
Azam menggendong Nataza membawanya ke kamarnya, sampai di kamar Nataza.Azam mengambil handuk dan baju ganti untuk Nataza dan memberikannya. lalu Azam kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian tidurnya.
Saat Nataza keluar kamar mandi dengan baju yang di beri Azam tadi, dia melihat Alika duduk di tepi ranjang dengan menatapnya,lalu berguling ke ranjang Nataza, membuat Nataza tersenyum dan tau maksud Alika
"Kak Aza, aku bobo disini yah?, aku pengin bobo sama kak Aza"ucap Alika dengan memeluk Nataza
"Boleh kok sayang, tapi kamu kan sudah punya tunangan masa mau bobo sama kakak hmm? "tanya Nataza
"Gak papa, pengin aja bobo sama kakak, aku sayang kak Aza selamanya.Muach love you kak"ucap Alika mengecup pipi kiri Nataza lalu memejamkan matanya
"Kakak juga sayang sama kamu, Love you too juga beby"balas Nataza
Tanpa keduanya sadari, Bunda Ayu menyaksikan interaksi mereka.Beliau tersenyum setelah tau Nataza juga begitu sayang pada Alika,Pantas saja selama ini, yang selalu membangunkan Alika adalah Nataza bukan Bundanya lagi, mereka begitu dekat seperti Kakak, Adik kandung yang sesungguhnya, dengan kasih sayang Nataza pada Alika membuat Alika sulit jauh dari Nataza,dan manjanya Alika membuat Nataza semakin mengenal dan semakin sayang padanya
****
Pagi hari pun datang,kini semuanya berkumpul di meja makan dan Alika yang biasanya duduk di meja makan, sekarang selalu membantu apa saja yang Nataza lakukan membuat Azam iri dan cemburu tentunya.
"Alika? "panggil Azam membuat yang lain menoleh padanya kecuali Nataza yang sedang menuangkan kuah panas pada mangkuk
"Iya Bang? "ucap Alika menatap Abangnya
"Kau bisa tidak, duduk saja di sini, kau itu dari tadi bolak-balik sudah seperti kipas angin dan tak membawa apapun, dan kau mengikuti Kak Aza terus.Kau akan membuat dia bingung nanti"ucap Azam membuat Alika menatap Nataza
__ADS_1
"Gak papa kok, Alika disini, dia juga bantu aku masak dari tadi, ada Bunda juga jadi gak akan susah apa lagi bingung, lagian Alika bolak balik meletakkan makanan ini ke meja makan, bukan tak membawa apa-apa"ucapan Nataza membuat Azam bungkam,lalu pergi ke kamarnya mengambil kunci mobil tanpa pamit
"Abang pasti ngambek Alika dekat dengan kak Aza, dia cemburu padaku,dia tak bisa dekat apa lagi berpelukan, karna kalian belum menikah, sementara aku kan bebas"ucap Alika membuat yang lain tersenyum dan geleng kepala dengan jahilnya Alika pada Abangnya
"Loh zam,kau kembali lagi? "goda Opa Aditya
"Aku mengambil berkas di ruang kerjaku Opa, permisi!"balas Azam dengan melirik ke Arah Nataza lalu pergi begitu saja
Hatchim...
Hatchim...
Hatchim...
"Maaf semuanya"ucap Nataza setelah bersin,dia pergi ke kamar mandi dapur untuk membersihkan ingusnya
Hatchim...
Hatchim...
bersin Nataza lagi membuat Azam yang baru saja duduk di bangku meja makan menoleh dan mencari sumber suara
Bruk...
__ADS_1
Nataza pingsan di depan pintu kamar mandi dapur, dan bibi Ani yang melihat langsung membulatkan matanya dan menghampirinya setelah meletakkan piring bersih
"Tuan... Nyonya... Den Azam...., non Nataza pingsan di depan kamar mandi dapur"teriak bi Ani dari dapur
"Za... Bangun Za... "ucap Azam setelah menepuk pipi Nataza, dan Azam langsung mengendong Nataza ke kamarnya, di ikuti Alika di belakangnya
"Nataza kenapa?"tanya Ayah Tama dan Bunda Ayu di sampingnya menemani Opa Aditya yang tiba-tiba sesak nafas
"Badannya panas banget Bund, tolong panggilin dokter Tantri bund!. Bi bawa kompresan ke sini!,Alika kamu ambil pengukur suku di kamar Abang yah? "perintah Azam kepada yang lain
Tak lama dokter Tantri datang, dia melihat dengan jelas kecemasan di wajah Azam, ada sedikit rasa tak suka pada Azam yang peduli pada wanita lain. Dokter Tantri adalah teman SMP Azam dan juga sahabat Talita, dia menyimpan rasa pada Azam sudah sejak lama, dia ingin menikah dengan Azam, tapi Azam lebih memilih mendiang Talita,hingga dia di jodohkan dengan lelaki lain, setelah mendengar Talita tiada,dia berencana bercerai dengan suaminya untuk kembali merebut hati Azam, tapi sayang seribu sayang Azam selalu menolaknya dan mencintai wanita lain yang telah Azam selamatkan Yaitu Nataza
"Gimana keadaannya Tan? "tanya Azam
"Menurut aku dia cuma demam biasa kok, dia hanya alergi terhadap air ataupun cuaca dingin, apa semalem atau kemarin terjadi sesuatu kepadanya, yang buat dia kumat alerginya? "tanya dokter Tantri
"Kak Aza jatuh ke kolam renang semalem"ucap Alika dingin pada Tantri, dari dulu sampai sekarang Alika tak pernah suka dengan Tantri karna sikap dan omongannya
"Pantas saja dia demam tinggi, tapi tak apa tadi sudah aku suntikan obat parasetamol, dan aku juga pasang infus buat tambah cairan tubuhnya, karna dia akan banyak muntah nanti dan itu akan membantu menurunkan demamnya,dan ini resep obatnya jadi jangan lupa di minumkan yah.Dan untuk sementara tolong pakaikan dia selimut atau baju yang tebal karna dia akan merasa sangat kedinginan meski sudah pake selimutnya. Ok saya permisi semuanya"jelas dokter Tantri dan pamit
"Dingin.... Dingin... "gumam Nataza
"Sebentar Za! "ucap Azam lalu pergi ke lemari mencari selimut lagi
__ADS_1
"Bund, selimutnya dimana, ini Nataza kedinginan terus dari tadi"tanyanya lagi dari kamar Nataza dengan mencari selimut tebal
"Di lemari bawah nak, sebentar Bunda ambilkan juga di kamar Bunda"ucap bunda Ayu pergi ke kamarnya