Presdirku Adalah Suamiku

Presdirku Adalah Suamiku
Kemarahan Azam


__ADS_3

Nataza yang sudah masuk terlebih dahulu,sementara Azam dia baru sampai di depan kantornya. Nataza yang awalnya ingin menuju ruangannya yang sudah disiapkan oleh Brian dan Bayu sahabat Azam.Dia tiba-tiba berhenti karna ada beberapa karyawan yang mengatainya dengan berbisik pada temannya, namun masih terdengar oleh Nataza


"Ihh siapa sih dia, udah bajunya kampungan banget, sepatunya aja udah lapuk gitu, lihat deh, mukanya kaya abis main tanding MMA ya?, masa pekerja baru tampilannya gitu sih, gak etis banget, cantik sih.Cihh..tapi norak"begitulah kira-kira omongan dari salah satu karyawan yang memang sok cantik dan bermuka dua


"Gheemm"deheman dari Azam dan dua sahabatnya di belakangnya, membuat karyawati itu langsung diam dan tak berani berbicara lagi, namun saat dia ingin pergi,tangannya sudah di cekal duluan oleh Bayu


"Anda mau kemana Nona? "ucap Bayu dengan wajah datarnya


"Ahh.maaf tuan saya ingin ke.. ruangan saya,tolong lepaskan tuan"ya begitulah karyawati yang memang karna aifat angkuhnya dia tak sopan pada bosnya


"Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk pergi hmm?, kami di sini yang beru saja datang melihatmu membicarakan calon istriku, apa kau tau itu CALON istriku, kalian paham semua termasuk kau nona"ucap Azam yang sudah mulai gedeg dengan karyawati satu ini, yang selalu membuatnya sakit kepala, dengan menekankan kata Calon Istri,Membuat yang orang yang berada di loby menatap mereka bergantian

__ADS_1


dan karyawati yang menghina Nataza dia malah tertawa geli mendengar ucapan Bos nya itu, dia mengira pasti dirinya yang akan menjadi istri Presdirnya itu


"Haha..,mana mungkin wanita kampungan seperti dia menjadi calon istri anda, yang ada dia lebih pantas menjadi OB atau lebih baik sih tukang kebun saja di kantor ini.Hahaha..."ucap karyawati itu dengan menertawakan Nataza sambil tertawa, yang membuat Azam benar-benar emosi sekarang, lalu Azam mendekat dan mencengkeram dagu karyawati itu dengan keras


"Kau sudah kujelaskan siapa dia, dan memberimu kesempatan agar meminta maaf tapi kau malah semakin menghinanya hah!!"ucap Azam yang sudah termakan emosi sehingga membuat yang lain takut dengan marahnya Azam, ya memang mereka belum pernah melihat kemarahan Azam kecuali kedua sahabatnya itu


"Kau tak akan pernah aku biarkan pergi dengan bebas sampai kapanpun,Brian,Bayu bawa dia ke markas"ucap Azam setelah melepas cengkramannya dengan memerintahkan Brian dan Bayu membawanya ke markas.


"Kembali bekerja"ucap Azam dengan nada yang dingin,lalu menarik Nataza ke life menuju ruangannya di lantai paling atas. Azam yang melihat wajah Nataza seperti akan menangis, dia mencoba menenangkannya


"Hei, sudahlah jangan menangis, biarkan orang lain berkata apa, sesuka mereka saja yang penting masih dalam batas normal,jika mereka menghinamu seperti tadi mereka harus di beri pelajaran bukan, mereka pantas mendapatkan itu"ucap Azam mencoba menenangkan Nataza yang sudah mulai terisak

__ADS_1


"Maafkan aku jika sikap dan perbuatanku membuatmu takut, aku hanya bersikap seperti itu jika ada orang yang tidak tau malu dan tak tau diri,orang yang bersifat kurang ajar kepada kelurgaku bahkan pada kau sekalipun,aku akan seketika tersulut amarah yang sulit ku kendalikan hanya melihat wajah tedih orang yang aku sayang yang bisa meredakan amarahku,termasuk wajahmu itu"jelas Azam panjang lebar yang membuat Nataza blussing dan membuat Azam tertawa karna itu


"Ayok"titak Azam dengan menarik tangan Nataza keluar life


"ini ruanganmu dan ini meja kerjamu, kau bisa memulai berkerja di sini menjadi sekertaris keduaku, kau bisa tanyakan pada Brian jika kau kesulitan. Mengerti! "ucap Azam dengan nada cueknya lalu pergi begitu saja dan yang melihatnya memasang muka cengo nya


"Dasar Big Boss ceuk, dingin,kaku,bodo amatan kalo bukan yang nolong aku, udah aku krek dia"gumam Nataza saat membicarakan bosnya dengan memperagakan orang sedang mencekek musuhnya, tapi itu bisa di dengar oleh Azam karna Azam memang sengaja memperlambahmt jalannya karna mendengar Nataza membicarakannya


"Aku dengar ya"ucap Azam lalu masuk keruangannya dan jawaban itu membuat mata Nataza membelalak dan tak sengaja membentur meja di depannya dan membuat Brian dan Bayu yang baru kembali kekantor mengangkat sebelah alisnya mereka saling pandang lalu mengangkat bahunya tanda tak tau


"Haiss. malunya aku... "batin Nataza menutupi wajahnya dengan beberapa map di depannya

__ADS_1


__ADS_2