Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Pengakuan Cinta


__ADS_3

setelah keluar dari kamar Nataza, Azam pergi ke kamar mandi,setelah dibuat tegang dan rossynya sudah berdiri tegak saat menyentuh kulit punggung Nataza dan menahan nafasnya. Dia bermain solo disana untuk meredakan hasrat dan nafsunya menyentuh bukan miliknya.


selasai mandi, Azam keluar menuju ke lantai bawah dan di sana sudah ada Nataza yang tadi membuatnya tegang dan menahan nafas, aku mencoba biasa saja saat bersamanya di depan keluarganya seakan tak terjadi apa-apa


"Azam, kemari nak!,opa ingin bicara sesuatu padamu"panggil Opa Aditya dan Azam mengangguk dan senyum sebagai jawaban


"Sini nak, dekat dengan Opa"lanjutnya lagi


"Iya Opa ada apa? "tanya Azam


"Nataza.Kemari nak? "panggil Opa Aditya


"I.. iya Opa"jawab Nataza


"Zam, Za, Opa disini sebagai yang paling tua dari yang lain, dan untukmu Aza, Opa mau mengucapkan terimakasih,karna kehadiranmu membuat cucuku Azam sepertidulu lagi, yang ceria, yang suka senyum, tertawa bersama kami, karna mu juga keluarga ini utuh kembali nak!. "ucap Opa Aditya dengan memegang tangan Nataza dan Azam bersamaaan lalu ia tumpuk menjadi satu dengan menatap mereka gantian


"Opa apakah boleh Opa meminta sesuatu pada kalian? "tanya Opa Aditya pada keduanya dan di balas anggukan keduanya


"Apakah kalian mau untuk menikah?, maksud Opa!!.Opa sudah tua nak, opa ingin cicit dari kalian, Opa ingin menimang cucu dari kalian, Opa sudah tak bisa menikah lagi, dan Alika dia masih punya waktu untuk kuliah dan bekerja, dan kalian yang sudah dewasa dan kalian juga saling mencintai bukan? ,Zam?. Jika kau mencintai Aza nikahi dia nak, jangan kau pendam perasaanmu sendiri,ungkapkan isi hatimu,tunjukan jika kau benar-benar mencintainya dengan menikahinya karna kau tulus dan sayang padanya, bukan sekedar rasa kasihan"jelas Opa Aditya dan di balas anggukan dan pelukan oleh Azam


"Aku akan menikahi Aza Opa, sesuai ke inginan Opa.Dan aku juga mencintainya tulus dari hati aku, dan aku ingin selalu membahagiakan dia,bukan karna kasihan atau aku simpati padanya tapi aku tulus dari hati aku paling dalam"pengakuan Azam mendapat acungan jempol dari semuanya, karna rencana mereka berhasil untuk menikahkan Azam dan Nataza dengan bantuan Opa Adutya


"Nataza Putri Anindita Prayoga, aku Azam Faturrizky Aditama, aku mengungkapkan niat tulusku padamu dan jujur dari hatiku yang paling dalam.Aku mencintaimu saat pertama aku melihatmu dan aku mengenalmu.Bismillah jadi apakah kau mau menikah denganku? "ucap Azam dengan lantang di saksikan keluarganya dan Azam berjongkok sikap kesatria,ya meski pakaian mereka tak sesuai dengan keadaan sekarang, tapi niatnya cukup membuar Nataza dan Bunda Ayu menangis

__ADS_1


"Ayo kak Aza terima... "teriak Alika


"Terima... "teriaknya lagi


"Bismillah. Semoga ini menjadi pilihan aku yang terbaik. Aku mau menikah denganmu"ucapan Nataza membuat Azam mengukir senyum bahagia di wajahnya dan yang lain bertepuk tangan. Saat saking bahagianya ingin memeluk Nataza, Telinga Azam sudah di tarik dulu oleh Ayah Tama


"Sembarangan kamu mau main peluk aja, belum saatnya peluk-peluk, bukan Mukhrim"ucap ayah Tama


"Awss!!.. iya.... Ayah.... iya...Ampun sakit!!,maaf Ayah!! "rintih Azam membuat yang lain tertawa


"Jadi acara lamaran akan di laksanakan dua hari kedepan. Jadi untuk kalian siapkan diri saja ya, semuanya sudah di urus oleh Bunda dan Ayah kalian"ucap Opa Aditya dan di balas anggukan oleh keduanya


Sekarang waktunya sudah pukul 10 malam, tapi Nataza belum juga tidur,dia merasa gelisah malam ini, dia memutuskan untuk pergi ke tepi kolam renang dan duduk di bangkunya, merasakan angin yang berhembus membuatnya merasa tenang, dia melangkah menyusuri tepi kolam dan tanpa dia sadari ada orang yang mengikutinya di belakang.


yang awalnya ingin minum tapi melihat seseorang yang dia kenal di pinggir kolam, maka dari itu dia mendekat ke kolam,karna terkejut mendengar orang memanggilnya membuatnya terpeleset dan jatuh ke kolam, membuat Alika gelagapan dan berteriak minta tolong, dia lupa kalo Nataza tak bisa berenang


"Tolong.... Bundaa.... Abang.... Ayahhh...."teriak Alika memanggil semuanya


"Abanggg... buka pintunya..."teriak Alika dengan menggedor pintu kamar Azam


"Kena... "belum selesai Azam berucap Alika sudah menariknya ke arah kolam renang


"Kak Aza Bang..., tolong dia...cepet!!!"teriak Alika panik

__ADS_1


Azam yang melihat Nataza di tengah kolam langsung saja menceburkan diri ke kolam, setelah berhasil dia membawa Nataza ke tepian kolam, disana sudah Ada Bunda Ayu,Ayah Tama, dan Opa Aditya yang sedang cemas dan menenangkan Alika yang menangis merasa salah


"Za.... bangun... za!!! "panggil Azam dengan menekan dada Nataza


"Za...aku mohon bangun Za!!"panggilnya lagi dan di tekanan berikutnya Nataza memuntahkan air kolam yang dia telan


Uhuk... Uhukk... Uhuk..


Azam langsung memeluknya,saking khawatirnya dia,lupa perintah Ayahnya tadi saat sebelum tidur


"Kamu gak papa kan?, ada yang sakit? "tanya Azam


"Aku gak papa, tapi kaki aku kayaknya ke kilir"jawab Nataza dan menatap Alika, dia tau Alika pasti syok karna mengejutkannya tadi


"Alika sini? "panggil Nataza membuat yang lain menatap Alika dan Nataza bergantian


"Sini Alika?"panggilnya lagi dengan merentangkan tanganya, dan Alika langsung berlari memeluk Nataza


"Kak maaf... hikss.. karna aku.. hikss.. kak Aza... Jatuh. hikss...maaf"ucap Alika dengan tangisnya


"Ssssttt, udah gak boleh nangis yah, kamu gak salah kok,tadi kakak cuma kegelincir trus jatuh deh, untuk Alika panggil Bang Azam, mungkin sekarang Kak.. "ucapan Nataza terpotong saat tangan Alika menutup mulutnya


"Aaaa.... kak Aza gak boleh tinggalin Alika, gak boleh... Alika sayang kak Aza, Alika gak mau Kak Aza pergi"teriak Alika membuat yang lain tersenyum dan geleng kepala

__ADS_1


"Ya udah masuk yuk, masuk angin nanti kalian bertiga"ucap Bunda Ayu


__ADS_2