
"Tenangkan dirimu nak, Ayah dan juga yang lain akan membantu mencari Adam, kau tak boleh cemas apa lagi stress, kasihan beby dalam kandunganmu"ucap Bunda Ayu menangkan menantunya
Sekarang mereka berada di rumah utama, mereka sedang mencoba mencari keberadaan Adam dengan bantuan Seno dan juga Brian untuk melacak. Para lelaki semua di kumpulkan di ruang kerja milik Ayah Tama untuk menyusun rencana bebaskan Abian dari Baron
Baron adalah seorang mafia yang terlalu lemah jika berhadapan dengan mafia lain. Tapi karna kelicikannya dan kecurangannya dalam mengalahkan musuhnya dia bisa menjadi terkenal. Semua orang mengenal Baron dalam dunia bisnis ataupun dunia bawah tanah,dia selalu melakukan korupsi dan kecurangannya jika urusan bisnis
"Bay, kau ambil beberapa anak buah dari markas kita, dan kau Irfan gunakan sebagian anak buahmu untuk berjaga disini. Galih aku boleh meminta separuh anak buahmu untuk membantuku membebaskan Kakak Iparku?"ucap Azam lalu menatap Galih meminta persetujuan
"Kau boleh menggukan semua anak buahku Bang, aku akan membantumu menjaga disini bersama Irfan, aku minta tolong balaskan kematian Ayahku pada Baron,dia harus mati karna sudah menghabisi Ayahku saat meeting"jawab Galih dengan mengenggam tangan Azam
"Pasti, aku akan membalaskan apa yang sudah Baron lakukan pada Om Ramos"ucap Azam lalu memeluk Galih
"Terimakasih Bang?"ucap Galih dengan memeluk kakak sepupunya erat
"Sama-sama boy, kau adik laki-laki ku, ku akan jadi adik laki-laki ku dan juga Irfan"jawab Azam memeluk kedua adiknya
"Baiklah sekarang bagaimana rencananya?"tanya Brian memecahkan keharuan di antara mereka
"Begini.... "ucap Azam mengatakan semua rencananya dengan jelas dan tentunya di setujui oleh Ayahnya dan Opanya
"Kapan kalian akan berangkat?"tanya Opa Aditya
"Malam ini Opa, kita akan menyerang mereka saat mereka lengah nanti"jawab Brian
__ADS_1
"Kalian yakin malam ini, apakah tak bisa sekarang saja?, Ayah sudah tak sabar ingin menanjabkan pedang Ayah ke jantungnya itu"ucap Ayah Tama dengan dengan lesu
"Bersabarlah Ayah, kalau kita berangkat sekarang, kita akan kehabisan pasukkan. Tapi jika kita berangkat malam ini mereka sudah selesai berpesta dan kita hanya menyerang karna mereka mabuk dan juga terpangaruh obat karna kita sudah menyusupkan 2 anak buah kita untuk menyamar dan meletakkan obat itu nantik malam saat mereka berpesta"jawab Bayu dan di angguki oleh semuanya
"Ya baiklah, aku akan menunggu kepastian dari kalian saja, dan ya Azam?"jawab Ayah Tama lalu memanggil Azam
"Ada apa yah?"tanya Azam
"Apa kau tak lebih baik di rumah saja menjaga istrimu? dia lebih membutuhkanmu dan perlindungan darimu disini"pertayaan Ayah Tama membuat Azam diam
"Dia sedang hamil besar sekarang nak, dua anak sekaligus, apa kau tega meninggalkannya di rumah sendiri hmm?"tanya Ayah Tama
"Maaf yah, aku dan Aza sudah sepakat supaya aku ikut dengan kalian, aku tak mungkin membiarkan Kakak Iparku terluka dan sediri disana, aku harus membebaskan dan menyelamatkan kakak iparku dari Baron. Aku tak bisa membiarkan istriku bersedih dengan menunggu kabar dari kalian dan aku hanya diam saja menunggu apakah kalian baik atau tidak di sana, aku tak bisa melakukan itu. Aku harus ikut dengan kalian"jawab Azam dengan serius,pasrah sudah semuanya jika Azam sudah memutuskan dengan serius, dia akan tetap melakukan apapun meski di cegah
"Iya yah"jawab Azam dengan tersenyum ke arah Ayahnya
Malam harinya mereka sudah siap dan berkumpul di ruang keluarga, semuanya sudah mempersiapkan yang di perlukan dan di gunakan nanti. Nataza yang berdiri di depan suaminya, dia memasangkan rompi anti peluru di tubuh suaminya dengan muka sedihnya, tapi dia tutupi dengan senyum terpaksanya
"Kenapa hmm?"tanya Azam pada Nataza
"Aku takut kamu kenapa-kenapa mas, aku gak mau kehilangan kamu"jawab Nataza dengan tangis yang pecah dipelukkan Azam
"Aku akan pulang untuk kamu dan dia"jawab Azam dengan mengelus kepala istrinya lembut
__ADS_1
"Aku janji sama kamu,aku akan kembali lagi kepelukan kamu"ucapnya lagi lalu melepas pelukkannya. Azam berjongkok berhadapan dengan perut besar istrinya
"Hai anak-anak Papi, jangan nakal ya sayang. Jangan bikin Mami sakit apa lagi nangis ya. Papi janji akan pulang buat kalian nak"ucap Azam di depan perut buncit istrinya,Nataza hanya menangis dengan tersenyum mendengar ucapan suaminya
"Aku pergi dulu ya. Jangan keluar dari rumah ini,tetap sama Bunda dan jangan capek apalagi stress.Paham sayang?"ucap Azam dan di angguki oleh Nataza
"Aku akan tunggu kamu mas"ucap Nataza lalu memeluk suaminya kembali
Setelah semuanya pergi,Nataza masuk ke kamarnya,dia merebahkan diri di ranjang kamar untuk tidur malam ini. Perasaannya entah mengapa dia begitu takut akan terjadi sesuatu pada dirinya. Dia pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan sholat tahajud meminta perlingan dan keselamatan untuk suaminya dan keluarganya,setelah selesai dia ingin tidur,saat akan memejamkan matanya,dia mendengar kegaduhan dari luar rumah
Nataza yang penasaran,dia keluar dari kamarnya dan menghampiri kamar Galih,ternyata Galih sudah tidak ada,bersamaan dengan itu Bunda Ayu dan juga Alika keluar dari kamar bersama dengan penjaga di belakangnya,mereka membawa Nataza pergi dari sana dan bersembunyi di tempat aman. Srmentara Irfan dan Galih serta semua penjaga melawan orang yang masuk ke halaman rumah dan ada yang berhasil membunuh seorang maid di dapur
Ditempat lain,Azam yang sudah berhasil meringkus Baron dan membawanya ke markas utama miliknya, tiba-tiba hatinya merasa cemas terhadap istrinya.Dia menghampiri Ayahnya lalu pergi pulang terlebih dahulu disusul dengan Ayah Tama bersama Opa Aditya.
15 menit di perjalanan,Azam masuk ke halaman rumahnya terdrngar kegaduhan dari dalam rumah utamanya,Azam melihat banyak pengawal asing yang tertembak dan sudah tewas di tempat,dan ada beberapa penjaganya yang juga ikut tewas disana
Azam masuk kedalam,dia melihat Irfan dan Galih sedang kewalahan melawan beberapa pria bertopeng,Azam membantu keduanya melawan pria bertopeng itu. Saat sedang bergulat,Azam melihat seorang dari mereka berlari ke arah tempat dimana Istri,Bunda dan Adiknya bersembunyi,dia berlari ke arah pria tersebut dan menyerangnya,sial Azam kecolongan saat pria itu membawa istrinya dengan pisau di depan perut istrinya
"Menyerah atau istri dan calon anak lo bakal mati di tangan gue?"perintah pria bertopeng tersebut dengan menodongkan pisau di purut besar Nataza
"Pergi mas..."ucap Nataza dengan berusaha menahan sakit di lengannya karna cengkraman kuat dan wajahnya sudah penuh memar. Ternyata mereka sudah disandra oleh para pria bertopeng tersebut
"Lepasin istri saya?"teriak Azam membuar pria bertopeng tersebut tertawa
__ADS_1
"Tidak akan semua itu Tuan Muda.Hahahah. Anda sudah menyandra bos kami,kini giliran kami yang akan menyandra mereka,dan akan ada salah. satu dari mereka akan mati. Hahahah"ucap pria bertopeng itu dengan tawanya yang menggema di dalam rumah