Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Welcom to Elvina dan Alvano


__ADS_3

Suster membawa anak kembar Nataza kepada mereka, yang masing-masing memegang satu. Azam menggendonga anak laki-laki sementara Nataza menggendong anak perempuannya, Wajah dan bentuk wajah mereka begitu mirip dengan Azam hanya mata dan bibir bayi perempuan mereka yang sama dengan Nataza


"Hallo anak Papi, ukhirnya kalian lahir kedunia ini juga nak, Papi seneng banget lihat kalian langsung. Makasih ya nak sudah hadir di hidup Papi, sudah mau melengkapi kisah hidup Papi. Makasih sayang"bisik Azam kepada bayi laki-lakinya


"Ouhh cucuku begitu tampan dan yang ini begitu cantik, mereka persis sepertimu Zam, hanya yang perempuan dia mata dan bibirnya persis Maminya"ucap Bunda Ayu menatap kedua cucunya


"Terimakasih ya nak, kalian sudah memberikan cucu yang begitu lucu dan manis seperti mereka,lihat lesung pipinya ini. Ehmm...jadi pengin gigit pipinya"ucap Ayah Tama menggendong cucu laki-lakinya yang tersenyum dengan memperlihatkan lesung pipinya


"Sama-sama Bunda,Ayah, aku juga terimakasih sama kalian,karna kalian sudah mau menerima aku sebagai menantu kalian, kalian sudah mau menyayangi aku dan memberikan putra kalian kepadaku dan memberikan cinta yang begitu besar untuk aku. Mungkin kalo gak ada kalian waktu itu aku..."ucapan Nataza terpotong saat Bunda Ayu meletakkan jari telunjuknya dibibir Nataza


"Jangan berbicara yang membuat hati Bunda sakit nak, Bunda tulus sayang dan begitu mencintai kamu seperti putri Bunda sendiri, Takdir yang mempertemukan kamu dengan kami melalui Azam yang menyelamatkan kamu dan dia yang menjadi takdir hidup kamu. Berbahagialah selalu nak"ucap Bunda Ayu memeluk menantu kesayangannya


"Bisa gak nangisnya nanti aja, Ini bayi udah nangis nih"ucap Alika yang menggendong anak perempuan Nataza


"Kemarikan Ika"ucap Nataza meminta anak perempuannya


"Hai anak Mami, kamu haus nak sebentar ya sayang"ucap Nataza lalu menatap Azam, Azam yang tau maksud Nataza dia menggiring kedua sahabatnya dan yang lain keluar dan tinggal dirinya dan Nataza di ruangan itu


Nataza melepaskan kancing baju teratasnya dan membuka sebelah branya dan memberikan ASI untuk putrinya, dia lelah memang, tapi untuk putrinya dia tak bisa lelah. Dengan mengusap lembut wajah putrinya dan merasakan hisapan dari putrinya membuat hati Nataza menghangat merasakan luar biasa,tanpa sadar dia menangis didepan Azam


"Hai..kok nangis sayang?,sakit?"tanya Azam yang melihat Nataza menangis


"Enggak kok mas,geli rasanya. Aku cuma terharu aja,setelah penantian 9 bulan dan akhirnya aku bisa melihat dan merasakan bagaimana menjadi ibu, meskipun belum seberapa, tapi aku wanita beruntung bisa merasakan bagaimana nikmatnya dan indahnya menjadi seorang ibu yang bisa membesarkan dan mengajari anak-anakku tentang dunia"ucap Nataza dengan menangis


"Aku juga merasakan bagaimana menjadi seorang Papi untuk mereka dan bagaimana lelahnya menjadi orang tua, namun akan tergantikan dengan tawa bahagia mereka. Dengan adanya mereka membuat hidup kita lengkap sekarang sayang, aku berharap dan berdo'a disaat dia tau bagaimana perjuangan Maminya melahirkan mereka,mereka tak akan pernah menyakiti kamu apalagi sampai menjatuhkan air mata berharga kamu"ucap Azam lalu mencium dahi istrinya hangat


"Makasih mas, sudah menjadi laki-laki hebat yang aku punya, sudah menjadi laki-laki yang penuh cinta dan kasih sayang untuk aku, makasih karna kamu sudan menjadi perisai utama aku, dan selamat kamu sudah menjadi seorang Ayah yang hebat untuk mereka"bisik Nataza kepada Azam dipelukkannya

__ADS_1


Oeekk..Oeekk..


tangis sang putra membuat mereka melepas pelukan hangatnya, Azam menggendong putranya dan meletakkannya di pangkuan Nataza, Azam menggendong Putrinya yang tertidur lalu mencium pipi cubby putrinya ini


"Elvina Fauzya Aditama, selamat datang di dunia ini Al, kamu suka kan nak?"bisik Azam di telinga putrinya,seakan bayi mungil itu tau dia tersenyum setelah disebutkan namanya oleh sang Papi


"Good Girl"ucap Azam lalu mengecup pipi AlVina yang merah


Setelah selesai menyusui,semua anggota keluarga pun masuk termasuk Adam yang baru saja di beritahu ole Ayah Tama jika ponakannya telah lahir, tak sendirian,Adam membawa kekasihnya datang bersamanya dan dia begitu anggun menggunakan baju gamis dan juga hijab,sangat cantik, batin Nataza


"Assalamualaikum Aza"ucap Kirana kekasih Adam


"Waalaikumsalam mba..?"ucapan Nataza terpotong dan menatap Adam


"Kenalkan dek, dia Kirana kekasih Abang, abang udah lamar dia secara pribadi, tinggal resminya aja dan sekalian minta tolong sama Ayah Tama dan Bunda Ayu,apakah kalian bisa menjadi wali aku ketika melamar Kirana?"tanya Adam dengan sedikit menunduk


"Tentu saja bisa Boy, kau sudah kami anggap anak kami sendiri, jadi jangan pernah sungkan untuk meminta apapun dari kamu hmm"jawab Ayah Tama dan langsung memeluk Adam


"Iya Mba?"jawab Nataza dan dia sudah tau dari tatapan mata Kirana yang menatap anaknya


"Silahkan mba,jika mba ingin menggendong anakku,pilih saja dari mereka yang mungkin menarik perhatian mba"ucap Nataza sengaja menggoda Kirana


"Siapa nama anak kalian Nak?"tanya Bunda Ayu kepada Azam dan Nataza yang saling tatap


"Sesuai dengan yang kita sepakati sejak usia kandungan Aza 7 bulan, nama putri kami Elvina Fauzya Aditama dan nama putra kami Alvano Fauzan Aditama"ucap Azam dengan menggenggam tangan Nataza


"Nama yang bagus sekali nak, Kami setuju ya kan Yah?"tanya Bunda Ayu dan di angguki oleh semuanya

__ADS_1


"Wah namanya Al,El, dulnya nanti anak aku"ucap Alika dengan mata berbinar


"Memang mau siapa namanya, kok dul sih?"tanya Azam kepada adiknya


"Devina Ulwariza Laila,kan kalo disingkat Dul"jawab Alika dengan semangat karna dia sudah memikirkan nama untuk anaknya itu


"Emang anak kalian perempuan?"tanya Azam lagi dengan menatap Anaknya


"Iya kita kesini sekalian USG ke dokter Kiana, dan anak kita perempuan, kan kandungan aku 7 bulan jadi udah kelihatan"jawab Alika dengan mengelus perut besarnya


"Bang Adam"panggil Azam kepada Adam yang menggendong Al


"Kenapa?"saut Adam


"Kapan rencana lamaran kalian?"tanya Azam dengan menatap keduanya


"1 minggu lagi kok, setalah Zaza keluar dari rumah sakit dan 2 hari di rumah baru kita mulai acaranya, aku gak mau buat adik aku capek, maka dari itu aku kasih jeda 2 hari untuk adik aku istirahat di rumah sebelum acara"jawab Adam dengan mantap


"Baiklah, sekarang sudah malam, lebih baik kita pulang dan biarkan Aza dan kedua bayi kembarnya istirahat"ucap Ayah Tama yang melihat Nataza menguap


"Oke, sekarang kita pulang dulu ya Za, selamat sekali lagi ya Mami"goda Nuril dan Putri kepada sahabatnya


"Udah sana pulang ah, Makasih ya udah kesini"jawab Nataza


"Sama-sama, bye ganteng, bye cantik, Mari Kak Azam"pamit keduanya lalu pergi dari ruangan Nataza


"Sekarang kamu istirahat ya, Anak-anak udah bobo kok, aku mau naro Elvina di boxnya"ucap Azam dan di angguki oleh Nataza

__ADS_1


"Selamat malam anak-anak Papi, mimpi indah nak"bisik Azam kepada kedua anaknya dan menatap Nataza yang sudah tidur


"Malam istri hebatku, Mimpi indah sayang"bisik Azam di telinga Nataza lalu dia tertidur dengan kepala di atas tanjang Nataza


__ADS_2