Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Bertemu Putri


__ADS_3

Sore hari yang terlihat masih cerah tanpa adanya awan yang menuti langit, terlihat indah dengan perlahan matahari turun ke ufuk barat,seorang gadis duduk di bangku taman dengan memegangi perutnya karna kelaparan, dia hidup bersama kakak kandungnya, namun sekarang kakaknya sakit-sakitan. Gadis yang seharusnya bersekolah SMP kelas 1,belajar menuntut ilmu, saat ini dia kelaparan hanya memanfaatkan uang tabungan hingga habis untuk biaya hidup dan pengobatan kakaknya


Dia pergi ke semua toko bahkan lapak apapun itu untuk bekerja dan bisa makan untuk dia dan kakaknya, tapi semua orang menolaknya, orang tunya meninggal dunia karna menculik anak angkatnya untuk di jadikan korban operasi ilegal hingga ayahnya di jebloskan ke kantor polisi dan nekat bunuh diri,sementara ibunya di kabarkan meninggal, membuatnya sangat terpuruk dan berduka di tambah dengan kakaknya yang sekarang lumpuh dan organ ginjalnya sebelah tak berfungsi


Dia adalah adik angkat Nataza yang di anggap adik kandung sendiri oleh Nataza yaitu Putri,gadis manis tidak secantik Nataza namun senyum manisnya memikat lawan jenisnya, kini dia hidup mencari bantuan dan pekerjaan


Nataza yang menunggu suaminya pulang dengan duduk di depan rumah di sebuah bangku depan rumahnya dengan di temani oleh para penjaga dan juga Bibi Ani di samping kanan,kiri dan belakangnya


"Assalamulaikum"ucap Azam baru turun dari mobil langsung turun saat melihat istrinya sudah menunggunya di depan pintu


"Waalaikumsalam"jawab Nataza dengan ketus


"Kenapa kok nadanya gitu sih?, gak seneng suaminya pulang?, ok kalo gitu aku pergi aja lagi"ucap Azam membuat Nataza membulatkan matanya lalu dengan cepat menarik tangan suaminya


"Ihh apaan sih mas, nyebelin banget kamu. Udah ahh mas Azam nyebelin"ucap Nataza lalu berbalik badan untuk masuk ke rumahnya, namun sebelum masuk dia sudah di peluk dari belakang oleh Azam terlebih dahulu


Azam memeberikan kode pada para pengawal dan Bibi yang sudah menjaga Nataza selama dia pergi kekantor atau dinas hingga malam,setelah semua pergi Azam mengecup pipi istrinya dari samping lalu membalikkan tubuh istrinya menghadapnya


"Kenapa hmm?,kok galak banget istriku ini?"tanya Azam dengan memegang dagu istrinya lembut


"Gak papa"jawab Nataza dengan nada seperti sebelumnya lalu membuang mukanya


"Hei ayolah sayang, aku tau kau menagih janjiku kan?"tebak Azam membuat Nataza menatap suaminya


"Benarkan kan, kau menunggu makananmu itu.Baiklah akan aku berikan itu untukmu, tapi kau harus beri aku hadiah hari ini"ucap Azam dengan menatap mata istrinya yang terlihat gelisah

__ADS_1


"Aku janji akan pelan-pelan sayang"bisik Azam di telinga Nataza membuatnya memejamkan matanya merasakan tubuhnya mulai bereaksi


"Gak mau. Mana jajan aku, mana bakpia sama cilornya?"tagih Nataza dengan menolak permintaan suaminya


"Gak ada jajan kalo gak ada hadiah sayang"bisik Azam lagi


"Gak mau, Auw"tolak Nataza dengan teriak sambil memegangi perutnya yang tiba-tiba merasa sakit


"Sayang, kamu kenapa?"tanya Azam panik dengan tangan ikut Mengelus perut istrinya


"Gak tau mas, dari pagi perut aku sakit"jawab Nataza dengan memejamkan matanya menahan sakit


"Bi bawa ini ke dalam ya, di hangatkan nanti aja kalo kita udah pulang"pinta Azam memberikan jajan yang Nataza berikan


"Kita ke rumah sakit sekarang"ucap Azam lalu bersiap menggendong Nataza


"Serius gak papa?,aku takut anak kita kenapa-kenapa sama kamu juga"tanya Azam khawatir


"Gak papa kok mas, udah gak sakit lagi kok"jawab Nataza dengan senyum mengembang.


Ya sebenarnya dia berbohong soal perutnya sakit karna demi bakpia dan cilor, dia rela berbohong demi lolos dari hadiah suaminya itu. Bukannya menolak,tapi suaminya selalu lupa jika semester pertama belum boleh berhubungan badan terlebih dahulu.Maaf ya mas aku bohongin kamu,kalo aku gak bohongin,kamu akan tetap lakuin itu saat belum waktunya untuk lakuin


"Ya udah kita masuk,setelah itu kita pergi ke acara pernikahan Brian sama Nuril"ucap Azam di angguki oleh Nataza


1 jam kemudian mereka pergi ke tempat acara pernikahan Brian dan Nuril yang di gelar di gedung megah milik keluarga Brian,Nataza yang memang sudah makan dia tidak merasa ingin makan apapun apa lagi ngidam, tapi tidak dengan Azam yang langsung makan kue,buah,nasi dna lauk pauknya, jus, air teh dan air putih ,membuat kedua sahabatnya dan juga istri serta sahabat istrinya melongo menatap Azam yang selalu menjaga perut sixpacnya,kenapa sekarang jadi begini?pikir mereka

__ADS_1


"Lo kesurupan hantu di mana Zam?"tanya Bayu membuat Azam mendelik


"Sembarangan kalo ngomong, gue masih waras gue gak kesurupan apa-apa"jawab Azam lalu melanjutkan makannya


"Ya lo kaya orang kesetanan begitu, makan dan minum sebanyak itu, makanya gue tanya?"jawab Bayu


"Gue makan segini banyak karna gue laper, sepulang dari kantor gue gak istirahat apa lagi makan, gue langsung olahraga setelah nemenin istri gue makan malam"jawab Azam dan di jawab 'Oh'oleh yang lain


"Mas pulang yuk, aku ngantuk"pinta Nataza yang memang sedari tadi menguap dan benar saja sekarang jam 9.45 malam, pantas istrinya mengantuk


"Ya udah yuk, bro kita balik dulu ya. Sekali lagi selamat atas pernikahannya, semoga cepet nyusul tuh bocil"ucap Azam lalu bersalaman dengan yang lain di susul Nataza


kini mereka ada di perjalanan pulang, dan dengan hati-hati Azam mengendarai mobilnya, dengan pelan Azam mengendarai mobilnya, tapi karna seseorang yang mengendarai motor tanpa melihat kanan dan kiri membuat Azam mengerem mendadak, untuk saja Nataza ada di dalam pelukannya meskipun harus terbangun dari tidurnya


"Kenapa mas?"tanya Nataza pada suaminya


"Itu depan orang bawa motor sembarangan, untung aja gak ketabrak"jawab Azam


"Mas lain kali hati-hati bawa motornya, bukan saya aja yang celaka tapi mas dan yang lain juga bakal celaka"ucap Azam pada pengemudi motor tersebut


"Iya mas, maaf saya tadi menghindari kucing lewat depan motor"jawab pengendara itu lalu pergi


"Ya udah kita pulang sekarang"ucap Azam lalu menyalakan mesin mobilnya


"Mas stop dulu"pinta Nataza

__ADS_1


"Kenapa sayang?"tanya Azam menatap istrinya yang tengah menatap ke arah bangku taman


"I... Itu Putri adik aku mas"jawab Nataza gugup melihat adik angkatnya tidur di bangku sendirian pastinya kedinginan


__ADS_2