Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Extra Part 53


__ADS_3

2 minggu telah berlalu, dimana kini adalah hari keluarnya Jonathan dari rumah sakit. Dia dibantu Vincent, kakak Ipar dan keponakan kecilnya yang tak pernah mau lepas darinya.


Jonathan ingin sekali menemui Alvaro, namun dia belum pulih sangat membuatnya mengurungkan niatnya untuk sekarang. Mungkin nanti setelah 1 minggu dirumah dia akan kerumah Alvano.


****


Pagi ini Alvano dan Elina tengah menikmati sensasi hangat dari cahaya sang surya, mereka tengah duduk di bangku taman belakang sambil bercanda bersama ditemani oleh bi Mirna dan bi Asih yang tengah menyapu ataupun menyirami tanaman.


jika kalian bertanya apakah ingatan Elvina sudah kembali sepenuhnya? ya ingatanya telah kembali sepenuhnya setelah kemarin tak sengaja terbentur cukup keras mainan yang terbuat dari kayu milik anaknya Alika yang memang tengah menginap disana selama 1 minggu lebih.


kepalanya yang terluka dengan sedikit darah yang keluar membuat semua keluarga panik melihatnya dan langsung dibawa oleh Alvano kerumah sakit. Sampainya dirumah sakit dia sudah dinyatakan sembuh dari hilang ingatannya.


awalnya Elina menolak semua kenyataan yang terjadi saat ingatan kejadian masalalu terulang kembali, namun setelah dijelaskan kembali dan ditenangkan oleh Alvano dan. yang lainnya mau tak mau Elina harus menerimanya, meski sampai sekarang kadang dia masih ketakutan.


"Mas. Nanti siang jenguk Elvina yuk ke rumah Dimas? aku kangen sekaligus pengin tau keadaan dia dan babynya"ajak Elina membuat Alvano berfikir lalu dia mengangguk sebagai jawaban seraya tersenyum membuat Elina berbinar.


"Yeay.. ouh iya, aku mau beli sesuatu juga buat Elvina dan semoga aja dia suka"ucap Elina antusias lalu mengambil ponselnya dengan senyum dibibirnya, membuat Alvano ikut tersenyum, bahagia seperti inilah yang ingin Alvano lihat setiap hari dari Elina.


membicarakan soal Elvina, kehamilan yang dia alami Elvina dinyatakan sehat, setelah 2 minggu lalu dia hampir saja keguguran karna terlalu banyak pikiran akibat memikirkan kondisi Dimas yang katanya dibegal dijalan saat menuju pulang.


ternyata Dimas baik-baik saja, hanya luka memar disudut bibirnya karna di bogem oleh pembegal, untung saja saat itu ada beberapa bapak-bapak yang tengah meronda keliling komplek hingga keluar komplek, sehingga dirinya ditolong dan tak jadi dibegal.


namun mendengar berita itu membuat Elvina panik, khawatir, cemas dan sangat tak tenang, hingga dirinya merasakan kram di perutnya dan langsung dibawa kerumah sakit oleh kedua mertuanya. Beruntung dirumah sakit kandungannya masih bisa diselamatkan dan dokter meminta Elvina untuk dirawat dirumah sakit hingga kondisinya membaik.


*****


(kita skip 1 minggu kemudian ya gaes. Karna beberapa bab lagi, cerita ini akan tamat yeay🎉🤭)


Hari ini Jonathan telah siap untuk kerumah Alvano, dia akan meminta maaf pada Alvano dan Azam secara langsung sesuai yang Vincent katakan kala itu, membicarakan soal Vincent. Dia akan kembali ke Jepang nanti setelah masalah Jonathan selesai, sementara istri dan anaknya sudah kembali ke Jepang.


Vincent akan mendampingi Jonathan untuk menemui Alvano dan Azam dirumah Alvano, karna Jonathan baru saja mendapatkan kabar jika mereka tengah mengadakan tasyakuran untuk ulang tahun Elina, tanpa perayaan mewah sesuai permintaan bumil itu.


diperjalanan Vincent sesekali melirik adiknya yang terlihat gelisah dan tak tenang, dia tau jika adiknya gugup untuk bertemu dengan Alvano ataupun Azam, dia juga tau jika adiknya takut kalau nanti Alvano dan Azam tak akan memaafkannya.


"Tenanglah Nath. Kakak yakin Alvano dan tuan Azam akan memaafkanmu sesuai dengan ucapan mereka kala itu. Tak perlu kau terlalu gelisah seperti ini" ucap Vincent menenangkan adiknya.


"Aku hanya takut itu hanya ucapan mereka saja kak, tapi dihatinya masih menyimpan dendam padaku" jawab Jonathan dengan menatap kakaknya gelisah.


"Mereka sudah berkata akan memaafkanmu dan kakak yakin meraka akan bersungguh-sungguh memaafkanmu. Ikhlaskan saja jika mereka memukulmu ataupun melukaimu, anggap itu sebagai hukuman yang mereka berikan untukmu"jelas Vincent dianggurin oleh Jonathan yang langsung menyandarkan dirinya dikursi mobilnya lalu memejamkan mata.


tak lama. Mereka sampai dirumah Alvano dan disambut baik oleh para penjaga didepan rumah Alvano termasuk Ben, Alex dan Maxim yang mengenal Jonathan. Mereka sudah diberi tahu oleh Azam, jika nanti Jonathan dan seorang pria datang kerumahnya, mereka harus disambut dengan baik dan langsung diizinkan masuk saja.

__ADS_1


"Silahkan masuk tuan. Tuan Al dan Tuan Azam sudah menunggu tuan berdua didalam"sambut Maxim dengan sedikit membungkuk memberikan hormat.


"Terimakasih banyak tuan. Kami permisi"jawab Vincent dan pamit untuk masuk kedalam.


setelah keduanya masuk, mereka hanya disambut oleh Azam dan yang lain hanya menatap mereka dengan senyum. Mereka tau siapa yang ada disamping Vincent terutama Aiden yang menatap tak suka pada Jonathan karna sudah melukai kakak dan kakak iparnya.


Vincent menyampaikan tujuan mereka datang kesana dan mengatakan semua yang ingin dia katakan, lalu dilemparkan pada Jonathan yang sedari tadi diam sambil meremas tangannya sendiri.


Jonathan kemudian menyampaikan semua yang ingin dia katakan pada Azam dan Azam sudah memaafkannya juga Nataza, karna mereka tau jika itu bukan kesalahan Jonathan namun niat jahat adik Ayu lah yang membuat Nataza dan Elina terluka.


tak lama, Alvano dan Elina keluar dari kamar mereka, mereka melangkah menuju ruang tamu karna semua berkumpul disana. Elina duduk disamping Alvano yang menggenggam erat tangan istrinya.


melihat Alvano dan Elina telah duduk didepannya, Jonathan menoleh pada Vincent juga Azam yang mengangguk tipis, seakan menyuruhnya untuk menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.


"Alvano. Elina. Tuan Azam dan Nyonya Nataza. Saya Jonathan, ingin mengucapkan kata maaf beribu maaf pada kalian atas kejadian lalu yang mengakibatkan Elina dan Nyonya Nataza terluka. Jujur saya tak ada niat untuk menyakiti kalian apalagi Elina yang tengah mengandung, karna saya sudah trauma atas meninggalnya adik dan ibunda saya ditangan Ayu dan Ayahnya. Tapi karna kecerobohan saya adik Ayu kabur dari pengawasan saya dan mencelakai kalian untuk membalas Alvano dan Tuan Azam yang sudah mengurung juga menyiksa Ayu"jelas Jonathan jujur, wajahnya memancarkan sebuah penyesalan yang mendalam membuat Alvano yakin jika Jonathan tak salah dalam hal ini, namun caranya lah yang salah.


"Saya sudah menghukum Ayu dan adiknya 1 bulan yang lalu untuk membalaskan dendam saya karna sudah melenyapkan seluruh anggota keluarga saya dan Vincent. Dihati saya, sungguh tak ada niatan untuk menyakiti Alvano saat itu, tapi karna saya terlalu marah pada adik Ayu saat itu hingga membuat saya tanpa sadar menyakiti Alvano. Saya sungguh minta maaf pada kalian semua termasuk Elina dan Alvano, sungguh saya menyesali kebodohan saya" lanjut Jonathan dengan menangkup kedua tangannya menatap kearah Alvano dan Elina yang saling pandang.


Alvano bangkit dari duduknya lalu melangkah menghampiri Jonathan yang menatapnya waspada dan dirinya sudah siap jika Alvano akan menghajarnya.


Namun hal yang Alvano lakukan membuat Jonathan terkejut sekaligus senang. Alvano memeluknya sembari menepuk punggungnya pelan lalu melepasnya, senyum manis Alvano berikan pada Jonathan yang dibalas senyum olehnya.


"Aku akui kau memang seorang pembunuh bayaran berhati hangat, kau tak pernah mau menyakiti orang yang tak bersalah dan kau juga tak akan pernah membunuh orang tanpa tau kesalahannya, aku akui kau hebat. Tapi aku mohon jangan asal tembak ataupun mengajak orang perang hanya karna dendam jika tak ingin kau sendiri yang hancur"lanjut Alvano diangguki oleh Jonathan lalu memeluk kembali Alvano.


"Terimakasih banyak Al, terimakasih karna sudah memaafkanku"ujar Jonathan dibalas anggukan oleh Alvano lalu melepas pelukan mereka dan kembali ke tempat masing-masing.


kini hilang sudah semua masalah yang mereka hadapi dan hanya tersisa sebuah kehangatan keluarga, kebahagiaan dan cinta. Saudara jauh dan orang asing pun kini telah menjadi sebuah keluarga yang benar-benar harmonis, penuh dengan canda dan tawa diantara mereka.


memaafkan adalah hal yang paling mudah agar kita bisa melupakan semua kesalahan dan kejadian yang telah lalu, memaafkan seseorang memanglah tak mudah, namun, jika kita memaafkan kesalahan terbesar sekalipun itu akan membuat kita lebih tenang tanpa merasa adanya beban.


jika memiliki kesalahan pada orang lain, segeralah meminta maaf dan berubahlah saat itu juga, jangan ulangi kembali perbuatan lalu yang membuat orang lain semakin membenci kita, karna jika sudah keluar kata benci dari bibir seseorang maka dia tak akan pernah mau memaafkan.


kesempatan seseorang untuk dimaafkan hanya dihitung dari batas kesabaran orang itu sendiri, jika kesabaran orang itu sudah habis maka tak ada lagi kata maaf yang akan diberikan meskipun itu kasalahan kecil.


kembali pada Alvano dan Elina yang bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan keluarga layaknya orang lain diluar sana tanpa gangguan orang yang berniat jahat pada mereka, meski kadang masalah pasti akan muncul.


tersisa satu setengah bulan lagi Elina akan melahirkan anak mereka dan sampai sekarang, Alvano dan dirinya masih belum menyiapkan nama untuk anak mereka.


menurut pemeriksaan dokter kemarin, anak. mereka berjenis kelamin perempuan dengan wajah yang diprediksi setengah dari Elina dan Alvano, entahlah mereka tidak begitu paham penjelasan dokter, yang pasti dokter bilang anak mereka sangatlah cantik.


Saat ini, Keduanya tengah menuju ke sebuah mall untuk membeli box bayi dan beberapa perlengkapan bayi yang belum sempat mereka beli kemarin, ditamani Ibu mertua dan nenek mertuanya, Elina sudah merasa senang dengan Alvano dan Azam sebagai bodyguard mereka di belakang dengan menenteng beberapa paperbag yang berisi belanjaan mereka sebelum menuju toko perlengkapan bayi.

__ADS_1


mereka segera masuk kedalam dan memilih beberapa sepatu, sarung tangan, kaos kaki, topi juga bando atau bandana. Mereka memilih semua warna termasuk pink dan biru muda agar tidak terlalu cewek jika anak Elina cowok, kadang pemeriksaan dokter belum tentu benar.


"Mas. Menurut kamu, sepatunya bagus yang biru muda atau biru laut?"tanya Elina pada Alvano disebelahnya dengan menunjuk sepatu bayi dengan model sama namun warna berbeda.


" Yang biru muda aja, lebih bagus dan gak terlalu gelap"jawab Alvano diangguki oleh Elina lalu mengambil beberapa pasang sepatu berbawarna berbeda kecuali yang gelap-gelap.


"Sayang, menurut kita box bayinya bagus yang ini deh"ucap Nataza menunjuk pada box bayi berwarna silver polos dengan jaring warna putih sedikit gelap.


"Sama Mi, dari tadi aku juga tertarik sama yang ini, tapi yang pink dan merah juga bagus"jawab Elina dengan memandang kedua box bayi dengan beda warna didepannya.


"Aku lebih suka yang silver sayang. Karna nanti kalo semisal prediksi dokter salah dan ternyata anak kita laki-laki. Kita kan gak tau, jadi buat jaga-jaga aja, nanti beli biru ternyata cewek, kalo beli pink ternyata cowok. Serba salah udah"saran Alvano diangguki oleh Elina, benar juga.


"Ya udah yang silver aja, mumpung diskon dan gratis mainan anak"jawab Elina dan berbisik diakhir kalimatnya membuat Alvano terkekeh mendengarnya.


setelah semuanya beres, mereka segera menuju restoran terdekat untuk makan siang bersama disana. Selesai makan siang, mereka kembali kerumah sekalian mengantar Azam dan Nataza pulang kerumah mereka, karna mobil mereka telah dibawa pulang duluan oleh Ayah Tama bersama kedua anak bungsu mereka.


"Makasih banyak ya Mi, Pi, udah mau nemenin kita cari perlengkapan bayi buat dedek"ucap Elina melirik kearah Azam disamping Alvano dan Nataza disampingnya.


"Sama-sama sayang. Kami juga senang kok bisa sekalian jalan-jalan juga bareng kalian"jawab Nataza diangguki oleh Elina lalu memeluknya dari samping.


"Kalian udah siapin nama untuk anak kalian?"tanya Azam menatap Alvano yang mengemudi dan melirik Elina dibelakang.


"Belum Pi. Kami masih mikir-mikir dulu nama yang bagus untuk baby A"jawab Alvano dengan melirik Elina dari spion yang mengangguk.


"Inisial nama anak kalian A?"tanya Nataza menatap kearah Elina.


"Iya Mi. Inisial nama A udah kami pikirin dari lama, tapi untuk namanya belum kami temukan yang pas"jawab Elina diangguki oleh Nataza.


"Papi ada saran sih nama berawalan A yang bagus. Itu sih kalo kalian mau pakai ya"ucap Azam membuat Elina antusias hingga mengubah posisinya menjadi lebih maju mendekati Azam.


"Siapa Pi namanya?"tanya Elina semangat, wajahnya sudah sangat berbinar sekaligus penasaran.


"Ada dua nama kalo anak kalian cewek, terserah mau yang mana. 1. Aqeela Nabiha Sakhi, yang berarti: perempuan bangsawan yang cerdas dan murah hati. dan yang ke 2. Alfathunisa Husna Kamilah, yang berarti: gadis lembut yang penuh kebaikan dan sempurna. Terserah kalian mau pilih yang mana itu rekomendasi Papi untuk cucu perempuan Papi, tapi kalo cowok sebentar Papi pikirkan lagi"jawab Azam dengan senang, saat tau Elina mencatat nama yang Azam sebutkan.


"Dua nama untuk bayi laki-laki, kalo laki-laki sih. 1. Althaf Faisal Dzaky, yang berarti: lelaki cerdas yang tegas dan lembut hatinya, dan yang ke 2. Adrian Rizky Pratama, yang artinya: lelaki beruntung yang penuh kekayaan rezeki" lanjut Azam membuat Alvano, Elina dan Nataza terseyum. Nama yang indah dan memiliki arti yang indah.


"Bagus nama dan artinya, El suka. Mas besok pake nama iu aja ya setelah anak kita lahir, aku udah catet kok kalo kamu lupa"ucap Elina antusias membuat mereka yang disana terkekeh lalu Alvano mengangguk dan mengiakam ucapan Elina.


"Aku juga mau siapin nama panggilan untuk mereka, yang pastinya akan cocok buat mereka"gumamnya dengan mengotak-atik ponselnya menyusun nama panggilan anaknya.


Alvano, Nataza dan Azam terkekeh melihat tingkah Elina yang begitu antusias setelah mendapatkan nama yang bagus untuk anaknya. Mereka begitu gemas sendiri dengan tingkah Elina yang sibuk sendiri memikirkan nama panggilan yang bagus untuk anaknya kelak.

__ADS_1


__ADS_2