
Pesanan Nataza pada Bunda Ayu tadi telah jadi dan langsung saja di makan oleh Nataza dengan lahap,mereka yang lihat tingkahnya yang seperti anak kecil yang takut ke habisan makanan hanya bisa geleng-geleng kepalanya
"Pelan-pelan aja sayang, gak akan ada yang minta punya kamu kok"ucap Azam di angguki oleh yang lain
"Iya mas"jawab Nataza dengan memasukan roti bakar keju kemulutnya
Hanya tinggal sedikit saja habis rotinya, tapi Nataza menolak menghabiskannya dan akhirnya Azam yang menghabiskan sisanya. Nataza pamit ke kamar milik suaminya, dia merebahkan diri di sana dengan tangan mengelus perutnya yang sedikit buncit dan mengajaknya berbicara
"Hai anak Mama,Mama seneng deh kamu hadir di perut Mama, akhirnya mama bisa merasakan hamil dengan hadirnya kalian. Mama sayang sam kalian, kalian harus menjadi anak yang sholeh/sholehah ya,dan harus sayang sama orang tua kalian. Mama gak sabar buat ketemu kalian, pengin peluk kalian,pengin gendok dan cium kalian dan... "ucapan Nataza dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang
dia tak sadar jika Azam menyaksikan istrinya dan mendengarkan apa yang istrinya bilang pada janinnya, Azam tersenyum tampan melihat tingkah istrinya yang menggemaskan dengan tertawa sendiri dan mengajak calon bayi mereka berbicara meski belum lengkap anggota tubuhnya
"Sayang..?"panggil Azam dari ambang pintu dengan membawa segelas susu rasa coklat di tangannya
"Ehh mas, kapan di sini?"tanya Nataza yang terkejut dengan kedatangan suaminya. apa mas Azam denger aku ngomong tadi ya?.batin Nataza
"Hmm. Nih, minun dulu susu hamilnya, Aku yang langsung buatin khusus buat kamu, jadi harus habis ya"ucap Azam memberikan gelas susu hamil pada Nataza
"Makasih mas"jawab Nataza lalu menenggaknya hingga habis dengan meletakkan gelas kosong di atas nakas
"Pintar istri aku, ok sekarang istirahat ya.Mas harus ke kantor ada meeting dadakan soalnya. Nanti jam 4 sore mas jemput ke sini, nanti kita pulang mampir untuk beli kebutuhan kamu"jelas Azam lalu mengambil gelas di atas nakas untuk di dikembalikan ke dapur
"Siap mas, tapi nanti pulang kantor beliin Brownies varian campur ya, yang gede pokoknya.Mas gak boleh lupa, awas aja lupa gak ada jatah buat Mas malam ini dan sampai bulan depan"jawab Nataza dan ucapan terakhirnya membuat Azam mendelikkan matanya
__ADS_1
"Kok gitu sih sayang,iya aku janji gak lupa beli, nanti aku beliin yang gede buat kamu ya. Tapi gak boleh libur dong, harus tetap jalan, kamu menyiksa si Rossy namanya"ucap Azam
"Ya gak dong, kan mas kalo lupa beli, trus aku lagi hamil muda jadi mas gak boleh minta dulu. Mas libur sampe usia 4 bulan. Sabar ya mas"jawab Nataza lalu pergi tidur membuat Azam melongo dan reflek memegang rossynya
"Sabar Azam sabar, kamu harus sabar dan tahan gak boleh minta sekarang.Ini demi anak kamu dan kesehatannya, kamu pokoknya gak boleh sakitin istri juga anak kamu"ucap Azam pada dirinya sendiri yang sedang menangkan Rossynya yang menegang di balik celananya
"Ouh sayang, kamu udah buat rossy bangun dan aku harus tuntaskan ini sendiri.Ssstt..."ucap Azam menatap gundukan kembar istrinya yang sedikit keluar lalu mendesah merasa Rossynya tak sabar ingin bermain
Sore harinya setelah pulang dari kantornya,dia kembali ke rumah besar Aditama dengan membawa pesanan istrinya,dia melihat istrinya tengah bercengkrama dengan Bunda Ayu dan Alika sesekali tertawa ria dengan celotehan Alika
"Eghemm...."deheman Azam membuat ketiga wanita itu menoleh, Nataza langsung menyalami suaminya dan mengambil pesanannya tadi
"Wahh kak Aza dapet paket nih"goda Alika
"Waahh kasihan sekali anak bunda ini,sabar ya boy resiko punya istri lagi hamil terlalu sensitive"goda Bunda Ayu
"Hmm, ya udah aku ke kamar dulu mandi setelah itu kita jalan-jalan"ucap Azam lalu pergi ke kamarnya di atas
Setelah 10 menit Azam kembali dengan tampilan yang keren dan rapi, meskipun casual tapi tetap saja ketampanannya masih melekat sempurna di wajahnya bahkan tubuh atletisnya sangat terlihat jelas meskipun mengenakan pakaian yang longgar
"Udah sayang?"tanya Azam pada Nataza yang baru selesai mengunyah browniesnya
"Udah mas, ayok jalan-jalan"jawab Nataza dengan gembira
__ADS_1
mereka pergi ke taman kota yang hari ini tidak terlalu sepi dan ramai, mereka menikmati waktu berdua di taman kota dengan berjalan-jalan keliling taman dan mampir ke danau di depan taman
"Aza..!!"teriak seseorang memanggil Nataza dari arah penjual es tebu di ujung jalan membuat keduanya menoleh mencari asal suara
"Siapa sayang?"tanya Azam yang melihat seorang lelaki bertubuh tinggi,kulit bersih, tampan hanya sedikit kumis tipis menghiasi ketampanannya.Azam menatap lelaki itu dengan memincingkan matanya yang mulai mendekat ke arah mereka
"Bang Adam!!"pekik Nataza melihat Abangnya datang kepadanya setelah 1 bulan lebih di jepang menyelesaikan urusannya
"Ouhh adik Abang,Abang kangen banget sama kamu, gimana kabarnya hmm?"tanya Adam dengan memeluk adiknya erat membuat Azam bingung sendiri
"Sayang?"panggil Azam pada Nataza yang baru saja melepas pelukannya
"Astagfirullah aku lupa mas, maaf ya ini Abang kandung aku, Bang Adam dan bang Adam ini suami aku mas Azam"ucap Nataza mengenalkan mereka
"Kok nama kita bisa mirip ya, padahal bukan kakak adek ya"ucap Adam mencoba mencairkan suasana canggung antara ia dan Azam
"Ahh iya bang,aku juga mikir gitu.Abang ini.. "ucap Azam terpotong oleh Adam
"Iya gue kakak kandung Nataza, Gue udah cari dia sedari dulu saat nyokap gue buang dia karna faktor ekonomi juga gak ada yang bisa jaga dia. Gue waktu itu umur 5 tahun, jadi gak mungkin gue rawat dia. Gue hidup di panti asuhan selama ini dan dibantu oleh pengurus panti buat cari adik gue yang gue tau nama dia Zaza, karna Bunda gue manggil dia setelah lahir Zaza"jelas Adam dengan memeluk Nataza di sampingnya
"Lalu abang ketemu sama Aza di mana?"tanya Azam
"Gue ketemu adik gue di rumah sakit saat lo kritis kena tembak waktu itu, dan yang donorin darah buat lo itu juga gue. Gue gak masalah darah gue ada di tubuh lo, tapi gue minta jaga adik gue, beri dia kasih sayang dan cinta ya, gue gak bisa kasih dia cinta,kasih sayang dan kehidupan yang layak buat dia"ucap Adam
__ADS_1