Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Extra Part 23


__ADS_3

Kini kondisi Elina sudah membaik hanya saja masih lemas untuknya berjalan atau bergerak sedikit, Elina merasa tak enak pada mertuanya yang harus terus bolak-balik dari rumah ke rumah sakit, apalagi pada Papi Azam yang menggantikan suaminya bekerja dikantor sehingga membuat mertuanya lelah, seharusnya mereka beristirahat saja dirumah dan bermain dengan cucu-cucunya bukannya bekerja setiap hari


"Elina memang beban untuk keluarga suami sendiri, Elina gak berguna banget sih. Bisanya hanya nangis dan repotin semua orang" batin Elina dengan menatap mertuanya yang tertawa bersama suaminya


setelah berbincang dengan kedua orang tuanya sebentar sambil membahas pelaku yang membuat Elina masuk sakit, setelah Azam dan Nataza pulang, Alvano menghampiri Elina dan mengusap punggung tangannya lalu mengecupnya lembut


"Ay mau makan?"tanya Alvano sambil menelusupkan anak rambut Elina kebelakang telinganya


"Nanti aja mas, aku belum laper kok"balas Elina dengan menggelengkan kepalanya


"Tapi ini udah waktunya kamu minum obat sayang, tapi kami belum makan, jadi kamu harus makan dulu baru minum obatnya"ucap Alvano membuat Elina mengangguk


"Ya udah deh, tapi kamu juga makan ya?"pinta Elina dengan menggenggam tangan Alvano


"Iya sayang, sebentar"balas Alvano lalu melangkah menuju nakas untuk mengambil makanan Elina dan dirinya disana


saat akan menyuapi Elina, suara pintu terbuka membuat keduanya menoleh melihat siapa yang datang dan melihat Elvina, Aiden, Nasyla dan Rania yang datang dengan tangan membawa parsel buah dan sekantong kresek besar dari supermarket


"Kak"panggil Rania dan langsung memeluk kakaknya


"Kakak gak papa sayang"ucap Elina membuat pelukan mereka lepas


"Apa yang terjadi sama kakak, kenapa kakak bisa sakit kaya gini?"tanya Rania dengan wajah sedihnya lalu bergantian menatap Alvano


"Kakak kamu alergi sama seafood dan semalem dia gak sengaja makan makanan yang ada udangnya"balas Alvano sambil menyuapi Elina


"Terus menurut kakak itu sengaja atau enggak?, karna dulu waktu kak El masih kuliah dia juga pernah kaya gini akibat ulah temen dekatnya sendiri yang cemburu karna kak El deket sama kakak tingkatnya"jelas Rania membuat Alvano menatap Elina yang terdiam


"Siapa temennya?"tanya Alvano menatap Rania yang menatap Elina takut


"Kak Ayu. Dia yang dulu deket banget sama kak El dari SMA,mungkin bisa dibilang sahabat kak El. Tapi saat masuk 2 bulan kuliah kak El deket sama kakak tingkat hanya sebagai kakak adik biasa, justru kak Ayu cemburu juga salah paham sama kak El, dia sengaja cari kelemahan kak El dan bikin kak El hampir mati karna kehabisan nafas didalam toilet kampus yang sengaja kak Ayu kunci"jelas Rania membuat Elina memejamkan matanya


"Cukup Nia"ucap Elina tak ingin lagi mendengar kelanjutannya


"Nia harus ceritain ini ke kak Al kak, biar dia tau dan lebih waspada lagi menjaga kakak. Aku gak mau kakak kaya gini lagi"balas Rania dengan air mata yang jatuh dipipinya


"Gak akan sayang, kakak akan lebih hati-hati lagi saat makan. Tapi kakak mohon jangan bahas kak Ayu Nia"ucap Elina membuat Alvano dan Elvina mengernyit bingung


"Ini ada apa memangnya?, kenapa kak El kaya takut banget sama kak Ayu?"bisik Elvina pada Rania


"Nanti kak. jangan disini"balas Rania dibalas anggukan oleh Elvina


"Kalian bisik-bisik apa?"tanya Alvano micingkan matanya


"Gak papa kan, kita cuma bisik-bisik soal ulang tahun Papi besok"balas Elvina membuat Alvano menepuk jidatnya


"Astaga!, kakak lupa kalo besok Papi ulang tahun"ucap Alvano dan mendesah pelan, bagaimana dia bisa lupa dengan ulangtahun Papinya sendiri


"Kak Al tenang aja, biar El sama ketiga curut ini yang urus"balas Elvina mendapat tatapan tajam dari ketiga adiknya, sementara Elvina hanya cengengesan membalas tatapan mereka

__ADS_1


"Ya udah kita pamit ya kak, siapa tau kakak mau istirahat dan kak Al nanti jam 21.00 aktif whatsapp ya, kita chatingan soal kejutan ulang tahun Papi"ucap Elvina hanya dibalas anggukan oleh Alvano


setelah kepergian keempat adiknya, Alvano kembali menatap Elina yang tengah melamun mikirkan sesuatu, Alvano mulai menebak-nebak apa ini ada hubungannya dengan Ayu temannya saat kuliah dulu hingga membuat Elina seperti ini?


waktu terus berjalan hingga kini tiba malam hari, Elina yang sudah tertidur setelah meminum obatnya membuat Alvano leluasa untuk memalukan telfon dengan Elvina dan Rania, meski harus bersembunyi didalam kamar mandi agar tak ketahuan apa lagi kedengaran oleh Elina tak masalah untuk Alvano


"Jadi, Gimana ceritanya?, kenapa setelah kamu bahas Ayu-ayu itu, kakak kamu jadi melamun dan diam aja meski masih jawab semua pertanyaan kakak, tapi setelah itu dia kembali melamun kembali. Ada apa sebenarnya?" Alvano


^^^"Tapi jangan bilang kak El ya kak kalo aku yang cerita ini ke kakak?, soalnya aku takut kalo kak El akan trauma lagi" Rania^^^


"Oke, kakak gak akan bilang ke El. Jadi Gimana?"Alvano


^^^"*Kejadiannya tepat 6 tahun yang lalu, saat Kak El baru masuk kuliah.Kak El memang udah deket banget sama kak Ayu bahkan bisa dibilang sahabat karna setiap saat kak El selalu bareng sama kak Ayu. Hingga dimana saat ada kakak tingkat mereka yang sebenarnya suka sama kak El, tapi kak El tolak karna kak El tau kalo kak Ayu suka saka kakak tingkatnya itu,meski udah ditolak kakak tingkatnya kak El tetep aja kejar-kejar kak El hingga kak El minta mereka sebagi kakak adek atau teman saja. Kak Ayu justru salah sangka sama kak El, dia ngira kak El sama kakak tingkatnya pacaran karna mereka dekat, dengan ide jahatnya pernah kak Ayu kasih udang dimakanan kak El setelah dia cari tau kelemahan kak El sampai hampir bikin kak El mati ditoilet karna pintu dikunci dari luar oleh kak Ayu setelah buat kak El sesak nafas karna alerginya pada udang. Beruntung saat itu kakak tingkat kak El sedang mencarinya dan menemukan kak El ditoilet tak sadarkan diri dengan denyut nadi begitu lemah. Setelah pulih, kak El kembali ke kampus dan disambut happy oleh teman-temannya, tapi tidak dengan kak Ayu dia benci pada kak El sampai pulang kampus kak Ayu suruh preman untuk culik kak El dan hampir perkosa kak El saat itu, tapi untung aja niat jahat kak Ayu ketahuan sama Bagas teman kelas kak El yang memang tertarik dengan kak El. Sejak saat itu kak El trauma dengan laki-laki dia akan berteriak ketakuutan melihat laki-laki dan itu dimanfaatkan kak Ayu, yaitu dengan mendorong kak El dari roftop gedung tua didekat rumah kita, sampai sekarang kak El masih takut pada kak Ayu, dia trauma dengan kak Ayu"^^^


^^^"Kakak ingat saat pertama kali kakak bawa kak El kerumah kakak, dan memperkenalkan anggota keluarga kakak dan dia baru tau kalo Oma kak Al bernama Ayu, kak El sejujurnya menahan rasa takutnya agar tidak membuat kak Al malu dan kecewa karna memilih kak El menjadi calon istrinya. Setelah kak El pulang dan kak Al meninggalkan rumah kak El mulai tak. terkendali kak, dia kembali teringat nama Ayu dan Ayu membuat Nia bingung, dengan terpaksa Nia beri dia obat penenang agar kak El lebih Tenang*" Rania^^^


^^^"Lalu Ayu sekarang dimana?, apa dia masih berkeliaran diluar sana?"Elvina^^^


^^^"Aku gak tau kak, terakhir kali aku dengar kabarnya katanya dia ada di Inggris menyusul kak Diego" Rania^^^


"Tunggu dulu, Diego kan udah mati oleh Papi dan Opa karna mau memperkosa Elina saat kurang 1 hari pernikahan kita, yang waktu itu aku sakit"Alvano


^^^"Jika kak Diego udah mati disini, berarti kak Ayu juga disini, karna dia gak akan melepaskan kak Diego begitu saja, dia pasti akan berusaha dapetin kak Diego apapun caranya untuk menikahi kak Diego"Rania^^^


"Diego ini siapa sebenarnya?, kenapa dia ingin memperkosa Elina dan juga didapatkan oleh Ayu?, atau jangan-jangan dia..?"Alvano


^^^"Kakak benar, dia kakak tingkat kak El dan kak Ayu, dia yang ditolak oleh kak El dan sedang diperjuangkan oleh kak Ayu, namun selalu gagal mendapatkannya"Rania^^^


"Benar sekali, kak El mungkin dalam bahaya saat ini karna sudah pasti Ayu ada di indonesia karna mungkin saja dia tau kalo Diego udah mati diindonesia dan berniat membalas dendam pada kak El karna dia berfikir ini semua ulah kak El" Elvina


saat Alvano masih adik bertelfon, suara benda jatuh mengejutkannya membuat Alvano segera mematikan sambungan telfonnya dan menghampiri Elina diruangannya, dia keluar dari kamar mandi dan melihat Elina yang akan jatuh dari bankar dengan sigap Alvano menangkapnya dan menidurkannya kembali dibankar


"Kamu gak papa Ay?"tanya Alvano khawatir


"Aku gak papa mas"balas Elina dengan mengusap tangan Alvano ditangannya


"Sebenarnya kamu mau ngapain tadi?, kenapa gak panggil aku aja kalo mau sesuatu?"tangan Alvano terulur mengusap pipi mulus Elina dan menatap mata istrinya yang tak mau menatapnya


"M-maaf mas, El cuma pengin ambil minum aja kok. El gak mau repotin mas Al karna El tau kalo mas Al lagi dikamar mandi"balas Elina menundukkan kepalanya tak mau menatap mata suaminya yang masih terus mengusap pipinya


"Sayang, mas di kamar mandi juga gak lama kok. Mas tadi kebelet pipis terus setelah itu mas dapet chat dari Elvina soal rencana ulang tahun Papi besok, dan mas gak sadar kalo masih didalam kamar mandi"balas Alvano tak sepenuhnya berbohong


"Maafin El, karna udah jatohin gelasnya"ucap Elina lirih sambil meremas baju pasiennya


"Gak papa sayang. Biar mas yang bersihin. Kamu bobo lagi karna ini udah larut malam"balas Alvano diangguki oleh Elina


Elina memejamkan matanya untuk kembali tertidur dengan Alvano disampingnya yang duduk dikursi sebelah bankar, Alvano menelungkupkan kepalanya dilipatan tangannya karna rasa kantuk mulai menyerangnya dan ikut menyusul kealam mimpi bersama istrinya


*****

__ADS_1


4 hari sudah Elina dirawat, dan kini saatnya dia pulang dengan dijemput oleh kedua mertuanya dan keempat adiknya. Elina ikut mobil sport suaminya yang dibawa oleh Aiden dan kini mereka sedang perjalanan pulang kerumahnya


"Mas"panggil Elina dengan menata kedai-kedai makanan ditepi jalan yang mereka lewati


"Kenapa sayang?"tanya Alvano mengusap punggung tangan Elina dan melirik sekilas istrinya


"Mampir sebentar beli makanan boleh gak? Laper nih"tanya Elina dengan meletakkan tangan Alvano diperut ratanya, sementara Alvano hanya terkekeh sambil mengusap perut rata Elina


"Dedek bayi Laper hmm?"tanya Alvano sambil melihat kondisi jalanan untuk menepikan mobilnya


"Ihh.. kok dedek bayi sih?!,aku kan belum hamil mas"ucap Elina dengan menunduk


"Gak papa, kan dedek bayi aku yang ini, bayi kucing aku yang lucu"balas Alvano membuat Elina cemberut


Tin.. Tin..


suara klakson mobil Azam dibelakang mobil mereka, Alvano turun dari mobil menghampiri mobil Papinya dan berbicara sesuatu padanya. Selesai bicara terlihat mobil Azam melaju meninggalkan mereka berdua dan Alvano kembali kemobilnya


"Mau beli apa?"tanya Alvano mengusap lembut pipi cubby Elina yang menjadi rutinitasnya sekarang


"Emm....aku mau itu sama itu, boleh kan?"balas Elina lalu bertanya


"Boleh, ayo"balas Alvano dan menarik pelan tangan Elina


mata Elina berbinar menatap cilor incarannya, dia membeli cilor tersebut dan tak lupa membeli untuk orang rumah juga katanya membuat Alvano menggelengkan kepalanya. Setelah mendapatkan cilornya Elina kembali menghampiri penjual batagor dan memakannya disana hingga tambah 1 porsi lagi


"Mas mau?"tawar Elina dengan menyodorkan sendok batagor


"Enggak, kamu aja yang makan. Mas masih kenyang sarapan tadi"balas Alvano dibalas anggukan oleh Elina


"Kamu disini dulu ya, aku mau ambil hp aku dulu dimobil"ucap Alvano dan pergi dari sana setelah mendapat acungan jempol oleh Elina


Alvano mengambil hpnya dan melihat sebuah pesan masuk dari Rania membuatnya mengernyit, tumben sekali adik iparnya ini mengirim pesan padanya


Rania


"*Kak, tolong hati-hati dan jaga kak El dengan ketat ya kak. Aku dapet info dari mata-mata aku yang diluar kota, kalo dia lihat kak Ayu disana sedang mencari kak Diego. Aku yakin setelah tau kalo kak Diego udah mati karna hampir memperkosa kak El, pasti kak Ayu akan membalas dendam ke kak El karna mengira kak El penyebab kematian kak Diego"


"Aku berfikir begini karna aku tau watak kak Ayu saat orang yang dia cinta mati pasti akan ada dendam didalamnya, meski yang dia tuduh bukan pelakunya, tapi dia akan menganggap dia adalah penyebab kematiannya"


"Sekarang kak Ayu sedang mencari tempat tinggal didaerah •••• ,lebih baik kak Al kerahkan anak buah kakak untuk menangkapnya. aku takut kalo sampai dia tau kematian kak Diego dia akan menyakiti kak El lagi*"


^^^"Akan kakak lakukan Nia, kamu tenang saja"^^^


"Makasih kak, aku percaya pada kakak"


"Sayang udah belum?"tanya Alvano menatap Elina yang sedang membersihkan mulutnya dengan tisu


"Udah kok, Ayo pulang"jawab Elina dengan menarik pelan tangan Alvano

__ADS_1


"Sabar sayang, dibayar dulu batagornya"ucap Alvano membuat Elina menepuk jidadnya dan cengengesan karna lupa


__ADS_2