Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Mimpi Buruk


__ADS_3

Azam kembali ke kamarnya setelah makan malam bersama yang lainnya, Azam membawa nampan berisi makanan untuk Nataza dan juga susu coklat kesukaannya. Azam meletakkan nampan tersebut diatas nakas lalu duduk disisi ranjang untuk membangunkan Nataza yang masih tidur. Azam mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala Nataza yang terasa panas


Azam langsung berlari keluar menuju dapur tanpa memperdilikan Bi Imah yang dia tabrak hingga hampir terjungkal dan menjatuhkan nampan stenlis hingga orang yang ada di kamar terkejut,takut-takit maling ya kan?


Azam mengambil panci kecil dan mengisinya dengan air lalu memanaskannya, Azam mengobrak-abrik lemari dimana handuk kecil telah disiapkan sejak dulu untuk mengompres seseorang jika sakit, dan itu yang Azam cari sejak tadi tapi tak menemukan juga yang dia jahit khusus untuk Nataza didalam lemari


"Bi...,Bibi...??"panggil Azam dengan sedikit berteriak, Bunda Ayu yang melihat dapur seperti kapal pecah pun mengambil sapu tampa dia tau jika itu putranya sendiri


Bunda Ayu mengendap-endap tanpa sepengetahuan Azam yang masih sibuk mencari handuk. Lalu langkah berikutnya pekik Bubda Ayu dan Ayah Tama bersamaan. Ayah Tama yang awalnya ingin ikut istrinya dia pergi ke kamar mandi, setelah keluar dari kamar menuju dapur,dia terkejut saat Bunda Ayu akan memukul Azam dengan sapu


"Bunda....Ciiiaaatt...."pekik keduanya dan Azam gagal terselamatkan,dia menjadi sasaran amukan Bunda Ayu sekarang


"Maling...kamu mau maling kan?..jawab!! kamu mau maling barang-barang anak saya kan?...iya kan...."teriak Bunda Ayu dengan terus memukuli Azam, dan Ayah Tama mencoba menghentikan Bunda Ayu,tapi malah dahinya kena pukul oleh Istrinya sendiri hingga memar


"Akhh...ampun...Aku bukan maling Bunda...ini aku Azam...sakit..Bunda.."jawab Azam yang ikut teriak karna kedua orang tuanya masih berteriak


"Azam?"beo Bunda Ayu dengan menghentikan pukulannya


"Iya ini aku Azam, sakit Bunda..."rengek Azam manja pada Bundanya


"Maafin Bunda ya nak, Bunda gak tau kalo itu kamu. Bunda pikir kamu maling tadi, lagian dapur segede gini kamu acak-acak kaya kapal pecah tau gak"ucap Bunda Ayu mengelus pipi Azam dan punggungnya


"Ayah kenapa?,astaghfirullah kok benjol gitu sih?"tanya Bunda Ayu dengan wajah polosnya


"Kejatuhan uang 5 gepok dari langit tadi"jawab Ayah Tama kesal, lalu melenggang pergi ke kamarnya. Berniat menghentikan istrinya menyakiti putranya sendiri ehh malah kena getok

__ADS_1


"Hah?, emang ada uang jatuh dari langit?, kalo ada juga paling jatuhnya dari pesawat"gumam Bunda Ayu dengan melangkah mengambil wadah untuk mengisi dengan air yang sudah Azam panaskan


"Nih airnya yang udah panas dari tadi, kamu mau ngapain sih sebenarnya pake acara acak-acak dapur segala?"tanya Bunda Ayu dengan membantu Bibi Ani menata peralatan dapur yang berantakan karna Azam


"Aza demam Bund, aku juga baru tau tadi setelah makan malam. Aku lagi cari handuk punya dia yang aku buat khusus dulu waktu dia demam"jawab Azam tanpa sadar membongkar rahasianya jika dia membuat khusus untuk Nataza, padahal dia dulu berbohong jika dia beli dan memesan dengan tulisan nama


"Kamu serius yang bikin langsung?, wahh...Bunda gak nyangka kalo kamu jago juga ngejahit kaya gitu, bagus lagi. Ini handuk yang kamu cari kan?"goda Bunda Ayu dengan memberikan handuk yang di cari Azam


"Apa sih Bund, orang aku bikin khusus itu ke tukang jahitnya bukan aku. Aku kan waktu itu bilang kalo aku beli karna udah jadi pesanannya"elak Azam lalu melenggang pergi meninggalkan Bunda Ayu dan Bibi Ani yang tertawa melihat Azam


Azam masuk ke kamarnya lalu menutup pintu dengan rapat,tak lupa juga dia mematikan AC yang ternyata sedari tadi menyala. Azam mencelupkan handuk kewadah yang berisi air hangat dan memerasnya lalu menempelkannya di dahi Nataza, kegitan itu terus berulang hingga dia mulai merasa mengantuk, Azam menelfon Bibi Ani untuk mengambil nampan yang berisi makanan yang tak jadi di makan oleh Nataza


"Minta tolong ya Bi, makasih"ucap Azam ketika Bibi Ani ada didalam kamarnya


"Baik Tuan Muda, sama-sama. Permisi"jawab Bibi Ani dengan undur diri


"Cepat sembuh sayang, aku kangen tawa kamu, aku kangen semua tentang kamu, aku pengin kamu kembali seperti dulu yang ceria dan penuh dengan tawa. Aku kangen kamu yang ceria saat ini, cepat sembuh Za"bisik Azam ditelinga Nataza lalu mulai memejamkan matanya


pukul 3 pagi Azam terbangun saat merasakan jika Nataza tidur dalam gelisah dengan menangis dalam tidurnya, mungkin dia hanya mimpi. Azam mendudukan dirinya dan memeriksa suhu tubuhnya ternyata sudah turun, Alhamdulillah. Azam merebahkan dirinya kembali dan memeluk Nataza


"Aaaa... enggakk.. jangan...sakit ibu...ampun...aahh...sakit...bu...Ampun kak..sakit..hikss....jangan pukul lagi..akhh..."gumam Nataza dalam tidurnya dengan menangis terisak


"Aza...hei..bangun Za..."panggil Azam dengan menepuk pelan pipi Nataza


"Aaaaaa....."teriak Nataza karna bermimpi buruk lalu menangis dalam pelukkan Azam

__ADS_1


"Sssttt...sayang..kamu udah aman sayang...kamu udah gak papa...ada aku disini...jangan nangis lagi ya... ada aku disini yang jaga kamu. Please jangan bikin aku benar-benar takut dengan mental kamu. Tenang ya...tenang!!"bisik Azam dengan membawa Nataza kedalam dekapannya


"Tidur lagi ya, itu hanya mimpi kok. Jangan takut,ada aku disini...tetap tenang sayang"bisik Azam lalu menatap istrinya yang sudah tertidur kembali dengan wajah sembabnya


"Aku benar-benar takut dengan kondisi mental kamu Za, hanya karna pria tak tau diri itu kamu harus kaya gini, kamu harus terluka bahkan mental kamu menjadi ancaman olehnya. Ya Allah jangan buat hamba kehilangan istri hamba, selalu buat dia ada selamanya untuk hamba Ya Allah, dia wanita yang begitu hamba cintai termasuk keluarga hamba, jangan kau buat wanita yang kini dalam dekapan hamba menjauh apa lagi meninggalkan hamba. Hanya dia yang hamba inginkan"gumam Azam dengan berdo'a sambil memeluk Nataza


Pagi hari yang cerah,Nataza mengerjapkan matanya dan merasakan berat di perut dan pahanya, dia baru menyadari jika Azam masih tidur dengan memeluknya erat, Nataza memiringkan tubuhnya menghadap Azam dan menatap wajah tampannya yang begitu jelas meskipun sedang tertidur, tanpa sadar Nataza tersenyum dan tangannya terulur menyentuh pipi dan bibir tebal Azam


"Udah puas mainin bibir aku?"tanya Azam dengan membuka matanya dan menatap Nataza yang terkejut


"Morning sayang"ucap Azam lalu mencium bibir Nataza sebentar dan mentap wajahnya yang merah


"Morning juga mas"jawab Nataza dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Azam


"Udah gak sakit lagi, jadi nanti kita jalan-jalan berdua aja"bisik Azam


"Mau kemana?"tanya Nataza penasaran


"Nanti juga tau, sebenarnya aku udah siapin kemarin saat pulang dari supermarket,tapi karna.."ucapan Azam terpotong saat Nataza mengatakan sesuatu dengan lirih


"Maaf, aku hanya beban buat kamu"potong Nataza dengan suara yang lirih, tapi bisa didengar oleh Azam


"Kamu bukan beban buat aku, kamu adalah anugerah terindah yang Allah kirim ke aku, kamu adalah ciptaan tuhan yang paling spesial dan terindah yang Allah buat untuk aku. Hanya aku yang bisa milikin kamu dari awal hingga akhir nanti, cuma kamu satu untuk selamanya. Lovr You"ucap Azam langsung memeluk Nataza


"Makasih atas semua cinta kamu mas, Love You More"balas Nataza dengan membalas pelukkan Azam

__ADS_1


"Ya udah yuk sarapan,El sama Al udah nungguin kamu di bawah, karna tadi di bawa sama Bunda dan Ayah ke bawah"ajak Azam dan di angguki oleh Nataza


__ADS_2