
Setelah acara menangis tadi,saat ini Azam bersama dengan Adam tengah menatap Baron yang terikat di antara dua tiang dengan wajah yang sudah babak belur dan luka di tubuhnya. Ayah Tama dan Opa Aditya juga ada disana menyaksikan penyiksaan khusus untuk Baron yang mengenaskan oleh kedua putranya,Ya Adam sudah dianggap sebagai anak oleh keluarga besar Adhitama
Azam menghampiri Adam yang duduk dikursi roda,lalu dia berjongkok di sampingnya dan menatap Adam yang sedang memperhatikan Baron dengan seksama,dan perlahan Azam menyentuh bahu Adam membuat Adam menatapnya
"Bagaimana hukuman untuknya Bang?"tanya Azam dengan senyum smirknya
"Lakukan sesukamu saja Zam,aku sudah memutuskan jika kau yang akan menghukumnya untuk hadiahku"jawab Adam dan diangguki oleh Azam sebagai jawaban
"Baiklah. Aku akan menghukum penjahat ini,kalian ambilkan aku cambuk kesayanganku, belati, dan juga golok kesayanganku,bawa kemari semuanya"perintah Azam membuat anak buahnya takut,Apalagi mendengar kata kesayangan,berarti itu senjata paling mengerikan
"Baik Tuan Muda"jawab Alex dan meminta anak buahnya membantunya
tak lama menunggu,pesanan Azam pun datang padanya. Azam memilih dari ketika senjata kesayangannya mana dahulu yang akan dia pilih?,dengan mengetuk dagunya dengan telunjuknya. Pilihan Azam jatuh pada belati yang anak buahnya pegang, dia melangkah ke arah Baron yang masih pingsan setelah mendapatkan banyak luka di tubuhnya
"Bangun!!"perintah Azam dengan menepuk pipi baron keras
"Heh..Bangun!!"perintahnya sekali lagi dengan menepuk keras kembali pipi Baron
"Ambil Air"perintah Azam kepada Alex karna dia menyerah membangunkan Baron dengan cara yang baik dan Alex pun pergi ke kamar mandi mengambil air sesuai perintah Azam
"Ini airnya Tuan Muda"ucap Alex memberikan ember berisi air penuh untuk menyiram Baron
"Terimakasih Alex"ucap Azam mengambil ember di tangan Alex sebelum membawanya lebih mendekat kepada Baron
"Sama-sama Tuan Muda, permisi"balas Alex dengan undur diri dan di angguki Azam
Azam mendekat kepada Baron dan menyiramkan air di atas kepalanya dengan secara perlahan dan juga memegang dagu Baron hingga mukanya tersiram oleh air yang Azam tumpahkan. Tak lama Baron terbangun dengan nafas yang terengah-engah merasa nafasnya hampir habis kerna air
__ADS_1
"Sudah tidurnya, mimpi indah hmm?"tanya Azam dengan senyum smirknya melihat Baron menatapnya sinis
"Lepaskan aku!!!"teriak Baron kepada Azam yang ada di depannya meminta untuk dilepaskan
"Tak perlu berteriak bodoh. Aku tak sudi mendengar suaramu itu. Kau berharap di lepaskan hmm?,jangan pernah berharap tinggi kau bajiangan"ucap Azam dengan nada penekanan
"Kau yang bajingan. Cuih"ucap Baron dengan diakhiri meludahi wajah Azam,tapi tak kena
"Kau sungguh menjijikan Baron. Siap-siap mati kau ditanganku hari ini. Bawa dia kedepan kandang Kleo dan Flio, dia akan senang melihatnya"perintah Azam dengan semangat
para pengawal menyeret Baron dengan tali rantai yang mengikat tangan, kaki, leher, dan pinggangnya. Dia digiring ke arah kandangan Kleo dan Flio yaitu singa kesayangan Azam yang memang masih terlalu muda untuk dilepas kealam bebas di markas ini
"Ikat dia kembali di sana"perintah Azam melihat Kleo yang sudah tak sabaran ingin makan siang dengan santapan barunya. Baron yang melihat keganasan singa itu, dia bergidik ngeri dan membayangkan tubuhnya di koyak oleh kedua singa itu
"Hai kesayangan Zazam. Apa kalian lapar hmm?,lihatlah mangsa kalian sungguh menggiurkan bukan, bersiaplah kalian akan mendapatkan jatah kalian setelah ini"ucap Azam kepada Kleo dan Flio
"Biadab katamu?. Apakabar dengan dirimu yang dulu selalu menyiksa orang tak berdosa bahkan ibu hamil kau bunuh hanya karna tak mau melayani nafsu bejatmu itu. Apakabar dengan dirimu yang pernah mengambil paksa kesucian gadis tak berdosa,tak tau apa-apa,dia hanya di perintahkan oleh bosnya mengirimkan minuman untukmu, lalu kau tergiur dengan tubuhnya dan kau mengambil kesuciannya. Bahkan kau membunuhnya setelah kau ambil kesuciannya. Apa kabar dengan dirimu yang sudah memerintahkan anak buahmu mencelakai kelurgaku bahkan anak buahmu hampir membunuh Istri dan calon anakku. Apakah aku benar Biadab?"tanya Azam membuat Baron terdiam mendengar kata-katanya
"Aku tidak melakukan itu"jawab Baron dengan lirih sambil menggeleng kepala menolak tuduhan Azam
"Ouh ya, Brian berikan buktinya dan perlihatkan padanya"perintah Azam pada Brian yang membawa buktinya
"Baik Zam"jawab Brian dengan memperlihatkan bukti dan Baron terkejut bagaimana bisa Brian mempunyai bukti itu
"Kurang ajar kau Azam!!!"teriak Baron dengan marah kepada Azam
"Aku tidak peduli. Tapi kau harus di hukum seberat mungkin atas apa yang telah kau perbuat"jawab Azam dengan memainkan belati yang dia pegang dan menggoreskan di wajah, tangan dan kaki Baron hingga berdarah
__ADS_1
"Akhhh.... sakit sialan!!"pekik Baron merasakan sakit
"Ouh kau mau lagi ya, baiklah. Bayu cambuk dia dan aku akan bermain disini"ucap Azam dengan menggorekan belati di tubuh Baron dan Bayu mencambuk habis-habisan Baron
Ayah Tama, Opa Aditya dan juga Adam mereka hanya tersenyum kemenangan karna telah membuat Baron tersiksa seperti ini. Penyiksaan ini masih berlanjut dengan Azam menyerahkan hukuman pada Ayah Tama dengan mengambil golok di dan mulai melakukan Aksi sesuka mereka. Hingga Baron tewas ditangan mereka dan membagi tubuhnya menjadi beberapa bagian kepada Kleo dan Flio untuk menu makan siangnya
Setelah 3 jam di markas, akhirnya mereka pergi ke rumah utama dan Adam di bawa pulang oleh anak buahnya kerumahnya, karna urusannya belum selesai. Azam kembali kerumah sakit dan dia masuk kedalam ruangan Nataza, dia dapat melihat Nataza yang tidur di atas bankar dan Bunda Ayu di sofa yang sudah tertidur juga. Azam melirik jam di dinding dan benar dugaannya ini sudah pukul 11 malam, Pantas rumah sakit mulai sepi hanya ada beberapa penjaga yang berlalu lalang
Azam pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa amis darah Baron tadi yang sempat memuncrat ke pakaiannya. 10 menit di kamar mandi, Azam keluar dengan badan yang sudah segar dan pakaian yang sudah bersih. Azam duduk di bangku sebelah ranjang Nataza dan menggenggam tangan Nataza yang masih tertidur. Azam menatao wajah istrinya yang tertidur, begitu tenang dan ada sisa air mata di pipi istrinya, pasti Istrinya ini habis menangis dan entah kenapa itu.
Azam yang mulai mengantuk dia mulai meletakkan kepalanya di atas ranjang Istrinya dan mulai memejamkan matanya. Tapi baru saja dia memejamkan matanya, dia merasakan pergerakan dari Istrinya dan dia langsung menatap Istrinya
"Kok bangun hmm?"tanya Azam melihat Nataza yang tengah menatapnya
"Kamu baru pulang mas?"tanya Nataza balik kepada Azam
"Aku udah bangun dari tadi kok, tapi aku pulang dulu ke rumah buat ambil barang yang ketinggalan. Sekarang tidur lagi gih,udah hampir tangah malam ini"jawab Azam dan Nataza hanya menggeleng sebagai jawaban
"Kenapa hmm?,tidur ya sayang. Udah malem ini"pinta Azam lagi kepada Nataza
"Bobo sama kamu. Tapi disini"jawab Nataza meminta Azam untuk naik keatas ranjang bersamanya
"Gak akan muat sayangku"ucap Azam
"Ihh...muat kok. Ayok naik"jawab Nataza lalu menarik Azam naik ke atas ranjang dan tidur bersamanya
"Udah kan,sekarang tidur ya?,aku peluk kamu dari belakang" ucap Azam dan di angguki oleh Nataza, dan tak lama Nataza mulai tertidur dalam pelukan hangat Azam
__ADS_1
"Mimpi indah sayangku"gumam Azam sambil mengecup dahi dan pipi Nataza