
Sudah 1 bulan berlalu, tapi Nataza belum juga sadarkan diri, dia mungkin lelah dengan hidupnya yang rumit dan selalu di sakiti oleh orang yang dia sayang. Azam yang selalu sibuk dengan pekerjaannys, dia pernah meninggalkan Nataza selama 2 minggu karna urusan bisnis, tapi pikirannya tetap tak bisa di ajak kompromi
pikirannya selalu saja tertinggal untuk Nataza, saat ini dia baru pulang dari luar negri setelah selesaikan proyeknya.Azam masuk ke dalam rumahnya dan kondisi di sana hanya ada suara sang Ayah dan Opa nya, dia masuk lalu menyalami ke dua orang tua itu
"Selamat datang kembali cucuku sayang!,bagaimana kabarmu? "ucap Opa Aditya memeluk cucu pertamanya
"Terimakasih Opa!,ya seperti yang Opa lihat, aku baik dan aku sehat"balas Azam setelah melepas pelukannya
"Aku percaya fisikmu baik, tapi tidak dengan hatimu bukan? "tebak Opa Aditya membuat wajah Azam tersenyum kecut seketika
"Entahlah, aku tak tau. Aku ingin mandi dulu Opa, Ayah, aku lelah ingin istirahat, permisi! "ucap Azam lalu pergi naik ke atas
Namun suara dari Ayah Tama menghentikan langkahnya. "Kondisi Aza sudah membaik boy, dia sudah melewati masa komanya. Kata bunda kita hanya menunggu dia membuka mata saja"ucap Ayah Tama
__ADS_1
"Ayah serius?,Ayah tak bohongkan? "tanya Azam dengan muka mengintimidasi
"Apa untungnya membohongimu, lagian jika membohongimu saja tak da gunanya"balas ayah Tama
"Ayah aku serius, Ayah tak bohong kan? "tanya Azam lagi, yang membuat Ayah Tama mendengus kesal
"Iya...boy... iya..., Kau ini memasang muka menyebalkann jika terlalu banyak tanya"balas Ayah Tama dengan rasa kesalnya kepada Azam yang sedang tersenyum senang
dengan sopannya Azam mengambil makanan yang sedang di makan Ayah Tama hingga habis, lalu mengembalikan piring itu begitu saja kepada Ayah Tama dan meminta mencucinya, sedangkan ayah Tama yang sedang membulatkan matanya melihat putranya sendiri mengambil piring makannya di tangannya dan memintanya untuk mencuci piring itu dan Azam sadar akan perbuatannya langsung berlari ke Kamarnya
"Hei kau, dasar yah anak nakal, beraninya kau memerintah Ayahmu sendiri untuk mencuci piring bekas makananku yang sudah kau makan Hah?,dasar kau yah.Awas nanti kau!!!"teriak Ayah Tama pada Azam yang sedang tergelak di kamar sama dengan Opa-nya yang menyaksikan pertengkaran itu
"Dasar anak itu, menyebalkan sekali dia sudah banyak tanya, memakan makananku hingga habis,dan memberikan bekasnya padaku.Awas saja nanti dia akan aku potong burung miliknya dan aku bikin burung geprek nanti. Lihat saja kau boy"gumam Ayah Tama dengan kesal sambil mencuci piring di dapur,dan disaksikan para bibi yang sedang membersihkan dapur sambil menahan tawanya
__ADS_1
Sudah 15 menit akhirnya Azam turun dari kamarnya dengan pakaian casual,kaca mata hitam yang betengger di hidungnya, harum semerbak dari parfumnya membuat kaum hawa terpikat. Azam berniat pergi ke rumah sakit menemui Nataza namun sialnya sang Ayah ingin membalas dendam Azam dengan memerintahkannya mengepel rumah ini membuat Azam melongo di buatnya.
setelah 1jam mengepel seisi rumah akhirnya dia bisa pergi ke rumah sakit menemui Nataza, 20 menit di perjalanan akhirnya dia sampai juga di rumah sakit, dia langsung masuk ke ruangan VIP yang sudah di siapkannya untuk Nataza setelah di pindahkan dari UGD.
Azam mendekati bankar Nataza dan duduk di bangku samping ranjang, tangannya menggenggam tangan Nataza yang teraza dingin lalu mengusapnya pelan memberikan ke hangatan
"Aku kangen kamu za, udah hampir 1 bulan kamu koma, kamu gak mau bangun, kamu gak. kangen sama kita semua, kita pengin denger tawa kamu, lihat senyum indah kamu"ucap Azam meletakan tangan Nataza di dahinya
"Ayo bangun Za, aku tungguin kamu sampe sadar. Love Yuo Nataza"ucap Azam lalu mengecup dahi Nataza dan berlalu pergi ke kamar mandi
Holla gaes.Makasih yang udah mau baca cerita aku,aku yang baru belajar buat novel di sini, maklumin masih banyak kesalahan yew
jangan lupa like & komen yah.Aku perlu dukungan dari kalian. Makasih
__ADS_1