Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Prihatinnya Azam


__ADS_3

"Lalu bagaimana keadaan keluarganya sekarang? maksudku apakah mereka mencari gadis itu atau memerintahkan orang lain? "tanya tuan besar kepada Brian


"Untuk itu masih kami cari tau lagi tuan besar, karna mereka meminta seorang ahli untuk menghapus semua bukti yang menjuru kepada nona Aza,dan mungkin juga ada beberapa orang yang di perintahkan untuk mencari non Aza, itu baru predijsi saya tuan, saya akan mengusut kembali"Jawab Brian


"Baiklah kalau begitu kau boleh pergi Brian! "perintah tuan besar


"Baik tuan besar, permisi semuanya"pamit brian dan di jawab anggukan oleh semuanya


"Ahh iya,abang!,apakah gadis itu lebih tua dari ku?"tanya alika oada sang abang

__ADS_1


"Mana aku tau, mungkin bisa lebih tua mungkin lebih muda dari kau"jawab Azam yng memang tidak tau


"Ishh, abang.....aku kan bertanya,kok abang jawabnya gak jelas banget"


"Memang abang tidak tau alika, kau ini kalau mau tau lihat saja akta lahirnya atau tanyakan saja langsung pada gadis itu"perintah azam yang mulai sebal karna sang adik


"Ahhh abangg....,Bundaa..... "rengek Alika mengadu pada sang Bunda


"Mari kita lihat gadis itu!"perintah sang ayah, "Apakah kau sudah bisa jalan boy, jika tidak, mau gunakan kursi roda saja?"sambung sang ayah sambil mendorong kursi roda untuk putranya

__ADS_1


"Hmm, baiklah ayah, mari! "


setelah sampai di depan ruang ICU mereka masuk secara bergilir dan melihat Aza dengan keadaan masih sangat lemah, lalu Bunda Azam memegang tangan Aza dengan hati-hati,dia merasa kasihan dan prihatin dengan nasib gadis itu, dia ingin membawa gadis itu pulang ke rumahnya nanti jika dia sembuh


"Ayah, apakah bisa kita membawa anak ini kerumah kita, kita bisakan anggap dia sebagai keluarga kita? ,aku kasihan melihat dia jika dia di kembalikan keluar tanpa pengawasan, mungkin saja yang di bilang brian ada benarnya, ada orang yang sedang mencarinya dan akan menghabisinya jika dia pergi dari kita,bunda tau rasanya jika harus menjadi gadis itu, bunda pernah mengalaminya yah"ucap sang bunda dengan menunjukan rasa kasihsayang seorang ibu sambil menangis


"Baiklah jika itu mau bunda, kita anggap dia sebagai kelurga kita dan kita bawa dia ke rumah kita,mungkin bisa sebagai asistem Alika"jawab sang ayah dengan menunjukan senyumnya,di balas anggukan dan oleh istri cantiknya


Sudah hampir 1 minggu, Aza belum juga sadarkan diri dia masih setia memejamkan mata.sementara Azam dia terkadang datang menjaga Aza hanya sekedar tau kondisinya saja. Ataukah yang lainnya kita tak tau,dia datang hanya jika waktu senggang kantor saja atau terkadang dia menginap karna perintah sang bunda karna bibi(pembantu)di rumahnya sedang ada urusan mendadak jadi tak bisa menjaga Aza

__ADS_1


Azam dia mencoba mendekati ranjang rumah sakit Aza,dia duduk di kursi sebelah ranjang Aza, dia memandang wajah pucat itu namun masih tetap terlihat cantik jika di perhatikan dari dekat.Dengan perlahan Azam memegang tangan Aza yang tersambung dengan jarum infus itu,dia mengusap punggung tangan Aza dengan lembut


"Hai,aku Azam,ya aku kenalkan diriku sekarang karna ku belum mengenalkan diriku padamu,gimana kabar kamu?, maaf bukannya aku sok kenal dengan dirimu, aku sudah tau cerita hidupmu dari orang suruhanku, aku tau kamu menderita hidup dengan mereka yang selalu menyiksa dan menyakitimu, aku dan keluargaku berjanji akan menjagamu dan melindungimu sampai kau menemukan orang terbaik untukmu dan membahagiakanmu kelak"ucap azam dengan prihatin memperhatikan Aza dengan kondisi seperti ini


__ADS_2