
Nataza yang marah akan perbuatan Kiara pada suaminya hingga membuat suaminya masuk rumah sakit, dia menambahkan hukuman pada Kiara ya itu dengan memotong pergelangan tangan Kiara karna sudah menembak suaminya dengan tangan itu
"Tangan kotormu itu sudah membuat suamiku terluka hingga membuat dia belum sadarkan diri sampai sekarang, kau sudah menjadi ****** tapi tetap di maafkan dan di beri kesempatan untuk mengubah sifatmu itu, tapi kau malah memanfaatkan maaf kami hingga kau mengulangi semua kesalahanmu dan sekarang membuat suamiku terbaring di rumah sakit. Aku tak akan memaafkanmu kali ini Kiara"ucap Nataza dengan di akhiri teriakan kemarahan terlihat dari mata dam wajahnya yang merah
"Am.. ampun Za, M-maafkan aku. A-aku tau aku salah. A-aku minta jangan ambil tanganku Za"ucap Kiara yang menangis sedih dan takut membuat Nataza tersenyum smirk
"Boleh...!!,akan aku kabulkan permintaan ampun dan maafku untuk melepaskanmu.Tapi itu hanya dalam mimpi cantik!!"ucapan Nataza membuat yang di dalam ruangan itu bergidik ngeri, mereka baru tau jika istri Azam dan tuannya akan semenakutkan dan semengerikan ini jika marah.Batin semuanya yang ada di dalam ruangan itu
"Galih...???"panggil Nataza dengan tujuan meminta izin sebagai kakak dari korbannya
"Silahkan Queen"jawab Galih membuat yang lain membulatkan matanya apa Queen?,yang benar saja seorang Nataza yang lugu dan polos bisa menjadi seorang Queen.Hebat sekali dan aku baru tau. Batin Brian dan Bayu yang baru mengetahui kebenarannya dan para anak buah Azam baru tau setelah di perintahkan Nataza semalam
Flashback On
Nataza menghampiri anak buah Azam dengan anak buahnya yang menggunakan pakaian serba hitam tapi ada tato di leher sebelah kiri bergambar bunga mawar di tusuk pedang
(anggap aja tatonya gini ya gaes)
__ADS_1
lalu mereka mendekat pada anak buah Azam yang tengah menjaga halaman dan lingkungan rumah keluarga Aditama,membuat para penjaga dan anak buah yang lain membungkukkan badannya
"Kalian aku tugaskan untuk berjaga di sini dengan memencar dan bergabung bersama dengan mereka, mereka adalah anak buah suamiku dan ini adalah anak buahku, kalian bisa untuk saling bekerja sama dan melaksanakan tugas kalian dengn baik"jelas Nataza memperkenalkan mereka semua
"Baik Queen"jawab anak buah Nataza
Nataza adalah anak dari seorang mafia terbesar pertama yaitu black rose sword yang awalnya di pimpin oleh Ayahnya Adhi Cahyo Kusuma atau di sebut oleh anggotanya King Adhi, Nataza mengetahui identitasnya setelah bertemu dengan Prince Black Rose Sword Adam Putra Kusuma kakak Kandung Nataza yang selama ini mencarinya hingga mereka bertemu saat di rumah sakit dengan kepergian Azam menangkap Kiara dan Galih tau semua karna dia sedang bersama dengan Nataza saat bertemu dengan Adam,awalnya dia menolak, namun karna melihat suaminya terluka entah mengapa dia menjadi begitu marah dan membuatnya seperti sekarang
Flashback Off
"Bersiaplah cantik untuk menjumpai malaikat pencabut nyawa, kau sudah bermain-main denganku dan melukai orang yang aku sayang. Ini saatnya kau menerima hukumanmu hmm"ucap Nataza dengan memainkan pisau di tangannya lalu di goreskan di wajah,tangan dan kakinya hingga berdarah membuat Kiara menjerit dan menangis kesakitan
Di tempat lain, Azam yang sudah sadar dari tidurnya setelah di bius karna operasi pengambilan peluru dan tranfusi darah,yang pertama dia cari adalah istrinya karna sedari tadi dia tak melihat istrinya sejak pertama dia sadar dan membuat Azam cemas dan takut terjadi sesuatu pada istrinya
"Bund Aza dimana?,aku gak lihat istri aku sejak aku bangun?"tanya Azam pada Bundanya
"Dia sedang pergi bersama kedua sahabatmu dan Galih Zam ke markas Om"bukan Bunda Ayu yang menjawab melainkan Om Ramos yang baru masuk ke ruangan bersama Ayah Tama dan Opa Aditya
"Ke markas Om?,ada apa Aza kesana?"tanya Azam mulai merasa cemas pada istrinya
__ADS_1
"Kamu tenang aja, Aza dia di jaga oleh kedua sahabatmu dan Galih. Aza yang memaksa pergi kesana untuk melihat Kiara"ucap Ayah Tama yang sudah mengetahui kepergian dan tindakan menantunya karna di rekam langsung oleh Brian
"Tapi yah, aku gak bisa tenang saat ini, Aku khawatir sama dia yah, kakinya yang terkena pecahan gelas aja masih bengkak, lalu aku harus diam di sini tunggu istri aku pulang. Gak pokoknya aku mau ke sana"desak Azam pada Ayahnya membuat Opa Aditya mendekat lalu mendekapnya
"Tenangkan dirimu cucuku, kau akan tau nanti semuanya setelah istrimu kembali, lalu kau bisa tanyakan apa yang terjadi disana. Istrimu baik-baik saja nak, lagian disana sudah ada dokter ahli milik Ramos di markasnya jadi Aza akan tetap di pantau kesehatannya"jelas Opa Aditya membuat Azam memmbuang nafasnya pelan
Tak lama kemudian pintu ruang rawat Azam terbuka, datanglah Brian dan Bayu saja membuat Azam mengerutkan dahinya bingung kemana istrinya?
"Dimana Aza?"tanya Azam pada kedua sahabatnya
"Dia ada di ruang rawat sebelah kamar lo Zam. Maaf kita gak bisa jaga Aza dengan baik"ucap Bayu membuat Azam membelalakan matanya terkejut dan Bunda Ayu pingsan seketika
"A-Aza kenapa?"tanya Azam
"Dia... Dia pingsan di jalan saat kesini, kita juga gak tau kenapa"jawab Brian
Azam turun dari ranjangnya membuat yang ada disana terkejut dengan tindakan Azam,dengan keras kepalanya akhirnya dia bisa pergi ke ruangan Nataza di sebelahnya dengan batuan kursi roda
sampainya di sana Azam melihat istrinya masih memejamkan matanya dengan ditemani oleh Galih yang duduk disofa ruangan itu. Azam mendekati bangku di sebelah ranjang nataza dan mengambil tangan istrinya lalu dia kecup perlahan,hatinya sakit melihat istrinya terbaring lemah di tempat yang sama dengan dirinya
__ADS_1