Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Alika Hamil


__ADS_3

"Lah tuh mas tau di mana dasinya, tapi tadi aku udah siapin dasi lengkap sama bajunya, kenapa cari yang dongker?"tanya Nataza


"Tapi aku pengin yang dongker sayang, kamu tau kan dongker itu kesayangan aku, masa gak aku pake sih"jawab Azam


"Mas, dongker kan banyak bukan hanya yang polos, ada yang polkadot, yang bergaris, hanya yang sedikit motif garis aja, mas tanya yang mana ini?"tanya Nataza setelah mematikan kompor dengan membalikkan tubuhnya menghadap suaminya


"Yang polos sayang,itu dasi kesayangan aku gak ada di laci. Kamu naroknya di mana?"tanya Azam milai kesal


"Di laci semua mas ku, gak ada aku bawa dasi sampe dapur"jawab Nataza dengan sama kesalnya


"Bi di lanjut ya, aku mau cari dasi buat bayi gede dulu"ucap Nataza membuat Azam mencabikkan bibirnya kesal, dan bibi Ani dan yang lain hanya menahan tawanya melihat ekspresi tuannya


Azam mengekori Nataza di belakangnya, dan Nataza masuk terlebih dahulu ke kamar mandi,dengan membantu mencari dimana dasinya, sudah mencari kemana-mana dia tak menemukan apapun. Tapi saat istrinya baru keluar dari kamar mandi dan menemukan dasi itu ada di atas gantungan baju di dalam kamar mandi


"Ini apa mas?"tanya Nataza pada Azam yang sedang cengegesan dengan menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal


"Dimana?,kok aku gak nemu sih dari tadi"tanya Azam balik dengan cepat mengambil dasi di tangan istrinya


"Ini kamu naro sendiri di kamar mandi, di gantung, trus kamu tinggal di sana, dan kamu mau berangkat, sekarang udah telat, kamu gak nemuin dasi kamu sendiri, kamu gak lihat dasi kamu yang kamu cantelin di gantungan kamar mandi.Karna aku merasa udah cuci makanya aku bilang di laci, tapi kamu bilang enggak ada,kan kamu sendiri yang naro dan...bla... blaa...blaa"omel Nataza pada Azam yang hanya meringis, dia merasa salah serba salah sekarang


"Iya sayang... maaf ya... aku yang salah.. aku salah.... Maaf ya"jawab Azam menangkan Nataza


"Ya udah deh, gak papa,hari ini aku maafin kamu mas, tapi untuk hari selanjutnya aku akan potong burung kamu trus aku goreng tak kasih ke Maino harimau kamu itu"ucap Nataza membuat Azam bergidik ngeri dan reflek tangannya memegang juniornya


"Jangan dong sayang. Maaf yaa.. aku tau aku salah kali ini, tapi jangan potong Rossy aku, kalo kamu potong, trus kita gak bisa bikin anak lagi, dan kita gak akan bisa buat adik untuk si kembar. Ya... maaf ya?"ucap Azam memelas


"Ya.. mass, udah Ahh aku mau ke bawah laper,gara-gara kamu"jawab Nataza membuat Azam melongo

__ADS_1


Sampai di Bawah Alika dan Irfan sudah duduk di sofa ruang tamu dengan Alika yang sedang memakan masakan Nataza tadi yang seharusnya untuk bekal Azam ke kantor. Azam yang melihat adiknya ada di rumahnya membuat dia bingung, bukannya dia sudah punya rumah sendiri tapi kenapa ada disini


"Pagi kak Aza, bang Azam?"ucap Irfan dan Alika bersamaan melihat kedua kakaknya baru keluar dari kamar


"Pagi juga, ada apa sepagi ini sudah kemari?, tak biasanya?"tanya Nataza


"Ahh iya kak, maf mengganggu waktu kalian. Kami kesini mau kasih kabar gembira buat kalian, keluarga besar sih sudah tau, hanya kalian aja yang belum, karna hampir aja kelupaan.Hehe"ucap Alika menatap Abangnya yang sedang menatapnya sinis


"Biasa aja kali bang matanya, lepas baru tau tuh mata"ejek Alika membuat Azam melotot


"Sembarangan kalo ngomong kamu"jawab Azam dengan menyentil dahi adiknya


"Auwws sakit bang, Abang jahat ih"ringis Alika dengan mengusap dahinya yang nyeri


"Makanya kalo ngomong di jaga, jangan asal jeplak, kalo mata Abang copot,Abang gak akan liat kamu sekarang dan gak akan ngomel sama kamu"ucap Azam dengan kesal pada adiknya ini


"Iya bang iya. Maaf ya.Alika emang nakal kok,hmm puas kan?"ucap Alika membuat. senyum smirk di wajah Azam terlihat


"Iya bang aku akan habiskan sekarang"jawab Alika


Alika menghabiskan bekal milik Azam hingga tandas tak tersisa, dan itu masih kurang menurut Alika, dia meminta puding buatan Nataza dan menghabiskannya, membuat Irfan, Azam dan Nataza melongo melihatnya


"Kamu laper apa kesurupan be?"tanya Irfan pada istrinya


"Aku laper be, aku kan belum makan"jawab Alika


"Kata siapa belum makan, orang kamu dari rumah trus ke rumah utama dan kesini udah makan 4 kali kok"ucap Irfan membuat Azam tersedak oleh minumannya saat mendengar ucapan Irfan

__ADS_1


Uhuk... uhuk.. uhuk...(Batuk Azam)


"Kamu gak papa mas?"tanya Nataza pada suaminya yang tersedak


"Gak papa sayang"jawab Azam


"Ini beneran Alika makan sebanyak itu?"tanya Azam


"Iya bang, gue gak bohong sama sekali, mungkin efek hormon"jawab Irfan membuat Azam mengernyitkan dahinya dan Nataza membulatkan matanya,lalu beberapa saat Mereka berdua saling tatap dan beralih menatap Alika yang asik dengan pudingnnya


"Alika Hamil?"pekik keduanya membuat Irfan dan Alika terkejut


"Kaget kita le"jawab Irfan dan Alika bersamaan


"Maaf,tapi ini beneran kan?,bukan prank kan?"tanya Nataza dengan antusias


"Iya Kak Aza sayangku, Aku hamil 1 bulan"jawab Alika dengan memeluk Nataza


"Ahh kakak bahagia banget, akhirnya kamu nyusul juga sekarang. semoga sehat sampe lahitan nanti ya?,dan dedeknya cantik atau ganteng yang penting soleh soleha lengkap dan sehat"ucap Nataza di aminkan oleh yang lain


"Ya udah gih di habisin, kakak akan bikin lagi kalo kurang"ucap Nataza lagi


"Etss!!,gak usah ada banyak bibi di sini, biar mereka yang buat, nanti kalo Alika yang minta baru kamu yang buat. Ingat kamu lagi hamil gede gak boleh kecapean apa lagi banyak berdiri ngerti?"ucap Azam dengan msnatap serius istrinya dan Irfan dan juga Alika mereka hanya menahan tawa karna Nataza kena omel dari suaminya


"Iya mas ngerti. Makasih udah ingetin aku"ucap Nataza dengan memeluk Azam


"Pintar istri aku, pasti Selalu sayang, aku akan selalu ingetin kamu kalo kamu salah dalam melakukan hal apapun, begitu juga sebaliknya"jawab Azam membalas pelukan istrinya

__ADS_1


"Bisa gak, romantis-romantisannya nanti aja di kamar, kita tamu di sini bukan pajangan ya. Mon maap nih"sindir Alika membuat semuanya tertawa dan Alika mengerucutkan bibirnya


"Iya adik ku sayang. Maaf ya"ucap Nataza dengan terkekeh melihat Alika cemberut


__ADS_2