Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Penolakan Azam


__ADS_3

Nataza turun dari mobil Azam dan berlari kecil ke arah bangku taman menghampiri seorang gadis yang dia anggap sebagai Putri adiknya, Azam yang melihat istrinya berlari terkejut bukan main karna istrinya tengah hamil muda tapi dia malah berlari


"Sayang jangan lari!!"panggil Azam yang tak di hiraukan oleh Nataza


"Sayang stop dulu!!"ucap Azam setelah berhasil mencekal tangan istrinya


"Kenapa mas?,aku kangen sama putri, aku pengin ngobrol sama dia sekarang, dia ada disana sekarang. Aku mau kesana"ucap Nataza dengan menunjuk ke arah bangku taman


"Iya aku tau,tapi jangan lari-lari ok. Inget kandungan kamu masih rawan sayang"jawab Azam dengan mengelus pipi istrinya lembut


"Maaf mas"ucap Nataza langsung memeluk suaminya membuat Azam tersenyum


"Gak papa sayang, lain kali gak boleh gitu ya, inget kamu lagi hamil muda,gak boleh lari-lari"jawab Azam dengan peringatannya


"Iya mas, kita kesana sekarang"ucap Nataza langsung menarik tangan suaminya mrnghampiri gadis itu


sampai di depan gadis itu, Nataza memperhatikan wajah yang tengah tertidur pulas dengan muka yang pucat, kurus, rambut yang tak terawat, serta baju yang kotor. Nataza memegang tangan kecil itu lalu mengelus dahi anak itu dengan sayang, dia begitu merindukan adiknya ini, setelah dia di buang oleh ibu angkatnya dan juga kakak angkatnya,dia tak pernah lagi bertemu dengan adiknya ini, dia berusaha mencari tapi tak pernah menemukannya

__ADS_1


"Sayang bangun dek, ini Kak Aza sayang?"panggil Nataza dengan mencolek pipi Putri


Perlahan mata kecil itu terbuka, dan dia melihat ke arah sumber suara yang begitu lama dia cari dan dia rindukan selama ini, saat tau dari ibunya jika Kakak angkatnya ini meninggal dia tak pernah lagi percaya pada siapapun, karna kakak angkatnya ini yang selalu ada dan selalu dia percaya saat apapun serta menjadi orang yang paling berharga di hidupnya,melihat Nataza ada di sana, membuat Putri mundur dan melepas genggaman tangan Nataza, membuat Nataza bingung di buatnya


"Kenapa dek?,ini kakak!!,ini kak Aza!!,Kakak kangen banget samaa kamu!!"ucap Nataza membawa Putri masuk kepelukannya,tapi yang di peluk hanya diam mematung


"Kamu gak kangen sama kakak?,kakak udah berusaha cari kamu dengan bantuan dari suami kakak, tapi kamu gak pernah bisa kakak temuin"ucap Nataza membuat mata polos Putri beralih menatap lelaki di samping Nataza


"K... Kak Aza beneran masih hidup kan?,ini beneran Kak Aza kan.Hiksss...Aku kangen sama Kak Aza..., ibu bilang Kak Aza meninggal karna jatuh dari jurang.Dunia aku hancur saat Kak Aza pergi dari aku. Ayah meninggal bunuh diri, Ibu meninggal, Kak Danur lumpuh dengan ginjal tak berfungsi sebelah sekarang.Kata dokter umur Kak Danur gak akan lama lagi, Aku bingung harus cari uang dimana, selama Kak Aza pergi, Aku yang cari uang buat pengobatan Kak Danur dan makan untuk kita berdua. Aku kangen Kak Aza... "jelas Putri dengan mengeluarkan keluh kesahnya pada kakaknya sekarang


"Kak Aza juga kangen sama kamu, kita pulang ya, kamu ikut kakak ya, kita pulang ke rumah sama Bang Azam ya?"ucap Nataza meyakinkan adiknya


"Aku gak masalah, kalo Putri mau pulang ke rumah Abang, Abang seneng karna Abang punya adik cewek lagi setelah adik Abang menikah,tapi Abang gak bisa terima kakak kandung kamu. Abang masih kecewa sama Kakak kandung kamu,Danur. Karna dia Abang hampir aja kehilangan istri Abang sekarang. Abang gak bisa karna Danur udah membuang bahkan hampir membuat Kakak kamu ini meninggal.Maaf kalo Abang egois, aku ke mobil sayang"jelas Azam lalu pergi ke mobilnya


"Kak Aza?, bang Azam gak mau terima Kak Danur Kak, dia masih marah sama Kak Danur, dia kecewa dengan Kak Danur,trus Kak Danur siapa yang akan jaga kalo aku ikut Kakak?"tanya Putri dengan tangisnya


"Kakak akan bicara sama suami kakak, kamu pulang sekarang ya?,ini Kakak ada makanan buat kamu sama Kak Danur, dan ini ada uang buat kamu beli baju sama obat kak Danur ya, Kakak akan bicara soal ini sama Bang Azam"jawab Nataza lalu pergi ke mobilnya dengan Putri di sampingnya

__ADS_1


"Aku jalan kaki aja kak, soalnya jalannya Gang jadi gak akan muat untuk mobil, jalannya juga di situ samping toko itu, aku akan pulang sekarang. Makasih kak,aku akan kangen banget sama kakak setelah ini"ucap Putri


"Kakak juga akan kangen banget sama kamu sayang,Kakak pergi dulu ya, kamu hati-hati jaga diri kamu baik-baik"jawab Nataza lalu masuk ke mobilnya


di perjalanan pulang ke rumah, hanya ada ke heningan tak ada yang memulai bicara dan hanya terdengar suara musik dari mobil. Mereka sibuk dengan pikitan masing-masing soal kejadian tadi


"Ehmm..Mas?"panggil Nataza sedikit gugup


"Kenapa?"jawab Azam


"Soal Kak Danur, apa kita gak bisa bawa dia ikut ke rumah kita mas?, dia udah lumpuh dan ginjalnya gak berfungsi lagi, kamu tega biarin dia di sana sendirian kalo Putri ikut kita"ucap Nataza ragu


"Aku gak bisa terima dia di rumah kita sayang, maaf bukannya aku egois karna aku mentingin diri aku sendiri, aku hanya masih kecewa sama perlakuan Kakak kamu yang udah buat kamu hampir mati di dasar jurang, buat kamu hampir di operasi ginjal tanpa menyelamatkan kamu lagi. Aku gak bisa lupain itu, aku udah terlanjur kecewa dan aku masih gak bisa terima perlakuan dia ke kamu"jawab Azam dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari kemudinya


"Maaf mas, Tapi dia juga udah aku anggap kakak aku sendiri, dia sekarang udah gak bisa ngapa-ngapain lagi, kata Putri kak Danur umirnya gak akan lama lagi mas, apa kita gak bisa bantu dia dalam hal itu, dia lagi berjuang untuk hidup mas, dia.. "ucapan Nataza terpotong kala Azam menyelanya


"Iya dia berjuang hidup lagi, trus dia sembuh dari lumpuhnya dan gagal ginjalnya itu, setelah itu dia akan balas dendam ke kamu soal ke matian kedua orang tuanya, dia bahkan mau bunuh kamu saat kamu di rumah sakit dengan melepaskan alat bantu pernafasan kamu, tapi kamu mau bantu dia sekarang, kamu akan memudahkan dia untuk membunuh kamu dan anak kita ini dengan cara liciknya itu. Iya?"ucap Azam dengan menatap mata istrinya yang mupai menangis karna dia sedikit meninggikan nada bicaranya

__ADS_1


"M.. Maaf sayang. Aku gak.."ucap Azam lagi lalu memeluk istrinya


"Gak papa mas, aku yang salah. Ayo pulang"jawab Nataza dengan melapas pelukan suaminya dan membuang mukanya


__ADS_2