Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Nataza yang selalu di temani canda tawa Azam dan hal romantis serta kejutan yang Azam buat, semuanya hilang secara perlahan, tak adanya Azam di sampingnya membuatnya menahan rindu yang lama, Bagaimana jika nanti trauma Nataza kumat, jika nanti traumanya sulit di kendalikan, apa dia dan keluarga Azam bisa menenangkan rasa takutnya


Tidak, Nataza tak boleh sampai trauma, dia sudah merasa dia beban untuk keluarga Azam meski mereka menganggap Nataza adalah keluarganya, tapi Nataza tetap merasa menjadi beban selalu membuat susah mereka,dia lemah karna keluarga angkatnya yang selalu menyakitinya dia pasti bisa melawan traumanya itu, pikir Nataza


"Kak Aza?"panggil Alika berada di depan pintu kamar Nataza yang melihat Nataza melamun di sisi ranjang dengan menggelengkan kepala


"I.. Iya,kenapa Ka?"tanya Nataza yang baru sadar saat ada yang memanggilnya dengan sedikit terkejut melihat Alika tiba-tiba di depan pintu kamarnya


"Kak Aza gak papa?"balik tanyanya


"Ah,gak papa kok, tadi kakak cuma sedikit pusing aja"jawab Nataza menatap Alika dengan senyum memperlihatkan gigi gingsulnya


"Beneran gak papa?, aku gak lihat kak Aza baik-baik aja, tapi lagi ada pikiran yang buat kakak pusing"tebak Alika melihat Nataza cemas


"Gak papa kok,kakak mau sholat magrib dulu yah?"ucap Nataza lalu pergi dari hadapan Alika


Pagi harinya Azam menelfonnya dengan panggilan video, Nataza lalu mengangkatnya dan melihat Azam yang baru tidur dengan rambut yang acak-acakkan,muka yang tetap tampan meski bangun tidur membuat Nataza tersenyum senang

__ADS_1


"Assalamulaikum, Pagi sayang,Hoam"salam Azam dengan menguap karna mengantuk


^^^"Waalaikumsalam pak boss"balas Nataza^^^


^^^"Hai Zam, baru bangun kah?,kok nguapnya banget mana gak di tutup lagi"tanya Nataza dengan muka mengejeknya^^^


"Hoamm, ya begitulah sayang, aku baru tidur jam 1 malam karna ada berkas yang harus aku selesaikan,setelah semua beres baru bisa tidur tenang, tapi karna aku ada meeting jam 8 pagi, akhirnya aku bangun jika bukan alarm yang membangunkanku dengan volume keras"jelas Azam dengan muka kesalnya dan Nataza hanya tertawa menanggapinya


"Kok ketawa,kan aku lagi curhat sama kamu!!"ucapnya lagi


^^^"Iya kan itu udah jadi tugas kamu, mengurus perusahaan menggantikan Ayah Tama dan membuat perusahaan semakin maju lagi, jangan kesal apa lagi nyerah,kamu harus tetap semangat ok. Semangat kerja dan selamat beraktifitas sayang"jalas Nataza membuat Azam menyunggingkan senyumnya^^^


^^^"Waalaikumsalam"balas Nataza^^^


sudah 3 hari berlalu semenjak Azam pergi, dia selalu memberi kabar terkadang juga hanya rasa kangennya pada tunangannya itu dia sempatkan untuk menelfon tunangannya setelah meeting atau bahkan dengan jahilnya setelah mandi dia telfon membuat tunangannya itu berteriak kaget atau bahkan langsung mematikan panggilan via video dari Azam membuat Azam tergelak di sebrang sana karna rencana jahilnya berhasil


saat ini semuanya sudah berkumpul di rumah Azam untuk menyambut kepulangan Azam dan menentukan tanggal pernikahan mereka membuat mereka semua heboh menentukan tanggal terbaik untuk mereka berdua dan di susul Alika setelah 1 bulan pernikahan Azam

__ADS_1


Azam yang baru sampai di depan rumah, dia bingung dengan banyaknya mobil di rumahnya tentu saja dia kenal siapa saja pemilik mobil itu termasuk Om Ramos papa dari Kiara gadis yang mencoba menggoda Azam dengan cara memalukan diri sendiri


"Abang...!!!"panggil Alika melihat Abangnya pulang langsung saja menubruk tubuh Azam, untuk saja Azam bisa mengimbangi tubuhnya hingga tak jatuh berdua,


"Gimana kabar adik Abang hmm?"tanya Azam setelah melepas pelukannya


"Baik.Baik banget malah karna Kak Aza selalu ada untuk aku,jadi kalo aku lupa kak Aza selalu ingetin aku dan kak Aza juga suka ngomel kalo aku sampe telat makan atau main Hp terus.Tapi aku senang kak Aza sayang sama aku dengan menunjukkan omelannya"jawab Alika yang awalnya ceria berubah menjadi merasa salah telah membuat calon kakak iparnya mengomelinya


Jabawaban Alika membuat yang lain tersenyum dan geleng kepala termasuk Azam, entah kenapa Alika begitu menurut pada Nataza bahkan pada sang ibu dia jarang sekali menurut. Ucapan alika mebuat Kiara memberengut kesal,bagaimana bisa Alika memuji Nataza anak pungut itu dari pada aku yang jelas-jelas lebih jelas dan lebih berkelas, dia apa hanya anak buangan dan gak jelas siapa orang tuanya.batin Kiara


"Kemarilah Zam, kita tentukan tanggal pernikahanmu dengan Nataza hari ini juga"Ucap Opa Aditya


Ucapan Opa Aditya mengejutkan bagi Kiara, bagaimana bisa dia tidak tau jika Opa Aditya akan menentukan tanggal pernikahan Azam dan Nataza,tidak ada yang memberi tahunya termasuk Papa dan Kakaknya


"Jadi begini, Opa dan semuanya yang disini sudah menentukan tanggal pernikahan kalian, untuk tempat nanti dihotel milik. keluarga kita, dan untuk urusan dekorasi dll,itu akan di urus oleh Bunda dan Ayahmu. Dan yah Opa hampir saja lupa, nanti kalian ke butik fiting baju, dan cetak undangan cukup itu saja kalian lakukan, semua beres tenang saja"Jelas Opa Aditya dengan di setujui semuanya hanya Kirana yang diam menatap Nataza dengan rasa kesal atau benci tak tau


"Terimakasih Opa dan semuanya, terimakasih banyak karna sudah meu terima Aza dan bikin Aza bahagia karna adanya kalian semua, dan terimakasih Bunda dan Ayah kalian udah mau anggap Aza sebagai anak kalian sendiri. Aza sangat bersyukur karna itu, Aza cuma anak gak dianggap bahkan anak buangan tapi kalian mau sayang dan cintai Aza seperti keluarga kalian sendiri"ucap Nataza dengan menitikkan air matanya lalu mendapat pelukan dari Bunda Ayu dan Ayah Tama

__ADS_1


"Kamu putri kami, kamu kesayangan kami setelah kedua anak kami, kamu pantas bahagia sayang, kamu pantas mendapatkan kasih sayang, karna kamu adalah pelengkap keluarga kami hingga membuat kami bahagia karna kehadiran kamu.Kami semua keluarga kamu, kami semu sayang dan cinta sama kamu.Jadi jangan berfikir kamu itu gak pantas dll.Kamu pantas dan sangat pantas"jelas Ayah Tama membuat yang lain terharu kecuali Kiara yang tersenyum smirk


__ADS_2