
Saat ini Nataza tengah di periksa oleh dokter Widia, dia dokter pribadi Irfan sejak kecil hingga kini menjadi dokter pribadi Alika. Dokter Widia memeriksa dengan teliti dan seksama lalu dokter Widia menyudahi pemeriksaannya setelah tau apa yang terjadi Nataza
"Gimana dok keadaan Istriku?,dia gak apa-apakan?"tanya Azam lirih karna dia larut dalam kesedihannya
"Sepertinya Nona terkena tipes Tuan Muda, Karna Nona menunjukkan tanda-tandanya sekarang, saya memprediksi jika Nona mengalami muntah,mual, nafsu makannya mulai menurun dan sekarang kondisi Nona demam tinggi. Saran saya lebih baik Nona di rawat saja di rumah sakit Tuan Muda"jelas dokter Widia
"Iya dok, terimakasih banyak untuk saran anda, tapi apa tidak bisa biarkan Istri saya dirawat di rumah saja, supaya banyak yang menjaga Istri saya jika saya pergi ke kantor?, Dan anak-anak saya susah jika harus jauh dari Istri saya dokter, mereka akan sangat rewel bahkan hanya ditinggal sebentar saja oleh Istri saya"tanya Azam kepada dokter Widia yang sedang berpikir
"Baiklah jika itu permintaan anda Tuan Muda, kami akan meminta beberapa perawat untuk menjaga Nona dan juga alat rumah sakit yang kami miliki untuk membantu Nona sembuh"jawab dokter Widia sebagai keputusannya
"Baiklah kalau begitu saya permisi Tuan Muda, setelah ini akan ada suster yang akan datang untuk memasangkan infus dan mengawasi kondisi Nona. Permisi"ucapnya kembali lalu pergi dari kamar Azam
"Bangun sayang...Aku gak suka lihat kamu sakit kaya gini, tolong buka mata kamu"bisik Azam di telinga Nataza saat dia merebahkan tubuhnya di sebelah Istrinya
"Zam..?"panggil Adam,bersama yang lainnya dan kedua anak Azam, Alvano dan Elvina menangis seketika melihat Maminya memejamkan matanua, mungkin mereka tau jika Maminya sedang tak baik-baik saja
"Abang..Aza bang!!"ucap Azam setelah Adam memeluknya karna dia tau bagaimana sedihnya Azam saat Istrinya sakit seperti ini
"Abang yakin, Zaza akan baik-baik aja, dia akan sadar setelah ada anak-anaknya. Mereka yang menjadi kekuatan untuk Zaza, Kuatkan dirimu untuk menjaga Zaza"balas Adam saat pelukkan mereka terlepas
__ADS_1
"Hmm"jawab Azam lalu menatap kedua anaknya yang masih menangis
"Hai anak-anak Papi, kenapa nangis hmm?, sabar sayang ya, Mami pasti bangun untuk kalian sayang. Tenang ya nak, Sssttt..."bisik Azam ditelinga kedua anaknya yang masih menangis, ajaib setelah mendengar ucapan Azam Al dan El langsung diam
"Anak pintar"ucap Azam lagi lalu mencium kedua pipi gembul anaknya
Tak lama, seorang suster datang bersama dengan. dokter Widia untuk memasangkan infus di punggung tangan kanan Nataza. Azam yang melihat itu tak sanggup, dia memejamkan matanha harus melihat Istrinya tertusuk jarum yang besar hanya untuk membuat imunnya tetap stabil. Setalah pemasangan infus selesai dokter Widia dan suster pergi kembali ke rumah sakit, Nataza mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya masuk, Azam yang melihat itu mendekat dan meletakkan kedua anaknya yang sudah tertidur didalam box bayi
"Kamu udah bangun sayang?"tanya Azam karna begitu senang melihat Nataza sadar
"Hmm, aku kenapa mas?"tanya Nataza balik lalu memegang kepalanya yang sedikit sakit
"Maaffin aku mas, aku gak bermaksud untuk sembunyiin apapun dari kamu, aku hanya gak maymu buat kamu khawatir, buat kamu kepikiran terus sama aku saat kamu kerja hingga buat kamu gak fokus. Aku hanya takut aku cuma menjadi beban hidup kamu"ucap Nataza membuat Azam terkejut
"Kenapa mikirnya gitu, aku gak pernah merasa di repotin sama kamu, aku udah janji dalam hidup hingga mati aku, aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu. Aku gak pernah mikir jika kamu beban untuk aku. Aku cinta dan sayang tulus sama kamu, jadi jangan perbah menganggap kamu beban untuk aku, apalagi sampe berpikir untuk tinggalin aku. Aku akan benar-benar gila jika kamu pergi"jawab Azam lalu memeluk Nataza erat
"Aku gak akan pernah tinggalin kamu dan anak-anak kita, Hanya aja jika Allah yang meminta aku pergi, kamu harus bahagia ya dengan yang lain, kamu pantas bahagia meski bukan dengan aku lagi nanti. Kamu gak boleh sedih kalo Allah udah benar-benar min.."ucapan Nataza terpotong saat Azam tiba-tiba mencium bibirnya lembut
"Gak!!!, gak boleh!!. Kamu gak boleh pergi tinggalin aku, kamu gak bisa pergi dan membiarkan aku menderita atas kepergian kamu. Aku gak mau kehilangan kamu, Cuma kamu wanita yang aku cintai setelah Bunda dan Alika, Gak akan ada yang bisa gantikan kamu di hidup aku. Jangan pernah ngomong gitu, jangan tinggalin aku. Aku gak mau, aku gak sanggup"tangis Azam pecah saat merasakan Nataza semakin mengeratkan genggaman tangannya di lengannya
__ADS_1
"Kalo kamu pergi, aku juga pergi. Kita pergi sama-sama, aku gak mau hidup tanpa kamu, aku gak akan pernah bisa lewatin hari-hari tanpa kamu, jangan pernah tinggalin aku Za, kamu mati. Aku mati. Kamu hidup. Aku hidup"ucapnya kembali dengan memeluk Nataza erat
"Mas.."lirih Nataza saat kepalanya kembali sakit
"Sekarang istirahat ya, gak boleh banyak gerak dulu, kamu harus sembuh sayang"ucap Azam menuntun Nataza kembali tertidur
sudah tengah malam, tapi Azam masih setia membuka matanya dan menatap wajah Nataza yang tertidur, tadi saat Azam tertidur tiba-tiba Istrinya mengeluh sakit dikepalanya, Azam membuka matanya dan memijit kepala Nataza pelan. Pikiran Azam kalut, dia hanya takut ini bukan tipes tapi penyakit lain yang sengaja disembunyikan atau malah tak disadari oleh dokter Widia
Azam masih setia memijit kepala Nataza,saat dia hendak tidur setelah Nataza pulas, Elvina menangis membuat Azam terkejut lalu menatap Nataza takut Istrinya bangun dari tidurnya, Azam menghampiri putrinya yang ternyata anak itu Pup,lalu Azam pergi kekamar mandi mengambil air hangat dan juga handuk kecil untuk membersihkan sisa pup di pantat anaknya.
Azam dengan hati-hati dan telaten membersihkan pup anaknya, dan membuang sisa kotorannya, setelah selesai dan memakaikan kembali popok El yang baru,lalu menimang El dan menidurkannya kembali karna masih pukul 2 pagi, melihat El sudah nyenyak Azam meletakkan kembali anaknya di boxnya bersebelahan dengan box milik Al
"Good night Princess Papi"bisik Azam mencium dahi El
Azam kembali keranjangnya dan menatap Nataza yang tertidur dengan pulasnya, lalu Azam melingkarkan tangannya di pinggang Nataza dan menduselkan wajahnya keleher Nataza yang terasa sekali suhu tubuhnya panas, tapi Azam tak peduli itu yang penting dia nyaman untuk tidur
"Good night sayangku. Love You"bisik Azam lalu mencium pipi Nataza yang tertidur
Setalah Azam tertidur dengan lelap, Nataza membuka matanya kepalanya kembali nyeri lalu manatap Azam yang tidur disebelahnya, dia tau Azam yang mengganti popok El dan menidurkannga kembali dan dia tau pasti Azam sangat lelah sekarang
__ADS_1
"Makasih mas, kamu memang laki-laki terbaik dan Papi terhebat,Kamu laki-laki yang begitu istimewa dalam hidupku,Aku beruntung bisa memiliki kamu,bukan hanya penyayang tapi penyabar dengan semua sifat aku. Maaf jika aku hanya menjadi beban untuk kamu, aku memang gak pernah berguna untuk kamu, aku merasa sekarang jika memang aku tak pantas bersanding dengan kamu, kamu terlalu sempurna dan terlalu spesial untuk aku. I Love You mas, aku benar-benar sayang dan cinta sama kamu"bisik Nataza dengan tangisnga ditelinga Azam yang tertidur dengan nyenyaknya