisah dengan tunangannya itu.
seperti malam ini Azam mengajak Nataza ke sebuah tempat, kerna besok dia akan ke Surabaya untuk urusan bisnis. Azam sudah menyiapkan tempan spesial dan romantis pastinya, dia sudah menyiapkan semuanya dengan lengkap
"Kita mau kemana Zam?"tanya Nataza
"Ada suatu tempat, nanti juga kamu tau sendiri kok"jawab Azam membuat Nataza menghembuskan nafasnya kasar
dia sekarang sebal dengan sikap Azam yang selalu merahasiakan apapun saat berdua dengannya, tapi pada akhirnya dia akan di buat menangis karna terharu dan bahagia
Mereka berhenti di sebuah restoran, tapi entah mengapa restoran itu rasanya sepi tanpa ada orang satupun membuatnya mengerutkan dahinya dan mengangkat sebelah alisnya bingung.Jelas!!,bagaimana mungkin restoran semewah dan sebagus ini tak ada yang mengunjunginya dan hanya mereka berdua saja yang ada di sana, lalu Nataza menatap Azam yang sedang tersenyum tampan ke arahnya membuatnya tambah bingung
Mereka masuk ke rostoran tersebut di lantai atas, dan di sana tak ada seorang pengunjung pun hanya ada para pramusaji kan seorang koki handal yang sedang memasak di dapur dengan beberapa asistennya
"Duduk di situ yuk!"ajak Azam saat aku melihat pemandangan dari jendela restoran dari sana terlihat begitu indah dan begitu cantik di temani gemerlap lampu yang membuatku terpana akan keindahannya
"Zam ini bagus banget, kamu tau tempat sebagus ini dari mana?, bagus banget"ucap Nataza dengan menghadap Azam yang tengah menatapnya, lalu Azam mendekat dan memeluknya dari belakang
"Aku tau dari orang-orang katanya tempat ini bangus kalo malem hari maka dari itu aku bawa kamu ke sini dan aku udah pesen tempan ini cuma buat kita berdua"jelas Azam membuat Nataza menghadapnya lalu memeluknya erat di balas pelukan tak kalah erat dari Azam
"Makasih buat hari Zam, aku suka. Suka banget"ucap Nataza dalam pelukannya lalu melepas pelukkannya
__ADS_1
"Sama-sama sayang"balas Azam
"Ayo makan"ajaknya sambil menggandeng tangan Nataza dan duduk berhadapan menghadap ke arah luar gedung
Acara makan malam mereka berjalan dengan lancar, ditambah cuaca malam ini hujan yang lumayan deras, ditambah dengan alunan musik dari anak band yang disewa Azam untuk acara malam ini, mereka berdangsa dengan indahnya di atas panggung kecil.
Selesai makan dan berdansa, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, dan beruntung hujan reda saat mereka pulang, tapi jalanan yang mereka lewati terendam banjir, terpaksa mereka harus memutar selama 45 menit mereka sampai di rumah, keadaan sudah sepi, pasti mereka sidah tidur
"Ya udah tidur gih, besok jam 7 berangkat ke bandara kan?"ucap Nataza menyuruh Azam tidur, sekaeang mereka ada di depan kamar Nataza dan Azam enggan melepaskan genggaman tangannya membuat Nataza mencubit hidung mancung Azam
"Udah sana bobo, ini kan udah hampir tengah malam, kamu harus bangun pagi dan berangkat ke bandara besok pagi. Bye aku masuk yah"ucap Nataza pamit masuk dan di balas anggukan tapi tangannya enggan melepaskan genggaman tangannya
"Zamm..!!"panggil Nataza dengan menatap tangannya yang masih digenggam
"Hmm?"deheman Azam tak sadar karna baru sadar Nataza sangat cantik sehingga membuat dia terpukau dengan senyum tampannya
Nataza membuang nafasnya kasar dan memalingkan wajahnya ke arah lain, dan menguap dia sudah sangat mengantuk, tapi Azam dia masih melamun.
" Astaga ini gimana?"gumam Nataza
Ah, dia punya akal sekarang untuk melepaskan genggaman Azam dan dia bisa langsung lari ke kamar, dengan senyum jahilnya dia maju mendekati Azam dan memiringkan kepalanya,pas di samping Azam dia memulai rencananya dan...
"Azam kebakaran, lari Zam lari"teriak Nataza tepat di samping telinga Azam
__ADS_1
teriakan itu membuat dia terkejut, dan benar saja dia melepaskan genggaman tangannya, lalu lari ke arah kamar mandi dapur entah mengambil apa. saat Azam kembali ke lantai atas, dia tak melihat ada api disana, dan Nataza juga hilang. Ahh sial sekalu dia di kerjai oleh tunangannya sendiri
Akhirnya dia kembali ke kamar mandi dapur perasaan kesal dan dia masuk ke kamarnya untuk mandi dan tidur
Pagi harinya Azam sudah siap dengan koper di tangan kirinya, dia menyeret koper itu keluar rumah dan memasukkan ke dalam mobil. Azam yang melihat adiknya menangis berdecak
"Ckk, kau ini, abang kan hanya pergi 3 hari bukan untuk selama-lamanya, tak usah menangis kau jelek kalau menangis"goda Azam pada Alika
"Ah...hikss.. Abang bener kan... hiks gak lama.. Alika kangen sama abang.. hikss gak ada yang Alika ajak ribut"ucap Alika dengan sisa tangisnya
"Gak akan adik Abang sayang, abang akan pulang kalo urusan disana selesai ok"balas Azam dan mendapat pelukan dari Alika dan di balas pelukan erat oleh Azam
Lalu pandangan Azam beralih pada Nataza yang tengah tersenyum padanya, lalu Azam mendekat bukannya mengucapkan selamat tinggal dia justru menarik telinga Nataza pelan karna sebal akibat semalam
"Auww sakit Zam.. Lepas sakit telinga aku..."ucap Nataza meringis sakit
"Ok aku lepasin kamu, tapi kamu harus minta maaf sama aku, karna udah nakal semalem sama aku"balas Azam
"Ihh itukan salah kamu, salah siapa kamu ngelamun, di panggil gak denger sama sekali ya udah aku teriak aja,lagian siapa suruh udah malem ngelamun"sanggah Nataza
"Ouh gak mau yah, ok. Nih"ucap Azam lalu semakin menarik kupingnya
"Auww iya...iya... maaf.. maaf yah. Lepas sakit"balas Nataza akhirnya jewerannya di lepas meski masih agak panas
__ADS_1
"Udah sana pergi, nanti telat lagi"ucapnya lagi lalu menutup mulutnya
"Ngusir hmm?"tanya Azam membuat Nataza berlari ke kamarnya membuat Alika tertawa