
Akhirnya setelah bekerja seharian, Elina bisa pulang dengan tenang dan sekarang hanya istirahat dirumah dan besok dia akan izin kerja dan pergi ke Bandung menusul Sarah. Sekarang Elina pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap untuk tidur
10 menit dia keluar dari kamar mandi, lalu dia memakai masker malamnya dan menunggu sebentar hingga kering. Sambil menunggu masker kering, Elina membuka hpnya dan dia terkejut saat mendapat pesan dari Presdirnya
......Gunung Everest 🏔......
Bersiaplah nona, bodyguardku akan datang kerumahmu untuk mengantarkan semua keperluanmu, *jangan lupa berdandanlah yang cantik nona
Aku akan menjemputmu sebentar lagi, dan jangan makan malam dulu ya. Terimakasih 🙏*
Membaca pesan tersebut membuat Elina langsung duduk disamping ranjang dengan mulut menganganggukan. Astaga!, dia lupa jika dia ada janji dengan Alvano, bahkan dia lupa jika akan ada laki-laki datang kerumahnya untuk mengantarkan pakaiannya
Ting nong... ting nong..
suara bel rumahnya berbunyi, dengan segera dia mengambil jaketnya untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan tank top saja lalu melangkah cepat kelantai bawah, ya meskipun rumahnya sederhana tapi memiliki dua lantai yang tidak terlalu tinggi dan cukup untuk 4 orang tinggali
"Ya sebentar"teriak Elina membalas suara bel yang sedari tadi berbunyi terus menerus
Elina membuka pintu rumahnya dan mendapati dua orang pria dengan tubuh besar dan kekar, memakai pakaian serba hitam dan juga tato ditanganinya bergambar naga, membuat Elina merinding
"Dengan Nona Elina?"tanya salah satu bodyguard yang membawa peperbag merah
"I-iya saya Elina. Kalian?"balas Elina sambil bertanya dengan gugup
"Kami utusan Tuan Muda Alvano untuk mengantarkan barang-barang ini kepada Anda, dan Tuan Muda juga berpesan jika Nona harus mengenakan barang ini semuanya"ucap salah satu bodyguard menyerahkan paperbag yang mereka pegang pada Elina
"Ah ya baiklah, terimakasih banyak"balas Elina menerima paperbag tersebut
"Sama-sama Nona, kami permisi"pamit kedua bodyguard tersebut hanya diangguki oleh Elina
Ditempat lain, Alvano sedang menenangkan saudara kembarnya yang menangis karna masalah dengan kekasihnya yang selalu mengaturnya bahkan selingkuh dibelakang Elina hingga berpisah seperti sekarang
"Sudahlah El, jangan terus menangis seperti ini. Jika Mami dan Papi tau kau menangis seperti ini hanya karna bajingan itu, mereka akan marah padamu bukan membelamu"ucap Alvano yang memeluk Elvina dan mengelus rambutnya lembut
"Aku sayang sama dia Kak, tapi dia justru menyakiti aku dengan begitu mengatur hidupku, bahkan dia selingkuh dibelakang aku sama tante-tante, dasar laki-laki mata duitan. Kalo aja aku tau dia kaya gitu dari dulu, ogah banget aku sama dia kak"ucap Elina membuat Alvano terkekeh
__ADS_1
"Lagian kau juga suka sama dia hanya karna dia tampan dan imut, kau tak tau asal-usulnya bahkan sifat aslinya kau tak mencari tahunya. Aku pernah bilang padamu cari tahi dulu tentang sifatnya dan perilakunya diluar sana baru kau cari tahu keluarganya, tak masalah bagi kami jika dia orang tidak berada atau bahkan anak dari jalanan. asalkan dia mau bertanggung jawab, baik padamu, sayang tulus padamu, mencintaimu dengan sepenuh hatinya, tidak mengekangmu dan tidak bermain dibelakangnya,dan yang paling utama adalah tidak menyakiti dirimu dan juga hatimu. Tapi kau justru bertemu dengan model cap buaya seperti itu, bahkan tante-tante saja dia embat hanya karna uang. Dasar bodoh kau ini"ejek Alvano membuat Elvina menangis keras
semua orang yang ada dilantai bawah terkejut mendengar tangis Elvina, dengan segera Nataza. Azam dan kedua anaknya berlari menaiki tangga ke kamar Elvina. Mereka terkejut melihat Elvina yang menangis dalam pelukan Alvano yang sedang menenangkannya
"Ada apa dengan Elvina Al?"tanya Nataza memeluk Elvina yang masih menangis
"Putus cinta Mi sama anak depan kompleks"balas Alvano membuat Elvina mendelikkan dan Nataza hanya geleng-geleng kepala
"Kan Mami udah bilang sama kamu, cari cowok itu harus dilihat dulu dari sikapnya dan sifatnya bukan dari fisiknya aja, fisik boleh ganteng,imut dan menggemaskan, tapi sifatnya yang kasar dan banyak mengekang kamu itu gak baik untuk kamu"jelas Nataza lembut
"Maafin El Mi, El salah pilih, El bodoh karna suka sama dia"balas Elvina
"Hai princess Papi, dengerin Papi!. Kamu gak boleh ngomong kaya gitu, ucapan itu do'a sayang. Kamu gak bodoh, kamu itu anak yang pintar dan juga cantik, anak-anak Papi gak ada yang bodoh, semuanya pintar dan juga baik. Perasaan suka dan cinta itu wajar sayang. perasaan itu bisa muncul kapan aja dan sama siapa aja. yang kita gak tau kapan datangnya dan kapan tumbuhnya perasaan tersebut, kamu gak salah, kamu gak bodoh, kamu cuma kurang pintar menilai orang aja karna kamu menilai dari luar aja bukan dari sifat dan sikapnya ke kamu. Papi dan Mami akan sangat sedih dan sakit kalo tau putri kita terluka dan menangis seperti ini. Janji sama kita kalo kamu akan cari yang memang Benar-benar baik untuk kamu dan kebahagiaan kamu, atau mau Papi jodohkan dengan anak sahabat Papi?"jelas Azam dengan bertanya menggoda
"Gak mau, biar El cari aja sendiri. Nanti kalo. El dijodohin sama anak sahabat Papi, El gak akan bebas dan isinya hanya perang dan perang setiap hari"balas Elvina membuat Alvano mengernyitkan dahinya bingung maksud perang setiap hari, lalu pikiran liar bersarang diotaknya
"Perang diranjang maksudnya"ucap Alvano membuat Alvina mendelik
"Gila mulut lo Al, gue lempar lo ke kolam renang ya"balas Elvina kesal dengan jawaban Alvano
"Kemari kau Al!"seru Azam kesal dengan ucapan putra sulungnya dengan segera Alvano memeluk Papinya
"Papi!, Papi dengerin Al dulu. Maaf ya maaf!. Al ada janji sama ce. Emm... maksudnya temen Al diluar, tolong maafin Al ya, kasihan nanti dia nungguin Al, Al udah janji untuk jemput dia malam ini. Tolong lepasin Al ya, Please!!"ucap Alvano meminta maaf dengan memeluk Azam bahkan matanya sudah berkaca-kaca
"Cewek atau cowok kak?"tanya Elvina ingin tau bahkan tangannya sudah bergelayut dilengan kekar Alvano
"Kepo sekali adikku ini, masuk saja sana ke kamarmu lalu renungkan kesalahanmu dan kenangkan masa indahmu dengan mantanmu itu"goda Alvano lalu berlari ke kamarnya sebelum singa betina mengamuk
"Kak Al!!, Awas saja kau ya!!"teriak Elvina dari kamarnya sementara yang lainnya hanya bisa menutup telinganya karna suara cempreng Elvina
Dikamar Alvano sedang bersiap dengan setelan kemeja putih, jas biru navy dan yang lain hanya menyesuaikan saja. Langkahnya menuju meja rias dan dia mengambil sisir setelahnya dia memoleskan pomade disambutnya sedikit agar terlihat rapih, lalu mengambil minyak wangi agar tetap segar meski berkeringat. Alvano menatap dirinya dicermin dan merasa ada yang kurang ternyata, sebuah dasi dan juga jam tangan. Setelah semuanya beres dia mengambil dompet diatas nakas dan kunci mobilnya
Alvano melangkah turun ke lantai dasar, disana keluarganya sedang berkumpul dan bercerita, Alvano menghampiri sang Papi dan Mami lalu duduk diantara mereka dan menatap keduanya
"Pi, Mi, Al izin ya mau pergi sebentar, Al ada undangan dari acara pesta ulang tahun temen kuliah Al dulu. Boleh ya?, janji gak akan pulang malem"ucap Alvano menatap kedua orang tuanya
__ADS_1
"Baiklah, kami izinkan kau pergi, tapi kau harus ingat pesan Mami ini. Jaga gadis yang kau bawa nanti, dia pasti memiliki keluarga yang menyayanginya juga. Jangan sampai kau membuat dia celaka karna dia pergi denganmu. dan bawa dia dengan selamat dan pulang dengan selamat, jangan sampai ada kurang satu apapun darinya, kalau sampai Mami tau kau membuat anak orang celaka dan membuat gadis itu terluka fisik atau hatinya akan Mami hukum kamu nanti. Mengerti!"tegas Nataza membuat Alvano terkejut, darimana Maminya tau jika dia akan membawa seorang gadis
"Mami tau kau akan membawa gadis, mana mungkin kau pergi kesuatu acara seorang diri, kau bahkan sering membawa adik perempuanmu keacara kalian itu hanya untuk mengaku sebagai kekasihmu"ucap Nataza seakan tau apa yang dipikirkan putra sulungnya ini
"Sudah sana pergi, udah ditunggu sama tuan putri juga masih aja nempel sama Mami dan Papi"usir Nasyla mendorong Alvano menjauh dari mereka
" Ya.. ya baiklahlah. Assalamualaikum"pamit Alvano
"Waalaikumsalam, semangat berjuang kakakku"ucap ketiga adiknya membuat senyum Al mengambang
Diperjalanan, Alvano terus bersenandung dengan alunan lagu yang berputar dimobilnya. Alvano membelokkan mobilnya kesebuah perumahan yang tidak terlalu besar dan mewah, namun terlihat asri dan nyaman. Alvano berhenti tepat dihalaman rumah yang terlihat sederhana dan asri bersih dan terlihat rumahnya berlantai dua meski tak besar
Ting nong... Ting nong...
bel rumah yang Alvano tekan untuk memanggil sang pemilik rumah, tak lama terdengar suara lembut dan terdengar sedikit cempreng dari dalam rumah tersebut membuat senyum Alvano mengembang lalu dia ubah kembali datar
"Selamat malam Tuan Al"sapa gadis yang mengganggu otak Alvano seharian ini berdiri diambang pintu menyambut kedatangan Alvano
terlihat cantik dan Sexy dengan dress yang Alvano berikan tadi siang dan terlihat sangat pads ditubuhnya yang seperti gitas spanyol. Sungguh Alvano terpesona melihatnya bahkan dia tidak berkedip menatap Elina dan wajah yang memerah menatap belahan dada Elina yang sedikit terlihat. Astaga mata sucinya ternodai oleh pemandangan yang belum haknya
"Emm... maaf boleh kau Baiklan sedikit bajumu keatas, Emm...belahan hubungi terlihat"ucap Alvano dengan membalikkan badannya dan menetralkan nafas dan jantungnya yang berdetak cepat melihat itu
"Astaga bapak mesum"tuduh Elina membalik badannya dan menarik bajunya keatas
"Siapa yang mesum? ,kau saja yang memakai baju tidak benar, kenapa harus memperlihatkan itu didepanku, Astaga mataku yang suci ini ternodai olehmu"balas Alvano membuat Elina mendelik
"Enak saja, bapak saja yang memberikan baju ini untuk saya, lalu bapak bilang saya yang salah karna memakai baju dengan tidak benar. Dasar tidak mau disalahkan"sengut Elina membuat Alvano membalik badannya dan menatap Elina yang menatapnya kesal
"Kau saja yang tidak benar memakainya, bahkan ini menceng"ucap Alvano menatap mata Elina tapi tangannya menarik kesamping kanan baju Elina hingga dapat terasa daging kembar Elina ditangannya
"Bapak mesum!!!"pekik Elina membuat bodyguard Alvano menatap ke arah mereka
"Tutup mulutmu itu, aku hanya membenarkan bajumu yang menceng itu, makanya kalo pake baju yang benar jangan asal masuk saja"balas Alvano melangkah menuju mobilnya
"Cepat masuk!, waktuku hilang karnamu"ucap Alvano membuat Elina mendengus kesal lalu masuk kedalam mobil Alvano
__ADS_1