Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Love You Cantikku


__ADS_3

Malam harinya, Azam duduk disamping Nataza yang masih tertidur karna kelelahan akibat ulahnya tadi yang meminta lagi dan lagi hingga Nataza kesal dan sekarang tidur begitu lama


Azam membawa makanan untuk Nataza dan meletakkannya di atas nakas, lalu beralih menatap Nataza yang masih tidur, tangannya terulur mengusap lembut wajah istrinya dengan menyelipkan rambut yang menutupi wajah cantiknya kebelakang telinga


"Sayang?..."bisik Azam


"Bangun dong!!.."bisiknya lagi


"Hmm..."jawab Nataza hanya bergumam karna masih mengantuk dan lelah sekarang


"Hai..bangun dong Za.., Masa mau tidur terus sih"goda Azam ditelinga Nataza dengan menciumi seluruh wajah Nataza dan sesekali meniupi telinga Nataza


"Akhh...nanti aja mas..., aku masih ngantuk karna kamu. Lagian ini juga masih malem"ucap Nataza kesal karna tidurnya terganggu


"Kamu belum makan malem sayang, bangun dulu makan gih. Al bangun itu"ucap Azam mencium pipi Nataza yang cubby dengan gemas lalu menggigitnya sedikit keras


"Ihh...sakit mas!!!"rengek Nataza karna pipinya sekarang berubah merah karna tindakan Azam


"Makanya bangun dong, nanti tidur lagi deh. Makan malem dulu terus tidurin lagi si Al, dia bangun meski gak nangis sih"ucap Azam dengan melangkah menghampiri Alvano yang kini memainkan selimutnya hingga menutupi wajahnya


"Cilup...Ba..."goda Azam kepada Al yang sedang berusaha membuka selimut yang menutupi wajahnya lalu tertawa karna godaan Azam


"Ihh ketawa anak Papi..., kenapa bangun hmm?"ucap Azam kepada putranya yang sekarang dalam gendongannya, dan bayi itu hanya mengoceh tak jelas


"Sini mas Al-nya, aku udah selesai"ucap Nataza yang baru keluar dari kamar mandi


"Sama Mami ya sayang...Hmm gantengnya Papi"ucap Azam mencium pipi Alvano sebelum memberikan pada Nataza

__ADS_1


"Sini nak, laper ya. Sebentar ya sayang"ucap Nataza dengan membuka sebelah bajunya dan branya dan memberikan pada Alvano yang langsung dihisap dengan kuat


"Ssstthh...jangan kenceng-kenceng sayang, jangan digigit nak, sakit... Ini punya kamu kok"ringis Nataza saat Alvano menggigit p****gnya dan menghisap kencang


"Al, pelan-pelan sayang. Kasihan Mami sakit nak, itu semua punya kamu nak, pelan-pelan saja ya sayang ya. Kasihan Mami nak"bisik Azam di telinga Alvano. Alvano langsung melepas hisapannya dan menatap Papinya yang sedang tersenyum menatapnya, lalu kembali menghisap makanannya dengan pelan sesuai apa yang Azam ucapkan seakan mengerti apa yang Azam ucapkan barusan


"Gimana sayang?, masih kenceng gak hisapnya?"tanya Azam kepada Nataza yang terlihat menghela nafasnya pelan


"Udah gak sekenceng tadi kok mas, udah gak digigit juga sama Al. Makasih ya"ucap Nataza menatap Azam yang sedang menciumi pipi Alvano dan menggigit pelan pipi cubbynya yang persis seperti Maminya


"Sama-sama, lagian nanti kalo punya kamu sakit, aku mau hisap apaan?"tanya Azam dengan kata-kata vulgarnya membuat Nataza blussing menahan malu


"Apaan sih mas, gak ada untuk besok sampai 1 minggu kedepan"balas Nataza membuat Azam langsung menatap wajah cantiknya


"Kenapa?, aku salah sama kamu?"tanya Azam polos dengan wajah cemberutnya


"Ya baiklah aku paham sekarang, sekarang Al sudah tidur, jadi kamu juga harus tidur istirahat hmm.."perintah Azam dan melepas bibir Alvano dari p****g Nataza dan merebahkannya di boxnya


"Bobo yang nyenyak gantengnya Papi"bisik Azam pada Alvano lalu mencium pipi dan dahinya danmeletakkan di dalam boxnya


"Sekarang istirahat lagi gih, aku mau keruang kerja dulu ya, mau cek E-mail yang dikirim Bayu"ucap Azam lalu mencium dahi Nataza lama


" Kamu mau lembur?"tanya Nataza karna melihat jam dinding menunjukkan hampir pukul 1 pagi


"Gak kok, cuma cek aja setelah itu aku langsung balik ke kamar buat tidur sama kamu"jawab Azam dengan sedikit menggoda Nataza


"Mau aku temenin gak?, atau mau bikinin kopi?"tanya Nataza lalu menyibakkan selimut yang menutupi perut hingga pahanya

__ADS_1


"Gak usah sayang, kamu tidur aja ya. Ini udah malem gak baik untuk kamu begadang, nanti sakit lagi!"ucapAzam dengan tangan terulur membenarkan selimut Nataza


"Tapi mas...aku belum bisa tidur, lagian baru aja makan tadi, gak mungkin aku tidur. Boleh ya?"balas Nataza dengan sedikit membujuk Azam supaya mengizinkannya ikut dia bergadang


"Hufh...ya udah ayok, tapi kalo ngantuk langsung tidur ok, jangan dipaksa untuk begadang"perintah Azam dan dibalas anggukan oleh Nataza


"Siap boss"balas Nataza dengan mengangkat tangannya memberi hormat lalu turun dari ranjang menggandeng tangan Azam keluar kamar


mereka melangkah ke ruang kerja Azam yang ada di sebelah kamar Nataza dahulu sebelum menikah dengan Azam. Azam membuka pintu ruangan tersebut menggunakan sidik jarinya dan pintu tersebut otomatis terbuka dengan sendirinya



"Ayo masuk, kamu duduk disini dulu ya?, aku mau ke dapur ke dapur ambil cemilan sama minuman buat kamu"ucap Azam mempersilahkan istrinya masuk dan mendudukannya disofa sebelah meja kerjanya lalu berlalu pergi setelah mendapat anggukan oleh Nataza


"Ruang kerja mas Azam rapih,mewah tapi elegan banget ternyata, aku tau sebelum menikah, itupun sangat privasi hanya karna tak sengaja aku lihat udah bagus banget. Sekarang, aku masuk secara langsung dan begitu megah, mewah, rapih, dan nyaman"gumam Nataza dengan merebahkan kepalanya di sandaran sofa dengan mengamati ruang kerja Azam, tiba-tiba rasa kantuk pun datang membuat dia tertidur disofa


tak lama Azam kembali membawa nampan berisi makanan dan juga minuman untuknya dan Nataza, Azam masuk keruang kerjanya dengan pelan-pelan karna membawa gelas berisi air minum


"Say..."ucapan Azam terpotong saat melihat Nataza tertidur disofa dengan kepala menyandar disandaran sofa, Azam yang melihat istrinya yang ternyata sudah tertidur lelap


Azam meletakkan nampan berisi minuman dan cemilan diatas meja depannya, lalu menghampiri Nataza dan merebahkan tubuh Nataza diatas sofa panjang lalu mengambil selimut didalam lemari dan menyelimuti Nataza agar tak kedinginan, Azam melangkah kemeja kerjanya dan mulai membuka leptopnya dan membaca E-mail yang Bayu kirim dan beberapa berkas yang Brian bawa kerumah untuk ditanda tangani oleh Azam


sesekali Azam melirik Nataza yang tertidur lalu kembali dengan laptop dan berkas dimejanya. Perlahan matanya mulai menutup namun dia tahan karna sebentar lagi tugasnya selesai, dan tak lama tugasnya telah selesai. Azam beralih menatap Nataza yang tidur dengan tidak nyaman dan sekarang akan jatuh dari sofa. Azam segera berlari kecil dan menahan tubuh istrinya yang hampir jatuh kelantai dengan keras, karna sofanya cukup tinggi


"Hufhh...Untung gak jatuh kamu yang, hampir aja jantungan aku"gumam Azam dengan membenarkan posisi tidur Nataza dan selimutnya lalu Azam memencet tombol kecil diujung sofa, seketika sofa tersebut berubah menjadi lebih lebar dan Azam langsung saja merebahkan tubuhnya disana dengan memeluk Nataza mencari dan memberi kehangatan pada tubuh Nataza


"Mimpi indah sayangku"bisik Azam ditelinga Nataza, entah mendengar atau tidak tapi wanita itu tersenyum dengan mata terpejam

__ADS_1


"Love You Cantikku"bisik Azam kembali lalu menyembunyikan wajahnya diceruk leher Nataza mencari kenyamanan disana


__ADS_2