
Setelah sarapan Nataza di langsung tidur didalam pelukkan Azam karna sudah meminum obatnya, Hari ini Azam bersiap berangkat ke kantor diam-diam bersama dengan Brian dan Bayu tanpa Nataza tau,jika tau susah lagi Azam untuk pergi, dia berpamitan kepada Bunda Ayu dan Ayah Tama untuk pergi kekantor dan menitipkan Nataza pada mereka
saat ini Azam sedang dalam perjalanan ke kantor, dia duduk di bangku belakang sementara kedua sahabatnya di bangku depan yang satu menyetir dan yang satu memeriksa tabletnya.Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat mereka meeting, yang awalnya disebelah rumah sakit dimana Istrinya dirawat tapi harus berubah ke daerah yang jauhnya lumayan untuk mereka jangkau apa lagi jalanannya yang sedikit rusak
Mereka keluar dari mobil dan mereka masuk kedalam cafe lalu mencari meja dimana Tuan Albert pesan,mereka dapat melihat disana tuan Albert bersama dengan putrinya tengah duduk dan membaca buku menu dan telfonnya
"Selamat siang Tuan Albert"salam Brian kepada Tuan Albert yang langsung meletakkan buku menu dimeja makan ketika melihat dua pria tampan menghampirinya
"Ouh Tuan Brian dan Tuan Bayu,selamat siang juga tuan. Dimana Presdir kalian?"tanya Tuan Albert dan tentu mereka tau siapa yang tuan Albert maksud dengan membawa gadisnya,ya mungkin bukan gadis?
"Maaf Tuan Albert, Presdir sedang berada di toilet,mungkin sebentar lagi dia akan datang"jawab Bayu dan benar saja Azam datang dengan Jaz biru kesukaan Istrinya dan juga kemeja putih yang Istrinya beli sebelum kejadian itu
Putri tuan Albert,Debora atau sering di panggil Rara, dia menatap Azam tak berkedip,betapa tampan dan sexynya Azam menggunakan jas itu,apalagi roti sobeknya tercetak jelas ketika jas diterpa angin masuk angin gak tuh
"Selamat siang Tuan Albert,maaf jika saya terlambat, ada sedikit masalah tadi di mobil"ucap Azam mencari alasan
"Tidak masalah Tuan Azam,saya mengerti"jawab Tuan Albert dengan senyum manisnya
"Baiklah, apa bisa kita mulai sekarang?"tanya Azam dan di angguki oleh yang lain
__ADS_1
Azam memulai acara meeting tersebut dengan merasa risih, dan kurang nyaman,meskipun dia harus profesional dalam memimpin dan menyampaikan apa yang perlu dan apa yang tidak. Tapi tatapan dari Debora sunggung membuat risih dan jijik sendiri,bagaimana tidak.Debora sengaja menurunkan retsleting bajunya bagian depan dan memperlihatkan permukaan bukitnya, dan di bagian bawah,
kakinya terus bergerak dan sesekali mengusap kaki Azam dengan kakinya. Azam mencoba sabar dan fokus tapi dia lagi-lagi di buat malas dengan sikap Debora dengan sengaja dia melenkingkan rok spannya hingga sebatas paha dan menarik turun ****** ********. Sungguh Azam tak tahan dengan ini,menjijikan bagi Azam .
Azam mengisyaratkan pada Bayu jika meeting selesai,dia merasa tak nyaman dengan sikap anak Tuan Albert,Bayu yang mengerti langsung membisikkan sesuatu pada Brian yang berada tepat disebelah Tuan Albert dan memberikan bukti yang dia tangkap dari kamera khusus yang sudah disiapkan kepada Tuan Albert
"Maaf Tuan,sepertinya meeting hari ini cukup sampai disini saja,untuk kerja samanya biar nanti Tuan Muda kami yang memutuskan. Kami permisi"pamit Brian mewakili Azam yang sudah pergi duluan dari sana,dia tak ingin melihat wajah malu seorang Ayah ketika tau putrinya seperti wanita murahan
"Ayah malu..Debora!!!"ucap Tuan Albert lalu pergi meninggalkan putrinya yang sedang memasang ****** ******** kembali
"Memang apa yang Ayah malukan, kan aku hanya duduk memperhatikan"jawab Debora dengan santainya dan menyusul Ayahnya kemobil
"Diam saja kau bilang, Ayah tau jika Tuan Muda Azam tak akan diam saja,dia pria yang cerdas,dia memasang kamera disetiap sudut baju yang dia miliki, dan kau dengan menjijikannya melepas kancing bajumu ini, dan celana dalammu itu. Apa kau mau menjadi wanita murahan seperti ibumu itu hah?,kau mau menuruni sifat ibumu menjadi wanita simpanan lelaki dan berakhir menjadi wanita malam?"tanya Tuan Albert dengan marah sekarang
"Tapi Tuan Muda sudah menikah, dia akan memiliki 2 orang anak,dia sangat mencintai Istrinya, dan kau tau Istri Tuan muda adalah wanita tercantik di Asia. Dan dia pemegang rekor paling cantik. Apa kau bisa mendapatkan Tuan Muda hanya dengan tubuhmu itu,Kau hanya mengandalkan tubuhmu, apa kau berpikir saat lelaki hanya membutuhkan tubuhmu untuk pemuas nafsu dan mereka akan meninggalkanmu setelah mendapatkan apa yang dia mau. Tuan Muda adalah seorang Mafia terbesar diAsia dan pemegang kuasa pertama di sini,jangan pernah kau mencari gara-gara dengannya atau kau mau mati dengan tak terhormat di tangannya.Camkan ucapanku itu"jelas Tuan Albert lalu turun dari mobilnya
"Aku harus mendapatkan Tuan Muda,apapun caranya. Bahkan aku harus membunuh anak dan Istrinya tak masalah bagiku. Karna hanya dia yang aku mau. Ouhh pria tampanku, aku akan menjadi istrimu setelah perempuan sialan itu mati"ucap Debora dengan membayangkan Azam menyetubuhinya dengan gagahnya
Di rumah sakit Azam yang baru sampai dia melihat Istrinya tengah cemberut dan tak mau menatap wajahnya,dia yakin pasti karna dia tinggal saat sedang tidur tadi. Azam menghampiri Nataza yang masih membuang mukanya,bahkan menatap matanya saja Nataza tak mau, tangan Azam terulur menyentuh perut buncit Nataza dan mengelusnya serta membisikkan sesuatu hingga anaknya menendang begitu kuat membuat Nataza terkejut dan nyeri
__ADS_1
"Akhh.."pekik Nataza saat anaknya menendang kuat didalam sana
"Kenapa sayang?"tanya Azam sedikit panik, tapi dia sengaja meminta anak-anaknya menendang kuat supaya Maminya mau berbicara dengannya
"Anak kamu nendang kenceng banget mas, nyeri banget"jawab Nataza dengan mengatur nafasnya
"Ohh...anak Papi nakal ya di perut Mami, bikin Mami kaget sama sakit iya. Ya udah kalo anak Papi nakal,Papi gak akan kasih kalian salad buahnya deh,gak jadi Papi kasih karna nakal sama Mami"ucap Azam membuat tendangan di perut Nataza tiba-tiba berhenti
"Mau mas.."pinta Nataza ingin mengambil salad di tangan Azam
"Udah makan siang belum?"tanya Azam yang tak ingin Istrinya sakit perut
"Udah"jawab Nataza bohong,padahal dia sedari tadi gak mau makan
"Beneran?"ucap Azam lagi,dia tak percaya karna melihat piring dan gelas masih penuh masakan Bundanya
"I-iya maaf,aku belum makan"jawab Nataza jujur karna takut pada Azam
"Sayang...Makan nasi dulu ya,saladnya nanti setelah makan, kamu gak boleh makan yang kecut-kecut sebelum makan nasi. Nanti lambung kamu sakit lagi"ucap Azam di angguki oleh Nataza
__ADS_1
"Maaf mas"jawab Nataza merasa bersalah sekarang
"Udah gak papa,sekarang makan nasi dulu ya,saladnya nanti kalo udah makan nasi"ucap Azam diangguki oleh Nataza