
Setelah menidurkan rossynya, Azam kembali ke kamarnya dan naik ke atas ranjang untuk menyusul ke alam mimpi bersama istrinya, saat ingin memeluk istrinya tiba-tiba gundukan besar istrinya mengenai wajahnya membuat Azam menahan nafas merasakan rossynya tegang kembali
"Astagfirullahalazim,kau benar-benar menyiksa diriku Za"gumam Azam mencoba menahan hasratnya
"Tenang... Zam...tenang...,gak boleh tegang,istrimu lagi hamil muda, dia belum boleh di terjang Zam, sabar gak boleh di terjang sekarang"gumam Azam menenangkan hasratnya yang sudah sampai ubun-ubun.Jangan sampai dia mandi dan bermain sabun untuk kedua kalinya
Azam mencoba menenangkan rossynya dan dengan memejamkan erat matanya, hingga dia merasa lega karna rossynya kembali tertidur saat istrinya melepaskan pelukan di lehernya,Azam mulai memejamkan matanya, jujur dia sangat mengantuk sekarang, sepulang kantor tak ada istirahatnya sama sekali
"Goodnight my love"ucap Azam mencup dahi istrinya lalu tangannya beralih ke arah perut istrinya yang terlihat seperti hamil 2 bulan sekarang dan mengusapnya lembut
"Selamat malam anak-anak Papi, mimpi indah kalian"ucapnya lagi lalu mengecup perut istrinya
Pagi hari yang masih sedikit petang karana subuh datang yang diawali dengan suara Adzan berkumandang membuat Nataza bangun dari tidurnya dan tersenyum melihat suaminya ada di sampingnya dengan wajah tampannya yang masih tertidur
"Mas bangun, sholat subuh dulu yuk"ajak Nataza dengan mnggoyang pelan lengan suaminya
"Hmm, 5 menit lagi sayang"jawab Azam dengan masih memejamkan matanya
"Ihh bangun mas, kita gak boleh menunda sholat mas, sekarang bangun ihh"ucap Nataza lalu duduk di sandaran rangjang sambil mengacak rambut suaminya
"Hmm nanti sayang"jawab Azam lalu tidur lagi
Lqlu sebuah ide muncul di otak jahilnya, yang pasti akan mempan membangunkan suaminya yang kebo jika akan sholat subuh
"Ouh ya udah kalo gak mau bangun jatah kamu aku gak kasih dan aku akan ikut abang Adam aja kerumahnya"ucap Nataza lalu melangkah pergi ke kamar mandi
__ADS_1
belum sampai di depan kamar mandi, sebuah tangan kekar tiba-tiba memeluknya erat di pinggangnya membuatnya berhenti lalu beralih menatap suaminya yang sudah berkaca-kaca matanya
"Hikss...gak mau...,jangan..hikss.. jangan pergi... jangan tinggalin aku....hikss...gak mau..."tangis Azam pecah ketika istrinya berbalil badan menghadapnya, langsung mendapat pelukan erat dan hangat dari Azam
"Hikss... jangan pergi... gak boleh... gak mau di tinggal...hikss.. hikss.."tangis Azam dalam pelukan Nataza membuatnya terkekeh geli melihat suaminya terserang simdrom simpatik yang sangat baperan dan sensitif akhir-akhir ini
"Gak akan kok mas, aku gak akan tinggalin kamu kok,aku janji sampai ujung nafasku hanya ada kamu dan selalu di samping kamu selamanya di dunia dan akhirat nanti.Aku cuma mau bangunin kamu buat sholat aja, karna kamunya kebo jadi aku pake cara itu, ehh berhasil dong"ucap Nataza yang awalnya membuat Azam terbang tinggi tiba-tiba di jatuhkan dengan kata terakhir istrinya, apa dia sekebo itu
"Emang aku kebo?"tanya Azam seperti anak kecil dengan hidung,wajah hingga telinga ikut merah karna menangis dan sesekali menyedot ingusnya yang ingin meluncur keluar dari hidungnya
"Iya kamu kebo kalo di bangunin harus pake trik kalo enggak harus di goda dulu pake sesuatu baru mau bangun"Jawab Nataza membuat Azam siap akan menangis kembali tapi suara dari masjid dengan melantunkan suara komat adzan telah selesai di lanjut dengan sholat subuh
"Ya udah sekarang sholat ya gak boleh nangis nanti batal sholatnya"goda Nataza lalu pergi ke kamar mandi
Azam yang mendengar omongan istrinya langsung meneteskan air matanya dan dengan cepat menghapusnya dia tak ingin istrinya tau jika dia sering nangis sekarang karna omongan keras orang lain atau hanya sekedar godaan dari orang lain terutama adiknya
"Baca surat Al-Maidah aja ya sayang?"pinta Azam
"Iya mas, ayok"
"Bismillahirrahmanirrahim"ucap keduanya dan mulai membaca Al-Qur'an
setelah selesai membaca Al-Qur'an, Azam bersiap untuk turun ke bawah, Azam yang sudah siap dengan pakaian kerjanya dan Nataza sudah pergi ke dapur untuk membantu memasak sarapan,sampainya di dapur Azam melihat istrinya sedang tertawa sambil memasak bersama Bunda Ayu juga Bibi Ani di sana dan para bibi lainnya
"Aku bawa ini ke meja makan ya bund?"tanya Nataza dan di angguki Bunda Ayu
__ADS_1
Nataza meletakkan semua masakkannya di atas meja yang sudah ada Azam, Alika, Irfan, Ayah Tama dan Opa Aditya, mereka baru saja datang dan ada yang baru bangun dari tidurnya siapa lagi jika bukan Alika si kebo seperti Azam
"Astagfirullah Alika, kamu ini udah nikah masih aja kaya dulu sebelum nikah, harusnya kamu itu bangun pagi, siapin keperluan suami kamu, masak buatin makanan kesukaan suami kamu.Bukan kaya gini nak, jam 7 baru bangun bahkan belum mandi, suami kamu aja udah wangi dan siap ke kantor. Di rebut cewek lain baru tau kamu"omel Bunda Ayu yang melihat Alika
"Iya bund, maaf lagian salah mas Irfan gaak biarin aku tidur sampe jam 2 pagi,ya udah aku ke siangan bangunnya"jawaban Alika membuat semua yng ada di meja makan menatap Irfan termasuk Nataza yang ada di dapur,sementara yang di tatap hanya blushing dan menggaruk tengkuk tak gatalnya
"Irfa kamu dasar ya!!, gak ingat waktu!!"ucap Ayah Tama langsung menjewer telinga menantunya membuat yang lain tergelak
"Ahh sakit yah... Maaf iya maaf..gak lagi suer deh"jawab Irfan dengan memegang telinganya yang masih di jewer Ayah mertuanya
Selesai makan Nataza mengantar Azam sampai dimobil, dan dia menatap suaminya dengan sedikit malu-malu,entah kenapa ingin meminta sesuatu tapi malu untuk bilang. Azam yang tau dan sudah paham dengan sikap istrinya sekarang yang malu-malu pun mengangkat kepala istrinya dengan lembut dengan memegang dagunya
"Mau apa hmm?"tanya Azam langsung ke intinya
"Emm... beliin makanan mau gak?"tanya Nataza dengan mengelus perutnya yang sedikit buncit
"Mau dong, emangnya mau apa istri aku ini?"tanya Azam balik
"Beliin Cilor sama Bakpia khas Jogja ya?"jawab Nataza dengan menatap suaminya senang
"Boleh nanti aku pulang aku akan beliin buat kamu tapi bakpianya dari sini ya, jauh sayang masa aku harus kejogja"jawab Azam
"Gak pokoknya mau bakpia jogja gak ada yang lain, kamu harus ke sana beliin buat aku, kalo engga aku gak mau ngomong sama kamu"ucap Nataza
"Huff, ya udah iya aku akan ke jogja beli bakpia buat kamu"jawab Azam pasrah
__ADS_1
"Yeyy, makasih masss, dahh hati-hati"ucap Nataza langsung masuk ke dalam rumah Azam,meninggalkan Azam yang masih berdiri di samping pintu mobilnya