
Mereka sampai di rumah besar Azam, di sana Bunda Ayu,Alika dan Kiaras yang tersenyum sinis kepada Nataza,mereka sudah menyiapkan makan malam, Nataza yang merasa tak enak akhirnya mengampiri mereka
"Bunda maaf yah, Aza gak bantu bikin makan malem, tadi kita kejebak macet karna ada kecelakaan di depan kita langsung"ucapan Nataza membuat Bunda Ayu mengalihkan pandangannya kepadanya saat dia sedang memotong wortel
"Tapi kalian gak papa kan?, kalian gak ada luka kan?"tanya Bunda Ayu dengan panik sambil membolak balik tubuh Nataza membuat yang lain menahan tawa tidak dengan Kiara dia menahan kesal karna Bunda Ayu masih peduli pada Nataza
"Aku gak papa kok Bund, cuma tadi sempet syok aja"jawab Nataza
"Alhamdullah kalo gitu, ya ampun Bunda rasanya mau copot jantung tau gak sih, kamu ini bikin Bunda panik"ucap Bunda Ayu dengan tawa kecilnya sambil geleng kepala
"Maaf Bund"jawab Nataza dengan mengangkat dua jarinya membentuk V
"Bunda gak marah sayang,tapi Bunda cuma takut kamu sama Azam kenapa-kenapa, lain kali hati-hati yah, Zam?"ucap Bunda Ayu
"Iya....Bunda.... Sayang... "ucap Azam lalu pergi ke meja makan
selesai makan malam, Azam dan Nataza pergi ke kamar masing-masing,mereka mandi lalu tidur, tapi Azam malah gelisah tak jelas, entah kenapa dia sulit sekali memejamkan matanya, apa yang akan terjadi besok. pikir Azam
Pqgi harinya Nataza, Bunda Ayu, dan Kiara mereka sudah ada di dapur untuk memasak sarapan, Kiara sedari tadi terus saja merasa kesal dan marah, karna Bunda Ayu lebih banyak bercanda dengan Nataza di banding dia, dan Bunda Ayu selalu punya topik tersendiri untuk bertanya dan bercanda. Saat sedang asik-asiknya bercerita dan memotong jagung,ada seseorang yang sengaja menumpahkan kuah panas di dada dan lengan kanannya membuat Bunda Ayu membulatkan mata
"Ya Allah za!!!"pekik Bunda Ayu membuat Azam, Alika Ayah Tama dan Opa Aditya yang baru saja turun menghampirinya
"Bund, Aza kenapa?"tanya Azam panik namun dia berusaha tetap tetang
"Astagfirullah kak Aza, leher kak Aza merah banget, pasti kena air panas yah?"tanya Alika
"Gak.Papa.kok"ucap Nataza dengan menahan pabas yang menjalan keseluruh tubuhnya
__ADS_1
"Siapa yang melakukan ini?"tanya Ayah Tama, namun tidak ada yang bersuara
"Jawab!!!!"bentak Ayah Tama, Kiara yang melakukan itu dia hanya bisa memejamkan matanya menahan takut
"Non...Non Kiara Tuan Besar"jawab bibi Ani karna dia melihat langsung tadi
"Benar kiara?"tanya Ayah Tama
"Ma.. maaf om, Kiara tak sengaja tadi, Kiara ke sandung"jawabnya bohong
"Bohong tuan besar, tadi saya melihat sendiri kok, Non Kiara tersenyum smirk,lalu dia berjalan ke arah Non Aza dan menyiramkan air yang baru saja mendidih kepada Non Aza, kalo taun besar tidak percaya tak apa, di dapur ada CCTV karna tuan Bayu memasang CCTV 3 hari yang lalu semenjak non Kiara di sini, karna saya mencurigai non Kiara menyukai tuan muda Azam tapi dia membenci non Aza, benar kan non Kiara?"jelas bibi Ani dengan detail dan membuat Kiara bungkam
"Ayo ikut Om!"Ajak Ayah Tama menyeret tangan Kiara ke arah luar rumah
"Kembali ke rumah mu, aku tak mau kau melukai menantuku lagi, kau sudah di beri kesempatan saat kau diam-diam masuk ke kamar putraku dan merayunya dengan tubuhmu itu, tapi kau mengulanginya lagi dengan mencelakai manantuku sekarang, jadi aku tak akan biarkan kau kemari lagi dan apa lagi menginjakan kaki di rumah ini, jangan pernah ganggu keluarga ku dan kehidupan putraku, Aku akan melakukan sesesuatu jika kau masih mengusik hidup putraku. Camkan itu"lirih ayah Tama lalu mendorong Kiara tanpa memikirkan jika dia anak adik sespupunya sendiri
Kiara pergi dari rumah besar Aditama,dia tidak menangis, tapi dia marah dan dia pasti akan membalaskan penghinaan ini pada Nataza lihat saja,batin Kiara dengan menampilkan senyum smirknya lalu pergi entah kemana
2 minggu kemudian, hari ini adalah hari dimana Azam dan Nataza menikah, mereka menggunakan pakaian adat sunda berwarna putih dan Azak menggunakan beskap putih senada seperti kebaya Nataza,terlihat tampan dan cantik sekali
(Ini baju yang di pakai saat ijab kabul ya gaes)
Azam yang duduk sudah duduk di depan penghulu, sudah ada Ayah dan wali nikah Nataza, disana Azam sudah terlihat sangat tegang namun Azam mencoba untuk tanang
__ADS_1
"Bismillah..."ucap Azam lalu bersalaman dengan pak penghulu,
"Siap nak Azam?"tanya pak penghulu dan di jawab anggukan Azam
di sisi lain Nataza di temani Bunda Ayu, Alika,Nuril dan Fitri menemani Nataza yang sudah tampil dengan cantik
"Masyaallah cantik sekali manantu Bunda"ucap Bunda Ayu dengan memegang dagu Nataza dan Nataza hanya tersenyum jujur saja dia gugup sekarang
Kembali pada Azam yang tengah mendengarkan penghulu mengucapkan ijab Kabul dan Azam sedang menarik nafasnya dalam
"Saya terima nikah dan kawinnya Nataza Purti Anandita Kusuma Binti Al. Adhi Cahyo Kusuma dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"ucap Azak. lantang dan jelas
"Bagaimana para saksi,Sah?"tanya pak penghulu
" Sah.."ucap semua tamu
Para tamu yang menyaksikan menjatuhkan air matanya, terutama Nataza yang ada di kamar juga menjatuhkan air matanya saat mendengar Azam mengucapkan ijab kabul dan kata Sah dia sudah resmi menjadi istri dan keluarga besar dari Azam,dia menatap Bunda Ayu yang juga sedang menatapnya
"Akhirnya kau menjadi manantu Bunda Nak, Nataza Putri Anandita Aditama, selamat datang di keluarga besar kami sayang"ucap Bunda Ayu lalu memeluk menantunya ini
"Ayo turun?"ucap Bunda Ayu menggandeng tangan menantunya
Nataza turun ke kelantai bawah dengan anggun, membuat para tamu takjub dengan kecantikannya termasuk Azam yang menatapnya tanpa berkedip, lalu Alika msnyenggol lenganya untuk menggoda Abangnya
"Ciee... bidadari abang udah turun nih, cantik banget yah"goda Alika mendapat sentilan didahinya oleh Azam
Nataza sidah berdiri tepat di depannya, lalu menyalami lelaki yang menjadi suaminya,Azam memegang ubun-ubun Nataza,membaca doa dan meniupnya,beralih pada dahi istrinya dan di kecupnya
__ADS_1