Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Histeris


__ADS_3

Nataza sudah berhasil di bawa pulang oleh Azam dan sekarang dia tertidur karna lelah menangis takut. Selama perjalanan Nataza menangis dan dia tak bisa lepas dari pelukkan Azam,hingga akhirnya yang membawa mobil Azam adalah Glen anak buahnya. Sampainya di rumah semua keluarga panik dan lega rasanya melihat Nataza yang di gendong dengan keadaan tak sadarkan diri dengan beberapa luka memar di tubuh dan wajahnya akibat pukulan Danur saat di gudang


"Abang..Kak Aza gak papa kan?"tanya Alika panik melihat kakak iparnya tak sadarkan diri


"Dia tidur Ka,dia gak papa kok"jawab Azam lirih lalu membawa Nataza ke kamarnya


"Bund, anak-anak gak rewel kan?. Maaf ya Bund udah repotin Bunda untuk jaga anak-anak tadi"ucap Azam yang mendapat usapan lembut dipipinya oleh Bunda Ayu


"Gak papa sayang, anak-anak kalian gak rewel kok, mereka anteng banget dari tadi. Cuma ya waktu haus atau laper mungkin sempet nangis kenceng,tapi untung aja Bi Ani bilang masih ada stok ASI milik Aza di kulkas jadi bisa di dinginin"jawab Bunda Ayu tenang


"Alhamdulillah kalo mereka gak repotin Bunda"ucap Azam lalu beralih menatap Nataza


"Zam?"panggil Ayah Tama yang baru pulang dari kantor dan baru mengetahui berita ini


"Ayah"gumam Azam melihat Ayahnya yang terlihat begitu marah sekarang


"Ke ruang kerja Ayah sekarang"ucap Ayah Tama lalu meninggalkan kamar Azam


"Bund,Alika. Titip Aza sebentar ya,aku mau ketemu Ayah"pinta Azam dan di angguki oleh keduanya


"Jangan emosi ya nak,bicarakan ini baik-baik sama Ayah kamu"ucap Bunda Ayu memberi wejangan kepada Azam


"Baik Bunda"jawab Azam

__ADS_1


Azam melangkah turun tangga kearah ruang kerja Ayah Tama di lantai dasar, Azam masuk kesana dan melihat Ayah Tama duduk di kursi kesayangannya dengan mengotak-atik tablet ditangannya dan juga Adam disana yang menatap Azam dengan wajah datarnya


"Duduk Zam"pinta Ayah Tama setelah Azam duduk Ayah Tama menatap Azam dengan serius


"Kenapa kau tak memberi tahu Ayah tentang hal ini, kenapa kau tak menghubungi Ayah jika menantu kesayangan Ayah di culik oleh kakak tirinya Zam?"tanya Ayah Tama dengan suara rendahnya


"Maafkan Azam Yah. Bukan maksud Azam menyembunyikan semua ini dari Ayah dan dari Bang Adam. Tapi Azam hanya takut jika Azam menghubungi kalian berdua, Nataza akan semakin disakiti oleh Danur, dia sudah membuat Nataza hampir gila karna ketakutan dan dia juga menyakiti fisik dan mental Nataza kembali di gudang tadi. Jika aku tak datang tepat waktu mungkin. Tidak!!"jelas Azam sambil menundukkan kepalanya lalu menggeleng karna mencoba menghilangkan pikiran buruknya


"Ayah tau kau berniat membebaskan Istrimu dari bedebah itu. Tapi itu juga membahayakan nyawamu Zam, Kami berdua hanya takut kalian berdua terluka karna kelicikannya"ucap Ayah Tama dan di angguki oleh Adam


"Kau boleh menghubungi Abang dan meminjam anak buah Abang untuk membantumu dan Abang juga siap membantumu untuk membebaskan dan menyelamatkan adik Abang sendiri. Hanya karna Abang baru menikah kemarin kau tak ingin memberi tahu Abang dengan alasan mengganggu?"tanya Adam


"Bukan begitu Bang. Ya aku akui jika aku tak ingin mengganggu Abang, tapi aku memang tak bisa karna Danur mengancam akan menyakiti Aza jika aku meminta bantuan kalian atau polisi. Untung saja aku dapat mengelabuinya hingga aku bisa membebaskan Aza dengan bantuan anak buahku. Maafkan aku sekali lagi"ucap Azam merasa bersalah


"Ayah dan Adam maafkan dirimu untuk kali ini Zam, tapi ingat jangan pernah menyembunyikan dan berbohong atas nama apapun itu.Mengerti?"ucap Ayah Tama dengan tegas


"Baiklah kembalilah kekamarmu Zam, biar Danur akan menjadi urusan Ayah dan Adam sekarang"ucap Ayah Tama dengan menepuk bahu Azam dan di angguki oleh Azam sebagai jawaban


Azam melangkah ke kamarnya, baru saja akan mengetuk pintu dia mendengar suata Nataza berteriak ketakutan dari dalam kamar dan suara Bundanya yang mencoba menenangkan Nataza


"Aza tenang nak. Ini Bunda, ini Bunda Ayu sayang mertua kamu. Tolong sayang tenang ya ,jangan takut nak"ucap Bunda Ayu didalam kamar dengan sedikit berteriak


Azam langsung membuka pintu kamarnya dan Azam terkejut melihat Nataza histeris ketakutan serta keadaan kamar yang sudah berantakan, bantal di mana-mana, selimut yang sudah tergeletak di lantai kamar,alat make up yang berantakan dan semuanya sudah terbengkalai di lantai

__ADS_1


"Stopp Nataza!"teriak Azam melihat Nataza hampir melempar vas bunga ke arah Bunda Ayu


"Hai stop ini aku Azam sayang...Stop tenang ya ada aku disini ok, jangan kaya gini sayang. Tenang ok...tenang..."ucap Azam membawa Nataza kedalam pelukkannya dan menangkannya meskipun Nataza tetap berontak dalam pelukkannya


"Gak...lepas...jangan sakitin aku...lepas..aku mohon lepas..Hikss...Aaaa..."teriak Nataza dalam pelukkan Azam


"Hei..hei..lihat aku"pinta Azam dengan menangkup wajah Nataza yang memberontak


Ayah Tama dan Adam yang akan pergi ke markas Azam terkejut saat mendengar teriakan Azam, dan Alika serta Irfan juga ikut terkejut saat menidurkan Al dan El juga Devina anak mereka. Mereka berlari kelantai atas bahkan lupa jika ada lift lalu masuk kekamar saat mendengar suara Nataza dan Azam berteriak hingga terdengar keluar kamar. Mereka terkejut melihat kondisi kamar yang begitu berantakkan dan Azam yang mencoba menangkan Nataza meski tetap berontak


"Stopp Za!!!. Lihat aku!!"pekik Azam membuat yang disana terkejut dan nyatanya itu berhasil membuat Nataza yang sedari tadi berontak seketika tenang


"Stopp ok, tenang Za. Ini aku Azam, tenang...kamu aman sama aku...Dia gak ada disini, dia gak akan pernah kesini, dia udah pergi ok. Sssttt...tenang ya sayang, ada aku disini. Ada yang lain juga yang bakal lindungi kamu ok. Tenang sayang..."bisik Azam pada Nataza yang saat ini ada dalam pelukkannya


"Dia..dia jahat. Dia...dia mau bunuh aku...hikss..aku takut..."tangis Nataza lirih dengan mengeratkan pelukkannya pada Azam


"Dia gak ada disini sayang ,dia udah pergi Za. Please!!. Jangan kaya gini Za, kamu buat aku takut, tenang Za...tolong jangan buat aku benar-benar takut kali ini"bisik Azam yang sudah menangis sekarang melihat Nataza seperti ini


"Dia jahat...aku udah sayang sama dia sebagai kakak aku, aku udah kasih dan usahain semuanya untuk dia.Tapi...tapi dia mau bunuh aku. Aku takut..."lirih Nataza dan perlahan memejamkan matanya tertidur dalam pelukkan Azam


"Sssttt...udah, tenang ya...Dia gak akan pernah kesini"bisik Azam lalu mengecup pucuk kepala Nataza yang sudah tertidur dalam pelukkannya


"Selamat istirahat sayang. Mimpi indah"bisiknya kembali lalu keluar dari kamar

__ADS_1


"Maafin Azam Bang, Ayah,Bunda. Karna Azam udah teriak ke Aza tadi. Tapi cuma itu cara untuk menenangkan dia kalo susah di tenangkan"ucap Azam


"Kita ngerti Zam, kita paham atas semua yang kamu lakukan tadi,makan malam dulu Zam setelah itu istirahat, Ayah tau kau lelah"ucap Ayah Tama dan di angguki oleh Azam


__ADS_2