
Selesai sholat maghrib mereka kembali ke ruang rawat Aza, seletah membuka pintu mereka di kejutkan dengan adanya Brian di sana seorang diri,yang membuat Azam terkejut lagi adalah ketika Brian memegang sebuket bunga yang mungkin untuk Aza, seketika wajah hingga kuping Azam memerah
"Loh Brian, kau di sini sendiri? "ucap bunda Ayu yang membuat lamunan Azam buyar
"Tidak nyonya, saya kemari bersama tuan besar.sekarang beliau ada di dalam kamar mandi saat ini"ucap Brian mengucapkan sejujurnya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Azam yang dia sudah bisa tebak pasti memiliki rasa untuk Aza, terlihat jelas dari raut wajahnya
"Kak Brian, apakah kak Bayu tak ikut denganmu kemari? "tanya Alika menanyakan Bayu asisten Azam
"Tuan bayu masih berada di Luar Negeri nona, dia masih ada tugas yang belum selesai disana"jawab Brian dan di jawab anggukan oleh Alika
"Brian apakah bisa bicara berdua denganmu? "pinta Azam lalu melenggang pergi keluar ruangan di jawab anggukan Brian dan menyusul Azam keluar
__ADS_1
"Ada apakah tuan memanggil saya?"tanya Brian pada tuan mudanya
"Apakah kita bisa merekrut Aza bekerja di kantorku? .Maksudku!!..dia kan tak ada perkerjaan selama ini, jika bisa!,kau masukan saja dia ke divisi yang memang butuh pekerja baru di divisi itu.Selain memudahkan pekerjaan mereka, bekerjanya dia bisa untuk menjadi kebebasannya menata hidupnya"jelas Azam yang sebenarnya entahlah tiba-tiba ingin selalu dekat dengan Aza
"Baik tuan, saya akan coba memasukannya ke divisi yang memang belum lengkap pekerjanya, untuk perasaan saya tidak memiliki perasaan apapun pada nona Aza tuan, jika tuan memiliki perasaan pada nona Aza saya mendukungnya tuan, bukannya saya lancang apakah saya benar?.Jika tuan menyukai nona Aza ketika pertama kali anda bertemu dengannya di dasar jurang waktu itu yang membuat anda tertarik padanya?"ucap Brian dengan menggoda Azam yang notabenya sahabat kecilnya sendiri
Pertanyaan Brian membuat mata Azam membelalak, dia terkejut "bagaimana bisa Brian tau jika aku memiliki rasa pada Aza? "batin Azam dengan menormalkan wajah terkejutnya dan menghadap ke arah Brian
"Bukan urusanmu"lalu pergi begitu saja yang membuat Brian tergelak melihat tingkah konyol sahabatnya itu yang sedang kasmaran kembali setelah di tinggal mati pacarnya dahulu
langkah Azam mendekat ke sofa dan memperhatikan Aza yang sedang duduk di ranjangnya dengan tawa dan juga ceritanya bersama Alika,membuat Azam menyunggingkan senyumnya tipis tapi bisa di lihat oleh Brian, bunda Ayu dan Ayah Tama. Panggilan telfon membuyarkan lamunan Azam dan Aza yang memalingkan wajahnya ke arah Azam.
__ADS_1
pandangan mereka bertemu saling mengunci dan tercipta senyum manis di bibir Aza yang membuat jantung Azam berdetak cepat,tiba saat suara telefon Azam lagi membuat pandangan mereka beralih dengan muka yang blussing,Azam merutuki orang yang menelfonnya yang membuat dia mengakhiri pandangan mata Aza dan ketahuan blussing setelah saling pandang dengan Aza.
sementara di dalam ruangan mereka tertawa melihat Azam tertangkap basah tengah memandang Aza dengan senyum tampannya,dan membuat Aza blussing dengan godaan dari Alika dan Bunda Ayu.
"Kak Aza suka sama Bang Azam?, aku bisa liat dari raut muka kak Aza kalo kak Aza suka dengan bang Azam, iya kan? "ucap Alika menggoda Aza dengan berbisik
"Tidak...siapa bilang? "ucap Aza dengan wajah yang sudah panas
"Ouh yah?,kok aku liatnya gitu sih, apa mataku yang salah?"ucap Alika mengucek matanya lalu tertawa membuat yang di ruangan geleng-geleng
"Eng... ngga kok, kamu asal ngomong nih, saya gak suka kok, dia kan gak pantes untuk saya yang hanya anak buangan, dan gak punya apapun"ucap Aza dengan senyum terpaksa dan air mata yang menetes
__ADS_1
"Ihh kak Aza gk asik ah, kenapa harus bawa-bawa kasta sih, mau kak Aza pengamen, mau anak buangan, mau kak penjual gorengan, mau apapun itu, kak Aza tetap kakakku, yang menjadi kakak iparku nanti, keluargaku gak pernah membedakan orang dari kasta dan derajat mereka kak, tapi dari hati,niat kejujuran dan ketulusan kakak itu yang di utamakan oleh keluarga kita.
Kakak tau dulu Bunda juga hanya penjual bubur ayam keliling kok,tapi karna Bunda tulus,baik,dan juga jujur, Bunda juga gak melihat harta Ayah, Bunda cinta Ayah tulus dari hatinya bukan karna Harta dan juga kemewahan hidup ayah. Aku tau itu dari Ayah yang bercerita pada aku dan Abang,benarkan Ayah,Bunda"ucapan Alika mendapat acungan jempol dari kedua orang taunya dan anggukan serta senyum bahagianya