Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Perintah Menikah


__ADS_3

Nataza yang kini sudah tenang dalam pelukan Azam dan di bantu oleh bunda Ayu dan Alika untuk menangkannya, Dia tadi sempat berontak dan berusaha kabur dalam pelukan Azam membuat jarum infus di tanganya lepas hingga berdarah.


sekarang hanya isakan kecil saja yang di dengar dari bibir mungil Nataza dalam pelukan Azam, lalu Alika mendekati Abangnya berniat menggoda Abangnya karna tak ingin meletakkan Nataza di ranjangnya kembali


"Bang?..kenapa di peluk terus kak Azanya, kan bisa di taro ranjang biar nyaman, kasihan kak Aza tidurnya gak nyaman,nanti punggungnya sakit lagi, abang juga nanti pegel kaya gitu. Apa abang seneng di peluk lama kaya gitu, Abang nyaman yah, udah ketagihan di peluk sama kak Aza, ouh ya dari pertama ketemu aja Abang suka peluk kak Aza, jadi... Abang kapan lamar kaka Aza,ahh aku pengin punya kakak Ipar Abang, lamar besok ya ba..ehmm..!!"ucapan Alika terpotong karna di bekap mulutnya oleh Azam, jika tidak adiknya akan mengoceh dari siang sampe pagi


"Kau ini berisik sekali sih, Aza baru saja tidur tanpa suntik obat penenang, tapi kau mau membuat Aza bangun lagi karna suaramu itu hah? "ucap Azam lalu mengapit kepala Alika di ketiaknya dan memukul pelan p****t adiknya itu


"Ahh... ampun bang, sakit ihh jangan di pukul b****g aku bang, nanti tepos tau.Aaa Bunda abang nakal sama Alika, Abang mau matahin kepala Alika. Huaaa Bunda... "tangis Alika mengadu pada Bundanya yang sedang di kamar mandi.


akhirnya pertengkaran berhenti setelah beberapa menit karna suara telfon dari hp Azam membuatnya melepaskan adiknya itu, namun tetap mengancapnga dengan tangan berada di leher memeragakan menggorok lehernya dengan ibu jarinya,lalu Azam mengangkat telfon tersebut dan seketika Azam mengepalkan tangannya dan mukanya memerah menahan marah

__ADS_1


"Alika, jaga Aza.Jika bunda kembali bilang padanya aku pergi mengurus peneror itu"ucap Azam melihat ke arah adiknya yang menganggukan kepalanya lalu beralih ke arah ranjang Nataza


"Aku pergi dulu Za, aku janji aku akan kembali lagi ke kamu"ucap Azam lalu mengecup dahi Nataza (Bukan mahram we🙈,sembarangan main nyosor)


Azam keluar menuju ke markasnya dengan mengendarai mobil di kecepatan tinggi, hanya butuh waktu 5 menit sampai untuk Azam.Setalah keluar dari mobil, Azam masuk ke markasnya di sana sudah ada dokter khusus yang di sediakan Azam jika terjadi sesuatu pada anggotanya, dia merawat Danur dan tengah menjahit lukanya.


Azam mendekat ke arah Ibu Murni yang sudah menangis dengan darah mengucur perlahan dari kepalanya, Azam mendekat lalu mengambil pisau di atas nakas, dia memerintahkan bawahanya memotong rambut ibu Murni tersetah bebas, lalu dia memerintahkan 2 orang suruhannya untuk menikmati tubuh Ibu murni dengan bebas sampai nanti Allah menjemputnya


2 orang tersebut tetap diam di tempatnya, ya dia tidak berani melakukan itu karna ada 3 tuannya di sana,mereka malu untuk melakukannya. mengerti kondisi bawahannya Azam dan kedua sahabatnya pergi dari sana kembali ke rumahnya untuk membersihkan diri. Orang suruhan tadi sudah di perintahkan jika sudah selesai melakukan kegiatan panasnya, mereka memberikan bukti video atau foto lalu kirimkan padanya untuk bukti di suatu hari nanti


Azam masuk ke ruangan Nataza melihat Nataza menangis di pelukan Bunda Ayu yang ikut menangis melihat Nataza seperti ini, beliau merasa kasihan dan sakit melihat anak yang sudah di anggap anaknya dan menantunya sendiri sekarang harus seperti ini. Azam langsung memeluk Nataza erat dan begitu sebaliknya

__ADS_1


Nataza yang mulai merasa nyaman ketika bersama Azam, dia memebenamkan wajahnya di dada bidang Azam dengan isakan tangisnya mereda. Azam tau pasti Nataza sudah tertidur karna lelah menangis saat tadi dia histeris karna mimpi buruknya. lalu Azam meletakkan Nataza diranjangnya setelahnya dia menghampiri Bunda dan Adiknya


"Bunda ingin kamu menikah dengan Aza Zam"ucap bunda Ayu membuat Azam membelalakan matanya dan Alika hanya menahan tawanya melihat ekspresi Abangnya


"M...Maksud Bunda? "tanya Azam


"Bunda tau kau sayang pada Nataza, bunda juga tau kau mencintainya,kau menginginkan dia menjadi istrimu bukan?,sudah dapat di tebak dari sikapmu, kesabaranmu,perlakuanmu, perhatianmu dan rasa sayangmu kepadanya tanpa kau mengucapkan pada kami, kami tau kau mencintainya"ucap bunda Ayu


"Jika kau mencintainya, nikahi dia nak jangan kau jadi pengecut mencintai seseorang namun tak bisa mengungkapkan,meski sudah di ungkapkan kau tak ingin menikahinya.Buktikan jika kau mencintainya,nikahi dia berikan kami bukti jika kau benar-benar tulus dan cinta padanya bukan hanya sekedar kasihan akan kondisinya. Bunda percaya padamu"Lanjut bunda Ayu lalu memeluk anak lelakinya itu.Azam hanya mematung mencerna ucapan Bundanya saat ini


dia memang mencintai Nataza, tapi untuk menihakinya bukan sekarang waktu yang tepata atau waktu dekat ini, karna kondisi Nataza yang masih trauma dan histeris kepada orang lain yang dia anggap orang yang sama, itu akan menyakiti Nataza.

__ADS_1


"Aku akan menikahi Aza bund, tapi bukan waktu dekat ini karna kondisi Nataza,aku takut akan membuat dia semakin takut dan semakin parah jika bertemu orang lain"balas Azam


"Baiklah Bunda mengerti pendapatmu, Bunda juga sudah membicarakan ini dengan Ayah dan Opamu,kita semua setuju nak"ucap bunda Ayu lalu pergi ke kamar mandi


__ADS_2