Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Pingsan


__ADS_3

Acara ijab Qobul pernikahan Adam dan Kirana akan segera di mulai, dan yang menjadi wali nikah Adam adalah Ayah Tama menggantikan Ayah Adhi orang tua Adam dan Nataza. Sedangkan Kiara yang berasal dari panti asuhan dia wakilkan oleh wali hakim


Acara Ijab Qobul berlangsung dengan hikmat, mereka menangis ketika para wali berkata Sah, dan situlah Nataza teringat akan pernikahannya dulu dengan Azam yang di wakilkan oleh wali hakim,Nataza membayangkan mungkin jika Ayah dan Bundanya masih hidup dia dan Adam bisa melihat senyum bahagia mereka dan melihat cucu mereka lahir kedunia ini


Azam yang melihat Nataza menangis haru dia tersenyum lalu menarik Nataza kepelukannya, Azam mencium pucuk kepala Nataza hangat dan dia tau apa yang sedang dirasakan Nataza saat ini. Azam menyadari ketika tatapan matanya beralih pada Bayu dan Fitri yang sedang berpelukan dengan kedua orang Bayu


"Udah jangan dipikirin sayang, orang tua kamu udah bahagia disana, mereka tau kok cerita hidup kamu dari surga, kamu gak boleh sedih dan kamu gak boleh nangis kaya gini. Orang tua kamu akan menangis dan ikut sedih saat putri cantiknya menangis seperti ini"ucap Azam menenangkan Nataza


"Aku lagi bayangin aja mas, kalo seandainya orang tua aku masih hidup, mungkin Ayah akan menjadi wali nikah aku dan Bang Adam sekarang dan mereka pasti akan sangat bahagia ketika melihat cucu-cucunya lahir kedunia ini"jawab Nataza dengan suara seraknya karna menangis


" Udah dong sayang, gak malu dilihatin anak sendiri sampe bengong gitu natap kamu?"tanya Azam kepada Nataza yang langsung menghapus air matanya


"Apa sayang?,kenapa hmm?"tanya Nataza kepada Alvano yang masih menatapnya, lalu tangan kecil itu menepuk wajah Maminya seakan menghapus air mata Maminya


"Pinter banget anak Mami. Mami gak nangis kok, Mami gak papa sayang"ucap Nataza mengajak Alvano bicara dan bayi itu tersenyum dengan memperlihatkan lesung pipinya ketika melihat Maminya tersenyum


"Kak?, El nangis nih!"ucap Irfan yang menggendong Elvina yang menangis


"Sini sayang, kamu haus hmm?. Mas kita cari ke kamar dulu yuk, aku mau susuin El"ajak Nataza kepada Azam yang asik mengajak Alvano berbicara


"Ayok" jawab Azam


mereka pergi ke kamar hotel yang sudah dipesan khusus oleh Azam dengan ruangan yang lebih luas untuk anak-anaknya juga. Nataza merebahkan Elvina di ranjang dan membuka baju atasnya dan melepas sebelah branya untuk menyusui El yang terlihat sangat kelaparan, karna sedari tadi dia bersama Oma dan Opanya bermain


"Kamu sakit sayang?"tanya Azam yang melihat wajah pucat Nataza


"Gak kok mas, hanya pusing dikit aja. Tapi gak papa kok"jawab Nataza dengan menampilkan senyum manisnya

__ADS_1


"Kamu gak bohongkan sama aku, muka kamu pucet banget loh, ini badan kamu udah anget. Kita pulang setelah ini ya, aku gak mau kamu capek"ucap Azam dengan menempelkan punggung tangannya di dahi Nataza


"Aku gak papa mas, lagian acaranya belum selesai. Aku gak enak sama Abang, takutnya nanti Bang Adam nyariin trus dia ikut khawatir lagi"jawab Nataza dengan tenang sambil menepuk paha Elvina yang sudah tertidur


"Kamu yakin?"tanya Azam kembali


"Iya mas, kita pulang besok aja ya setelah semuanya selesai"jawab Nataza meyakinkan Azam


"Ya udah,setelah ini istirahat aja ya, biar anak-anak sama aku"ucap Azam mengalah dan di angguki Nataza sebagai jawaban


Elvina yang sudah tertidur, dia dipindahkan keranjang di tengah-tengah mereka. Bayi mungil itu terlalu menggemaskan untuk menbuat Nataza lemas sekarang, meski kepalanya terasa pusing dan sakit, tapi melihat kedua anaknya yang tenang dalam tidurnya membuat Nataza tersenyum melupakan sakitnya


saat akan memejamkan mata, ketukan pintu dari luar membuat Nataza tak jadi tidur, dia menghampiri pintu dan membukanya dan melihat sang pengantin datang kekamarnya bersama dengan Alika dan juga Irfan


"Ada apa kok rame-rame kesini?"tanya Nataza


"Yah, Elvinanya lagi bobo baru aja, Al juga ikut tidur tuh sama Papinya"ucap Nataza yang sebenarnya tak enak dengan kakak Iparnya


"Maaf ya mba, Al sama El baru aja bobo. Kalo di paksa bangun nanti bobonya susah banget lagi"ucapnya kembali meminta maaf kepada Kirana


"Gak papa kok Za, mba ngerti. Nanti kalo mereka udah bangun panggil mba ya?, Assalamualaikum"ucap Kirana lalu berlalu pergi


"Waalaikumsalam"jawab semuanya


"Kalian gak mau balik juga?"tanya Nataza yang melihat Alika cengengesan


"Kita balik deh kak, kita gak mau ganggu istirahatnya gembul"jawab Alika yang memang memanggil anak-anak Nataza dengan tambahan gembul karna tubuh mereka yang gemuk

__ADS_1


Nataza masuk kedalam kamarnya, dan dia melihat Azam yang tertidur dengan memeluk kedua anaknya dengan nyaman, dia tersenyum bahagia melihat pemandangan yang begitu indah menurutnya. Nataza naik keatas ranjang dan dia ikut tertidur bersama keluarga kecilnya


Malam harinya, saat ini adalah acara pesta pernikahan Adam dan Kirana, mereka tampil cantik dengan gaun yang mewah dan tentunya begitu menawan. Nataza membawa Elvina kepada Kirana yang duduk di bangku pengantin dan menyerahkan putrinya lalu membiarkannya bermain disana


"Alvano mana Mas?"tanya Nataza kepada Azam yang tak menggendong putranya


"Tuh sama Ayah, biasalah dia kan paling seneng kalo ada Alvano, apalagi tuh anak diem aja gak akan nangis saat buat mainan sama Oma, Opanya bahkan Ounty dan Omnya"jawab Azam santai dengan menatap kedua anaknya yang tertawa bahagia dengan keluarganya


"Kamu kenapa?"tanya Azam saat Nataza meremas tuxedo yang dia pakai


"Kepala aku sakit mas, Ssshh...."jawab Nataza dengan meringis menahan sakit dikepalanya


"Kita kekamar ya?"ajak Azam dan di angguki oleh Nataza, baru beberapa langkah. Nataza sudah jatuh pingsan dalam pelukkan Azam


"Sayang..?"panggil Azam dengan menepuk pipi Nataza


"Aza... Za... Hei..."panggil Azam sekali lagi lalu menggendong Nataza ke kamarnya dan meminta Brian menelfon dokter Widia untuk memeriksa Nataza


"Bund, titip anak-anak ya ,aku mau nemenin Aza di dalam"ucap Azam dan di angguki oleh Bunda Ayu


"Aza kenapa Bunda?"tanya Adam yang baru saja kembali dari rungan rias mendadani make upnya


"Bunda gak tau nak, tapi dia tiba-tiba pingsan"jawab Bunda Ayu khawatir


"Aku mau lihat Bunda"ucap Adam lalu melangkah kearah kamar Azam, tapi baru akan melangkah tangannya sudah di cegah oleh Kirana


" Mas sini aja, biar Azam yang temenin Aza di periksa dokter, aku tau perasaan mas, tapi biarkan dokter memeriksa Aza dengan teliti ya mas,nanti dokter gak akan fokus kalo banyak orang didalam"bujuk Kirana kepada Adam dan Adam menganggung setuju

__ADS_1


__ADS_2